PERTEMUAN 7 KOMPENSASI.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
EVALUASI JABATAN DAN KOMPENSASI
Advertisements

Penarikan SDM (Rekruitmen)
TM – 10 MSDM KOMPENSASI Oleh : Drs.Ec. Mudji Kuswinarno, MSi
COMPENSATION ( KOMPENSASI )
KOMPENSASI Disusun oleh: Prih Adi Utomo ( ) Muh.Anis.Yunanto ( ) Hendriyo Efendi ( ) Wahyu Noviantoro ( )
Kompensasi Finansial Langsung
Pengantar Manajemen Kompensasi
BIAYA TENAGA KERJA.
PENGUPAHAN.
BIAYA TENAGA KERJA (BTK)
KOMPENSASI Pertemuan 7.
KOMPENSASI Kompensasi merupakan hal yang penting, yang merupakan dorongan atau motivasi utama seseorang karyawan untuk bekerja. Kompensasi ditetapkan berdasarkan.
Pertemuan 9 Kompensasi Tujuan Instruksional
KOMPENSASI MSDM budiarsa dharmatanna.
KOMPENSASI.
KOMPENSASI Kelompok 11: M. Tholibul Arif ( )
KOMPENSASI Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Sumber Daya Manusia
Perubahan dan Perkembangan
Erwin Indriyanto, SE.,M.Si
MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA
REKRUTMEN Pertemuan ke 3 MANAJEMEN SDM BUDIARSA DHARMATANNA.
Manajemen Sumberdaya Manusia Rika Kharlina E.
PERTEMUAN 3 REKRUTMEN.
X. Manajemen Gaji dan Upah
Audit SDM Yulazri M.AK., CPA Universitas Esa Unggul.
KOMPENSASI Pertemuan 12-13
MENGELOLA SUMBER DAYA MANUSIA
Studi Kelayakan Bisnis #desiharsantipinuji
REKRUTMENT AMALUDIN, S.IP, MM.
MODUL XI TEKNIK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS : BERDASARKAN KARYAWAN
Intervensi Organisasi : SISTEM KOMPENSASI & PENGHARGAAN
PERANCANGAN SISTEM IMBALAN SDM
Pertemuan Kedua-Ketiga Manajemen Sumber Daya Manusia
EVALUASI DAN IMBALAN Program Studi Manajemen Informatika
TM – 9 MSDM KOMPENSASI Oleh : Drs.Raswan Udjang, MSi
Kompensasi.
Oleh: Novi Marlena, S.Pd, M.Si
Pemberian balas jasa dan penghargaan
MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA TITIN HARTINI, S.E., M.Si STMIK MDP
Kompensasi/Remunerasi PNS
Pengembangan Karyawan
KOMPENSASI Manajemen Sumber Daya Aparatur.
Audit SDM.
Kompensasi.
SISTEM KOMPENSASI (PAY SYSTEM)
REKRUTMEN Pertemuan ke 3 MANAJEMEN SDM.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Dr. Mustika Lukman Arief, SE., MM.
Perencanaan SDM.
Pertemuan 9 Kompensasi Tujuan Instruksional
PERTEMUAN 3 REKRUTMEN.
Disajikan oleh: Nur Hasanah, SE, MSc
PEMBERIAN KOMPENSASI Presented by: Syaiful Bakhri, S.Sos, MM.
KOMPENSASI MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA TITIN HARTINI, S.E., M.Si
KOMPENSASI Kompensasi merupakan hal yang penting, yang merupakan dorongan atau motivasi utama seseorang karyawan untuk bekerja. Kompensasi ditetapkan berdasarkan.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
PERMASALAHAN KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA
KOMPENSASI MSDM.
Bab 11 Penyusunan Personalia Organisasi
Kompensasi Proses Kompensasi
Manajemen Sumber Daya Aparatur
Disajikan oleh: Nur Hasanah, SE, MSc
Makalah – MSDM Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan
Kompensasi Desi Harsanti Pinuji.
REKRUTMEN Pertemuan ke 3 MANAJEMEN SDM BUDIARSA DHARMATANNA.
Oleh, Roby Irzal Maulana, SIP, MM
Audit Sumber Daya Manusia
Komunikasi Bisnis dan Sosial Pengantar: I Gede Iwan Suryadi,SE.,MM.
BIAYA TENAGA KERJA (BTK)
Motivasi dan Kepuasan Kerja
Pemberian Kompensasi Komunikasi Bisnis Minggu, 11 Nopember 2018
Transcript presentasi:

PERTEMUAN 7 KOMPENSASI

Kompensasi semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yg diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. (Malayu SP Hasibuan) Gaji balas jasa yang dibayar secara periodik kepada karyawan tetap serta mempunyai jaminan yang pasti. Maksudnya, gaji akan tetap dibayarkan walaupun pekerja tersebut tidak masuk kerja.

Kompensasi Kompensasi Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang atau barang, langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan Kompensasi Karyawan Semua bentuk imbalan yang diberikan kepada karyawan sebagai imbal balik dari pekerjaan mereka

Upah sebagai balas jasa yang adil dan layak diberikan kepada para pekerja atas jasa-jasanya dalam mencapai tujuan organisasi (Edwin B. Flippo) Upah insentif tambahan balas jasa yang diberikan kepada karyawan tertentu yang prestasinya diatas prestasi standar. Upah insentif ini merupakan alat yang dipergunakan pendukung prinsip adil dalam pemberian kompensasi.

Benefit dan Service Kompensasi tambahan untuk semua karyawan untuk meningkatkan kesejahteraan Kompensasi tambahan yang diberikan berdasarkan kebijakan perusahaan terhadap semua karyawan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para karyawan—kompensasi tidak langsung

Komponen Sistem Kompensasi Total

TUJUAN KOMPENSASI ikatan kerja sama, kepuasan kerja, pengadaan efektif, motivasi, stabilitas karyawan, disiplin, serta pengaruh serikat buruh dan pemerintah.

Secara khusus digunakan untuk mengarahkan, mengatur atau mengawasi perilaku karyawan Hasil yang diharapkan adalah karyawan yang tertarik untuk bekerja dan termotivasi untuk melakukan pekerjaan sebaik-baiknya bagi organisasi Menjalin ikatan kerjasama formal antara perusahaan dan karyawan Karyawan dapat memenuhi kebutuhan dan memperoleh kepuasaan kerja Mendukung keefektifan pengadaan karyawan Untuk Memotivasi karyawan Menjamin stabilitas karyawan Meningkatkan disiplin Menghindari pengaruh serikat buruh Menghindari intervensi pemerintah

Asas Kompensasi : Asas Adil Kompensasi yang dibayar kepada setiap karyawan disesuaikan dengan prestasi kerja, jenis pekerjaan, risiko pekerjaan, tanggung jawab, jabatan pekerja dan memenuhi persyaratan internal konsistensi. Asas Layak dan wajar Kompensasi yang diterima karyawan dapat memenuhi kebutuhannya pada tingkat normatif yang ideal. Ukuran relatif penetapan besarnya kompensasi didasarkan atas batas upah minimal pemerintah dan eksternal konsistensi yang berlaku.

Sistem Penilaian Imbalan

Imbalan Ekstrinsik dan Intrinsik Imbalan di luar pekerjaan Upah, promosi, dan tunjangan Imbalan Intrinsik Imbalan yang merupakan bagian dari pekerjaan itu sendiri Tanggung jawab, tantangan, otonomi, dan umpan balik

Imbalan dan Perilaku Individual Komitmen terhadap organisasi Kepuasan terhadap imbalan merupakan fungsi dari seberapa besar yang diterima dan seberapa besar yang ‘seharusnya’ diterima Perasaan puas dipengaruhi oleh perbandingan perolehannya dengan perolehan orang lain Kepuasan dipengaruhi oleh imbalan intrinsik dan ekstrinsik Tingkat keinginan individu terhadap jenis imbalan beragam

Teori Keadilan Seseorang akan mengevaluasi kewajaran (fairness) keadaan mereka dengan membandingkan dirinya dengan orang lain Tiga perbandingan gaji sosial yang relevan dalam pengambilan keputusan tingkat gaji dan struktur tugas Perbandingan gaji eksternal Perbandingan gaji internal—dengan karyawan lain dalam perusahaan tetapi pekerjaan yang dibandingkan berbeda Perbandingan gaji internal—dengan karyawan lain yang mengerjakan pekerjaan yang sama

Faktor-faktor yang mempengaruhi kompensasi Pertimbangan legal Union membership Kebijakan perusahaan Competitive strategy Keadilan (equity)

UMP (Upah Minimum Pekerja) Tujuan Tanggung jawab untuk mewujudkan kesejahteraan warga negara dalam lingkup yang terbatas Campur tangan pemerintah masih diperlukan, mengingat: Kondisi ketenagakerjaan yang diwarnai oleh berbagai faktor yang tidak selalu berpihak pada pekerja Kondisi berserikat yang mengarah pada kekuatan dalam tawar-menawar upah—akan merugikan semua pihak

UMP (Upah Minimum Pekerja) Kepmenaker No.Kep-81/1995 Ukuran penetapan upah minimum adalah KHM (Kebutuhan Hidup Minimum) Permenaker No.per 01/Men/1999 pasal 14 ayat 2 Upah minimum hanyan diperuntukkan bagi pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun Artinya, menjelang berakhirnya masa kerja 1 tahun bagi pekerja tertentu harus telah dipersiapkan adanya kenaikan upah yang biasanya ditentukan perusahaan

Menetapkan Kompensasi Langkah-langkah Mengadakan survei gaji (keadilan eksternal) Menentukan nilai tiap pekerjaan melalui evaluasi pekerjaan (keadilan internal) Mengelompokkan pekerjaan serupa dan menentukan peringkatnya Menentukan ‘harga’ pada tiap peringkatnya Mengoreksi tingkat output

Metode Kompensasi : Metode Tunggal suatu metode yang dalam penetapan gaji pokok hanya didasarkan atas ijazah terakhir dari pendidikan formal yang dimiliki karyawan. Metode Jamak suatu metode yang dalam gaji pokok didasarkan atas beberapa pertimbangan seperti ijazah, sifat pekerjaan, pendidikan formal, bahkan hubungan keluarga ikut menentukan besarnya gaji pokok seseorang.

Keputusan Kompensasi Keputusan tingkat kompensasi Kelompok A—karyawan dengan pekerjaan yang sama di organisasi yang berbeda Keputusan struktur kompensasi Kelompok B—karyawan dengan pekerjaan yang berbeda di organisasi yang sama Keputusan kompensasi individual Kelompok C—karyawan dengan pekerjaan yang sama di organisasi yang sama

Keputusan Tingkat Kompensasi Tujuan Mempertahankan organisasi tetap kompetitif di pasar tenaga kerja Alat utama yang digunakan dalam keputusan ini: Survey gaji Teknik dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kompensasi yang dibayarkan kepada karyawan oleh seluruh atasan di sebuah area geografis, industri, dan kelompok pekerjaan

Keputusan Tingkat Kompensasi Sumber-sumber survey gaji Sumber-sumber pemerintah Depnaker Departemen Statistik Laporan Bank Sentral Organisasi Profesional dan Perdagangan Asosiasi Manajemen Asosiasi MSDM Survey-survey yang dilakukan oleh organisasi lain Perusahaan konsultan Survey-survey oleh jurnal Asia week Asia 21

Keputusan Struktur Kompensasi Definisi Menentukan struktur kompensasi atau hirarki kompensasi internal, yaitu dengan membuat perbandingan sistematis antara nilai suatu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya—dengan menggunakan evaluasi pekerjaan (job evaluation)

Sistem dan Kebijaksanaan Kompensasi: Sistem Kompensasi Sistem waktu besarnya kompensasi (gaji, upah) ditetapkan berdasarkan standar waktu seperti jam, minggu/bulan. Kebaikannya, administrasi pengupahan mudah dan besarnya kompensasi yang akan dibayarkan tetap. Kelemahannya, pekerja yang malas kompensasinya tetap dibayar sebesar perjanjian.

Sistem Hasil (Output) Besarnya kompensasi/upah ditetapkan atas kesatuan unit yang dihasilkan pekerja, seperti per potong, meter, liter, dan kilogram. Dalam sistem hasil besarnya kompensasi berdasarkan pada banyaknya yang dikerjakan bukan kepada lamanya waktu. Kebaikannya, memberikan kesempatan kepada karyawan yg bekerja bersungguh-sungguh serta berprestasi baik akan memperoleh balas jasa yg lebih besar. Kelemahannya, kualitas barang yg dihasilkan kurang baik dan karyawan yg kurang mampu balas jasanya kecil, shgg kurang manusiawi.

Sistem Borongan Suatu cara pengupahan yang penetapan besarnya jasa didasarkan atas volume pekerjaan dan lama mengerjakannya.

Kebijaksanan Kompensasi Baik besarnya, susunannya, maupun waktu pembayarannya dapat mendorong gairah kerja dan keinginan karyawan untuk mencapai prestasi kerja yang optimal sehingga membantu terwujudnya sasaran perusahaan. Besarnya kompensasi harus ditetapkan berdasarkan analisis pekerjaan, uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, posisi jabatan, konsistensi eksternal, serta berpedoman kepada keadilan dan undang-undang perburuhan. Dengan kebijaksanaan ini diharapkan akan terbina kerja sama yg serasi dan memberikan kepuasan kepada semua pihak.

3. Waktu Pembayaran Kompensasi kompensasi harus dibayar tepat pada waktunya, jangan sampai terjadi penundaan, supaya kepercayaan karyawan terhadap bonafitas perusahaan semakin besar, ketenangan, dan konsentrasi kerja akan lebih baik. Jika pembayaran kompensasi tidak tepat pada waktunya akan mengakibatkan disiplin, moral, gairah kerja karyawan menurun, bahkan turnover karyawan semakin besar.

Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Kompensasi dan Teori Upah Insentif: Faktor-faktor yg Mempengaruhi Besarnya Kompensasi : Penawaran dan permintaan tenaga kerja. Kemampuan dan kesediaan perusahaan. Serikat buruh/organisasi karyawan. Produktivitas kerja karyawan. Pemerintah dengan undang-undang dan keppresnya.

Biaya hidup/cost of living. Posisi jabatan karyawan. Pendidikan dan pengalaman karyawan. Kondisi Perekonomian nasional. Jenis dan sifat pekerjaan.

2. Teori Upah Insentif Piece Rate 1. Upah per potong Proporsional, dibayar berdasarkan produktivitas pekerja dikalikan tarif upah per potang yang didapat dari penyelidikan waktu untuk menentukan waktu standarnya. 2. Upah per potong taylor, digunakan dengan cara mengatur tarif yang berbeda untuk karyawan yang produktivitasnya tinggi dengan produktivitasnya rendah. Mereka yg produktivitasnya tinggi ketika outputnya mencapai rata-rata (standar) atau lebih, akan menerima upah lebih besar daripada karyawan yang bekerja di bawah rata-rata.

Time Bonuses Premi berdasarkan waktu yg dihemat meliputi halsey plan dan 100 % time premium plan. Halsey plan, persentase premi yang diberikan adalah 50 % dari waktu yg dihemat dengan anggapan bahwa tidak ada standar kerja yang akurat sekali. 100 % time premium plan. Premi berdasarkan waktu pengerjaan meliputi rowan plan dan emerson plan. kombinasi antara waktu yang dihemat dan aktivitas kerja.

Evaluasi Pekerjaan Definisi Evaluasi pekerjaan adalah perbandingan formal dan sistematik pekerjaan-pekerjaan dalam rangka untuk menentukan nilai suatu pekerjaan relatif terhadap pekerjaan yang lain Hasil perbandingan adalah hirarki penggajian atau pengupahan Faktor-faktor yang dapat dikompensasikan adalah elemen dasar dari sebuah pekerjaan

Compensable Factors Dua pendekatan dalam membandingkan pekerjaan: intuitive atau melalui compensable factors Intuitive berdasarkan pada keputusan bahwa satu pekerjaan lebih penting dibanding dengan pekerjaan lainnya

Keputusan Kompensasi Individual Apa dasar keputusan kompensasi individual? Senioritas, atau merit atau yang lainnya? Perbedaan kompensasi didasarkan pada: Perbedaan individual dalam pengalaman, ketrampilan dan kinerja Harapan bahwa senioritas, kinerja yang lebih tinggi, atau keduanya berhak mendapatkan gaji yang lebih tinggi

Menghargai Pekerjaan Manajerial dan Profesional Tujuan untuk menarik atau mempertahankan Lebih sulit untuk mengevaluasi secara kuantitatif Dibayar berdasarkan pada kemampuan Lebih kompleks dan menekankan pada insentif dibanding evaluasi

Teori yang dapat menjelaskan pengaruh kompensasi Reinforcement Theory Perilaku karyawan dipengaruhi oleh pengalaman masa lalunya Expectancy Theory Perilaku karyawan dipengarui oleh harapanya terhadap tugas dan konsekuensi (gaji) yang mengikutinya Agency Theory Fokus pada perbedaan tujuan dan kepentingan dari pemilik—kompensasi karyawan dapat digunakan untuk “menyatukan tujuan-tujuan pemilik dan manajemen/karyawan sebagai agen”