Created by : Raisa Pratiwi

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Akuntansi keuangan lanjutan 1
Advertisements

PERSEKUTUAN DEFINISI :
BAB I PERSEKUTUAN DAN PEMBENTUKAN USAHANYA
PERSEKUTUAN DEFINISI :
Pembubaran Karena Perubahan Pemilik
PERSEKUTUAN FIRMA.
MATERI 2 FIRMA (PARTNERSHIP)
Persekutuan : Pembubaran Karena Perubahan Kepemilikan
PERSEKUTUAN DEFINISI : 1. Persekutuan adalah perikatan antara dua orang atau lebih untuk menjalankan bisnis sebagai pemilik bersama dengan tujuan.
PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
Akuntansi keuangan lanjutan 1
AKUNTANSI LANJUT NAMA : KARDINAL
Akuntansi keuangan lanjutan 2
d. Ownership Of An Interest In A Partnership
PERSEKUTUAN DEFINISI :
Persekutuan: Pendirian, Pengoperasian, dan Perubahan Keanggotaan
Created by : Raisa Pratiwi
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
Persekutuan Firma (Operasi)
Akuntansi keuangan lanjutan 1 Pembentukan persekutuan
Siklus Akuntansi Tahap Penyusunan Laporan Keuangan (3)
Perlakuan akuntansi pembagian dividen (semua jenis: dividen kas, dividen surat berharga, dividen saham).
MODAL SAHAM DAN LABA DITAHAN
Nugrahini Kusumawati.,SE.,M.Ak
DISOLUSI DAN LIKUIDASI PERSEKUTUAN
Akuntansi keuangan lanjutan 1
MODUL III Pembagian Rugi/Laba Persekutuan Contoh :
Laporan Keuangan Konsolidasi (Cost Method)
MODAL SAHAM DAN LABA DITAHAN
MODUL I PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN Pengertian persekutuan (Patnership) :
PERSEKUTUAN ( LIKUIDASI )
MODUL 2 Pembagian Rugi/Laba Persekutuan Contoh :
MODUL I PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN Pengertian persekutuan (Patnership) :
PERSEKUTUAN (Partnership)
Pembagian Laba atau Rugi Persekutuan
PERSEKUTUAN FIRMA.
PERUBAHAN PEMILIKAN PERSEKUTUAN
Likuidasi Persekutuan
PERTEMUAN 3 LIKUIDASI PERSEKUTUAN.
EKUITAS DAN SISA HASIL USAHA KOPERASI
Persekutuan.
PEMBAGIAN LABA DAN PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
Laporan Keuangan Konsolidasi (Cost Method)
PERSEKUTUAN FORMASI DAN OPERASI
Persekutuan Firma Formasi dan Operasi
Persekutuan Firma : Pembubaran Oleh Perubahan Dalam Pemilikan.
Akuntansi keuangan lanjutan-1 persekutuan pembubaran pemilik
Pembentukan dan Pembagian Laba
PERSEKUTUAN FORMASI DAN OPERASI
AKUNTANSI FIRMA Mei, 2017 Prodi Manajemen Pengantar Akuntansi II
Penyelesaian Siklus Akhir
Investasi Sementara dan Investasi Jangka Panjang
JURNAL HINGGA NERACA SALDO
Nama : atina milatin NIM :
PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN
Jurnal Penutup dan Neraca Saldo Setelah Penutupan
Neraca Lajur.
MODAL SAHAM DAN LABA DITAHAN
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 2
Menyempurnakan Siklus Akuntansi
Prepared By : Virgylia Chandra Kirana Luh Komang Suryani
PERSEKUTUAN USAHA PEMBENTUKAN DAN OPERASI
Analisis Transaksi.
Laporan Keuangan Konsolidasi (Cost Method)
MATERI 1 FIRMA (PARTNERSHIP)
Laporan Keuangan Konsolidasi (Cost Method)
PERSEKUTUAN OLEH Drs. Ec. I Wyn Karman, M. Acc. Ak, CA.
3. LIKUIDASI PERSEKUTUAN 3. LIKUIDASI PERSEKUTUAN.
LAPORAN KEUANGAN MEMPROSES LAPORAN KEUANGAN.
Transcript presentasi:

Created by : Raisa Pratiwi Persekutuan :Pembentukan, Operasi, dan Perubahan Kepentingan Kepemilikan

Alokasi Laba atau Rugi Kepada Para Sekutu Laba atau rugi dialokasikan kepada para sekutu pada tiap akhir periode sesuai dengan perjanjian dalam persekutuan. Dalam contoh-contoh berikut, digunakan akun ikhtisar laba rugi dimana laba bersih atau rugi bersih setelah akun pendapatan dan beban ditutup dan sebelum distribusi laba rugi ke akum modal para sekutu.

Ilustrasi Alokasi Laba Selama tahun 2011, persekutuan AB memperoleh pendapatan $45.000 dan beban $35.000, sehingga menghasilkan laba 10.000 pada tahun tersebut. Alt masih memiliki saldo modal $20.000 selama tahun berjalan, tetapi investasi modal blue selama tahun berjalan berubah – ubah sebagai berikut : Nilai debit sebesar $3.000 dan $1.000 dicatat dalam akun penarikan blue, sedangkan tambahan investasi di kredit ke akun modalnya

Rasio pembagian Laba secara Arbitrer Para sekutu setuju membagi laba atau rugi dengan rasio 60% untuk Alt dan 40% untuk Blue. Beberapa perjanjian pada persekutuan menyatakan perbandingan ini sebagai rasio 3:2. tabel berikut menggambar rasio pembagian 3:2 Tabel diatas menggambarkan bagaimana laba bersih didistribusikan ke akun modal para sekutu. Distribusi secara aktual dengan menutup akun ikhtisar laba rugi. Selain itu, akun penarikan ditutup pada akun modal di akhir periode.

Bunga atas Saldo Modal Memberikan bunga atas saldo modal sekutu merupakan bagian dari distribusi laba

Jika Alt dan Blue setuu mengenakan bunga 15 persen atas rata-rata tertimbang saldo modal dengan sisa laba yang akan didistribusikan pada rasio 60 : 40, distribusi laba $10.000 akan dihitung sebagai berikut:

Gaji Untuk menghitung gaji para sekutu, misalnya perjanjian persekutuan menyatakan bahwa gaji yang dibayarkan ke Alt sejumlah $2.000 dan Blue $5.000. Sisanya akan dibagikan dengan dasar distribusi Laba/rugi 60:40 persen. Dostribusi laba dihitung sebagai berikut :

Bonus Bonus sebesar 10 persen dari laba akan dikredit pada modal blue jika laba melebihi $5.000 sebelum dibagikan dengan distribusi laba. Dalam kasus 1, bonus dihitung sebagai persentase dari laba sebelum dikurangi bonus. Dalam kasus 2, bonus dihitung sebagai persentase dari laba setelah dikurangi bonus

Alokasi Laba dengan Dasar majemuk Misalnya, perjanjian laba tau rugi persekutuan menyatakan alokasi dengan metode berikut : Bunga 15 persen dari rata – rata tertimbang saldo modal Gaji sebesar $2.000 untuk Alt dan $5.000 untuk Blue Bonus 10 persen akan dibayarkan kepada Blue jika laba persekutuan melebihi $5.000 sebelum dikurangi bonus,gaji, dan bunga atas saldo modal Jika ada sisa akan dialokasikan 60 persen untuk Alt dan 40 persen untuk Blue

Metode Alokasi laba Khusus Persekutuan lain bisa membuat rencana distribusi laba yang mencerminkan laba dari persekutuan. Misalnya, beberapa persekutuan dokter gigi dan medis mengalokasikan laba berdasarkan tagihan atas jasa. Kriteria lain bisa berdasarkan ukuran klien, tahun bekerja, pososo sekutu di perusahaan dll

PEMBUBARAN PERSEKUTUAN ADA EMPAT JENIS PEMBUBARAN PERSEKUTUAN Dissociation/Pengunduran diri Dissolution/Pembubaran Termination/Terminasi Liquidation/Likuidasi.

Dissociation Dissociation adalah konsep hukum untuk pengunduran diri sekutu karena meninggal, pensiun atau pengunduran diri secara sukarela atau tidak sukarela. Tidak semua dissociation menimbulkan pembubaran persekutuan . Banyak dissociation hanya melibatkan pembelian kepemilikan sekutu yang mengundurkan diri dibandingkan melakukan terminasi atau likuidasi.

Dissolution Dissolution merupakan pengakhiran persekutuan pada akhir masa atau tujuan persekutuan atau dengan persetujuan tertulis dari seluruh sekutu. Dissolution juga termasuk perubahan hubungan antar sekutu karena ada sekutu baru yg masuk persekutuan

Termination & Liquidation Termination merupakan akhir dari fungsi bisnis normal sebuah persekutuan , persekutuan tidak lagi mengalami kesinambungan usaha pada saat penghentian. Liquidation merupakan penjualan aktiva persekutuan, pembayaran kewajiban dan pembagian aktiva tersisa kepada masing-masing sekutu

Penyebab utama pembubaran Seorang sekutu baru diterima atau seorang sekutu mengundurkan diri. Pesyaratan tertentu yg diemban persekutuan telah terpenuhi (selesai) Seluruh sekutu sepakat membubarkan persekutuan. Persekutuan atau seorang sekutu mengalami kebangkrutan

Penyebab utama pembubaran Adanya keputusan pengadilan: Seorang sekutu dinyatakan tidak waras. Seorang sekutu melakukan pelanggaran serius terhadap perjanjian persekutuan. Pengadilan menetapkan bahwa operasi persekutuan mungkin hanya akan menimbulkan kerugian

PERSOALAN AKUNTANSI DALAM PEMBUBARAN PERSEKUTUAN. : 1 PERSOALAN AKUNTANSI DALAM PEMBUBARAN PERSEKUTUAN. : 1.   MASUKNYA SEORANG ATAU LEBIH SEKUTU BARU UNTUK MENINGKATKAN MODAL PERSEKUTUAN. 2.   PENGUNDURAN DIRI SEORANG SEKUTU, SEDANGKAN SEKUTU YG TINGGAL TETAP INGIN MELANJUTKAN USAHANYA. 3.   MENINGGALNYA SEORANG ATAU LEBIH ANGGOTA PERSEKUTUAN 4.   BERUBAHNYA BENTUK PERSEKUTUAN MENJADI PERSEROAN TERBATAS.

Ad. 1. MASUKNYA SEORANG ATAU LEBIH SEKUTU BARU : DENGAN CARA : a Ad.1. MASUKNYA SEORANG ATAU LEBIH SEKUTU BARU : DENGAN CARA : a. MEMBELI SEBAGIAN / SELURUH BAGIAN MODAL (KEPENTINGAN) SEKUTU LAMA. b. MENGINVESTASIKAN KEKAYAAN PADA PERSEKUTUAN.   Ad.a. MEMBELI SEBAGIAN / SELURUH KEPENTINGAN SEKUTU LAMA ·    KEKAYAAN PERUSAHAAN TIDAK BERTAMBAH · ADA PEMINDAHAN AKUN MODAL PIHAK PENJUAL KE PIHAK PEMBELI SEDANGKAN UANG NYA DITERIMA OLEH SEKUTU YANG MENJUAL KEPENTINGANNYA..

CONTOH : FIRMA “ASSOY” YG TERDIRI DARI SEKUTU ADI DAN BUDI DENGAN MODAL MASING-MASING Rp. 80.000.000,- DAN Rp 120.000.000,- PEMBAGIAN LABA-RUGI DENGAN PERBANDINGAN MODAL AWAL. CORI DITERIMA SEBAGAI SEKUTU BARU DENGAM MEMBELI KEPENTINGAN SEKUTU LAMA SEBESAR 25% DENGAN MEMBAYAR SEBESAR Rp 60.000.000,-. MODAL SEKUTU LAMA BERKURANG : - ADI = 25% x Rp 80.000.000,- = Rp 20.000.000,- - BUDI = 25% x Rp 120.000.000,- = Rp 30.000.000,-

Ad.b. MENGINVESTASIKAN KEKAYAAN PADA PERSEKUTUAN (PENYATUAN KEPENTINGAN) ·     KEKAYAAN PERUSAHAAN BERTAMBAH SEBESAR NILAI KEKAYAAN YG DITANAMKAN SEKUTU BARU ·     MODAL SEKUTU LAMA BERUBAH .

KEMUNGKINAN YANG DAPAT TERJADI DENGAN MASUKNYA SEKUTU BARU : a KEMUNGKINAN YANG DAPAT TERJADI DENGAN MASUKNYA SEKUTU BARU : a.   ADANYA BONUS / GOODWILL BAGI SEKUTU LAMA b.   ADANYA BONUS / GOODWILL BAGI SEKUTU BARU ·     BONUS / GOODWILL ADALAH PENGAKUAN ADANYA KELEBIHAN TERHADAP SALAH SATU PIHAK DALAM PERSEKUTUAN YANG BARU DIDIRIKAN. ·     BONUS / GOODWILL MEMPUNYAI PENGERTIAN YG SAMA TETAPI BERBEDA DARI SEGI PENCATATANNYA. ·     BONUS ADALAH SELISIH KEPENTINGAN DENGAN MODAL SEKUTU BARU YG DISETOR, DAN TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU YG DISETOR TIDAK BERUBAH. ·     GOODWILL ADALAH SELISIH KEPENTINGAN DENGAN MODAL SEKUTU BARU YANG DISETOR DAN TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU BERUBAH.

BONUS / GOODWILL UNTUK SEKUTU LAMA : - BAGIAN PENYERTAAN SEKUTU BARU HARUS DIKURANGI DENGAN JUMLAH TERTENTU SEBAGAI BONUS UNTUK SEKUTU LAMA - GOODWILL PERSEKUTUAN DIADAKAN DAN DITAMBAHKAN KE MODAL SEKUTU LAMA. CONTOH : MODAL ANI, BELA DAN CICI TANGGAL 1/1-2008 MASING-MASING Rp 10.000.000,-, Rp 12.000.000,- DAN Rp 15.000.000. LABA RUGI DIBAGI DENGAN RASIO 2 : 3 : 5 . PADA TANGGAL TERSEBUT DIAH MENYETOR UANG Rp 13.000.000,- UNTUK MENDAPATKAN 25% DARI MODAL PERSEKUTUAN YANG BARU.

METODE BONUS : TOTAL MODAL PERSEKUTUAN LAMA. Rp 37. 000 * METODE BONUS : TOTAL MODAL PERSEKUTUAN LAMA Rp 37.000.000,- SETORAN MODAL DIAH Rp 13.000.000,- TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN SEKUTU BARU Rp 50.000.000,-   KEPENTINGAN DIAH = 25% x Rp 50.000.000 = Rp 12.500.000,- SETORAN MODAL DIAH = Rp 13.000.000,- BONUS UNTUK SEKUTU LAMA = Rp 500.000,-

JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KAS Rp 13.000.000,- MODAL ANI Rp 100.000,- MODAL BELA 150.000,- MODAL CICI 250.000,- MODAL DIAH 12.500.000,-   RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU =

METODE GOODWILL : TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU =. Rp 13. 000 METODE GOODWILL : TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU = Rp 13.000.000 x 100/25 = Rp 52.000.000,- TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU YG DISETOR = Rp 50.000.000,- GOODWILL UNTUK SEKUTU LAMA = Rp 2.000.000,-   JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KAS Rp 13.000.000,- - GOODWILL 2.000.000,- - MODAL ANI - Rp 400.000,- MODAL BELA - 600.000,- MODAL CICI - 1.000.000,- MODAL DIAH - 13.000.000,-   RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU =

B. BONUS / GOODWILL UNTUK SEKUTU BARU : - BAGIAN MODAL SEKUTU LAMA HARUS DIKURANGI DAN DIBERIKAN SEBAGAI BONUS UNTUK SEKUTU BARU - GOODWILL PERSEKUTUAN DIADAKAN DAN DIKREDITKAN KE MODAL SEKUTU BARU.   CONTOH : TOTAL MODAL ANI, BELA DAN CICI TANGGAL 1/1-2008 Rp 37.000.000,-. PADA TANGGAL TERSEBUT DIAH MENYETOR UANG Rp13.000.000,- UNTUK MENDAPATKAN KEPENTINGAN 3/10 BAGIAN DARI MODAL PERSEKUTUAN YANG BARU.

METODE BONUS : TOTAL MODAL SETELAH DIAH MENYETORKAN UANGNYA = Rp 50 METODE BONUS : TOTAL MODAL SETELAH DIAH MENYETORKAN UANGNYA = Rp 50.000.000,- KEPENTINGAN DIAH = 3 / 10 x Rp 50.000.000,- = Rp 15.000.000,- SETORAN DIAH = Rp 13.000.000,- BONUS UNTUK DIAH = Rp 2.000.000,- JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KAS Rp 13.000.000,- - MODAL ANI 400.000,- - MODAL BELA 600.000,- - MODAL CICI 1.000.000,- - MODAL DIAH - Rp 15.000.000,-

METODE GOODWILL : (DENGAN TIDAK MENGURANGI MODAL SEKUTU LAMA) TOTAL MODAL SEKUTU LAMA = Rp 37.000.000 = 7 / 10 BAGIAN TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU = 10 / 7 x Rp 37.000.000,- = Rp 52.857.140,- MODAL DIAH = 3 / 10 x Rp 52.857.140 = Rp 15.857.142,- SETORAN DIAH = Rp 13.000.000,- GOODWILL UNTUK SEKUTU BARU = Rp 2.857.142,- JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH : KAS Rp 13.000.000,- - GOODWILL 2.857.142,- - MODAL DIAH - Rp 15.857.142,-

UNTUK MENGETAHUI APAKAH MENGGUNAKAN METODE BUNUS ATAU GOODWILL UNTUK MENGETAHUI APAKAH MENGGUNAKAN METODE BUNUS ATAU GOODWILL < SETORAN BAGIAN HAK PENYERTAAN x ( SO.MODAL SKT LAMA + SETORAN MODAL) = MODAL SEKUTU BARU SKT BARU > SKT BARU BILA : < : ADA BONUS / GOODWILL PADA SEKUTU LAMA = : TIDAK ADA BONUS / GOODWILL > : ADA BONUS / GOODWILL PADA SEKUTU BARU Ad.2. PENGUNDURAN DIRI SEORANG SEKUTU : PENYELESAIANNYA : 1.  BAGIAN PENYERTAAN SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI DIJUAL 2. BAGIAN PENYERTAANNYA DIKEMBALIKAN DALAM BENTUK UANG TUNAI / KEKAYAAN LAIN SESUAI HAK KEPENTINGANNYA.

PEMBAYARAN KEPADA SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI DENGAN JUMLAH YG LEBIH DARI MODALNYA. 1.   BONUS UNTUK SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI CONTOH : FIRMA BALITA DENGAN MASING-MASING MODAL, BUDI Rp 35.000.000,-, LOLA Rp 25.000.000,- DAN TUTI Rp 40.000.000,-. PEMBAGIAN LABA-RUGI BERDASARKAN RASIO 2 : 3 : 4. SEKUTU TUTI MENGUNDURKAN DIRI, PARA SEKUTU SETUJU MEMBAYAR TUTI SEBESAR Rp 49.000.000 MODAL TUTI = Rp 40.000.000,- DIBAYAR = Rp 49.000.000,- BONUS UNTUK TUTI = Rp 9.000.000,- JURNALNYA : MODAL BUDI Rp 3.600.000,- - MODAL LOLA 5.400.000,- - MODAL TUTI 40.000.000,- - KAS - Rp 49.000.000,-

2.   GOODWILL UNTUK SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI SELISIH PEMBAYARAN DENGAN SALDO MODAL SEKUTU LAMA DICATAT SEBAGAI GOODWILL. JURNALNYA : GOODWILL Rp 9.000.000,- - MODAL TUTI 40.000.000,- - KAS - Rp 49.000.000,-

PEMBAYARAN KEPADA SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI DENGAN JUMLAH YG LEBIH RENDAH DARI SALDO MODALNYA. CONTOH ; FIRMA ALAYYO DENGAN MASING-MASING MODAL YAITU JAKA Rp 25.000.000,-, ANA Rp 45.000.000,- DAN MERY Rp 60.000.000,- DAN MEMBAGI LABA RUGI DENGAN RASIO 30% : 30% : 40%. SEKUTU MERY MENGUNDURKAN DIRI DAN DIBAYAR SEBESAR Rp 52.000.000,-

METODE BONUS : SELISIH = Rp 60. 000. 000,-  Rp 52. 000. 000,- = Rp 8 METODE BONUS : SELISIH = Rp 60.000.000,-  Rp 52.000.000,- = Rp 8.000.000,- JURNALNYA : MODAL MERY Rp 60.000.000,- - MODAL JAKA - Rp 4.000.000,- MODAL ANA - 4.000.000,- KAS - 52.000.000,-

METODE GOODWILL : SELISIH. = Rp 8. 000. 000,- GOODWILL = Rp 8. 000 METODE GOODWILL : SELISIH = Rp 8.000.000,- GOODWILL = Rp 8.000.000,- : 40% = 20.000.000 PARA SEKUTU MODALNYA BERKURANG SBB: - JAKA = 30 % x 20.000.000,- = Rp 6.000.000,- - ANA = 30% x 20.000.000,- = 6.000.000,- - MERY = 40% x 20.000.000,- = 8.000.000,- JURNALNYA : MODAL JAKA Rp 6.000.000,- - MODAL ANA 6.000.000,- - MODAL MERY 8.000.000,- - GOODWILL - Rp 20.000.000,- MODAL MERY Rp 52.000.000,- - KAS - Rp 52.000.000,-

Ad. 3. KEMATIAN SEORANG / LEBIH SEKUTU : HAL-HAL YG PERLU DIPERHATIKAN : 1.   LABA RUGI SAAT KEMATIAN HARUS DITENTUKAN 2.   AKTIVA DAN HUTANG PERSEKUTUAN HARUS DINILAI KEMBALI 3.   BAGIAN PENYERTAAN HARUS DITENTUKAN HINGGA SAAT KEMATIAN   PENYELESAIAN BAGIAN PENYERTAAN SEKUTU YG MENINGGAL : 1.   DENGAN PEMBAYARAN DARI HARTA PERSEKUTUAN 2.   DENGAN PEMBAYARAN SALAH SEORANG SEKUTU YANG BERSEDIA MEMBELI HAK KEPENTINGANNYA. 3.   DENGAN PEMBAYARAN DARI HASIL ASURANSI PERSEKUTUAN.

Ad. 4. PERUBAHAN BENTUK PERSEKUTUAN MENJADI PERSEROAN Ad.4. PERUBAHAN BENTUK PERSEKUTUAN MENJADI PERSEROAN. BILA PERSEKUTUAN BERUBAH MENJADI PERSEROAN MAKA : 1.   AKUN MODAL BERUBAH DARI AKUN MODAL DENGAN NAMA MASING-MASING SEKUTU MENJADI AKUN MODAL SAHAM 2.   SAHAM-SAHAM YG DITERIMA PERSEKUTUAN DIBAGI KEPADA ANGGOTA SESUAI DENGAN BAGIAN PENYERTAANNYA PADA POSISI TERAKHIR. 3.   ADA PENILAIAN KEMBALI TERHADAP POSISI KEUANGAN PERSEKUTUAN 4.   PENCATATAN : - MENGGUNAKAN BUKU-BUKU BARU - MELANJUTKAN BUKU lama PERSEKUTUAN

MEMBUKA BUKU BARU : 1.   PENYESUAIAN AKTIVA, HUTANG DAN BAGIAN PENYERTAAN PARA ANGGOTA AKIBAT PENILAIAN KEMBALI 2.   PEMINDAHAN AKTIVA DAN HUTANG KE DALAM PERSEROAN 3.   PENERIMAAN SAHAM-SAHAM SEBAGAI PEMBAYARAN TERHADAP KEKAYAAN BERSIH YG DIPINDAHKAN 4.   PEMBAGIAN SAHAM KEPADA ANGGOTA PEMILIK   B. MELANJUTKAN BUKU LAMA PERSEKUTUAN : 1.   PEMBAGIAN LABA RUGI AKIBAT PENILAIAN KEMBALI KEPADA PARA SEKUTU 2.   PERUBAHAN DALAM BENTUK PEMILIKAN DARI MODAL PARA SEKUTU MENJADI MODAL SAHAM

CONTOH :. PERSEKUTUAN ALOHA. NERACA. PER 1 JAN 1998 HARTA Rp 80. 000 CONTOH : PERSEKUTUAN ALOHA NERACA PER 1 JAN 1998 HARTA Rp 80.000.000,- HUTANG Rp 6.000.000,- MODAL : SUSI 20.000.000,- SISI 24.000.000,- SASA 30.000.000,- TOTAL Rp 80.000.000,- TOTAL Rp 80.000.000,-   PEMBAGIAN LABA RUGI = 2 : 3 : 5

PADA TGL TERSEBUT PARA SEKUTU SETUJU MERUBAH BENTUK PERSEKUTUAN MENJADI PERSEROAN TERBATAS (PT) DENGAN MODAL SAHAM BIASA SEBANYAK 1000 LEMBAR NOMINAL Rp 100.000,- MASING-MASING AKAN MENDAPATKAN JUMLAH LEMBAR SAHAM DALAM KELIPATAN 10. SISA DIBAYAR DENGAN HARTA YANG ADA. DARI PENILAIAN KEMBALI TERNYATA HARTA DINAIKKAN Rp 10.000.000,-.

JAWAB : A. MEMBUKA BUKU BARU : 1. MENCATAT PENILAIAN KEMBALI : HARTA JAWAB : A. MEMBUKA BUKU BARU : 1.   MENCATAT PENILAIAN KEMBALI : HARTA Rp 10.000.000,- - MODAL SUSI - Rp 2.000.000,- MODAL SISI - 3.000.000,- MODAL SASA - 5.000.000,- 2.   MENUTUP PERSEKUTUAN : HUTANG Rp 6.000.000,- - MODAL SUSI 22.000.000,- - MODAL SISI 27.000.000,- - MODAL SASA 35.000.000,- - HARTA - Rp 90.000.000,- 3.   MENCATAT PEMBUKUAN : HARTA Rp 90.000.000,- - HUTANG - Rp 6.000.000,- MODAL SAHAM - 84.000.000,-

MELANJUTKAN BUKU PERSEKUTUAN 1.   MENCATAT PENILAIAN KEMBALI HARTA Rp 10.000.000,- - MODAL SUSI - Rp 2.000.000,- MODAL SISI - 3.000.000,- MODAL SASA - 5.000.000,- 2.   MENCATAT PERUBAHAN MODAL SEKUTU MENJADI MODAL SAHAM MODAL SUSI Rp 22.000.000,- - MODAL SISI 27.000.000,- - MODAL SASA 35.000.000,- - MODAL SAHAM - Rp 84.000.000,-

Thank you …