Erwin Kurnia Wijaya, S.Pd

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Drs. H.SYAFRUDDIN AMIR, MM
Advertisements

DASAR-DASAR KOMUNIKASI
DASAR-DASAR KOMUNIKASI KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
HANDOUT 5 KETERAMPILAN BERTANYA
GARIS BESAR INSTRUMEN PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Renold H. Modok, M.Pd. Pend. Teknik Elektro PTK FKIP Undana
HANDOUT 4 KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN
Format Penilaian Peerteaching
Keterampilan Dasar Mengajar
KETERAMPILAN BERTANYA
Syarat Guru Profesional…
Ftk UIN Sunan Ampel Surabaya
UPACARA PENGANTIN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR OLEH `
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
Paket 15 Mata Kuliah Pembelajaran Tematik
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
KETERAMPILAN MENJELASKAN
ORIENTASI PENGAJARAN MIKRO.
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Delapan Keterampilan Dasar Mengajar Matematika
KETERAMPILAN DASAR dalam MENGAJAR
PEMBELAJARAN MICRO TEACHING
PANDUAN TUGAS PEER TEACHING
KOMUNIKASI DAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR (KDM)
JABATAN PROFESIONAL DAN TANTANGAN GURU DALAM PEMBELAJARAN
STKIP-PGRI Banjarmasin
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN
DASAR-DASAR KOMUNIKASI KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
ORIENTASI PENGAJARAN MIKRO MICRO TEACHING `.
Delapan Keterampilan Dasar Mengajar Matematika
Mujimin Bahasa dan Sastra Jawa
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Pengertian Microteaching
Konsep Dasar Micro Teaching
ORIENTASI PENGAJARAN MIKRO MICRO TEACHING `.
Keterampilan Dasar Mengajar
DIKLAT GURU MUDA MAPEL IPS Madrasah Tsanawiyah
Keterampilan Guru dalam Proses Belajar Mengajar
PEMBELAJARAN MICRO TEACHING
TEORI BELAJAR Teori Keterampilan Proses Oleh : Iswadi, M. Pd.
KETRAMPILAN DASAR MENGAJAR
Micro Teaching Pengertian Urgensi Tujuan Materi Kegiatan MT
Delapan Keterampilan Dasar Mengajar Matematika
6/11/2018 Orientasi Pengajaran Mikro Dwi Anggraeni Siwi/
KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN
JABATAN PROFESIONAL DAN TANTANGAN GURU DALAM PEMBELAJARAN
KETERAMPILAN MENGAJAR (TEACHING SKILL)
Dosen Pengampu: Musa’adatul Fithriyah, M.Pd.I NIDN
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Keterampilan Dasar Mengajar
PRAKTIK MENGAJAR MIKRO
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
3 Keterampilan Dasar Bertanya
KOMUNIKASI EFEKTIF Oleh: M. Noor Alamsyah Rain Suyati.
PELAKSANAAN KURIKULUM
Keterampilan Dasar Mengajar
Oleh: Dra. Sri Wahyuni, M.Pd
PELAKSANAAN KURIKULUM
DASAR-DASAR KOMUNIKASI KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
“UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI MENGAJAR MENUJU GURU PROFESIONAL”
TEORI BELAJAR Teori Keterampilan Proses Oleh : Iswadi, M. Pd.
INSPIRASI PEMBELAJARAN MELALUI TAYANGAN VIDEO
ORIENTASI PENGAJARAN MIKRO MICRO TEACHING `.
Micro Teaching, Dra. Sri Wahyuni, M.Pd
KETRAMPILAN DASAR MENGAJAR DALAM PEMBELAJARAN TERPADU
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Program Pelatihan Pekerti – AA
H. M. JUPRI RIYADI Kepala Dinas Pendidikan. Keterampilan dasar mengajar yaitu keterampilan yang bersifat mendasar atau umum yang harus dikuasai oleh setiap.
KETRAMPILAN DASAR MENGAJAR Oleh : Marsianus Pendidikan Bahasa dan Sastra STKIP PK.
Transcript presentasi:

Erwin Kurnia Wijaya, S.Pd Micro Teaching Pengertian Urgensi Tujuan Materi Kegiatan MT Persiapan Penyelenggaraan Erwin Kurnia Wijaya, S.Pd

Pengertian Micro Teaching Micro berarti kecil, terbatas, sempit. Teaching berarti mendidik atau mengajar. Micro Teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segalanya diperkecil atau disederhanakan. Apa yang dikecilkan atau disederhanakan, yaitu : Jumlah siswa 5-6 orang Waktu mengajar 5 – 10 menit Bahan pelajaran hanya mencakup satu atau dua hal yang sederhana Ketrampilan mengajar difokuskan beberapa ketrampilan khusus saja.

Unsur micro merupakan ciri utamanya dan berusaha untuk meyederhanakan secara sistimatis keseluruhan proses mengajar yang ada. Usaha simplikasi ini didasari oleh asumsi bahwa : “sebelum kita dapat mengerti, dapat belajar dan dapat melaksanakan kegiatan mengajar yang komplek, kita harus menguasai dulu komponen-komponen dari keseluruhan kegiatan yang ada.” Maka dengan memperkecil murid, menyingkat waktu, mempersempit saran-saran serta membatasi ketrampilan, perhataian dapat sepenuhnya diarahkan pada pembinaan penyempurnaan ketrampilan khusus yang sedang dipelajari

Urgensi Micro Teaching Micro Teaching dapat digunakan dalam : Pendidikan pre service, yaitu bagi calon guru: Sebagai persiapan calon guru sebelum benar-benar mengajar di depan kelas. Sebagai usaha perbaikan penampilan calon guru. Pendidikan in service, yaitu bagi guru atau penilik. Untuk meningkatkan kemampuan guru mengajar rutin, supaya menemukan dan mengetahui kelemahan-kelemahannya sendiri dan berusaha memperbaikinya. Untuk meningaktkan kemampuan supervisor supaya ia tahu apakah bimbingan, nasihat dan saran-saranya benar-benar efektif dalam membantu peningkatan guru-gurunya. Untuk percobaan melaksanakan metode baru, sebelum metode itu dilaksanakan dalam pembelajaran yang sebenarnya.

Tujuan Micro Teaching Mengembangkan kemampuan mawas diri dan menilai orang lain. Memungkinkan adanya perbaikan dalam waktu singkat. Menanamkan rasa percaya pada diri dan bersifat terbuka dengan kritik orang lain Mengembangkan sikap kritis murobbi. Menanamkan kesadaran akan nilai ketrampilan mngajar dan komponen-komponenya. Mengenal kelemahan-kelemahan dan keliruan –keliruan dalam penampilan ketrampilan mengajar dan tahu penampilan yang baik. Dengan menggunakan video Tape recorder maka : Memberi kesempatan guru untuk melihat dan mendengar dirinya sendiri. Memberi kesempatan untuk mengikuti kembali kritik dan diskusi caranya mengajar berulangkali. Memungkinkan untuk membuat model cara mengjar. Memungkinkan banyak orang yang dapat mengikuti proses belajar dan tidak tentu waktunya. Merupakan medan untuk mencobakan sistem atau metode baru untuk diteliti sebelum dikembangkan. Memberi kesempatan pendekatan analistis mengenai ketrampilan dan strategi mengajar.

Materi Kegiatan Micro Teaching Ketrampilan membuka pelajaran Keteampilan memberi motivasi Ketrampilan bertanya Ketrampilan menerangkan Ketrampilan mendayagunakan media Ketrampilan menggunakan metode yang tepat Ketrampilan mengadakan interaksi Ketrampilan penampilan verbal dan non verbal Ketrampilan penjajagan/assesment. Ketrampilan menutup pelajaran.

1. Keterampilan membuka pelajaran Memperhatikan sikap dan tempat duduk siswa Memulai pelajaran setelah nampak siswa siap belajar. Cara mengenalkan pelajaran cukup menarik. Mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkan pengetahuan yang sudah diketahui oleh siswa (apersepsi). Hubungan antara pendahuluan dengan inti pelajaran nampak jelas dan logis.

2. Keterampilan memberi motivasi Mengucapkan ‘baik”, bagus, ya, bila siswa menjawab/ mengajukan pertanyaan Ada perubahan sikap non verbal positif pada saat menenggapi pertanyaan/ jawaban siswa. Memuji dan memberi dorongan dengan senyum, anggukan atas partisipasi siswa. Memberi tuntunan pada siswa agar dapat memberi jawaban yang benar. Memberi pengarahan sederhana dan pancingan, agar siswa memberi jawaban yang benar.

3. Keterampilan bertanya Pertanyaan guru sebagian besar telah cukup jelas Pertanyaan guru sebagian besar jelas kaitannya dengan masalah. Pertanyaan ditunjukan keseluruhan kelas lebih dahulu, baru menunjuk Guru menggunakan teknik -pause- dalam menyampaikan pertanyaan Pertanyaan didistribusikan secara merata diantara para siswa. Teknik menunjuk yang memungkinkan seluruh siswa siap.

4. Keterampilan menerangkan Keterangan guru berfokus pada inti pelajaran Keterangan guru menarik perhatian siswa Keterangan guru mudah ditangkap(dicerna) oleh siswa. Penggunaan contoh, ilustrasi, analogi, dan semacamnya menarik perharian siswa. Guru memperhatikan dengan sungguh-sungguh respon siswa yang berupa pertanyaan, reaksi, usul dan semacamnya. Guru menjelaskan respon siswa, sehingga siswa menjadi jelas dan mengerti.

5. Keterampilan mendayagunakan media Pemilihan media sesuai dengan PBM yang diprogramkan Teknik mengkomunikasikan media tepat. Organisasi mengkomunikasikan media menunjang PBM. Guru trampil menggunakan media.

6. Keterampilan menggunakan metode yang tepat Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan tujuan pengajaran. Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan materi pelajaran dan situasi kelas. Dalam menggunakan metode telah memenuhi / mengikuti sistematika metode tersebut Alat yang dapat menunjang kelancaran penggunaan metode tersebut telah disiapkan. Menguasai dalam penggunaan metode tersebut. Aspek mengadakan interaksi Ada keseimbangan antara jumlah kegiatan guru (aksi) dengan kegiatan siswa (reaksi) selama proses belajar mengajar. Ada pengaruh langsung yang berupa : Informasi Pengarahan Menyalahkan atau membenarkan adalah cukup komunikatif Nampak ada partisipasi dari siswa yang berupa : Mendengarkan Mengamati Menjawab Bertanya Mencoba

7. Keterampilan penampilan verbal non verbal Gerakan guru wajar dan bertujuan. Gerakan guru bebas Isyarat guru menggunakan tangan, badan, dan wajah cukup bervariasi Suara guru cukup bervariasi, lemah dan keras. Ada pemusatan perhatian dari pihak siswa. Pengertian indera melihat dan mendengar berjalan dengan wajar.

8. Keterampilan penjajagan/assesment Menaruh perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan. Adanya kesepakatan guru terhadap tanda siswa yang mengalami salah pengertian Melakukan penjajagan kepada siswa tentang pelajaran yang telah diterimanya Mencari/melakukan apa yang menjadi sumber terjadinya kesulitan. Melakukan kegiatan untuk mengatasi/menunjukan kesulitan siswa.

9. Keterampilan menutup pelajaran Dapat menyimpulkan pelajaran dengan tepat. Dapat menggunakan kata-kata yang dapat membesarkan hati siswa Dapat menimbulkan perasaan mampu ( sense of achievment) dari pelajaran yang diproleh. Dapat mendorong siswa tertarik pada pelajaran yang telah diterima.

Persiapan Penyelenggaraan Waktu / bilamana diadakan micro teaching Tempat, dimana kapan diguanakan, pelaksanaan micro teaching Personalia dalam micro teaching (calon yang praktek, peserta didik/siswa guru, orang yang akan mengadakan observasi dan penilaian, ahli teknik alat rekaman) Pola micro teaching yang akan digunakan dan dikembangkan. Rencana kegiatan dan prosedur kegiatan micro teaching Sarana dan prasarana. Follow up. Dalam follow up ditentukan kapan mengajar dikelas yang sebenarnya atau melaksanakan tugas profesional guru.