Korelasi Iman dan Ibadah

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
IKHLAS DALAM BERIBADAH
Advertisements

BAB IV. PERILAKU TERPUJI ADIL, RIDHA DAN AMAL SALEH
Waktu
TOLERANSI DALAM BERAGAMA
(IKHLAS, TAAT, KHAUF , DAN TAUBAT)
Pendidikan AGAMA ISLAM untuk SMA kelas X
Sebuah renungan tentang… Shalat
HADITS KEDUAPULUH TUJUH
KEPEDULIAN SOSIAL.
Materi Al Qur’an Hadits
Ushul Al-’Amal Al-Khairi fil Islam
Cara Sholat Rasulullah SAW (Sifat Sholat Rasul) ISLAM
KELOMPOK 4 IBADAH DAN AMAL SOLEH
(E 7) شُمُوْلِيَّةُ الْعِبَادَةِ
HADITS KEtigapuluh sembilan
SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
MAKNA DAN TAFSIR AYAT TENTANG MENYANTUNI KAUM LEMAH
HADITS KEDUAPULUH LIMA
“ASSALAMUALAIKUM WARAH MATULLAHI WABARAKATU”
ADAB / ETIKA MENUNTUT ILMU
QS. Al-’Ashr.
APA ANDA BERIMAN ?.
SYAHADAT Syahadat merupakan asas dan dasar bagi rukun Islam lainnya. Syahadat merupakan ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam. Syahadat sering disebut.
Sifat-sifat Terpuji By : Uswatun Hasanah.
KESERIUSAN HAMBA KEPADA ALLAH (bentuk keikhlasan hamba)
KELOMPOK 2 ANISA KHAFIDA MADINATUL MUNAWAROH NURUL HASANAH
SEBAB BERTAMBAHNYA IMAN
WUDHU’ TATA CARA DEFINISI WUDHU’ MEMBATALKAN RUKUN WUDHU’ DO’A SESUDAH
IMAN KEPADA ALLAH.
BERIBADAH DENGAN IKHLAS
Ma’rifatul Insan Kompetensi Dasar : Mengetahui asal usul manusia
MA’RIFATUSY SYAHADATAIN
MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN SOSIAL
JUJUR, SANTUN, MALU AKHLAK TERPUJI.
HADITS KEDUAPULUH SATU
Studi Islam 2 Wujudullah Tahun Akademik 2015
Oleh : Achmad Farisi Aziz, M.Pd.I
KEBIJAKAN NASIONAL PENDIDIKAN KARAKTER 2011
ETIKA, MORAL DAN AKHLAK DALAM ISLAM
Materi III IMAN Oleh: Ahmad Arif Rifan, SHI., MSI.
FATKHUL QULUB BAIK.
TEOLOGI AL-MA’UN.
IKHLAS DALAM BERIBADAH
PENTINGNYA AGAMA DAN USAHA AGAMA
Kedahsyatan Dua Kalimah Syahadat
MEMAHAMI HADIST TENTANG CIRI IMAN DAN IBADAH YANG DITERIMA OLEH ALLAH
HADITS IJTIMA’I.
MATA KULIAH TAUHID AQIDAH AKHLAK
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Kandungan Kalimat Syahadat (Madlulusy syahadah)
Agama Islam Ke-iman-an dan Dan ke-taqwa-an.
PERILAKU TERPUJI ADIL, RIDHA DAN AMAL SHALEH
LATIHAN SOAL BAB 4 1. Perhatikan pernyataan berikut: (1) menyesal thd dosa yg telah dilakukan (2) meninggalkan dosa itu (3) mengerjakan shalat, tobat,
BAB IV. PERILAKU TERPUJI ADIL, RIDHA DAN AMAL SALEH
KBM 1 FIQH ISLAMI BAB 2 : SOLAT DALAM ISLAM
AQIDAH UNIT 2 Kelas Bimbingan Dewasa.
SETELAH MENONTON VIDEO TERSEBUT APA SAJA DAMPAK DARI PERILAKU MEREKA.
Hakikat keimanan dan buahnya
Materi III IMAN Oleh: Ahmad Arif Rifan, SHI., MSI.
Materi III IMAN Oleh: Ahmad Arif Rifan, SHI., MSI.
BAB 2: MENJAGA AKHLAK TERHADAP ALLAH
  Nikmat Allah  “Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir?” (Q.s. 90: 8-9)  Sarana.
Disusun oleh : Irfan Nur Azhari( ) Wahyu Utomo Budi Prasetyo( ) Eko Suryo Utomo( )
 Bersaksi  Menyaksikan  Melihat  Memperhatikan  Meyakini.
KBM 3 AKHLAK ISLAMIAH BAB 1 : MENSUCIKAN JIWA
kepedulian  berasal dari akar kata peduli artinya memerhatikan atau menghiraukan sesuatu Kepedulian merupakan suatu sikap memperhatikan atau menghiraukan.
AKHLAQ QUR’ANI DAN ASAS MUAMALAH ISLAMIYAH
Pendidikan AGAMA ISLAM untuk SMA kelas X disusun oleh : MGMP PAI SMA/SMK Kabupaten Jombang Keikhlasan Dalam beribadah.
IMAN KEPADA KITAB ALLAH SWT. DENGAN MEMBACA Y  N  Y  QW  Y  W  N  WQ  Y  TPV  Y  TN Y 
presentasi hadits Tentang Iman
Transcript presentasi:

Korelasi Iman dan Ibadah Iman berarti kesadaran ketuhanan (God consciousness) yang tulus. Tidak ada paksaan dalam beriman atau tidak karena iman merupakan sesuatu yang privat. Karena itu, tidak diperkenanakan memaksa orang lain beriman. Imam syafi’i mendefinisikan iman تصديق بالقلب وإقرار بالسان وعمل بالأركان “pembenaran dalam hati, diucapkan di lisan, dan berbuat dengan anggota badan”. Iman tertanam dalam hati sejak manusia membuat perjanjian dengan Tuhan. Maka, iman merupakan fitrah manusia.

أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمد عبده ورسوله Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa iman memiliki tujuh puluh cabang (syu’bah), antara lain sabar, malu, tawakkal, dan lain-lain. Kalimah yang menegaskan iman berupa kalimah syahadah أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمد عبده ورسوله

Dari sudut bahasa, ibadah (عبادة) berarti pengabdian Dari sudut bahasa, ibadah (عبادة) berarti pengabdian. Akar katanya, عبد (‘abd) yang berarti hamba atau budak. Dalam pengertian yang lebih luas, ibadah mencakup keseluruhan kegiatan manusia dalam hidup di dunia ini, termasuk kehidupan “duniawi” sehari-hari selama di lakukan karena dengan niat pengabdian dan penghambaan kepada Tuhan. Dalam pengertian lebih khusus, ibadah terbatas pada amal tertentu yang secara khas bersifat keagamaan.

Problema Iman dan Ibadah “Apakah manusia tidak cukup dengan iman saja dan berbuat baik, tanpa perlu ibadah?” Einstein,penemu teori relativitas, mengatakan bahwa Ia percaya Tuhan dan keharusan berbuat baik, tanpa merasa perlu beribadah. Baginya, memasuki agama formal tidak ada gunanya. Al Qur’an selalu berbicara tentang iman dan ibadah/amal shaleh secara beriringan

Bila pertanyaan diatas dipraktekan akan melahirkan beberapa problem Dalam kenyataan historis tidak pernah ada sistem kepercayaan yang tumbuh tanpa sedikit mengintroduksi ritus-ritus. Bahkan komunisme yang berupaya menyingkirkan agama pun memiliki sistem ritual. Iman selalu memiliki dimensi suprarasional/spiritual yang mengekpresikan diri melalui tindakan devotional (kebaktian) melalui sistem ritual.

3. Ibadah merupakan kelanjutan logis dari iman 3. Ibadah merupakan kelanjutan logis dari iman. Iman yang abstrak itu mendorong dalam diri seorang ke arah perbuatan baik melalui kehangatan dan keakraban dengan Tuhan. Dalam ibadah, seorang hamba Tuhan merasakan kehangatan spiritual dengan Khaliqnya. “Demi massa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran” (QS. Al Ashr: 1-4)

Fitrah Manusia dan Ibadah Tidak ada manusia yang bebas sama sekali dari bentuk ekspresi pengagungan yang mempunyai nilai ubudiyah. Maka, kecenderungan natural itu selayaknya disalurkan dengan benar. Pengagungan manusia kepada Tuhan melalui ibadah berarti membebaskan manusia dari belenggu dan pengekangan, karena Tuhan adalah Wujud yang Mahatinggi. Inilah substansi relijiusitas manusia, terbebas dari kekhawatiran dan kesedihan lantaran begitu dekat dengan Khaliq (la khaufun wala yahzanun).

Prasyarat Ibadah Ibadah senantiasa dilakukan secara tulus (ikhlas) kepada Tuhan. Ibadah yang dilakukan bukan karena Tuhan akan menimbulkan kesyirikan (penyekutuan kepada Tuhan). Ibadah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Al Qur’an dan hadits Nabi. Inovasi (bid’ah) dalam ibadah adalah hal terlarang.

Implikasi Iman dan Ibadah Selain sebagai substansi relijiusitas, iman dan ibadah berimplikasi bagi tumbuhnya manusia yang humanis, tidak kehilangan karakter purba manusia yang diciptakan Tuhan condong untuk melakukan kebaikan. Karena itu, dalam sebuah riwayat hadits, Nabi Muhammad diwaduli oleh seorang sahabat yang bertetangga dengan orang yang taat beribadah, tetapi acapkali menyakiti orang lain. Dengan lugas Nabi menjawab, “orang itu tempatnya di neraka”

Dalam shalat misalnya, terkandung pelajaran thaharah (kesucian) dalam segala hal dan menanggalkan segala urusan dunia semata-mata demi Tuhan. Karena itu, Tuhan berfirman: إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر “Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar.

Renungan Tahukah kamu orang yang mendustakan agama Itulah orang-orang yang menghardik anak yatim Dan tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat Yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya Orang-orang yang berbuat riya’ Dan enggan (menolong dengan) barang-barang berguna (QS. Al Ma’un: 1-7)