TEACHING FACTORY DI SMK BI

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Kerangka Kerja Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja Kabinet Indonesia Bersatu II Hak Cipta © 2010 oleh Penyelarasan Pendidikan dan Dunia Kerja.
Advertisements

Kerangka Kerja Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DIRI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN RASIONAL KURIKULUM.
Kelompok 6 : Arviddree Sanjaya Budi Abidarma Tanthra Dandy Wijaya Samuel Adi Siswara Samuel Partogi Vetty Anggraini Wendy Wirawan.
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang
Sosialisasi KTSP PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 NOMOR 23 TAHUN 2006Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) DEPARTEMEN PENDIDIKAN.
PENGEMBANGAN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN SMK
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang
Sosialisasi KTSP PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 NOMOR 23 TAHUN 2006Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) DEPARTEMEN PENDIDIKAN.
`.
Sosialisasi KTSP PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 NOMOR 23 TAHUN 2006Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) DEPARTEMEN PENDIDIKAN.
KOMPETENSI Menjelaskan standar isi (kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan).
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
PEMINATAN PADA SMK/MAK
MATERI-2 EVALUASI PEMBELAJARAN
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DIRI
Konsep Teaching Factory
KEBIJAKAN SBI dan RSBI Kementerian Pendidikan Nasional
PERUBAHAN KURIKULUM DI INDONESIA
DUKUNGAN DPR DALAM PEMBENTUKAN LEMBAGA PEMBIAYAAN INDUSTRI
KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
5 Penyesuaian Beban 1.
SUMBER DAYA ALAM Terbarukan Tidak terbarukan INDUSTRI MATERIAL DASAR
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DIRI
PAPARAN CALON KEPALA SEKOLAH
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN KOPERASI DAN UMKM
JERMAN.
Penyaji: Momon Sulaeman
PERKUATAN MANAJEMEN SMK BAGI PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN
MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU SEKOLAH
SEKOLAH MENENGAH ATAS BERWAWASAN KEUNGGULAN LOKAL KELAUTAN
KOPERASI & kewirausahaan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Rasional pengembangan kurikulum 2013
Sistem Pembelajaran dalam Standar Proses Pendidikan
UU SISDIKNAS NO 20 TH 2003 BAB IX STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Pasal 35 (1) dan (2):
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
PEMINATAN PADA SMK/MAK
IKAH BERKAH XI TKJ 2 SMKN 1 RENGASDENGKLOK PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG SEKRETARIAT DAERAH.
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang
VERVAL DOKUMEN 1 KURIKULUM 2013
OLEH : M. Ubaidillah Jumiati M. Makruf Imro’atul Azizah
TERHADAP SMP MENUJU SNP
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang
ASSALAMMUALAIKUM Wr.Wb
PENDIDIKAN KEJURUAN PENDIDIKAN KEJURUAN Abd. Malik Rauf
WINARIAH AGUSTINI XI TKJ 2 SMKN 1 RENGASDENGKLOK PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG SEKRETARIAT DAERAH Jl.Jendral.
KEBIJAKAN SBI dan RSBI Kementerian Pendidikan Nasional
UNDANG–UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
KURIKULUM Pengertian Kurikulum 1. Kurikulum sebagai rencana belajar.
PRAKTIK KERJA LAPANGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Perkembangan Kurikulum di Indonesia
PENGEMBANGAN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN SMK
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang
BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMK (PERBAIKAN)
IMPLIKASI PP 19/2005 TERHADAP PENGEMBANGAN KURIKULUM
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
KONSEP PENILAIAN DALAM KERANGKA KURIKULUM SMK EDISI 2013
PEDOMAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) OLEH : HARIYANI,S.PD SMK NEGERI 1 BENGKAYANG.
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang
PERBEDAAN KURIKULUM 2004 Dan KTSP
TBSM SMK Telkom Brawijaya TBSM VISI Terwujudnya tamatan/tenaga kerja yang cerdas, terampil, mandiri, bertaqwa dan berbudaya sehingga dapat bersaing di.
Kebijakan penumbuhan iklim & pengembangan usaha PERTEMUAN – 12 Mata Kuliah: Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP
Pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah PERTEMUAN – 11 Mata Kuliah: Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP
Model Pembelajaran TEACHING FACTORY by Nasrullah Pengawas SMK Kalbar
PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Transcript presentasi:

TEACHING FACTORY DI SMK BI Oleh : ANO 09501244003 SYAFIUL ANAM 09501244015

Apa itu Teaching Factory? + Lifeskill + produksi = TEFA

Apa itu Teaching Factory? Teaching Factory (TEFA) adalah pembelajaran yang berorientasi bisnis dan produksi. Atau suatu proses keahlian atau keterampilan (life skill) dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan pasar atau konsumen.

Apa Tujuan dan Manfaat TEFA? Wadah pelatihan dan praktik berbasis produksi secara langsung bagi siswa yang berorientasi pada pasar;

PRODUK PERMESINAN SMK Conventional Lathe Machine

Perakitan Sepeda Motor EsemkaKANZEN di Teaching Factory Malang

Perakitan Sepeda Motor EsemkaKANZEN di Teaching Factory Malang

Pelatihan perbaikan Hardware & Software di SMK di Malang

Membantu pendanaan untuk pemeliharaan, penambahan fasilitas dan biaya-biaya operasional pendidikan dan peningkatan kesejahteraan warga sekolah;

Tujuan dan Manfaat TEFA? Menumbuhkan dan mengembangkan jiwa entrepreneurship guru dan siswa pada SMK; Mengembangkan sikap mandiri dan percaya diri dalam pelaksanaan kegiatan praktik siswa; Menjalin hubungan yang lebih baik dengan dunia usaha dan industri serta masyarakat lain atas terbukanya fasilitas untuk umum dan hasil-hasil produksinya;.

Landasan penerapan teaching factory UU Nomor 20 Tahun 2003 (Sisdiknas), Penjelasan Pasal 15: Pendidikan kejuruan mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

Landasan penerapan teaching factory PP Nomor 19 Tahun 2005 (SPN), Pasal 26: SKL pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

Landasan penerapan teaching factory Prioritas PRESIDEN bidang pendidikan 2010-2014 (INPRES Nomor 1 Tahun 2010): Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas, terjangkau, relevan, dan efisien menuju terangkatnya kesejahteraan hidup rakyat, kemandirian, keluhuran budi pekerti, dan karakter bangsa yang kuat. Pembangunan bidang pendidikan diarahkan demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang didukung keselarasan antara ketersediaan tenaga terdidik dengan kemampuan: 1) menciptakan lapangan kerja atau kewirausahaan 2) menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja

Bagaimana Penerapan Teaching Factory? Guna tercapainya penerapan teaching factory perlu adanya Implementasi pembelajaran kewirausahaan di SMK antara lain: 1) Sebagai salah satu Mata Pelajaran. 2) Menjadi bagian integral dari materi Bimbingan Karir dan Pengembangan Kreativitas pada Komponen Program Pengembangan Diri 3) Pengembangan SMK sebagai Business Centre (Pengembangan Industri Berbasis SMK ⇒ Teaching Factory).

Kurikulum yang diterapkan pada SMK Normatif Pkn, seni budaya, dll MAPEL SMK Adaptif IPA, IPS Produktif Praktikum

Kurikulum yang diterapkan pada SMK SMK mempunyai kekhususan yang terletak pada kelompok mata pelajaran produktif. Mata pelajaran produktif ini dikembangkan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Berkaitan dengan struktur kurikulum, penambahan mata pelajaran pada kelompok normatif (Seni Budaya) dan pada kelompok adaptif (IPS dan IPA) berdampak pada beban pembelajaran SMK di satu sisi, di sisi lain berkurangnya alokasi waktu untuk mata pelajaran produktif.

PASAR GUDANG PRAKTEK BARANG PRAKTEK BARANG MENERAPKAN TEFA TAK MENERAPKAN TEFA

Contoh manajemen kurikulum di SMK Sebagai contoh : SMKN 5 Surabaya menggunakan Kurikulum Nasional 2004 (KBK) dan KTSP (kurikulum sekolah) untuk normatif dan adaptif sedangkan untuk produktif menggunakan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Program Keahlian Mekanik Otomotif menggunakan standar astra internasional dan penyusunan kurikulum melibatkan industri pasangan.

Demikian juga di SMK Mikael Solo, kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Nasional 2004 dan KTSP untuk normatif dan adaptif sedangkan untuk produktif menggunakan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Kurikulum disusun berdasarkan kebutuhan pangsa pasar yang dilakukan sekolah bersama dengan perusahaan dan sekolah partner Akademi Teknik Mesin dan Industri (ATMI), sehingga sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Prinsip-prinsip manajemen teaching factory pada SMK kemandirian

akuntabilitas

transparan

kemitraan

partisipasi

efektif

efisien

Korelasi perusahaan dalam penerapan Teaching Factory Dengan jalan penempatan siswa pada industry yang berkerjasama dengan SMK melalui Program Kerja Lapangan (PKL) atau On The Job Training(OJT). Disamping itu industry dapat mengembangkan proses produksi di SMK dengan system kurikulum berbasis industry dan didapat keuntungan diantara industry,SMK maupun siswa yang merupakan peran SMK sebagai kepanjangan tangan mitra industry.

Movie TEFA Kita kok belum bisa ya ?

Dampak SMK yang menerapkan Teaching Factory Aspek Lembaga Aspek murid atau warga sekolah Sarana dan prasarana Pembiayaan Aspek peran serta masyarakat Aspek lingkungan dan kultur sekolah Aspek unit produksi

STRATEGI IMPLEMENTASI INDUSTRI MANUFAKTUR INDONESIA BERBASIS SMK (1) SUMBER DAYA ALAM Terbarukan Tidak terbarukan INDUSTRI MATERIAL DASAR Petrokimia Baja Semen, dll KOMPONEN Basis IKM BARANG MODAL Mesin Perkakas, dll KONSUMSI Pakaian Sepatu Makanan, dll INDUSTRI AGRO Pra panen Pasca panen TELEMATIKA Telekomunikasi Komputer ALAT ANGKUT Darat, Laut & Udara Basis Industri Manufaktur Andalan Masa Depan

5. PROSES BISNIS INDUSTRI MANUFAKTUR BERBASIS SMK AFTER SALES SERVICES SPARE PART PERAKITAN MARKETING SMK GURU MURID UMUM MITRA INDUSTRI BHP SMK BHP SMK BHP SMK

Ruang lingkup bisnis SMK antara lain: 1.Lini produk manufaktur Lini produk manufaktur meliputi: Industri Mesin perkakas Perakitan Komputer,Notbook dan perangkat yang terkait Perakitan Sepeda Motor Perakitan Mobil Perakitan Alat Pertanian.

2.Lini layanan perdagangan dan jasa Lini layanan jasa dan perdagangan meliputi: - Layanan perdagangan - Produk pangan (Buah,Telor,Daging,Susu,Ikan,Sayuran) - Jasa Perhotelan,Kecantikan,Seni,Kontruksi dan Catering atau Restaurant

BISNIS KATERING SMK Pariwisata Makasar 91

KOMPETISI RIAS RAMBUT SMK 95

Gedung Teaching Factory Malang

Daftar pustaka Dirjen Pembinaan SMK, 2007 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

SEKIAN & TERIMAKASIH