Relaksasi dan Konsentrasi Pertemuan 16 Matakuliah: Professional Image and Acting Tahun : 2009/2010.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BAB 10 ASPEK ERGONOMIK.
Advertisements

Kesalahan yg sering dilakukan atlet yang berhubungan dgn mental Kesalahan yg sering dilakukan atlet yang berhubungan dgn mental.
Restrukturisasi LAN RI Dengan Model perubahan lewin enter Kelompok IV.
LATIHAN FLEKIBILITAS.
TEKNIK PRESENTASI Seorang trainer atau educator sangat berperan sekali didalam suksesnya suatu pelatihan.
Aktor dan Karakternya Pertemuan 25 Matakuliah: Professional Image and Acting Tahun : 2009/2010.
Gestur, Suara dan Artikulasi Pertemuan 17
JARINGAN HEWAN.
PENGERTIAN EMOSI Perasaan (feeling) atau afek yang meliputi antara perubahan fisiologis dengan tingkah laku nyata (overt behavior) Klasifikasi emosi :
TUGAS ETIKA DAN PENGEMBANGAN DIRI
Masa Kanak-Kanak Akhir/ Masa Sekolah
MEWAWANCARAI CALON.
ASPEK ERGONOMIK.
MOTOR LEARNING ASEP MAULANA RIESTYANI
Berpikir Positif Pertemuan 9 Matakuliah: Professional Image and Acting Tahun : 2009/2010.
PERUMUSAN MASALAH UNTUK PENELITIAN DAN PENULISAN Pertemuan 2 Matakuliah: L0032 – Pengantar Metode Penelitian Tahun: 2009.
Matakuliah : Kalkulus-1
Kepercayaan Diri.
Matakuliah : S0084 / Teori dan Perancangan Struktur Beton
Konstruksi,Artikulasi dan keseimbangan Pertemuan 3
Konsep Struktur Bangunan Pertemuan 1
B. BAHASA TUBUH.
LATIHAN FISIK PADA LANSIA
PSIKOSOSIAL PADA PASIEN DENGAN MASALAH SISTEM HEMAIMMUNOLOGI
Struktur Adegan Pertemuan 21
KETERAMPILAN DASAR WAWANCARA
METODE DAN DESAIN PELATIHAN
DIMENSI RESPON DALAM KOMUNIKASI TERAPEUTIK Mariyono Sedyowinarso
Pengantar Professional Image Pertemuan 1
POKOK BAHASAN Pertemuan 04 MANAJEMEN DIRI
TORSI MURNI Pertemuan 19-20
Kuliah III KONSEP KESEIMBANGAN.
By TUTU APRIL ARIANI,SKp,MKes
Latihan Fleksibilitas
STRESSOR PADA LANSIA Oleh; Syaifurrahaman Hidayat, S.Kep.,Ns.
Menetapkan Prioritas Pertemuan 6
PENGENALAN ERGONOMI INTERIOR Pertemuan ke -1
Seni budaya XII IPA/IPS.
STRUKTUR DAN FUNGSI GERAK PADA MANUSIA
ASPEK ERGONOMIK.
10 Alasan Penting Lakukan Peregangan
Teori Empat P yang Melandasi Pengembangan Kreativitas Pertemuan 5
MENGGAMBAR 2 Pertemuan ke -1
Aksi dan Aktivitas yang Terarah Pertemuan 23
Berikut ini rangkuman tentang manfaat senyuman:
PSIKOLOGI BELAJAR.
Disampaikan Oleh: Tim Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI
Disampaikan Oleh: Tim Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI
OPERATING LEVERAGE & FINANCIAL LEVERAGE Pertemuan 8
FILSAFAT MANUSIA RENE DESCARTES.
RAHASIA SEHAT DIBALIK GERAKAN SHOLAT
Pemberdayaan Diri Suksma Ratri.
Aktor dan Naskahnya Pertemuan 20
Sistem Gerak Pada Manusia
Ordinary Annuity vs. Annuity Due Pertemuan 13
Mengelola Stres pada Pekerja Kemanusiaan: Membantu diri sendiri
HYPNOBIRTHING Dr. I Nyoman Hariyasa Sanjaya, Sp.OG
BIOMEKANIKA.
Dasar-Dasar Analisis Naskah Pertemuan 19
Manejemen Waktu Pertemuan 7
Kerjasama Tim Pertemuan 8
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Laju Reaksi
Matakuliah : Kalkulus-1
Pentingnya Latihan Yoga bagi Odapus
PERTUKARAN ENERGI part 2 Irma Khrisnapandit.
GAYA PERTEMUAN 3 HARLINDA SYOFYAN, S.Si., M.Pd
GAYA PERTEMUAN 3 HARLINDA SYOFYAN, S.Si., M.Pd
Kuliah V Sistem Pembebanan Portal
ASPEK ERGONOMIK.
M ANAJEMEN STRESS Ns. EVIN NOVIANTI,MKep.Sp.Kep.J.
Transcript presentasi:

Relaksasi dan Konsentrasi Pertemuan 16 Matakuliah: Professional Image and Acting Tahun : 2009/2010

Bina Nusantara University 3 Relaksasi Hal pertama yang perlu dilakukan aktor yakni menerima keberadaannya (melalui relaksasi) Relaksasi bukan santai (pasif) namun melepaskan semua kekangan dalam tubuh Relaksasi di panggung/kamera artinya semua kekangan sudah terlepas dan energi yang ada sudah terfokus. Relaksasi adalah suatu keadaan di mana si aktor berada pada posisi siap siaga untuk memberikan reaksi pada stimulus yang terkecil sekalipun

Artinya keadaan ketika semua penghalang untuk bergerak atau beraksi sudah tidak ada Energi yang ada (berharga) menjadi seimbang sehingga si aktor bebas bergerak/bereaksi dengan cara apapun Aktor yang sudah relaks, sudah siap menunggu untuk bergerak (beraksi). Langkah pertama untuk mencapai keadaan yang siap siaga ini adalah mengidentifikasikan, melokalisasikan dan akhirnya menghilangkan kekangan-kekangan tersebut Titik kepekaan seorang aktor adalah pada saat sekarang, bukan di masa lalu atau masa depan Bina Nusantara University 4

Kepekaan dan Kreativitas Seperti tubuh yang siap bergerak, demikianpun pikiran aktor siap bereaksi. Pikiran yang jelas/segar bertumpu dengan nyaman pada suasana di sini dan sekarang, mengobservasi dengan siaga sekarang yang mengalir Dalam situasi tenang, aktor siap berkonsentrasi Konsentrasi mengikutsertakan ketegangan Konsentrasi: energi yang diciptakan oleh kepekaan yang mengalir Aliran kepekaan ini menciptakan kreativitas (penemuan bentuk-bentuk baru dalam aksi) Bina Nusantara University 5

Relaksasi dan Kepekaan Kemampuan aktor untuk mempertahankan kepekaan sangat berhubungan langsung dengan relaksasi Energi kepekaan, seperti energi-energi lain yang ada pada diri si aktor akan mengalir dengan sendirinya jika dia mengangkat kekangan-kekangan yang menahan energi tersebut Relaksasi membebaskan alam sadar kita untuk bergerak bebas dan fleksibel menuju pengalaman- pengalaman baru yang nyata Relaksasi, konsentrasi dan kreativitas adalah aspek pikiran dalam kesiapsiagaan yang tenang bagi aktor Bina Nusantara University 6

Kelenturan Setelah si aktor melepaskan segala kekangan tubuhnya, dan sesudah ia mampu membuat pikiran jernih dan siaga, maka sekarang dia siap membuat dirinya lebih lentur, lebih bebas melakukan gerakan, lebih peka memberi respon Kelenturan dimulai dengan merenggangkan sendi-sendi Tubuh sering mengalami friksi pada struktur skeletal sehingga perlu dilonggarkan agar bergerak bebas Bina Nusantara University 7

Pada otot-otot kita terdapat lembaran-lembaran tisu yang halus yang memberi kesempatan pada otot-otot untuk bergerak bebas sementara pada sendi-sendi ada cairan yang memberi lubrikasi Jika postur tubuh dan kebiasaan sehari-hari membuat penekanan salah pada otot atau sendi-sendi kaku atau tisu-tisu menciut sehingga setelahnya menjadi tidak tepat, maka kemampuan/kesiapan si aktor untuk bergerak terhalang, si aktor kurang responsif (lamban) Bina Nusantara University 8