Gerak Fungsional Irfan.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERSEPSI TENTANG SEHAT-SAKIT & PERILAKU SAKIT
Advertisements

SMK MARSUDI LUHUR 1 YOGYAKARTA
LATIHAN KONDISI FISIK Ruruh AB.
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA MANUSIA
PENYESUAIAN DIRI REMAJA
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
PEDOMAN LATIHAN ATLET MUDA
Analisis Jiwa Kewirausaahan Pada Diri Sendiri
LATIHAN FLEKIBILITAS.
Enny Zuliatie Die-J YPI (Drop in Center Cijantung Yayasan Pelita Ilmu)
Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
Perkembangan Fisik & Motorik wien/pgsd_perk.
Efektivitas Organisasi (Pertemuan ke-2)
BAB VII TINJAUAN PSIKOLOGIS PENDIDIKAN DI INDONESIA
LINGKUP KEPERAWATAN DEWASA
STRETCHING LENNY.
Chandra Setya Nugraha SMAK PENABUR HI
Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan
DEPRESI PADA PRIA DEWASA MADYA PENGANGGURAN YANG BARU MENIKAH
Syamsul Gultom SKM, M.Kes
MENGELOLA PERBEDAAN “MENUMBUHKAN POTENSI SETIAP KARYAWAN”
PENERIMAAN DIRI REMAJA PENYANDANG TUNADAKSA
Perspektif Efektivitas
EFEKTIVITAS ORGANISASI
Human Movement irfan.
Memahami perkembangan peserta didik
KARIR DAN PROSES SOSIALISASI
SENAM AEROBIK.
Perkembangan Peserta Didik “Fase Remaja(Adolescence)”
LINGKUP KEPERAWATAN DEWASA
Kebutuhan biogenis dianggap sebagai kebutuhan primer, karena semua itu
Psikologi Dewasa dan Lansia Unita Werdi Rahajeng, M.Psi
PRINSIP–PRINSIP Perkembangan
Karakteristik Biografis
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
Latihan Fleksibilitas
Efektivitas Organisasi (Pertemuan ke-2)
BEBAN KERJA & PRODUKTIVITAS
KONSUMSI KALSIUM PADA REMAJA
Landasan Pengembangan Kurikulum
RUANG LINGKUP SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN     ·  PENGENDALIAN ·  MANAJEMEN ·  PERBEDAAN ANTARA PROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN DENGAN PROSES YANG LEBIH.
KONFLIK DALAM KELUARGA MENURUT PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL
Oleh : Afrira Esa Putri, S.SiT
KEBUGARAN JASMANI AFRIWARDI.
Ergonomi, Gizi dan Psikologi Kerja
Kemampuan Gerak Dasar.
PEMANASAN DAN PENDINGINAN dalam olahraga
Masa Dewasa Madya Perkembangan Fisik, Kognitif, Karir dan Religiusitas
PENGARUH LINGKUNGAN PADA FISIOLOGI KERJA
Perkembangan Fisik & Motorik wien/pgsd_perk.
DINAS KEPEMUDAAN, OLAHRAGA, PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI.
Disusun oleh : NIRA ANDRIYANA
PERILAKU ORGANISASI Entis Sutisna, SE, MM.
Perkembangan fisik adalah Perkembangan fisik atau pertumbuhan biologis (biological growth) merupakan salah satu aspek penting dari perkembanagan individu.
MATERI 10 PERILAKU ORGANISASI
ASSALAMUALAIKUM WR.WB.
Perkembangan masa kanak-kanak akhir (Usia Sekolah)
PERTUMBUHAN FISIK REMAJA FKIP EKONOMI AKUNTANSI-2B
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA
Ergonomi, Gizi dan Psikologi Kerja
PSIKOLOGI KECEMASAN.
Psikologi Perkembangan
PENGANTAR TERAPI LATIHAN FUNGSIONAL PERTEMUAN 1
ERGONOMI DAN FAAL KERJA OLEH KELOMPOK 5 Alief Wijayanto Vivi Sefrinta Izza Afkarina Dewi Titah
KEBUGARAN JASMANI AFRIWARDI.
“P ERKEMBANGAN S OSIAL -E MOSIONAL MASA KANAK - KANAK AKHIR ” ( USIA 6-12 TAHUN ) N AMA : M AWAR S IMANJUNTAK NIM :
Psychogenic pain dr. Soraya T.U, Mkes SpKj.
PSIKOLOGI PENDIDIKAN KELOMPOK 5 Anggota :1.Roni Hermawan ( ) 2. Joko Sutrisno( ) 3. Ilvan Triyudha Pangestu( ) 4. Resti Nurmaya( )
Transcript presentasi:

Gerak Fungsional Irfan

Gerak Dan Fungsi Kualitas kemampuan fungsional Fisik (physical), Manusia sepanjang daur hidupnya tidak terlepas dari proses gerak. Mikroskopik (gerak pada tingkatan intra sel)  gerak aktual Kemampuan gerak dan keterampilan  proses pembelajaran atau adaptasi Kualitas kemampuan fungsional Fisik (physical), sosial ( social ), emosi ( emotional ) dan mental (mental).

Pemahaman tentang gerak fungsional (functional movement) Fungsi  Aktivitas (fungsi-fungsi) Fungsional

Hubungan Fungsional dan Kesehatan. ICIDH Model Disease Impairment Disability Handicap Pathology Difficulty perfoming routine tasks Social disadvantage of disability Alteration of Structur and function Significant functional limitation; can,t perform expected tasks Nagi Model Disease Functional Limitation Impairment Disability Handicap

Functional Performance ENVIROMENT Home Community PERSONAL CHARACTERISTICS Physical ability Emotional status Cognitive ability SOCIAL EXPECTATION Family Community Culture INDIVIDUAL FUNCTIONAL PERFORMANCE PROFILE

Perkembangan fisik berpengaruh pada : kemampuan aktivitas fisik kemampuan berinteraksi dengan lingkungan Bagian-bagian dari fungsi FUNGSI FISIK FUNGSI PSIKOLOGIS FUNGSI SOSIAL Sensorimotor Kognitif, motivasi, intelegensi, emosi Norma-norma sosial, budaya, kaidah. STATUS FUNGSIONAL

Membentuk status fungsional setiap bagian-bagian fungsi terdapat interrelationship dalam fungsi dan perkembangan Banyak fungsi-fungsi sosial yang sangat tergantung oleh kemampuan dari fungsi fisik, misalnya : interaksi sosial yang memerlukan mobiltas dan fungsi psikologi . interaksi yang memerlukan tingkat intelegensi, status emosional, dan motivasi tertentu.

Kualitas Fungsional individu tergantung oleh kemampuan gerak individu beberapa kriteria ditinjau dari kemampuan geraknya adalah efisiensi dan efektivitas gerak yang dilakukan Faktor efektivitas dan efesiensi gerak fleksibilitas (flexibility), keseimbangan (balance), koordinasi (coordination), kekuatan (power), dan daya tahan (endurance).

Fleksibilitas ( Flexibility ) Dalam gerak manusia fleksibilitas merupakan salah satu bagian yang berpengaruh untuk membentuk gerakan yang dininginkan. Ada dua komponen utama yang mempengaruhi terbentuknya gerakan yang efektif dan efisien (tepat sasaran dan tepat waktu). fleksibilitas otot, jaringan konektif (connective tissue), dan kulit. lingkup gerak sendinya

fleksibilitas otot, jaringan konektif (connective tissue), dan kulit. Jaringan tersebut memelihara atau mengatur gerakan dengan dengan proses pemanjangan dan pemendekan sesuai dengan kebutuhan dari mobilitas sendi yang di inginkan dalam kegiatan sehari-hari lingkup gerak sendi Struktur sendi harus dapat bekerja sesuai dengan gerakan yang akan dibutuhkan

fleksibilitas jaringan terdapat 2 hal yang perlu diperiksa fleksibilitas statis (Static Flexibility) fleksibilitas dinamis (Dynamic Flexibility ). Pemeriksaan dengan fleksibilitas statis menunjukkan jarak gerak sendi yang dimungkinkan. fleksibilitas dinamis menunjukkan tahanan pada sendi dari gerakan aktif yang dilakukan. Semakin meningkat tahanan maka semakin menurun fleksibilitas dinamis yang dimiliki.

Perkembangan fleksibilitas berjalan secara stabil pada anak laki-laki pada usia 5 sampai 8 tahun, dan mulai mengalami penurunan secara perlahan pada usia 12 sampai 13 tahun. Setelah masa tersebut akan mengalami peningkatan fleksibilitas secara perlahan pula sampai usia 18 tahun.

Pada wanita perkembangan fleksibilitas stabil pada usia 5 sampai 11 tahun dan mengalami peningkatan pada sampai pada usia 14 tahun setelah itu cenderung mengalami perkembangan yang konstan. Untuk semua usia wanita cenderung lebih fleksibel dibandingkan laki-laki (Malina & Bouchard, 1991). Pada usia dewasa tua, fleksibilitas cenderung mengalami penurunan karena terjadinya perubahan pada jaringan konektif, tingkat aktivitas, kekuatan otot, dan sendi.

Keseimbangan (Balance ) Keseimbangan merupakan komponen yang penting dalam gerak terampil. Keseimbangan terhadap gravitasi bumi dalam untuk mempertahankan sikap tubuh. Beberapa faktor yang memberikan kontribusi terhadap kemampuan keseimbangan antara lain fungsi sistem saraf yang efisien, sistem muskuloskeletal, dan sistem sensorik.

Keseimbangan dibutuhkan pada saat aktivitas statis misalnya untuk bisa tetap tegak (static balance) dan selama melakukan gerakan (Dynamic balance). Selama masa kanak-kanak, keseimbangan meningkat seiring dengan usia.

Keseimbangan anak-anak perempuan lebih baik jika dibandingkan dengan anak laki-laki. Pada masa remaja, perkembangan keseimbangannya cenderung meningkat secara menetap. Dan pada kelompok usia ini seorang anak laki-laki mungkin lebih baik jika dibandingkan anak perempuan. ( Malina & Bouchard, 1991 ).

Koordinasi (Coordination ) Koordinasi merupakan implikasi dari berbagai jenis otot yang bekerja bersama-sama dalam menghasilkan gerakan. Keteraturan gerakan merupakan hasil dari kerja otot yang baik terhadap ketepatan waktu dan intensitasnya (Kisner & Colby, 1985). Koordinasi sangat dibutuhkan dalam beraktivitas. Sebab tanpa koordinasi yang baik kita tidak dapat melakukan aktivitas yang dihasilkan dari gerakan seperti yang diinginkan.

Kekuatan / Daya ledak (Power ) Semua gerakan yang dihasilkan merupakan hasil dari adanya peningkatan tegangan otot dan menghasilka tenaga, sehingga bagian tubuh yang bergerak pada jarak tertentu. Kekuatan umumnya dikaitkan dengan kecepatan dan kekuatan yang dihasilkan. Pada masa kanak-kanak, kekuatan sangat tergantung pada ukuran dan maturasi dari sistem saraf dan sistem muskuloskeletal. Setelah usia tua maka kekuatan dan kecepatan mengalami penurunan.

Daya Tahan (Endurance ) Daya tahan (endurance) lebih mengarah kepada sejauh mana kemampuan untuk bekerja secara terus-menerus selama periode waktu tertentu. Daya tahan dapat dilihat secara per individu otot, secara grup, atau secara keseluruhan pada tubuh. Daya tahan pada seluruh tubuh dapat juga dilihat dari sudut pandang tentang daya tahan kardiopulmonar yang menunjukkan kemampuan jantung untuk mensuplai oksigen ke otot yang digunakan untuk bekerja/berkontraksi. Perkembangan daya tahan otot mulai menunjukkan peningkatan antara usia 5 sampai 13 tahun (Malina & Bouchard,1991).