KOMUNIKASI DENGAN SI SAKIT

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KETERAMPILAN KONSELING
Advertisements

BERDUKA DAN KEHILANGAN
EFFECTIVE COMMUNICATION
Pengaruh Kondisi Psikologis pada Kondisi Medis Umum
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN ORIENTASI REALITA
ASKEP WAHAM.
komunikasi dengan anak Anda
PENGERTIAN EMOSI Perasaan (feeling) atau afek yang meliputi antara perubahan fisiologis dengan tingkah laku nyata (overt behavior) Klasifikasi emosi :
DALAM KEPERAWATAN JIWA
Menghilangkan Rasa Takut pada Anak
APA ITU KEPRIBADIAN? KEPRIBADIAN CIRI KEPRIBADIAN
ASPEK PSIKOSOSIOSPIRITUAL PERAWATAN PALIATIF
ETIKA KEPERAWATAN YUNIAR MANSYE SOELI.
Coaching & Counseling By sujadi.
KETERAMPILAN DASAR WAWANCARA
KEHILANGAN DAN BERDUKA
TIPE-TIPE KEPRIBADIAN
Wawancara Perawatan Kesehatan
ASUHAN KEBIDANAN IV.
Wawancara pelayanan kesehatan
MEMAHAMI KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN JASA
Konseling KTD
KOMUNIKASI oleh I Ketut Murdana
KELOMPOK 1 NAMA : A.ALFIANNOR ADDIN RIDHANI AHMAD TAUFIK HIDAYAT
KOMUNIKASI TERAPEUTIK
HUBUNGAN TERAPEUTIK Sri Warsini.
DISTORSI PESAN dalam KOMUNIKASI ORGANISASI Pertemuan 12
depresi Dinas Kesehatan Kota Palembang
ASPEK PSIKOSOSIOSPIRITUAL PERAWATAN PALIATIF
PERILAKU MENCARI BANTUAN
Menyampaikan Berita Duka
KOMUNIKASI PADA KEHILANGAN
PENGAMPUNAN: BERDAMAI DENGAN MASA LALU DAN MERAJUT MASA DEPAN
Reaksi Perilaku Sakit (Kusmiyati, 1990)
Pernah mengalami : Rasa nya? : Terkilir? Terkena benturan benda keras?
KETRAMPILAN INTERPERSONAL
KEMAMPUAN KOMUNIKASI SECARA EFEKTIF
KETRAMPILAN INTERPERSONAL
Standar Pelayanan Pekerjaan Sosial di bidang kesehatan.
KOMUNIKASI EFEKTIF Nia H. Septianni, S. Psi -Pengantar Psikologi-
Petolongan Pertama Psikologis Psychological First Aid (PFA)
ASESMEN PSIKOSOSIAL.
MANAGEMEN PENCEGAHAN BUNUH DIRI
PEKERJA SOSIAL PADA UNIT PSIKIATRI (SAKIT MENTAL)
KONSEP KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA KOMUNITAS

Tahapan Hubungan Terapeutik Perawat – Klien
PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA (PPK) 7 STANDAR, 28 ELEMEN PENILAIAN KARS.
ISOLASI SOSIAL NAMA KELOMPOK : D-IV Keperawatan Semarang
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN WAHAM
Terapi Terhadap Gangguan Psikologis
OLEH : NS.ERMA KASUMAYANTI,M.Kep
OLEH : NS.ERMA KASUMAYANTI,M.Kep
KEPATUHAN.
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA
ASKEP PADA KLIEN GSP : HALUSINASI PERTEMUAN :
Diah Sukaesti, M. Kep, Sp.Kep J FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Manajemen Stres TUJUAN PEMBELAJARAN  Peserta pelatihan dapat Mengetahui gambaran umum mengenai Definisi Stress  Peserta dapat Mengetahui Penyebab dan.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK
POLA ASUH ANAK. PERKEMBANGAN ANAK Faktor bawaan Anak Dewasa Pengaruh lingkungan (pola asuh keluarga)
HAK PASIEN DAN KELUARGA (HPK). 1.. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit; 2.. Memperoleh informasi tentang.
Konseling gizi. Gema didalam/gaung/pantulan bunyi ◦ Gema adalah pikiran yang mungkin kita miliki ketika kita mendengarkan orang lain. ◦ Meskipun kita.
KET. INTER-INTRA PERSONAL
KET. INTER-INTRA PERSONAL
“ KIE DALAM PRAKTEK “ PKRS *Rsud Arjawinangun*. Praktik KIE : * dilakukan setiap sa’at * Sejak pasien masuk RS sampai keluar RS * Implementasi KIE yang.
PERILAKU MENCARI BANTUAN
Komunikasi Interpersonal  Komunikasi interpersonal menduduki peran yang sentral dalam kehidupan sehari-hari.  Komunikasi ini juga akan memenuhi terhadap.
KOMUNIKASI MOTIVASI dr. deniz mawarni. Tujuan Pembelajaran : TPU : Peserta mampu menerapkan metode komunikasi motivasi dalam pendekatan penderita TB untuk.
KOMUNIKASI EFEKTIF -Pengantar Psikologi-. 2 *Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dari si pengirim ke si penerima. *Suatu ide, tidak peduli.
ETIKA KEPERAWATAN YUNIAR MANSYE SOELI. DEFINISI Keperawatan merupakan salah satu profesi yang bergerak pada bidang kesejahteraan manusia yaitu dengan.
Transcript presentasi:

KOMUNIKASI DENGAN SI SAKIT Umi Athijah Wahyu Utami

Komunikasi Tujuan : Merubah Pola Pikir dan Perilaku Pendengar Cara : Verbal Nonverbal

Si Sakit Fisik : Nyeri Lelah Jiwa : Emosional Gangguan fungsi kognitif Sosial : Ikut sakit Sasaran displacement Spritual : Disintegrasi

Kondisi Psikologis Preokupasi pada penyakit Gangguan emosi , marah, cemas dan depresi Gangguan atensi, konsentrasi dan daya ingat

Kondisi Psikologis Mendengar sepotong- sepotong Mendengar apa yang disuka Sering lupa yang dibicarakan Sering salah persepsi Lelah mental: - pemusatan perhatian - daya tangkap - daya analisis Gangguan emosi : diskonting overgeneralisasi

Disintegrasi Spiritual Nyeri spiritual : merasa dihukum Tuhan Pengucilan spiritual : merasa dikucilkan Kecemasan spiritual : takut berhadapan Bersalah spiritual : sadar gaya hidup salah Marah spiritual : tidak terima takdir Kehilangan spiritual : ditinggalkan Tuhan Kesedihan spiritual : kehilangan cinta

Ada apa dengan si sakit? Sebagai pendengar: Kurang perhatian / mudah lupa Lamban mencerna /menangkap Sering salah persepsi

Apa yang mau didengar? Harapan tersembunyi Informasi tentang penyakitnya Informasi tentang tindakan medis Informasi tentang terapi obat Adanya dukungan dan kesetiaan keluarga

Memakai hidden/double message Perubahan gaya, kecepatan Sebagai pembicara : Memakai hidden/double message Perubahan gaya, kecepatan berbicara sering tidak konsisten Pemikiran si sakit tak dapat diduga - Preokupasi : terfokus pada topik tertentu - Obsesi : diulang dan tak dapat ditekan lagi - Waham : dipertahankan walaupun tak realistis

Wawancara dengan si sakit Bagan wawancara : - perkenalan dan pendekatan - mendengarkan - tanya dan jawab ( probing) - mengambil kesimpulan - bila perlu dilakukan pengulangan (cognitive rehearshals) - penutup

Perkenalan dan pendekatan - tahap ini sangat menentukan untuk membangun kepercayaan pasien - pada umumnya memperkenalkan diri, jabatan dan tujuan berada didekat pasien - ingat pesona dan kredibilitas

Mendengarkan - walaupun baru berkenalan sudah menunjukkan sikap mau endengarkan dan mengalah serta minta maaf bila saling memulai percakapan dan kurang mengerti yang diucapkan - berilah respons terhadap yang diutarakan - simak isi,dan kecepatan serta tonus pembicaraan - baca bahasa nonverbal

Proses tanya jawab - membuat pertanyaan untuk si sakit tidak mudah ( bahaya defensif) - open ended question lebih menggambarkan bentuk dan isi pikiran - hindari pertanyaan dengan nada menghakimi - penderita diam: berpikir bingung lelah tidak setuju/suka

Mengambil kesimpulan Jangan terburu-buru Bertahap direkonfirmasi kebenarannya Bila perlu dilakukan pengulanga Mencatat hasil wawancara harus singkat Ingat : kesimpulan akan dijadikan dasar menjalin ikatan dan menutup wawancara

Menutup wawancara - pasien mengerti ditolong dengan tulus - pasien merasa sangat dihargai dan dilibatkan -pasien merasa dimengerti dan sebaliknya mengerti tujuan perawatan / asuhan - akhiri dengan memberi kesempatan bertanya dan menekankan kesimpulan akhir

Evaluasi akhir Keinginan penderita - sesuai kepribadian & kebiasaan - tidak dalam masa disintegrasi spiritual - tidak mengganggu kestabilan keluarga - sesuai norma dan hukum yang berlaku - realistis bila dilaksanakan

Compliance/Adherence Derajad ketaatan penderita untuk melaksanakan apa yang telah ditetapkan dokter ,atau tim yang merawat kepadanya Termasuk : menepati janji (kontrol dsb) menjalankan diet keteraturan minum obat

Mengapa Incompliance? Kondisi klinis Kepribadian pasien Arti sakit dantujuan hidup pasien

Penyebab Incompliance Hubungan dokter, tim perawat kesehatan kurang baik Instruksi kurang dimengerti Efek samping obat tidak dapat ditolerir Sudah mendengar potensi keracunan dan efek samping obat Gangguanpsikiatrik Penderita senang dengn gejala sakitnya Lingkungan kurang mendukung Tidak mampu membeli/ mencari

TUGAS APOTEKER : MENJAMIN MUTU OBAT DAN KEBENARAN PENGGUNAAN NYA DALAM RANGKA TERAPI OBAT GUNA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN KUALITAS HIDUP PASIEN MUTU OBAT PENGGUNAAN OBAT AMAN EFEKTIF AKSEPTABEL INDIKASI KEMANFAATAN AMAN KEPATUHAN Sembuh, Berkurangnya gejala, Tidak terjadi komplikasi, Ekonomis

Terima kasih