Manajemen Sumberdaya Manusia Dinnul Alfian Akbar

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
SELECTION & PLACEMENT.
Advertisements

Manajemen Sumberdaya Manusia Dinnul Alfian Akbar
Martoyo (1994) Proses pemilihan individu – individu yang kualifikasi yang relevan untuk mengisi posisi dalam suatu organisasi Dasar Kebijakan dalam Seleksi.
PROSES SELEKSI.
Dosen Pengampu: Ika Atsari Dewi, S.TP, M.P
TES REKRUTMEN KARYAWAN Dosen Penganmpu: Ika Atsari Dewi, S.TP, M.P
Achmad Rozi El Eroy. Fungsi Operasional MSDM a. Pengadaan tenaga kerja ( SDM ) b. Pengembangan tenaga kerja c. Penilaian tenaga kerja d. Pemberian kompensasi.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
PEREKRUTAN DAN SELEKSI
ANALISIS JABATAN.
SELEKSI PERTEMUAN 4.
REKRUTMEN, SELEKSI DAN PENEMPATAN Nama Anggota: Novita Arum T. S.( ) Herdiana Candrika M.( )
Management SDM Selection & Placement Zulfri Sandra Sakti /
Penilaian Prestasi Kerja

Manajemen Sumberdaya Manusia Dinnul Alfian Akbar
Sistem Informasi Sumberdaya Manusia Manajemen Sumberdaya Manusia Dinnul Alfian Akbar.
Presentasi Pada Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia
Motivasi dan Kepuasan Kerja
Pelatihan dan Pengembangan
Seleksi Pengertian Seleksi
SELEKSI_Psi.Personalia PSIKOLOGI PERSONALIA
Pertemuan 4 Seleksi Mustikawati, SE., MSi.
Pertemuan 5 Charisma Ayu Pramuditha B.Tech Mgt, MHRM
MANAJEMEN SDMRETNO BUDI LESTARI1 Penyeleksi : Individu Group / Tim 1 Tingkat : Adm & Kecakapan Masa Percobaan Prajabatan Metode : Non-ilmiah Ilmiah Dasar.
Manajemen Sumber Daya Manusia
SELEKSI KARYAWAN Pertemuan 4 Dr. Yulizar Kasih, SE, M.Si
REKRUTMEN Pertemuan ke 3 MANAJEMEN SDM BUDIARSA DHARMATANNA.
Presented by: Syaiful Bakhri, S.Sos, MM
Manajemen Sumberdaya Manusia Dinnul Alfian Akbar
SELEKSI KARYAWAN.
SELEKSI & PENEMPATAN TENAGA KERJA
REKRUTMENT AMALUDIN, S.IP, MM.
SELEKSI atau SELECTION
SELEKSI Dani Budi Prasetyo ( ) Fitri Oktafia ( )
SELEKSI KARYAWAN Pertemuan 4 08/11/2017 Nova Yanti Maleha,S.E.M.M.
SELEKSI KARYAWAN Pertemuan 4 Dr. Yulizar Kasih, SE, M.Si
ANALISIS JABATAN Nur Fachmi Budi.S,M.Psi.
ANALISIS JABATAN.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
REKRUTMEN Pertemuan ke 3 MANAJEMEN SDM.
SELEKSI atau SELECTION
MATERI KE-3 REKRUTMEN DAN SELEKSI
Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resource Management)
MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA
SELEKSI TENAGA KERJA MATERI KULIAH MSDM Dra. Entri Sulistari, M.Si.
MANAJEMEN DAN BISNIS FUNGSI PENGISIAN JABATAN Pertemuan 4 1.
Seprian Fairnanto, S.Kom
MANAJEMEN SDM PELAYANAN KESEHATAN
PERTEMUAN 2 ANALISA JABATAN.
H. Mustika Lukman Arief, SE., MM. PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN STIE HAS
ANALISIS JABATAN.
3.
SELEKSI KARYAWAN.
SELEKSI PERTEMUAN KE-4 MANAJEMEN SDM BUDIARSA DHARMATANNA.
DEDY ARFIYANTO.SE.,MM PERTEMUAN KE 3
BAB 12 MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA
MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA
Dr. Mustika Lukman Arief, SE., MM. PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN STIE HAS
PERTEMUAN 2 ANALISA JABATAN.
REKRUTMEN KARYAWAN.
PERENCANAAN DAN PEREKRUTAN KARYAWAN
MULAI.
REKRUTMEN Pertemuan ke 3 MANAJEMEN SDM BUDIARSA DHARMATANNA.
Manajemen Sumber Daya Manusia “SELEKSI”
NAURI ANGGITA TEMESVARI, SKM., MKM
Proses Rekrutmen (lanj’)
VI. Seleksi DIANA ANDRIANI MM., MT.
Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resource Management)
BUKU HUMAN RESOURCES IN HEALTH CARE, MANAGING FOR SUCCESS by FRIED JOHNSON.
Transcript presentasi:

Manajemen Sumberdaya Manusia Dinnul Alfian Akbar Seleksi Manajemen Sumberdaya Manusia Dinnul Alfian Akbar Dinnul Alfian Akbar

Seleksi dan Test Karyawan Proses dengan mana perusahaan memutuskan siapa yang akan diterima atau ditolak menjadi karyawan. Seleksi personalia dimulai setelah kumpulan pelamar yang secara potensial qualified didapatkan melalui rekrutmen. Seleksi dan test karyawan merupakan penggunaan berbagai macam teknik dan alat untuk menyeleksi kandidat terbaik untuk bekerja. Teknik dan alat disini termasuk proses seleksi, teknik test dasar latar belakang dan referensi, pertanyaan etika dan hukum di dalam tes, tipe-tipe tes, dan stimulasi serta contoh kerja. Dinnul Alfian Akbar

Mengapa seleksi yang hati-hati diperlukan ? Kinerja manajer SDM tergantung pada kinerja anak buah atau bawahan Biaya perekrutan dan memperkerjakan tinggi Implikasi dari memperkerjakan karyawan secara tidak kompeten adalah mahal dan bisa berakibat tuntutan terhadap kelalaian dalam memperkerjakan. Dinnul Alfian Akbar

Dasar Seleksi Dasar Seleksi Dasar Seleksi hendaknya berpedoman kepada dasar tertentu yang telah digariskan oleh internal maupun eksternal perusahaan, supaya pelaksanaan dan hasil seleksi dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum maupun ekonomis. Dasar-dasar itu antara lain adalah : Kebijaksanaan Perburuhan batas usia melarang adanya diskriminasi kulit, agama & suku bangsa Dinnul Alfian Akbar

Dasar Seleksi Dasar Seleksi Spesifikasi Jabatan Pertimbangan Ekonomis-Rasional ; efektif & efisien Pertimbangan Etika Sosial ; memperhatikan norma-norma hukum, agama, kebudayaan dan adat istiadat. Dinnul Alfian Akbar

Tujuan Seleksi Untuk memperoleh hal sebagai berikut: karyawan yang qualified dan potensial karyawan yang jujur dan berdisiplin karyawan yang cakap dengan penempatan yang tepat karyawan yang terampil dan bersemangat dalam bekerja karyawan yang memenuhi syarat u.u. tenaga kerja karyawan yang dapat bekerjasama secara vertikal & horizontal karyawan dinamis dan kreatif karyawan yang inovatif dan bertanggung jawab sepenuhnya karyawan yang loyal dan berdedikasi tinggi mengurangi tingkat absensi dan turn-over karyawan karyawan yang mudah dikembangkan pada masa depan Dinnul Alfian Akbar

Langkah-langkah /Tahapan Seleksi Secara umum: Seleksi surat menyurat Pengisian blanko lamaran Pemeriksaan referensi Wawancara pendahuluan Tes penerimaan Tes psikologi Tes kesehatan Wawancara akhir atasan langsung Memutuskan diterima atau ditolak Dinnul Alfian Akbar

Metoda Seleksi Metoda Non-Ilmiah Seleksi tidak didasarkan pada kriteria, standar atau spesifikasi kebutuhan nyata jabatan, tetapi hanya berdaasarkan perkiraan dan pengalaman saja Unsur-unsur yang diseleksi meliputi : Surat lamaran bermaterai atau tidak Ijazah dan daftar nilainya Surat keterangan pengalaman Referensi atau rekomendasi Wawancara langsung dengan pelamar Penampilan fisik pelamar Keturunan pelamar Tulisan pelamar Dinnul Alfian Akbar

Metoda Seleksi Metoda Ilmiah : Seleksi yang didasarkan pada spesifikasi jabatan dan kebutuhan nyata jabatan, serta berpedoman pada kriteria dan standar-standar tertentu Seleksi ilmiah hendaknya dilaksanakan dengan: Metoda kerja yang jelas dan sistematis Berorientasi kepada prestasi kerja Berorientasi kepada kebutuhan riil karyawan Berdasarkan kepada job analysis Berpedoman kepada undang-undang perburuhan Dinnul Alfian Akbar

Kualifikasi Seleksi Umur Keahlian Kesehatan fisik Pendidikan Jenis kelamin Tampang Bakat Temparamen Karakter Pengalaman kerja Kerja sama Kejujuran Kedisiplinan Inisiatif dan kreatif Dinnul Alfian Akbar

Proses Seleksi Proses Seleksi Langkah-langkah yang harus dilalui oleh para pelamar sampai akhirnya memperoleh keputusan ia diterima atau ditolak sebagai karywan baru. Proses seleksi umumnya meliputi evaluasi persyaratan, testing, wawancara, ujian fisik Dinnul Alfian Akbar

Proses dan Tahapan Seleksi Proses Seleksi Ada dua konsep: Reliabilitas Validitas Dinnul Alfian Akbar

Konsep Test Test Validitas Menunjukkan derajat dimana kinerja yang diukur berhubungan nyata di tempat kerja. Skor yang diberikan pada waktu tes atau wawancara sesuai dengan kinerja pekerja yang nyata Hasil tes dinyatakan valid bila skornya tinggi dan kenyataan dilapangan memang sesuai. Dinnul Alfian Akbar

Konsep Test Test Validitas Dua metoda utama penentuan valuditas : Criterion—related validation—memfokuskan pada hubungan antara skor hasil pengukuran metoda seleksi dan skor kinerja. Content validation—memfokuskan pada hubungan ‘isi’ metoda seleksi dan ‘isi’ pekerjaan. Dinnul Alfian Akbar

Konsep Test Test Reliabilitas Derajat dimana suatu alat ukur bebas dari kesalahan acak atau random. Suatu pengukuran dikatakan reliabel bila konsisten over time dan over different context. Berhubungan dengan konsistensi pengukuran yang digunakan sepanjang waktu; dan juga pertimbangan ukuran berapa banyak kesalahan yang terlihat dalam pengukuran yang terjadi sekarang. Validitas dan Reliabilitas membantu dalam menseleksi pelamar secara efektif Dinnul Alfian Akbar

Bagaimana memvalidasi sebuah test Manajemen Sumber Daya Manusia Bagaimana memvalidasi sebuah test Analisis pekerjaan & tulis deskripsinya 1 Pilih test 2 Lakukan tests 3 Hubungkan skor & kriteria 4 Cross-validation & revalidate 5 Dinnul Alfian Akbar Dinnul Alfian Akbar

1. Analisis Pekerjaan & Tulis Deskripsi Pekerjaan Menentukan dan menspesifikasi prediktor atau persyaratan penting untuk kinerja yang sukses. Mendefiniskan apa yang anda maksud dengan sukses di dalam pekerjaan. Tulis deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaannya. Dinnul Alfian Akbar

2. Memilih Test Memilih test yang mengukur atribut yang dibutuhkan untuk sukses dan mengkombinasikan menjadi sebuah deretan tes yang mengukur sekumpulan prediktor yang mungkin seperti aggressiveness, extroversion, dan numerical ability. Dinnul Alfian Akbar

Memilih Test Test yang bisa dilakukan termasuk Psikologi Intelektual Teknikal Aptitude Clerical skill test Service ability tests Sales ability test Team skills test Dinnul Alfian Akbar

3. Berikan Test Concurrent Validation Predictive Validation Berikan test pada karyawan Bandingkan skor dengan kinerja sebenarnya Predictive Validation Test aplikasi sebelum diterima Gunakan berbagai teknik seleksi aternatif untuk penerimaan Bandingkan kinerja yang sebenarnya dengan hasil test—tentukan keberlanjutan dari test Dinnul Alfian Akbar

4. Hubungkan Skor Test dan Kriteria Apakah ada hubungan statistikal antara skor test dengan prestasi kerja ? Dinnul Alfian Akbar

5. Validasi Silang dan Validasi Kembali Untuk validasi silang, lakukan langkah 3 dan 4 pada sampel baru karyawan Seorang ahli sebaiknya memvalidasi kembali test secara periodik Untuk memperlihatkan content validity: Lakukan analisis pekerjaan secara hati-hati untuk mengidentifikasikan perilaku kerja yang dibutuhkan Kombinasikan contoh-contoh dari perilaku-perilaku tersebut dalam sebuah test Dinnul Alfian Akbar

Hak Individual Pengambil Test Kerahasiaan Mendapatkan informasi Harapan bahwa hanya individu yang qualified yang akan dapat mengintepretasikan dan mendapat akses untuk hasil test Harapan bahwa test yang dilakukan fair untuk semua—tidak ada seseorang yang memiliki jawaban terlebih dahulu Dinnul Alfian Akbar

Tipe-tipe Test Kognitif Kemampuan motorik dan fisik IQ (intellegence quotient) Kemampuan dan kecakapan kognitif khusus Kemampuan motorik dan fisik Ketangkasan / kecekatan / keterampilan Kepribadian dan minat Dan lain sebagainya Dinnul Alfian Akbar

Cerdas dan Berkrepribadian Kepribadian dan kecerdasan keduanya mendorong karir Ketika mendefinisikan karir yang sukses dalam arti sukses interinsik dan sukses ekstrinsik, sadari untuk mengukur keduanya Gangguan emosi secara negatif memprediksikan keberhasilan ekstrinsik Kecerdasan secara positif memprediksikan sukses karir eksterinsik Dinnul Alfian Akbar

Video Based Situasional Test Mempresentasikan kandidat dengan beberapa skenario Oke, saya senang anda disini. Oh ? Apa itu ? Lihat tempat ini, mengapa ! Saya ambil satu hari libur dan kembali kesini untuk menemukan ketidakberesan ini Tapi saya tidak bekerja sampai lambat tadi malam Mungkin tidak, tapi ini terjadi sebelumnya Dinnul Alfian Akbar

Test Uji Fisik Test fisik merupakan salah satu proses dalam seleksi Digunakan untuk menguji pelamar apakah memenuhi persyaratan fisik yang diminta dalam pekerjaan Menetapkan dasar klaim asuransi di masa datang Mengurangi absensi dan kecelakaan Dinnul Alfian Akbar

Pendekatan Seleksi/Sistem Seleksi Successive Hurdles Selection Approach Pendekatan ini mengharuskan setiap calon karyawan untuk mengikuti semua prosedur seleksi secara bertahap. Setiap tahapan seleksi, pelamar diuji dan dievaluasi oleh tim seleksi. Hanya calon yg lulus dari tahap pertama dapat mengikuti seleksi tahap selanjutnya demikian seterusnya Kebaikan Efisiensi biaya dan waktu rekrutmen, terutama jika jumlah calon karyawan sangat banyak Keburukan Perusahaan tidak dapat mengetahui informasi kemampuan calon karyawan secara keseluruhan, sehingga ada kemungkinan mendapatkan karyawan yg tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan Dinnul Alfian Akbar

Pendekatan Seleksi/Sistem Seleksi Successive Hurdles Selection Approach Dinnul Alfian Akbar

Pendekatan Seleksi/Sistem Seleksi Compensatory Selection Approach Sistem seleksi dimana pelamar mengikuti semua testing kemudian dihitung nilai rata-rata apakah mencapai standar atau tidak. Jika mencapai standar dinyatakan lulus dan sebaliknya Pada pendekatan ini setiap calon karyawan diberi kesempatan yang sama untuk mengikuti seluruh prosedur seleksi. Nilai dari tiap seleksi dikumpulkan dan nilai yang tersebarlah yang diterima perusahaan Dinnul Alfian Akbar

Pendekatan Seleksi/Sistem Seleksi Compensatory Selection Approach Kebaikan Dengan pendekatan ini semua kelebihan dan kelemahan calon karyawan dapat diketahui dan dapat dicari yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan Keburukan Memerlukan waktu maupun biaya yang besar, terutama jika calon karyawan relatif banyak Dinnul Alfian Akbar

Pendekatan Seleksi/Sistem Seleksi Compensatory Selection Approach Dinnul Alfian Akbar

Sistem Seleksi yang Efektif Keakuratan Kemampuan dari proses seleksi untuk secara tepat dapat memprediksi kinerja pelamar. Keadilan Memberikan jaminan bahwa setiap pelamar yang memenuhi persyaratan diberikan kesempatan yang sama di dalam sistem seleksi. Sistem seleksi yang adil bila: Didasarkan pada persyaratan-persyaratan yang dijalankan secara konsisten Menggunakan standar penerimaan yang sama untuk semua pelamar Menyaring pelamar berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang hanya berkaitan dengan pekerjaan saja. Dinnul Alfian Akbar

Sistem Seleksi yang Efektif Keyakinan Taraf orang-orang yang terlibat dalam proses seleksi yakin akan manfaat yang diperoleh. Pewawancara dan calon ‘meyakini’ akan suatu sistem seleksi apabila: Selama proses seleksi pelamar dan pewawancara menggunakan waktu dengan efektif dan baik. Dinnul Alfian Akbar