IBNU ARABI (560 .H/1164 M <dalam buku lain 1165 M> – 638 H/1240 M) Muhammad Ibn ‘Ali Ibn Muhammad Ibn al-‘Arabi al-Tha’i al-Hatimi.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
STATUS ONTOLOGIS OBJEK ILMU
Advertisements

“... dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).”
MEDIA DAKWAH BERBASIS INTERNET
PENDEKATAN PEMIKIRAN KEAGAMAAN DALAM ISLAM
Filsafat Ilmu: administrasi
INTEGRASI ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN Oleh: Asep Solikin Universitas Muhammadiyah Palangkaraya 2015
Penjelasan GBPP & Kontrak Perkuliahan
Menalar Tuhan Kelompok 1.
Pengantar Metode Penelitian
AL-KINDI SEBAGAI PELETAK DASAR FILSAFAT ISLAM
ILMU SEBAGAI METODE ILMIAH
PENGANTAR FILSAFAT Topik 12 FILSAFAT ISLAM.
FILSAFAT KOMUNIKASI Kuliah 1
Kefanaan dan Keabadian bersama Tuhan
KELOMPOK 2 ANISA KHAFIDA MADINATUL MUNAWAROH NURUL HASANAH
PEMIKIRAN FILSAFAT IBNU MISKAWAIH
Oleh: Ahmad Khoeruddin Muhammad Rosyid R. Muhamad Ramdan Rijal Tamami
DISUSUN OLEH: MISNANI. S.Ag. M.Pd. I
Pertemuan ke III (FILSAFAT PANCASILA)
Devine Revelation menurut Fazlur Rahman Oleh : zainul adzvar Al-Qur ’ an  Verbal (tidak hanya makna dan ide saja)
Filsafat Pancasila Bambang Tri Purwanto.
Athik Dwi Prastiwi D Menurut At-Taftazani, tasawuf falsafi mulai muncul dalam Islam sejak abad keenam Hijriyah. Sejak itu, tasawuf ini terus.
Pemikiran Filsafat Ibnu Rusyd
PENGHEGEMONI ALIRAN KRITIS
Filsafat & Ilmu Pengetahuan
KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT
Oleh : Ronny Mugara, S.Pd., M.Pd
IBNU BAJJAH AIK – 3 (Kimia dalam Perspektif Islam)
Mukmin Sejati Sesudah pertemuan itu saya sering bertanya pada diri sendiri, di mana sumber sifat-sifat Bung Hatta? Itulah yang sering menjadi renungan.
ALIRAN-ALIRAN & TOKOH-TOKOH FILSAFAT ILMU
Oleh: RUSDIANTO UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA 2012
KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM
PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT DAN FALSAFAH
    
UNIVERSITAS PAKUAN PROGRAM PASCA SARJANA JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN 2015 Hakikat Ilmu Filsafat Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah : FILSAFAT.
Hubungan Tasawuf, Ilmu Kalam, dan Filsafat
AL-QURAN SEBAGAI DASAR AJARAN ISLAM
ASPEK-ASPEK AGAMA Tony Tampake.
Filsafat Ketuhanan Muhammad Noor, M.H.I.
PERJALANAN HIDUP MANUSIA : DARI ALLAH, KEMBALI KE ALLAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Perkuliahan Tatap Muka Ke-4 Ilmu Tasawuf 8 November 2008
SUDAHKAH ANDA SIAP??? BERKONSENTRASILAH!!!!!.
PETA KONSEP : TUHAN YANG MAHA ESA DAN KETUHANAN
Pancasila sebagai sistem filsafat, perbandingan filsafat pancasila dengan sistem filsafat lainnya didunia.
Materi ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA 1 OUTLINE
SUDAHKAH ANDA SIAP??? BERKONSENTRASILAH!!!!!.
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
KONSEP TUHAN MANUSIA & ALAM
Memahami hakikat ilmu pengetahuan
Potensi Dasar Manusia Anwar Ma’ruf, ST., MT..
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
AL-QURAN SEBAGAI DASAR AJARAN ISLAM.
KONSEP DASAR AJARAN ISLAM
MATERI KULIAH PENDIDIKAN AGAMA
Pengenalan tentang Filsafat dan Struktur Filsafat
PENGENALAN FILSAFAT A. Arti Filsafat a. Dari segi etimologi FALSAFAH
CARA BERPIKIR FILSAFAT
Definisi Agama Agama adalah salah satu istilah dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa sanskerta. Istilah ini terambil dari dua kata yaitu a dan.
KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM
HUBUNGAN MANUSIA DENGAN AGAMA
TEOLOGI ISLAM SEBAGAI PENGETAHUAN RASIONAL
AL-’AQIDAH AL-ISLAMIYAH
KRITIK TERHADAP PEMIKIRAN SALAF/WAHABI
AQIDAH UNIT 1 Kelas Bimbingan Dewasa.
AQIDAH AKHLAK KELAS : X / 1 HM. SHOLEH SYAR’I. TUJUAN HIDUP AllahSurga Bumi Sukses Gagal Surga Neraka Manusia = Makhluk surga, bukan makhluk bumi Bahagia.
ASPEK-ASPEK AGAMA Tony Tampake.
IMAN KEPADA MALAIKAT. 1. Pengertian malaikat Allah Kata ‘malaikat’ berasal dari kata malak, bentuk jamaknya adalah malaikah. Kata malak memiliki arti.
HUBUNGAN HUKUM ISLAM DG AGAMA ISLAM. Pendahuluan Sebelum masuknya hukum Islam, rakyat Indonesia menganut hukum adat yang bermacam-macam sistemnya dan.
Kata-kata Bijak emi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
Transcript presentasi:

IBNU ARABI (560 .H/1164 M <dalam buku lain 1165 M> – 638 H/1240 M) Muhammad Ibn ‘Ali Ibn Muhammad Ibn al-‘Arabi al-Tha’i al-Hatimi

Profil Ibnu Arabi 8 tahun pindah ke Lisbon  awal petualangan intelektualnya Pernah menjadi Gubernur Sevilla 20 tahun  menggeluti dunia sufisme Filsuf mistis

Dua Karya Terbesar Futuhat al-Makiyyah/teosofis Fushus al-Hikam/teosofis

Karakteristik Pemikiran Penggabungan nalar dengan dzauq (intuisi) Pengalaman mistik dengan uraian filosofis/menfilsafatkan pengalaman mistis  pendekatatan mistis Penyeimbangan Imanensi(tasybih-hadir dalam batin manusia) dan transendensi(tanzih)

Imanensi dan Transidensi Imanensi  Tuhan memperlihatkan diri-Nya lewat manifestasi nama-nama-Nya, yang merupakan kualitas yang melekat pada wujud-Nya Transidensi  Dia Yang Maha Tersembunyi mencerminkan bahwa Tuhan merupakan sesuatu yang tidak terjangkau, berada di luar persepsi dan pemahaman.

Pendekatan Mistik Irfan  Ilmu bahasa kesadaran mistis (Hairi Yazdi)

Wihdatu al-Wujud Kesatuan dan Kemunculkan Alam Tuhan ingin melihat diri-Nya di luar diri-Nya dan oleh karena itu ia menciptakan alam. Di kala Ia ingin melihat diri-Nya, maka ia melihat alam karena tiap-tiap makhluk hidup yang ada di alam terdapat sifat ketuhanan. Dengan demikian, alam merupakan cermin bagi Tuhan. Dalam cermin itu diri-Nya kelihatan banyak, tetapi sebenarnya hanya satu. Di sinilah muncul paham kesatuan.

Metafisika Wihdatul Wujud/Pantheisme  tidak ada maujud selain Allah dan semua yang tampak hanyalah semu sebagai pancaran Tuhan (meminjam wujud Tuhan) Semua yang wujud memiliki aspek dhahir/sifat kemakhlukan dan bathin/sifat ketuhanan dengan aspek bathin yang terpenting

Puncak ekstase dan tuduhan kesesatan wihdatu al-wujud Pengalaman batin  kesadaran manusiawi meresap pada kesadaran ketuhanan (penyatuan)  terbatasnya sarana/kata dalam membahasakan pengalaman sehingga menjadi tidak bermakna dan cenderung dianggap sesat oleh mereka yang tidak paham  Ibnu Arabi mencoba membahsakannya dengan filsafat

Epistemologi Rasio Intuisi/praktek spiritual (kasyf)  pengalaman batin Kedudukan akal  melakukan transisi dari pengetahuan tentang yang gaib ke pengetahuan intekelektual dunia fenomena seperti itu  mengkomunikasikan pengalaman gaib pada realitas empiris.

Tiga macam pengetahuan Pengetahuan intelektual (‘Ilm al-Aql, The Science of reason)diperoleh melalui pendekatan investigatif serta bersifat demonstratif. Pengetahuan jenis ini bisa merujuk pada objek empiris atau objek yang sudah dikenal oleh akal. Pengetahuan tentang kesadaran akan keadaan-keadaan batin (The Science of States, Ahwal)Jenis pengetahuan ini lebih menekankan pada kemampuan merasa sehingga tidak ada jalan untuk mengkomunikasikan keadaan-keadaan yang sudah melampaui batas-batas nalar selain merasakan sendiri jenis “keadaan-keadaan” tersebutakal tidak bisa dijadikan acuan untuk membuktikan kebenaran “keadaan-keadaan” dalam penyaksian batin. Pengetahuan tentang yang gaib (Knowledge is The Sciences of The Mysteries. ‘ilm al-asrar)pengetahuan model ini bercorak intelektual transenden, bentuk mengetahui lebih tergantung pada pencerahan yang bersumber dari cahaya Ilahiah atau pancaran ruh suci kedalam pikiran. Pengetahuan model ini hanya ada atau dimiliki oleh mereka yang mencapai maqam tertinggi seperti para Nabi ataupun orang-orang suci.

Tiga instrumen mencapai pengetahuan Ilahiah (alat komunikasi rohani) Hati (Qolb) untuk mengetahui Tuhan Ruh  mencintai Tuahan Jiwa terdasar (sirr)  Merenungi-Nya

Wihdatu al-Adyan Berangkat dari teori wihdatu al-wujud Allah ada pada segala sesuatu (tiada maujud selain Allah) Persaudaraan cinta dan iman Semua agama menuju kebahagiaan hanya saja berbeda dalam membahasakan sesuai keadaan dan tuntutan yang mempengaruhi Tidak ada beda antara muslim dan non-muslim

Pemikiran Ketuhanan Tidak butuh pembuktian, karena Dzat-Nya adalah bukti bagi wujud-Nya Wajib al-wujud bi Zatihi Tuhan Mutlak , abstrak dan tak berhingga Tidak membutuhkan pembuktian  Wujud Allah adalah dalil atas Dzat-Nya. Cz tidak ada maujud kecuali Allah