Kondisi dibutuhkannya Branding Pertemuan 12 Matakuliah: U0286 – Desain Komunikasi Visual IV (New Media) Tahun: 2010.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Pertemuan 2 Matakuliah : R0186 – Teknologi Bangunan IV Tahun : 2006
Advertisements

E-COMMERCE Komunikasi Pasar dan Branding
1.2Tujuan Tujuan dari pengembangan produk ukiran dari suku Kamoro, Timika adalah untuk dapat menjadi produk ukiran yang memiliki suatu ciri khas dan berbeda.
Gaya Geser Pada Penampang Beton Prategang Pertemuan 12
PANJANG PENYALURAN TULANGAN PERTEMUAN 16
Branding Masa Kini Pertemuan 13 Matakuliah: U0286 – Desain Komunikasi Visual IV (New Media) Tahun: 2010.
Pengertian Identity Manual Pertemuan 10
Program Pembuatan Brand Identity Pertemuan 5 Matakuliah: U0286 – Desain Komunikasi Visual IV (New Media) Tahun: 2010.
UNITY Pertemuan 4 Matakuliah : Desain Komunikasi Visual II (New Media)
STRUKTUR BETON DI DALAM TEKAN PERTEMUAN 09
MEDIA KOMUNIKASI Pertemuan 7
PROFILE BOARDS DAN VISUAL APPROACH BOARD Pertemuan 9
KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU (EMA-401)
Rekonstruksi Teori Persuasi & Persepsi Pertemuan 9
Pertemuan 5 Balok Keran dan Balok Konsol
Fungsi Logaritma Pertemuan 12
Pertemuan 26 PERANCANGAN LANJUT
Mengambar kurva fungsi linier Pertemuan 4
1 Pertemuan 12 Kombinasi Data Media Aplikasi pada Point of Sales Matakuliah: UO276 / Desain Komunikasi Visual III Tahun: 2006.
Fungsi Eksponensial Pertemuan 11 Matakuliah: J0174/Matematika I Tahun: 2008.
Matakuliah : R0022/Pengantar Arsitektur Tahun : Sept 2005 Versi : 1/1
1 Pertemuan 14 APLIKASI BACK PROPAGATION Matakuliah: H0434/Jaringan Syaraf Tiruan Tahun: 2005 Versi: 1.
Mata kuliah : O PENGANTAR PUBLIC RELATIONS
CLOSURE, SIMILARITY, CONTINUANCE Pertemuan 5
HUBUNGAN ANTAR RUANG Pertemuan 12
Lini, Merek, dan Pengemasan
Pengertian Brand Identity Pertemuan 5
Proses Berpikir Kreatif dalam Mendesain Kemasan Pertemuan 4/13
Matakuliah : Desain Komunikasi Visual III – UO276
Pengertian Brand Pertemuan 3
Manajemen Pemasaran EKUITAS MEREK
Pengertian Identity Manual Pertemuan 9
Prinsip pembuatan Branding Pertemuan 7
Peranan Studi Branding dalam Desain Kemasan Pertemuan 9/13
Peranan Studi Branding dalam Desain Kemasan Pertemuan 9/13
Pertemuan 13 Desain Aplikasi pada POS
PENYALURAN TULANGAN Pertemuan 23
Matakuliah : Desain Komunikasi Visual II (New Media)
Sebaran Peluang (II) Pertemuan 4
Regresi Dalam Lambang Matriks Pertemuan 09
KRITERIA DESAIN, STANDAR DESAIN, DAN METODE ANALISIS PERTEMUAN 6
Pertemuan 01 Pengenalan Materi Seputar Kemasan
Kriteria Desain Branding Pertemuan 8
Matakuliah : Desain Komunikasi Visual III – UO276
DESAIN STRUKTUR BALOK BETON PERSEGI BERTULANGAN RANGKAP PERTEMUAN 14
PROFESI LAIN DARI MANAJER INVESTASI Pertemuan 10
ANALISA DAN KESIMPULAN Pertemuan 4
RHYTHM dan DEPTH Pertemuan 3
Pengenalan Definisi, Manfaat, dan Format Desain Kemasan Pertemuan 1/13
STRUKTUR BETON DI DALAM GESER DAN TORSI PERTEMUAN 08
ANATOMI LAYOUT EDITORIAL Pertemuan 8
PRESENTASI DAN EVALUASI Pertemuan 39
STRUKTUR BALOK BETON PERSEGI BERTULANGAN TUNGGAL PERTEMUAN 13
DESAIN STRUKTUR KOLOM PENDEK PERSEGI PERTEMUAN 17
Matakuliah : O0214/ Metode Penelitian Komunikasi Massa
Ordinary Annuity vs. Annuity Due Pertemuan 13
MODEL TRANSPORTASI Pertemuan 10
Pertemuan Kedelapan Mengelola Merek
PERENCANAAN PENULANGAN BALOK TPertemuan 10
DESAIN PONDASI DANGKAL GABUNGAN PERTEMUAN 22
Learning Outcomes Mahasiswa dapat menjelaskan definisi aljabar boole dan hukum-hukum aljabar boole,duality dan contoh pemakaian aljabar boole. Bina Nusantara.
PUBLIC RELATIONS DAN KEKAYAAN MEREK PERUSAHAAN Pertemuan 9
Pertemuan 13 Manajemen Teknologi Informasi Global
STRATEGI DESAIN Pertemuan 8
Pengambilan Keputusan dengan Data Utama Pertemuan 18
KAPASITAS PENAMPANG MENAHAN GAYA LINTANG Pertemuan 13
Matakuliah : Desain Komunikasi Visual II (New Media)
Pertemuan Kesebelas Mengelola Komunikasi Pemasaran
Prategang Pada Struktur Statis Tak Tentu Pertemuan 13
Faktor Pembentuk Brand Pertemuan 4
Transcript presentasi:

Kondisi dibutuhkannya Branding Pertemuan 12 Matakuliah: U0286 – Desain Komunikasi Visual IV (New Media) Tahun: 2010

Bina Nusantara University 3 Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu: menjelaskan kondisi dibutuhkannya Branding.

Bina Nusantara University 4 Outline Materials Waktu yang tepat untuk Branding: 1.Perusahaan atau produk baru 2.Perubahan Nama 3.Revitalisasi Brand 4.Revitalisasi Brand Identity 5.Membuat Sistem Identitas yang Terintegrasi 6.Saat perusahaan Merger

Bina Nusantara University 5 Waktu yang tepat untuk Branding 1.Perusahaan atau produk baru - Mulai membuat bisnis - Mulai jadi perusahaan go-public - Membuat produk baru - Mulai membuat kampanye

Bina Nusantara University 6 Waktu yang tepat untuk Branding 2.Perubahan Nama - Nama sudah tidak cocok dengan bisnis - Ada konflik trademark/hak merek - Nama mengandung konotasi negatif - Nama menyesatkan audiens/konsumen

Bina Nusantara University 7 Waktu yang tepat untuk Branding 3.Revitalisasi Brand - Reposisi dan memperbaharui brand - Merubah lingkup bisnis - Memperjelas identitas - Menjadi brand global atau masuk ke wilayah pasar yang baru

Bina Nusantara University 8 Waktu yang tepat untuk Branding 4.Revitalisasi Brand Identity - Modernisasi atau membuat update identitas - Kurang cocok dengan teknologi terbaru - Memperbaiki citarasa identitas yang kalah dari pesaing - Mempermudah konsistensi tampilan

Bina Nusantara University 9 Waktu yang tepat untuk Branding 5.Membuat Sistem Identitas yang Terintegrasi - Tampilan yang kurang konsisten - Memperbaiki Brand Architecture agar harmonis - Merapihkan sistem aplikasi, misalnya pada kemasan

Bina Nusantara University 10 Waktu yang tepat untuk Branding 6.Saat perusahaan Merger - Agar identitas perusahaan baru sesuai tujuan persatuan - Memperlihatkan efek san sinergi merger - Menambah nilai brand equity dari hasil penggabungan - Menempatkan posisi baru dalam pasar

Bina Nusantara University 11 Summary Kondisi yang melatari dibutuhkannya branding sangat mempengaruhi tingkat pembuatan identitas. Perusahaan baru perlu mencari posisi, perusahaan merger perlu mengelola efek politis, produk baru perlu mendapat efek dari reputasi perusahaan, dll.