5. Pohon Merentang Minimum

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ALGORITMA GREEDY : MINIMUM SPANNING TREE
Advertisements

Wibisono Sukmo Wardhono, ST, MT anyquestion?
PERTEMUAN 14 POHON (TREE).
Graf Berarah PART 5 DOSEN : AHMAD APANDI, ST.
Algoritma Greedy.
Algoritma Greedy (lanjutan)
Bab IX P O H O N waniwatining.
BAB 9 POHON.
P O H O N.
P O H O N.
Pohon.
PART 4 TREE (POHON) Dosen : Ahmad Apandi, ST
*copyleft*1 Ade Ariyani A Agung Taufiqurrahman Annas Firdausi Hario Adit W Kartika Anindya P Kelompok XII Implementation of Dijkstra’s Shortest Path Algorithm.
Design and Analysis Algorithm
BAB 9 POHON.
Algoritma Divide and Conquer (Bagian 2) Wahyul Wahidah Maulida, ST.,M.Eng.
Algoritma Divide and Conquer (Bagian 1) Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng.
POHON (lanjutan 2).
APLIKASI GRAF.
Algoritma Greedy (lanjutan)
POHON / TREE.
Graf Berarah / DIGRAPH PART 5 DOSEN : AHMAD APANDI, ST.
Fak. Teknologi Industri
TEORI GRAPH (LANJUTAN)
Algoritma Greedy.
Pohon Matematika Diskrit
P O H O N ( T R E E ) Fitri Utaminingrum
Matematika Diskrit Kode Huffman Heru Nugroho, S.Si., M.T.
TERAPAN POHON BINER.
Meminimalkan Kebutuhan Memori dalam Merepresentasikan Citra Digital
Greedy Pertemuan 7.
BAB 10: POHON DAN APLIKASINYA
Modul 5 Algoritma & Struktur Data
Pertemuan 12 METODA GREEDY lanjutan….
Algoritma Greedy (lanjutan)
ALGORITMA GREEDY, KRUSKAL, MINIMUM SPANNING TREE
POHON.
Kuliah ke 6 Strategi Algoritma
Sistem Basis Data (SBD)
Algoritma Prim Algoritma Kruskal Algoritma Dijkstra
Matematika Diskrit Semester Ganjil TA Short Path.
BAB 10: Short Path Matematika Diskrit DU1023 Heru Nugroho, S.Si., M.T.
Oleh : Devie Rosa Anamisa
Pertemuan 18 Optimalisasi Kode dan Mewarnai Graph I
STRUKTUR DATA Struktur Data Graf.
P O H O N ( T R E E ) Fitri Utaminingrum
Pohon.
Trees Directed Graph Algoritma Dijkstra
Matematika Diskrit Semester Ganjil TA Kode Huffman.
ALGORITMA GRAF.
Kisi-Kisi UAS 2016 Imam Suharjo
P O H O N ( T R E E ) Fitri Utaminingrum
Analisa Algoritma 3 SKS.
TUGAS MATEMATIKA DISKRIT KELAS B (POHON) Engelinus Nana ( ) Eka Christy ( ) Engelinus Nana ( ) Eka Christy ( )
Algoritma Greedy Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng.
Pohon Rinaldi M/IF2120 Matdis.
Pohon Merentang Matematika Diskrit.
ALGORITMA GREEDY : MINIMUM SPANNING TREE
Matematika Diskrit TIF (4 sks) 3/9/ /5/2010.
POHON DAN APLIKASI GRAF
Kompleksitas Algoritma
Kompleksitas Waktu Asimtotik
1 Computer Security Compression. 2 Computer Security Compression Tujuan Untuk memampatkan text/ string Dampak Mempersingkat pengirimanan data di jaringan.
Pertemuan 10 Mata Kuliah Pengolahan Citra
Oleh : Rahmat Robi Waliyansyah, M.Kom.
Jenis-jenis Graf Tertentu Oleh: Mulyono & Isnaini Rosyida
Anyquestion?.
Aplikasi Graph Minimum Spaning Tree Shortest Path.
Logika Matematika/DPH1A3
Graf dan Analisa Algoritma
Transcript presentasi:

5. Pohon Merentang Minimum (a) Graf G = (V, E) (b) Pohon merentang minimum Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Strategi greedy yang digunakan: Pada setiap langkah, pilih sisi e dari (a) Algoritma Prim Strategi greedy yang digunakan: Pada setiap langkah, pilih sisi e dari graf G(V, E) yang mempunyai bobot terkecil dan bersisian dengan simpul- simpul di T tetapi e tidak membentuk sirkuit di T. Komplesiats algoritma: O(n2) Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Strategi greedy yang digunakan: (b) Algoritma Kruskal Strategi greedy yang digunakan: Pada setiap langkah, pilih sisi e dari graf G yang mempunyai bobot minimum tetapi e tidak membentuk sirkuit di T. Kompleksitas algoritma: O(|E| log |E|) Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

7. Lintasan Terpendek (Shortest Path) Beberapa macam persoalan lintasan terpendek: Lintasan terpendek antara dua buah simpul tertentu (a pair shortest path). Lintasan terpendek antara semua pasangan simpul (all pairs shortest path). Lintasan terpendek dari simpul tertentu ke semua simpul yang lain (single-source shortest path). Lintasan terpendek antara dua buah simpul yang melalui beberapa simpul tertentu (intermediate shortest path). Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Persoalan: Diberikan graf berbobot G = (V, E) Persoalan: Diberikan graf berbobot G = (V, E). Tentukan lintasan terpendek dari sebuah simpul asal a ke setiap simpul lainnya di G. Asumsi yang kita buat adalah bahwa semua sisi berbobot positif. Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Strategi greedy: Lintasan dibentuk satu per satu Strategi greedy: Lintasan dibentuk satu per satu. Lintasan berikutnya yang dibentuk ialah lintasan yang meminimumkan jumlah jaraknya. Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Contoh 8. Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Algoritma Dijkstra Strategi greedy: Pada setiap langkah, ambil sisi yang berbobot minimum yang menghubungkan sebuah simpul yang sudah terpilih dengan sebuah simpul lain yang belum terpilih. Lintasan dari simpul asal ke simpul yang baru haruslah merupakan lintasan yang terpendek diantara semua lintasannya ke simpul-simpul yang belum terpilih. Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Aplikasi algoritma Dijkstra: Routing pada jaringan komputer Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Lintasan terpendek (berdasarkan delai): Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

8. Pemampatan Data dengan Algoritma Huffman Prinsip kode Huffman: - karakter yang paling sering muncul di dalam data dengan kode yang lebih pendek; - sedangkan karakter yang relatif jarang muncul dikodekan dengan kode yang lebih panjang. Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Karakter a b c d e f Fixed-length code ---------------------------------------------------------------- Frekuensi 45% 13% 12% 16% 9% 5% Kode 000 001 010 011 100 111 ‘bad’ dikodekan sebagai ‘001000011’ Pengkodean 100.000 karakter membutuhkan 300.000 bit. Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Variable-length code (Huffman code) Karakter a b c d e f ------------------------------------------------------------------------ Frekuensi 45% 13% 12% 16% 9% 5% Kode 0 101 100 111 1101 1100 ‘bad’ dikodekan sebagai ‘1010111 ’ Pengkodean 100.000 karakter membutuhkan (0,45  1 + 0,13  3 + 0,12  3 + 0,16  3 + 0,09  4 + 0,05  4)  100.000 = 224.000 bit Nisbah pemampatan: (300.000 – 224.000)/300.000  100% = 25,3% Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Ulangi langkah 2 sampai hanya tersisa satu buah pohon Huffman. Algoritma Greedy untuk Membentuk Kode Huffman: Baca semua karakter di dalam data untuk menghitung frekuensi kemunculan setiap karakter. Setiap karakter penyusun data dinyatakan sebagai pohon bersimpul tunggal. Setiap simpul di-assign dengan frekuensi kemunculan karakter tersebut. Terapkan strategi greedy sebagai berikut: gabungkan dua buah pohon yang mempunyai frekuensi terkecil pada sebuah akar. Akar mempunyai frekuensi yang merupakan jumlah dari frekuensi dua buah pohon penyusunnya. Ulangi langkah 2 sampai hanya tersisa satu buah pohon Huffman. Kompleksitas algoritma Huffman: O(n log n) untuk n karakter. Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Contoh 9. Karakter a b c d e f -------------------------------------------------------Frekuensi 45 13 12 16 9 5 Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng

Wahyul Wahidah Maulida, ST., M.Eng