Model matematika untuk influenza dengan kontrol vaksinasi

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Press Briefing Avian Influenza H5N1, H7N9 dan MERSCoV
Advertisements

PENGANTAR EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR
dr. Sardikin Giriputro, SpP(K)
FLU BABI Health talk April DEFINISI Merupakan penyakit yang sangat menular pada sistem pernapasan hewan babi yang disebabkan oleh Influenza Type.
Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB)
FLU BURUNG ( H5N1 ) Oleh drh.Fredik Susola
Situasi HIV di Indonesia 2010
PENYIDIKAN KEJADIAN LUAR BIASA
Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar
FLU BURUNG DAN FLU BABI.
Hindari Kontak Hindari kontak dengan orang yang sakit. Jika anda sakit, jaga jarak dengan orang lain guna menghindari penularan. Aerosol dapat membasmi.
TBC ( TUBERCULOSIS ).
Created By : Siti Nurlaila PRES ENT. AIDS bisa dibilang sebagai wabah penyakit yang paling mematikan didunia. Penyebarannya mungkin tak secepat.
SURVEILANS EPIDEMIOLOGI PENYAKIT SARS TOPIK 7
HOLLAAA !!!. HOLLAAA !!! Penyakit saluran nafas akut yang terjadi pada babi yang disebabkan oleh virus yang termasuk dalam genera influenzavirus.
` Flu babi (Inggris:Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus.
Model Matematika Untuk Mengendalikan Proses Penyebaran Influenza
PILEK PENGERTIAN: Pilek, biasa juga dikenal sebagai nasofaringitis, rinofaringitis, koriza akut, atau selesma, merupakan penyakit menular pada sistem pernapasan,
Penyakit Pes di China.
Dampak Negatif Virus Terhadap Manusia
Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar
Definisi Induksi matematika adalah :
Gambaran Umum Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Wabah
EPIDEMIOLOGI HIV/AIDS PADA KELOMPOK USIA PRODUKTIF
INDUKSI MATEMATIKA.
KONSEP HOST-AGENT-ENVIRONMENT
VIRUS ??? By : Sri Wahyunisa. VIRUS ??? By : Sri Wahyunisa.
Pengendalian Penyakit Menular Ketika Bencana
SURVEILANS AI.
Ns. Arista A Putri, M.Si.Med
KEJADIAN LUAR BIASA Sri Handayani.
CANCER.
SARS Suharyo.
SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA
Definisi Induksi matematika adalah :
Induksi Matematika.
BAB 5 Induksi Matematika
Tugas Kesehatan Lingkungan
Mikrobiologi Udara.
MANIFESTASI KLINIK PENYAKIT MENULAR
Virus.
TERMINOLOGI EPIDEMIOLOGI
Induksi Matematika.
Sindrom Guillain–Barré
PENYIDIKAN KEJADIAN LUAR BIASA
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR
Penyakit Pes di China.
SEMINAR PUSKESMAS BUGANGAN
DEFINISI TUBERKULOSIS
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR
18 DIABETES DAN ALERGI KULIT SEMBUH OLEH BIOSPRAY
Materi Surveillans Epidemiologi Universitas Respati Yogyakarta
FLU BURUNG OLEH : Iwan Hermawan.
SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA
Ariestiana Ayu Ananda Latifa X-4 Muhammad Ezra Acalapati Madani X-4
SARS Suharyo.
ISPA Infeksi Saluran Pernafasan Akut. ISPA  ISPA adalah infeksi saluran pernapasan akut yang terjadi secara tiba-tiba, mulai dari hidung sampai gelembung.
KONSEP TERJADINYA PENYAKIT (SEGITIGA EPIDEMIOLOGI) Oleh: Azyyati Ridha Alfian, SKM., MKM STIKES DHARMA LANDBOUW PADANG.
SISTEM PAKAR UNTUK KLASIFIKASI DAN DIAGNOSA PENYAKIT ISPA (INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT) PADA UPTD PUSKESMAS Oleh : Riyan Royan
POLIOMIELITIS (PENYAKIT POLIO)
IKG2H3/ PERSAMAAN DIFERENSIAL DAN APLIKASI
Cuci tangan merupakan SARAN KESEHATAN YANG PALING SEDERHANA, namun efektif untuk menangkal serangan bakteri, kuman, atau virus penyebab penyakit. Sayangnya,
Anggota : 1. Muhammad Ikzan 2. L. M. Riswandi 3. Hasrianti 4. Reski Rahayu 5. Reski Wahyuni.
BAB 5 Induksi Matematika
ISPA Infeksi Saluran Pernafasan Akut. ISPA  ISPA adalah infeksi saluran pernapasan akut yang terjadi secara tiba-tiba, mulai dari hidung sampai gelembung.
KONSEP EPIDEMIOLOGI.
KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB)
 Merupakan penyakit yang sangat menular pada sistem pernapasan hewan babi yang disebabkan oleh Influenza Type A subtype H1N1.  Tingkat kematian pada.
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR Alfi Noor Istiqomah Anisah Ajeng Defriyanti Pusparini Dieni Septiawati.
Transcript presentasi:

Model matematika untuk influenza dengan kontrol vaksinasi Oleh: Elsa M. Tahalea

Latar Belakang Influenza menyebabkan lebih banyak kematian daripada penyakit pernapasan lainnya. Jenis Virus Jumlah Korban H1N1 (Spanish Flu) 50 – 100 juta H2N2 (Asia Flu) 1 – 1,5 juta H3N2 (Hongkong Flu) 1 juta Berbagai macam model telah digunakan untuk menggambarkan wabah influenza. Banyak keputusan kebijakan kesehatan publik untuk mengatasi dibuat berdasarkan konstruksi jaringan kontak untuk populasi analisis penyebaran penyakit melalui jaringan ini.

Rumusan Masalah Bagaimana model matematika untuk influenza dengan konrol vaksinasi? Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini untuk mengetahui model matematika untuk influenza dengan konrol vaksinasi Manfaat Penulisan Bagi semua pihak diharapkan makalah ini dapat bermanfaat untuk mengetahui dan menambah wawasan dalam bidang matematika maupun kesehatan tentang influenza dengan kontrol vaksinasi.

Penjelasan Istilah a. Epidemi, Epidemiologi, Pandemi (Dalam kamus Bahasa Indonesia) Epidemi: Wabah, penyakit menular di suatu tempat yang menyerang orang banyak. Epidemiologi: Ilmu yang membicarakan seluk beluk gangguan epidemi. Pandemi: Wabah yang berjangkit serempak dimana-mana, meliputi daerah geografi yang luas.

PEMBAHASAN Definisi Influenza Influenza yang dikenal sebagai flu adalah penyakit pernapasan yang sangat menular. Influenza merupakan suatu penyakit infeksi akut saluran pernapasan terutama ditandai oleh demam, menggigil, sakit otot, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorokan dan batuk non produktif. Influenza juga merupakan penyakit infeksi yang dapat menyerang burung dan mamalia yang disebabkan oleh virus RNA famili orthomyxoviridae. Model Matematika Model Matematika adalah deskripsi matematik dari situasi berdasarkan hipotesis dan solusi model memberikan kesimpulan yang dapat dibandingkan dengan hasil eksperimental. Pemodelan matematik dalam epidemiologi memberikan pemahaman mekanisme yang mempengaruhi penyebaran penyakit. Model mungkin terlalu sederhana sebagai deskripsi yang tepat atau terlalu rumit untuk dianalisis.

S I R Suspectible Infective Removed Suspectible (S): individu yang tidak mempunyai kekebalan terhadap infeksi sehingga dapat menjadi terinfeksi jika terkena. Infective (I): individu yang sedang terinfeksi dan dapat menularkan kepada Suspectible yang melakukan kontak dengannya. Removed (R): individu yang kebal terhadap infeksi dan karena itu tidak menularkan penyakit.

A L Model dalam influenza (Latent) (asymptomatic) Terinfeksi tanpa gejala L (Latent) Tidak terinfeksi

Secara spesifik diasumsikan: Ada sejumlah kecil orang yang terinfeksi awal I0 dalam total populasi K Banyaknya kontak dalam satu satuan waktu per individu adalah kelipatan konstanta β dari populasi total N Anggota (Latent) L tidak terinfeksi Sebanyak p bagian dari anggota Latent menjadi terinfeksi dengan laju κ, sedangkan sisanya masuk ke bagian infeksi A (asymptomatic) juga dengan laju κ Orang yang terinfeksi (I) meninggalkan bagian Infective dengan laju α, dengan sebanyak f bagian sembuh dan masuk ke bagian (Removed) dengan laju η.

Model Braeur S’ = - Sβ (I + δA) L’ = Sβ (I + δA) – κL I’ = pκL – αI (1) A’ = (1-p) κL – ηA R’ = f αI + ηA N’ = - (1- f) αI Dengan syarat awal: S(0)=S0, L(0)=L0, I(0)=I0, A(0)=A0, R(0)=R0, N(0)= S0+I(0)= K Tiap huruf menyatakan bagian dan banyaknya anggota tiap bagian

I (1- f) αI p ƙL f αI S L Sβ (I + δA) R (1-p) ƙL ηA A

Hubungan nilai akhir diberikan oleh (Arino,2006) Keseimbangan bebas penyakit adalah L = I =A = 0 dan S sembarang dengan 0 ≤ S ≤ N(0). Karena S fungsi turun S(t) mencapai limit S∞≥0 untuk t ∞. Bilangan reproduksi dasar adalah (Driessche,2002): R0 = S0β (2) Hubungan nilai akhir diberikan oleh (Arino,2006) ln S0 – ln S∞ =R0 + (3)

Vaksinasi Untuk menghadapi epidemi influenza musiman, ada program vaksinasi sebelum musim flu tiba. Model dapat dirumuskan dengan menambah vaksinasi dengan asumsi bahwa vaksinasi mengurangi peluang orang terinfeksi. ST : bagian suspectible yang dirawat lT : bagian anggota latent yang dirawat IT : bagian infective yang dirawat AT : bagian asymptomatic yang dirawat.

Disamping asumsi-asumsi yang dibuat untuk model (1) juga ditambahkan asumsi-asumsi (Braeur,2008): Bagian populasi yang divaksinasi sebelum penyakit muncul sebanyak ϒ dan orang divaksinasi berkurang kemungkinannya terinfeksi sebesar σs. Ada pengurangan kemungkinan infeksi σI dan σA berturut-turut dalam IT dan AT. Diasumsikan σI < 1dan σA < 1 Tingkat perpindahan dari LT , IT, dan AT berturut-turut adalah κ T , αT , ηT. Diasumsikan κ < κ T, α < αT, η < ηT Bagian anggota yang sembuh dari penyakit ketika meninggalkan I dan IT berturut-turut adalah sebesar f dan fT. Diasumsikan f < fT Vaksinasi mengurangi bagian anggota latent yang menunjukan gejala sebesar τ, dengan 0 ≤ τ ≤ 1.

Bilangan reproduksi kontrol Rc = (1 – ϒ) Ru + ϒRv Dengan Ru = S0β = R0 (4) Rv = σ S0β Maka hubungan nilai akhir untuk variabel S dan ST S0 = +Ru + Rv (5) ST∞ = ϒS0

Dari persamaan (5) dapat dihitung kasus penyakit dengan gejala adalah I0 + p + pτ Dan banyaknya angka kematian adalah (1 – f) I0 + p + (1 – fT) pτ Dengan memberikan vaksinasi untuk jumlah orang yang cukup banyak (mengambil ϒ cukup besar) sehingga Rc < 1.

kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat terlihat bahwa model matematika yang dipakai adalah model dimana individu dalam populasi diklasifikasikan menjadi compartmental (bagian)tergantung statusnya terhadap infeksi yang sedang dipelajari. Model compartmental untuk influenza dalam kontrol vaksinasi telah dirumuskan. Hasil menunjukan keuntungan dari vaksinasi sebelum epidemic walaupun hanya sejumlah kecil orang yang divaksinasi dalam mengurangi banyaknya kasus influenza.

Terima Kasih