BIOETIK ABORSI DALAM PANDANGAN ISLAM

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Siapakah sebenarnya diri kita?
Advertisements

MATERI KULIAH Tony Tampake
S1 KESEHATAN MASYARAKAT
MU’JIZAT AL-QURAN.
   Pendidikan Agama Islam ( PAI )
Al-Qur'an & Iptek Tugas agama XII IPS.
DISAMPAIKAN PADA SOSIALISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
BAB 8 IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR
Enny Zuliatie Die-J YPI (Drop in Center Cijantung Yayasan Pelita Ilmu)
Awal Mula Kehidupan yang berhubungan dengan Psikologi Perkembangan mulai masa Konsepsi – Post Natal (R) Pertemuan-3 Lisnawati.
Tindak Pidana Terhadap Nyawa
Pendidikan Agama Islam
Pertemuan Kedua Manusia dan Agama
BAB III SYARAT DAN RUKUN PERKAWINAN YANG SYAH
ETIKA DAN HUKUM KESEHATAN REPRODUKSI
HUKUM DAN ABORSI .
Abortus dan Menstrual Regulation
Bunuh Diri dan Euthanasia
4. Hormatilah ayah-ibumu…
KEJAHATAN TERHADAP NYAWA DAN BADAN (PEMBUNUHAN & PENGANIAYAAN)
Aborsi yang Mengejala. Menurut Parawansa (2000), menyatakan bahwa jumlah aborsi di Indonesia dilakukan oleh 2 juta orang tiap tahun, dari jumlah itu,
HADITS KEempat.
UNDANG UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN.
EUTHANASIA.
Teknik & Resiko Aborsi.
Materi : Prostitusi Dan Aborsi
Pengaturan Kehamilan DAN KESEHATAN REPRODUKSI
ABORSI - ABORTION Abortus provocatus – Latin
ICPD + 15 Kontribusi Aborsi pada AKI Dibawakan oleh: Ninuk Widyantoro Yayasan Kesehatan Perempuan 28 Juli 2009.
KELUARGA BERENCANA DAN KESEHATAN REPRODUKSI Drs. Heru Susanto PKB Program Keluarga Berencana telah diterima oleh masyarakat.
TINJAUAN HUKUM PIDANA DAN HUKUM ISLAM TENTANG KEJAHATAN ABORSI (Suatu Studi Komparatif) Oleh: T45LIN.
Fiqh wanita Minggu Kesembilan.
Tugasnya sebagai khalifah di bumi
HUBUNGAN HUKUM ANTARA ORANG TUA DAN ANAK
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN
ETIKA BIOMEDIK AKHIRI KEHIDUPAN
Kebijakan aborsi (studi kasus: Amerika Serikat dan Indonesia)
Konseling KTD
Larangan Pergaulan Bebas dan Perzinaan
ABORSI DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA
Muhamad Adrian H Muhammad Rian Naufal Afrianzah .k
EUTHANASIA DALAM PERSPEKTIF AGAMA ISLAM
Pengaturan Kehamilan DAN KESEHATAN REPRODUKSI
Zelfino, MM, MKM Prodi Kesehatan Masyarakat Univ Esa Unggul
ABORSI.
فَضَائِلُ الدَّعْوَةِ
Etika Islam Dalam Penerapan Ilmu
Mata Kuliah Al Qur’an Hadis Oleh Syukur
Transplantasi Organ Tubuh
BUNUH DIRI dan EUTHANASIA Oleh kelompok V:
Aborsi yang Mengejala Menurut Parawansa (2000), menyatakan bahwa jumlah aborsi di Indonesia dilakukan oleh 2 juta orang tiap tahun, dari jumlah itu,
Al-Fath (Lari Dari Perang)
ISLAMIC FUNDAMENTALS ON PATIENT MANAGEMENT
MEDIA PENDIDIKAN Disusun oleh : NUR AMIN : KLS : D/4
Hak Kesehatan Reproduksi Sebagai Bagian dari Hak Individual Perempuan
Dosen Pengampu : Tarmidzi, M.S.I
Ilmu alamiah dasar bioteknologi KLONING
BAB 8 IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR BAB 8 IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR.
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)
ABORSI Perspektif Agama Hindu
O. Solihin Blog: Akidah Islamiyyah Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang.
O. Solihin Blog: Akidah Islamiyyah Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang.
UNDANG UNDANG KESEHATAN
BAB 6: MENJAGA AKHLAK DALAM BERPAKAIAN
ANDREINA NANDYA AGUNG PUTRI NPM : FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO.
Konsep gender Dalam kesehatan Reproduksi perempuan
Tumbuh Kembang Remaja dan Risiko Reproduksi. REMAJA? Menurut Kartono (1990) senada dengan pendapat Konopka dan Ingersoll dalam Hurlock (2004) 1.Remaja.
Transcript presentasi:

BIOETIK ABORSI DALAM PANDANGAN ISLAM OLEH: KELOMPOK 11

ANGGOTA: Sheila Nur Sabrina (101011044) Tifani Lasianjayani (101011062) Novintiyasari (101011098) Umi Salamah (101011219) Friendika Rinanda (101011236) Tika Noor Prastia (101011238) Aida Rahmatari (101011250) Samir Husein (101011262) Betty Nora Iriani (101011267)

Latar Belakang Perkembangan Teknologi Kesehatan Banyak tantangan dan penyimpangan Salah satu contoh adalah ABORSI Aborsi merupakan salah satu masalah Bioetik Bioetik aborsi dalam pandangan islam Bioetik dalam islam

PENGERTIAN BIOETIK Bioetika berasal dari kata bios yang berati kehidupan dan ethos yang berarti norma-norma atau nilai-nilai moral. Bioetika merupakan studi interdisipliner tentang masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan di bidang biologi dan ilmu kedokteran baik skala mikro maupun makro, masa kini dan masa mendatang.

Bioetika selain membicarakan bidang medis, seperti abortus, euthanasia, transplantasi organ, teknologi reproduksi butan, dan rekayasa genetik, membahas pula masalah kesehatan, faktor budaya yang berperan dalam lingkup kesehatan masyarakat, hak pasien, moralitas penyembuhan tradisional, lingkungan kerja, demografi, dan sebagainya. Bioetika memberi perhatian yang besar pula terhadap penelitian kesehatan pada manusia dan hewan percobaan.

Bioetik dan Aborsi Banyak hukum yang telah mengatur abosri salah satunya diatur dalam pasal 15 ayat 2 Undang - undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Aborsi merupakan masalah yang kompleks, mencakup nilai-nilai religius, etika, moral dan ilmiah serta secara spesifik sebagai masalah biologi.  Dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) tertulis : “Setiap dokter senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani.”

Etika dalam Islam Etika (akhlaq) di dalam Islam sesungguhnya merupakan aturan Syariat Islam terkait masalah kelakuan pribadi, dan bagaimana umat Islam berperilaku terhadap orang lain. Sahabat Abdullah ibn Amr (ra.) menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “ Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaq-Nya.”

etika bioteknologi Islam haruslah dipahami sebagai salah satu cabang dari Syariat Islam, terkait masalah-masalah yang muncul dari penelitian dan perkembangan biomedis. Salah satu isu yang diperdebatkan dan menimbulkan banyak sekali pendapat dari berbagai pandangan adalah mengenai aborsi.

ABORSI Aboertus (aborsi) adalah berakhirnya suatu kehamilan sebelum janin mampu hidup di luar rahim (< 500 gram atau < 20-22 minggu) Jenis aborsi: aborsi spontan aborsi yang terjadi secara alami tanpa adanya upaya - upaya dari luar ( buatan ) untuk mengakhiri kehamilan tersebut aborsi buatan aborsi yang terjadi akibat adanya upaya - upaya tertentu untuk mengakhiri proses kehamilan

Aborsi tetap saja menjadi masalah kontroversial, tidak saja dari sudut pandang kesehatan, tetapi juga dari sudut pandang hukum dan agama. Aborsi biasanya dilakukan atas indikasi medis yang berkaitan dengan ancaman keselamatan jiwa atau adanya gangguan kesehatan yang berat pada diri si ibu, misalnya tuberkulosis paru berat, asma, diabetes, gagal ginjal, hipertensi, bahkan biasanya terdapat dikalangan pecandu ( ibu yang terinfeksi virus ).

Hukum di Indonesia yang Mengatur Aborsi Selain diatur dalam Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan juga Undang- undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, tindak aborsi juga diatur dalam KUHP UUD 1945., yaitu pasal 342 Pasal 346 Pasal 347 Pasal 348 (bisa dicek sendiri)

Dampak Aborsi Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan Rahim yang sobek (Uterine Perforation) Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita) Kanker indung telur (Ovarian Cancer) Kanker leher rahim (Cervical Cancer)

Kaitan Aborsi dengan Kesehatan Masyarakat Aborsi termasuk dalam bagian bioetik teknologi reproduksi manusia. Hal ini berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, dimana dalam bioetik reproduksi terdapat hak reproduksi berupa keputusan untuk hamil dan bertanggung jawab dalam menentukan jumlah anak dan saat mempunyai anak, bebas dari tekanan, diskriminasi dan kekerasan dan memperoleh pelayanan kesehatan reproduksi yang baik.

Pelayanan kesehatan reproduksi yang dimaksud berupa : Informasi, konseling dan pelayanan KB yang baik Pelayanan ante, intra dan post natal Perawatan bayi Pencegahan dan pengobatan penyakit menular seksual dan infeksi traktus reproduksi Aborsi yang aman dan perawatan pasca keguguran Informasi penyuluhan n konseling kesehatan reproduksi dan keluarga

Aborsi yang aman merupakan bagian dalam pelayanan reproduksi Aborsi yang aman merupakan bagian dalam pelayanan reproduksi. Aborsi yang dimaksud ditujukan untuk ibu hamil dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan kehamilan dan jika dilanjutkan maka akan membahayakan ibu. Tujuan aborsi yang aman adalah untuk menyelamatkan ibu. Dalam islam hal ini diperbolehkan karena menyelamatkan kehidupan adalah sesuatu yang di serukan oleh ajaran islam, sesuai firman Allah SWT “Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya (QS Al Maidah : 32)“

WHO memperkirakan di seluruh dunia setiap tahunnya dilakukan 20 juta aborsi tidak aman yang pada akhirnya sekitar 70.000 wanita meninggal akibat aborsi tidak aman tersebut. Di wilayah Asia tenggara, WHO memperkirakan 4,2 juta aborsi dilakukan setiap tahunnya, di antaranya 750.000 sampai 1,5 juta terjadi di Indonesia. Risiko kematian akibat aborsi tidak aman di wilayah Asia diperkirakan antara 1 dari 250, negara maju hanya 1 dari 3700. Angka tersebut memberikan gambaran bahwa masalah aborsi di Indonesia masih cukup besar

Selain berdampak pada angka kematian ibu yang tinggi, aborsi juga berdampak pada masalah kesehatan masyarakat lainnya, diantaranya adalah : Pada umumnya, wanita yang pernah melakukan aborsi, 37 persen pada kehamilan berikutnya akan melahirkan bayi secara prematur. Tindakan aborsi semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pergaulan bebas dan seks bebas. Hal ini tentunya akan berdampak bagi kesehatan masyarakat. Seiring dengan meningkatnya seks bebas dan aborsi maka akan meningkatkan pula resiko berbagai macam penyakit baik itu menular maupun tidak menular , terutama berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Banyak aborsi yang berujung pada kematian, hal ini tentu sangat memprihatinkan.

PANDANGAN ISLAM TENTANG ABORSI Adapun dalam perspektif islam, hukum aborsi dibagi menjadi 3 bagian yaitu aborsi usia kandungan empat bulan, aborsi usia kandungan setelah 40 hari aborsi usia kandungan sebelum 40 hari

Aborsi usia kandungan empat bulan Semua ulama ahli fiqih sepakat bahwa melakukan aborsi setelah kandungan berusia lebih dari empat bulan hukumnya haram. Sedangkan melakukan aborsi sebelum kandungan berusia empat bulan masih menimbulkan kontroversi, karena sebagian ulama berpendapat bahwa kegiatan aborsi yang dilakukan sebelum ruh ditiupkan ( kandungan belum berusia 4 bulan) diperbolehkan melakukannya. Sedangkan sebagian ulama berpendapat bahwa melakukan aborsi sebelum ditiupkannya ruh ke dalam janin itu hukumnya haram.

Pendapat para ulama yang mengharamkan aborsi dikarenakan pada usia empat bulan kehamilan telah ditiupkan ruh kedalam janin sehingga telah terjadi kehidupan setelah ruh ditiupkan. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya setiap kamu terkumpul kejadiannya dalam perut ibumu selama 40 hari dalam bentuk ‘nuthfah’, kemudian dalam bentuk ‘alaqah’ selama itu pula, kemudian dalam bentuk ‘mudghah’ selama itu pula, kemudian ditiupkan ruh kepadanya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi)

Dengan ditiupkannya ruh kedalam janin maka pada usia tersebut janin merupakan makhluk yang telah bernyawa. Oleh karena itu, apabila aborsi dilakukan setelah usia kehamilan empat bulan, sama saja melakukan pembunuhan atau menghilangkan nyawa suatu makhluk. Sehingga aborsi hukumnya haram. Pendapat para ulama dipertegas dengan adanya dalil Al- Qur’an, diantaranya:

Q.S Al An’aam ayat 151 Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar[518]." Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).

Q.S Al Israa’ ayat 33 Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar[853]. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan[854] kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.

Aborsi Usia Kandungan setelah 40 Hari Dalil syar’i yang menunjukkan bahwa aborsi haram bila usia janin 40 hari atau 40 malam adalah hadits Nabi SAW berikut : “Jika nutfah (gumpalan darah) telah lewat empat puluh dua malam, maka Allah mengutus seorang malaikat padanya, lalu dia membentuk nutfah tersebut; dia membuat pendengarannya, penglihatannya, kulitnya, dagingnya, dan tulang belulangnya. Lalu malaikat  itu bertanya (kepada Allah),’Ya Tuhanku, apakah dia (akan Engkau tetapkan) menjadi laki-laki atau perempuan ?’ Maka Allah kemudian memberi keputusan…” (HR. Muslim dari Ibnu Mas’ud RA)

Hadits di atas menunjukkan bahwa permulaan penciptaan janin dan penampakan anggota- anggota tubuhnya, adalah setelah melewati 40 atau 42 hari. Dengan demikian, penganiayaan terhadapnya adalah suatu penganiayaan terhadap janin yang sudah mempunyai tanda- tanda sebagai manusia yang terpelihara darahnya (ma’shumud dam). Tindakan penganiayaan tersebut merupakan pembunuhan terhadapnya.

Berdasarkan uraian di atas, maka pihak ibu si janin, bapaknya, ataupun dokter, diharamkan menggugurkan kandungan ibu tersebut bila kandungannya telah berumur 40 hari. Siapa saja dari mereka yang melakukan pengguguran kandungan, berarti telah berbuat dosa.

Aborsi Usia Kandungan Sebelum 40 Hari Aborsi pada janin yang usianya belum mencapai 40 hari, maka hukumnya boleh (ja’iz) dan tidak apa-apa. Ini disebabkan bahwa apa yang ada dalam rahim belum menjadi janin karena dia  masih berada dalam tahapan sebagai nutfah (gumpalan darah), belum sampai pada fase penciptaan yang menunjukkan ciri-ciri minimal sebagai manusia.

Namun demikian, dibolehkan melakukan aborsi baik pada tahap penciptaan janin (40 hari), ataupun setelah peniupan ruh padanya (4 Bulan), jika dokter yang terpercaya menetapkan bahwa keberadaan janin dalam perut ibu akan mengakibatkan kematian ibu dan janinnya sekaligus. seorang wanita dibolehkan menggugurkan kandungannya jika keberadaan kandungan itu akan mengancam hidupnya, meskipun ini berarti membunuh janinnya. Memang menggugurkan kandungan adalah suatu mafsadat. Begitu pula hilangnya nyawa sang ibu jika tetap mempertahankan kandungannya juga suatu mafsadat.

Secara umum, agama apapun melarang aborsi Secara umum, agama apapun melarang aborsi. Dalam agama Islam, umumnya hukum-hukum yang ada melarang aborsi. Umat Islam dilarang melakukan aborsi dengan alasan tidak memiliki uang yang cukup atau takut akan kekurangan uang. Ayat Al-Quran mengingatkan akan firman Allah dalam Q.S. Al-Isra : 31 : “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rizki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa besar.”

KESIMPULAN Aborsi merupakan salah satu masalah yang ada didalam bioetik kesehatan. Aborsi merupakan berakhirnya suatu kehamilan ( oleh akibat – akibat tertentu ) sebelum buah kehamilan tersebut mampu untuk hidup di luar kandungan / kehamilan yang tidak dikehendaki atau diinginkan Agama Islam tentunya juga mengkaji tentang tindakan aborsi. Dari pemaparan di Bab Pembahasan telah dikaji pandangan islam terhadap aborsi. Islam membagi tiga kegiatan aborsi berdasarkan umur kandungan. Pertama, apabila aborsi pada kandungan setelah usia empat bulan maka hukumnya haram. Kedua, apabila aborsi dilakukan setelah usia 40 hari maka hukumnya haram karena sudah ditiupkan ‘ruh’ pada usia tersebut. Terakhir, apabila aborsi dilakukan pada usia kandungan sebelum 40 hari maka hukumnya boleh (jaiz) dengan catatan kehamilan tersebut dapat mengancam kehidupan ibu. Wallâhu a‘lam bi ash – shawâb.

SEKIAN TERIMA KASIH