Perkembangan Pengaruh Barat Pada Masa Kolonial

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Kedudukan Orang-Orang Eropa di India
Advertisements

Tujuan awal kedatangan orang orang eropa :
SEJARAH KELAS XI BAHASA SEMESTER GENAP
KOLONIALISME & IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA
KEDATANGAN BANGSA EROPA KE INDONESIA
PERKEMBANGAN KOLONIALISME BANGSA EROPA
Pengaruh keunggulan lokasi terhadap kolonialisme barat di indonesia
MASA KOLONIAL EROPA DI INDONESIA
Revolusi Industri Pengertian Revolusi Industri.
LATAR BELAKANG LAHIRNYA VOC
KEDATANGAN BANGSA EROPA
MASA KOLONOALISME DI INDONESIA
AWAL KEKUASAAN BARAT DI INDONESIA
Kelompok 4 Dimitri Swasthika Puspita Dewi Reka Indera Malis
PROSES PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT
KEDATANGAN BANGSA BARAT
MASA PENJELAJAHAN SAMUDERA
SK : memahani proses kebangkitan Nasional
BANGSA PORTUGIS Dari Sungai Tejo yang bermuara ke Samudera Atlantik itulah armada Portugis mengarungi Samudra Atlantik, yang mungkin memakan waktu sebulan.
KOLONIALISME IMPERIALISME BELANDA DAN INGGRIS
Perkembangan Kehidupan Masyarakat pada Masa Kolonial
AWAL KEKUASAAN BANGSA BARAT DI INDONESIA
KOLONIALISME BARAT DI INDONESIA
Kelompok fraternite (XI IIS 3)
ANTARA KOLONIALISME DAN IMPERALISME
2. KIKO WECHA YURISTIANTO (18) 3. SURAIA REVAMEILAWATI (33)
A.    SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA.
Kedatangan bangsa eropa
Masa kolonial Belanda Cakdiyon.blogspot.com.
Penjajahan Pemerintah Hindia Belanda
Dominasi Pemerintahan Kolonial Belanda
BAB 6 PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAH
SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan
Penjelajahan Bangsa Portugis
KEDATANGAN BANGSA EROPA DI INDONESIA
LANDASAN PANCASILA DISUSUN OLEH : Fetrinna Winda P. Arma Yanna Sari
VOC Vereenigde Oost Indische Compagnie
Materi: Pemerintahan Penjajahan Hindia Belanda
AWAL KEDATANGAN BANGSA EROPA DI INDONESIA
DAMPAK PERJANJIAN ANTARA PORTUGIS DAN SPANYOL TERHADAP WILAYAH NUSANTARA Prima Tegar Anugrah
BAB 3 MUNCULNYA NASIONALISME INDONESIA
ANTARA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME
BAB 10 PROSES KEDATANGAN DAN KOLONIALISME BANGSA BARAT DI INDONESIA
KOLONIALISME & IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA
PERKEMBANGAN KEKUASAAN BARAT DI INDONESIA
Masa kolonial Belanda.
KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONESIA DISUSUN OLEH : PAHMI NURUL IMAN DIKY PRATAMA DEA TRIYANI DINA MEDYANA.
KOLONIALISME & IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA
Presented by : Nurul Amilia Ageng MUdjiani Dwi
Kolonialisme Imperialisme Barat (eropa) di Indonesia
KERAJAAN TERNATE DAN TIDORE
Lahirnya Kolonialisme Imperialisme Barat
Perlawanan Terhadap Kolonialisme sebelum Lahirnya Kesadaran Nasional
Kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda Yang Memicu Perlawanan Lokal
Sejarah Ekspedisi Bangsa Inggris
KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Tugas IPS Kolonialisme Barat
KOLONIALISME IMPERIALISME
PERKEMBANGAN AWAL DAN TUJUAN VOC
DOMINASI PEMERINTAHAN KOLONIAL BELANDA
KEDATANGAN BANGSA EROPA KE INDONESIA Mengapa perlu mempelajari bab ini ? Dengan mempelajari bab ini kita dapat mengetahui apa tujuan bangsa-bangsa Eropa.
KELOMPOK FRATERNITE (XI IIS 3) -HAFIZH FADHLI (14) -MELISSA CHRISTINA (19) -PANDU RAMA (23) -RIFQI ACHMAD NAUFAL (27) -SALSABILA ANNISA (31) -SHARISSA.
Kelompok 4 Sejarah Indonesia Nama kelompok : Alda Trecya Nanda Putri Aulia Khotifah Sri Pertiwi Muhammad Syafi’i Novy Hidayati Priskila Tambunan Sanah.
Oleh kelompok 2 Alvian Malahedi Wahyu Putra Mohammad Indah Pratiwy Limonu Novita Dango Mulia Suleman TAHUN PELAJARAN 2018/2019.
KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL
Penjelajahan Samudra. Bartholomeu Diaz Vasco da Gama Alfonso d ’ Alburquerque Portugis Spanyol Chistopher Colombus Ferdinand Magelhaens (Magelan Inggris.
KOLONIALISME INGGRIS DI INDONESIA ( ) Abd. Rahman, S.Pd No Document No History.
Transcript presentasi:

Perkembangan Pengaruh Barat Pada Masa Kolonial Rizki Aji, S. Sos. I SMA FUTURE GATE BEKASI http://smafuturegate.com http://ajiajaya.wordpress.com

Merkantilisme dan Kapitalisme Merkantilisme adalah gerakan perdagangan negara-negara Eropa ke daerah jajahannya untuk kepentingan negara penjajah (industri negara-negara Eropa). Terjadi pada abad ke 15 dan 16. Semangat merkantilisme ialah: Berusaha mendapatkan logam mulia sebanyak-banyaknya Meningkatkan perdagangan luar negeri Mengembangkan industri orientasi ekspor Meningkatkan pertambahan penduduk sebagai tenaga kerja industri Melibatkan negara sebagai pengawas ekonomi

Kapitalisme Kapitalisme adalah sistem ekonomi dimana individu secara pribadi atau firma bisnis melakukan kegiatan produksi, pertukaran barang, dan jasa melalui sebuah jaringan pasar dan harga yang kompleks. Mudahnya ialah meminimalkan kerugian, memperbesar keuntungan sebanyak-banyaknya. Kapitalisme jaya pada abad ke 18. Kapitalisme dicetuskan oleh Adam Smith dan John Maynard Keynes. Ciri kapitalisme: Barang produksi/proses produksi dimiliki secara pribadi Aktivitas ekonomi secara bebas hanya ditentukan oleh penjual dan pembeli Pemilik modal bebas menggunakan cara apapun untuk meningkatkan keuntungan Pengawasan pemerintah di minimalisir.

Penjelajahan Samudra Bangsa Eropa Abad ke-5, Rempah-rempah Indonesia dikenal oleh penduduk Eropa. Eropa mengenal rempah Indonesia karena sistem dagang berantai dari pedagang India, Persia dan Arab. Menuju Teluk Persia dan Laut Merah. Rempah diangkut melalui darat oleh pedagang Persia dan Arab ke Pantai Laut Tengah. Pedagang Eropa membeli di Eropa Selatan (Venesia dan Genoa) lalu ke Eropa Barat dan Utara. Hubungan perdagangan Eropa dan Asia Barat melalui Laut Tengah setelah Perang Salib (1096-1291).

Keadaan Indonesia Sebelum Hadir Penjelajah dan Penjajah Nusantara berada pada masa jaya di abad ke 14-16 M dimana penyebaran Islam berada pada puncaknya. Kejayaan dibuktikan dari kemapanan kehidupan ekonomi Nusantara dan politik kerajaan Islam ketika itu. Hampir seluruh rakyat Nusantara di-Islamkan karena Islam tidak mengkotak-kotakan, Islam menghapuskan diskriminasi, dan Islam membawa struktur sosial yang membawa kesejahteraan. Sebelum penjajah datang, seluruh Nusantara berada dalam Islam kecuali beberapa wilayah yang mempertahankan animisme dan dinamisme seperti, Kerajaan Batak, Minahasa, Maluku bagian selatan, P. Flores, Timor dan Papua juga Bali yang masih Hindu

Faktor Pendorong Penjelajahan Samudra Bangsa Eropa berkeinginan untuk mendapatkan rempah- rempah dengan harga lebih murah. Adanya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seperti penemuan kompas yang dapat memperlancar kegiatan penjelajahan samudra. Adanya keinginan untuk menyebarkan agama Kristen ke luar benua Eropa. Adanya keinginan untuk membuktikan pendapat bahwa bumi adalah bulat seperti yang dikemukakan oleh Copernicus (1473-1543). Semangat 3G (Gold, Gospel dan Glory)

Kedatangan Bangsa Portugis Ke Indonesia Awalnya mencapai India 1498, dan menguasai Malaka1511. Tahun 1512 menginjak Maluku dibawah Alfonso de Albuquerque dan masuk di Kesultanan Ternate dibawah kuasa Kaicil Darus. Portugis membangun Benteng Saint John untuk Kesultanan Ternate dengan imbalan monopoli perdagangan rempah di Ternate. Perjanjian monopoli perdagangan menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat Maluku karena dilarang menjual rempah dengan bebas. Portugis menyebarkan Katolik oleh Fransiscus Xaverius.

Kedatangan Bangsa Spanyol Ke Indonesia Pertamakali menginjak tanah Tidore tahun 1521. Disambut baik karena ketika itu sedang bersengketa dengan Portugis. Kedatangan Spanyol tergabung dalam ekspedisi Magelhaens Del Cano. Jika Sultan Ternate bersekutu dengan Portugis, maka Sultan Tidore bersekutu dengan Spanyol. Terjadi persaingan/sengketa antar dua negara dalam satu Maluku yang selesai di meja perundingan. Dilakukan Perundingan Zaragoza di Spanyol 22 April 1529 yang berisi; Spanyol harus meninggalkan Maluku dan hanya berdagang di Filipina, Portugis berhak berdagang di Maluku.

Rute Perjalanan Portugis dan Spanyol ke Indonesia Merupakan sebuah bagian dari perjalanan mencari dunia baru. Disebabkan pemblokiran jalur dagang oleh Dinasti Ottoman (Daulah Utsmani). Spanyol dan Portugis membagi dua jalur penjelajahan melalui Perjanjian Tordesilas (7 Juni 1494). Portugis berlayar ke selatan menyusuri pantai barat Afrika sampai menemukan Tanjung Harapan (Cape of Hope) lalu mengarah ke timur lalu ke Asia. India wilayah Asia yang berhasil dijejaki oleh Vasco Da Gama tahun 1479 sebagai akses ke Asia Tenggara. Spanyol ke arah barat hingga menemukan Amerika (tengah dan selatan) lalu menelusuri Samudra Atlantik dan menjumpai Pulau Massava (thn. 1520) yang akhirnya diberi nama Filip yang dikenal dengan Philiphina untuk mengenang Raja Philip II. Ekspedisi dipimpin oleh Ferdinand Magelhaens. Spanyol jumpa dengan Portugis di Pulau Hitu thn. 1512.

Masuknya Bangsa Belanda ke Nusantara Dipengaruhi gerakan merkantilisme, April 1595, Cornelis de Houtman dan de Keyzer menuju Nusantara dengan 4 buah kapal. Rute perjalanan: Belanda – Pantai Barat Afrika – Tanjung Harapan – Samudra Hindia – Selat Sunda – Banten. Perjalanan yang dilakukan menyelisihi rute Portugis yakni via India dan Malaka. Juni 1596, Houtman tiba di Banten dan mendapat sambutan baik masyarakat Banten, sekaligus berharap bisa membantu Banten untuk menyerang Palembang. Houtman diusir dari Banten karena egois yakni hanya membeli rempah saat panen. Ia kembali ke Belanda dengan sedikit rempah-rempah namun berlimpah pujian sebab menemukan rute menuju Nusantara. 28 November 1598, Jacob van Neck dan Wybrecht van Waerwyck tiba di Banten dengan 8 buah kapal. Mendapat penerimaan dari masyarakat Banten dan membawa rempah- rempah berlimpah sebanyak 3 kapal, dan 5 kapal berikutnya berlayar ke Maluku. Belanda kembali diterima karena saat itu Maluku sedang benci Portugis.

Terbentuknya VOC Didirikan oleh Pangeran Maurits dan Johan von Olden Barnevelt pada 1602. Tujuan dibentuknya VOC: Menghindari persaingan tidak sehat antar sesama pedagang. Memperkuat posisi Belanda dalam bersaing dengan bangsa Eropa lainnya. Membantu dana Belanda dalam menghadapi Spanyol VOC kemudian melakukan Hak Oktroi yang berisi: Monopoli perdagangan Mencetak dan mengedarkan uang Mengangkat dan memberhentikan pegawai Mengadakan perjanjian dengan para raja Memiliki tentara untuk mempertahankan diri Mendirikan benteng Menyatakan perang dan damai Mengangkat dan memberhentikan penguasa setempat

VOC Hancur 31 Desember 1799, VOC dibubarkan dengan utang 136,7 Gulden. VOC terpaksa bubar disebabkan: Pegawai curang dan korup Tingginya biaya perang Gaji yang menunggak untuk pegawai Pembayaran keuntungan bagi pemegang saham memberatkan disebabkan kas yang kosong Persaingan dagang di Asia makin kompetitif Perubahan politik di Belanda

Perancis Menduduki Nusantara Setelah Belanda kalah dengan Prancis, maka Nusantara dibawah kepemimpinan Inggris yang akhirnya direbut lagi oleh Perancis sebab Nusantara milik Belanda. Herman Willem Daendels ditunjuk menjadi gubernur jenderal Hindia Belanda dan membuat kebijakan untuk mempertahankan dari ancaman Inggris yakni: Membangun de groote postweg (jalan raya pos Anyer-Panarukan) Membuat pangkalan laut di Merak dan Ujung Kulon Mendirikan pabrik senjata di Semarang dan Surabaya Membagi pulau Jawa menjadi 9 wilayah (prefektur) Memperbaiki gaji pegawai, mendirikan pengadilan sesuai hukum adat Indonesia, memberantas korupsi, menegakkan keadilan, mengangkat para bupati, dan memperkuat pasukan yang beranggotakan orang Indonesia. Daendels memberlakukan kerja rodi hingga timbul kesengsaraan bagi rakyat.

Inggris Menguasai Nusantara Daendels digantikan oleh Jansens (27 April 1811) namun 4 Agustus 1811 Inggris merapat ke Batavia dan menguasai Batavia pada 26 Agustus 1811. 18 September 1811, Jansens menyerah di Salatiga. Inggris menunjuk Thomas Stamford Raffles sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Raffles merapikan birokrasi Hindia Belanda dan memfungsikan kembali hak pengelolaan tanah dibawah kerajaan Inggris. Raffles tetapkan sistem sewa tanah (landrente). Inggris tak lama di Batavia, sebab muncul Traktat Wina tahun 1815 yang menegaskan seluruh negara jajahan yang dikuasai Inggris dari Belanda harus dikembalikan lagi kepada Belanda. Saat itu Belanda sudah tak lagi berada di bawah kendali Prancis. Raffles pergi ke Bengkulu dan kemudian mendirikan Singapura tahun 1819.

Masa Pemerintahan Hindia Belanda (1816-1942) Awalnya dipegang oleh tiga orang Komisaris Jenderal Belanda (Flout, Buyskess, dan Van der Capellen). Melakukan masa peralihan pemerintahan dari 1816-1819. Lantas kepemimpinan dipegang oleh Van der Capellen (1816-1824). Tahun 1816-1830 terjadi silang pendapat di negeri Belanda antara kaum liberal dan konservatif. Liberal berpendapat tanah jajahan akan memberi keuntungan jika eksploitas ekonomi diserahkan pada swasta. Pemerintah berfungsi menjalankan pemerintahan dan memungut pajak. Konservatif berpendapat, pengelolaan tanah jajahan lebih menguntungkan dibanding menggunakan pihak ketiga (swasta). Ditemukan jalan tengah yang diusung oleh Van den Bosch melalui sistem tanam paksa (cultuur stelsel 1830-1870). Cultuur Stelsel memaksa rakyat jawa untuk menanam komoditi tani yang laku di Eropa, mengambil tanah yang dimiliki oleh raja-raja Jawa sebab mereka berada dibawah kepemimpinan Belanda, dan ditetapkan sanksi bagi pelanggar dengan hukuman fisik.

Sistem Politik Ekonomi Liberal dan Politik Etis Ekonomi liberal diberlakukan pasca 1870 ditetapkan sistem imperialisme modern yang bersifat opendeur politiek atau politik pintu terbuka. Yakni pihak pemodal swasta asing diperbolehkan menanamkan sahamnya di Indonesia. 1901, Ratu Belanda berpidato bahwa negeri Belanda memiliki tanggung jawab untuk mengusahakan kemakmuran serta perkembangan sosial dan ekonomi penduduk Hindia. Sehingga Belanda memberlakukan politik balas budi (politik etis). Dimulai dengan pemberian 40 juta Gulden (Rp. 230.214.261.727) kepada rakyat Indonesia. Politik Etis di Indonesia digagas oleh C. Theodore Van de Venter seorang ahli hukum dan politisi Belanda. Van de Venter menggagas 3 prinsip atau trilogi Van de Venter yang memusatkan pada: irigasi, emigrasi, dan edukasi. Politik etis berhasil karena mencapai perubahan pada desentralisasi pemerintahan, pembangunan irigasi seluas 93.000 bau, transmigrasi bagi penduduk pulau Jawa yang semakin padat, edukasi dengan dibangunnya STOVIA (sekolah dokter Jawa) dan OSVIA (sekolah tenaga kepemerintahan), perbaikan kesehatan dan penanggulangan penyakit yang pada tahun 1928 Indonesia bebas dari wabah kolera. Politik etis gagal karena akhirnya, negara induk tetap lebih sejahtera sedangkan negara jajahan tingkat kesejahteraannya stabil pada rendah, kaum pribumi yang baik kesejahteraannya adalah golongan pegawai negeri, para pegawai negeri tersebut pun hanya digunakan sebagai alat sehingga dominasi Belanda tetap besar.

Perubahan Struktur Sosial Masyarakat Menurut peraturan tatanegara Hindia Belanda (Indische Staatsregeling) tahun 1927, masyarakat Indonesia terbagi atas; Golongan Eropa dan yang semisal dengannya yakni masyarakat Belanda dan keturunannya, bangsa Eropa lainnya, atau orang bukan Eropa namun memiliki kedudukan, kekayaan, dan jabatan yang seimbang dengan orang Eropa. Golongan Timur Asing yakni Cina, Arab,India, Pakistan dll. Golongan Pribumi yakni masyarakat asli atau bumiputera.

Lapisan Sosial Masyarakat Pribumi Lapisan Bawah, terdiri dari rakyat jelata dan merupakan penduduk terbesar dan hidup melarat. Mereka tinggal di desa, sebagai petani, buruh perkebunan, di kota sebagai buruh kecil dan tukang. Lapisan Menengah, didominasi oleh petani kaya dan pegawai. Lapisan Atas, diisi oleh keturunan bangsawan maupun para kerabat raja sesuai dengan tingkatan dan gelar yang dimiliki.

Misi Kristen Di Balik Imperialisme dan Kolonialisme Kristen sudah ada di Kerajaan Sriwijaya sekitar abad ke 5 masehi, dibawa oleh para pedagang Kristen Nestorian dari Jazirah Arab Tenggara. Ekspansi Portugis-Spanyol ke dunia baru direstui oleh Paus Alexander VI sehingga masuklah motif gospel. Semangat perang salib mengilhami penjelajah Alfonso de Albuquerque untuk menaklukkan Malaka yang Islam. Kristen Portugis menyebarkan misi Kristen dengan paksa di Maluku sekitar 1523 oleh Antonio de Brito. Portugis mengadudomba warga yang Muslim dengan yang sudah murtad. Belanda juga turut membawa misi Gospel pada 1561 yang mengantongi izin dari Gereformeerde Kerk (Gereja Protestan Belanda). Portugis menyebar Katolik Roma dan pelaksananya disebut Misionaris, sedangkan Protestan Belanda yang beraliran Calvinisme dengan pelakunya disebut sebagai Zending. VOC turut serta membiayai penerbitan dan penyiaran bibble dalam bahasa Melayu, VOC juga mengirim zending ke wilayah gelap, VOC memobilisasi tentara Kristen di Maluku diminta untuk menyerang Batavia, Semarang, dan Surabaya.

Kristen Pada Masa Hindia Belanda Pasca VOC runtuh 1799, ada beberapa pola penyebaran agama Kristen yakni dengan cara; orang-orang Eropa secara pribadi berinteraksi dengan penduduk pribumi dan mengkristenkan mereka, membentuk organisasi zending yang aktif mengirimkan tenaga ke berbagai daerah kristenisasi, membentuk lembaga layanan masyarakat (sekolah, RS, panti asuhan, dll), membangun desa-desa Kristen untuk menyelamatkan jemaat Kristen dari pengaruh Islam, memisahkan Islam dari kebudayaan lokal

Daftar Pustaka Alfian, Magdalina. dkk, Sejarah Untuk SMA dan MA Kelas XI, Jakarta:2006, Penerbit Esis. Bachtiar, Tiar Anwar, Sejarah Nasional Indonesia Perspektif Baru. Jakarta:2011, Andalusia Islamic Education and Management Service. Herimanto, Sejarah Pembelajaran Sejarah Interaktif. Jakarta:2012, Penerbit Platinum. Mustopo, M. Habib. dkk, Sejarah 2. Jakarta:2011, Penerbit Yudhistira.