LEADERSHIP DALAM KEPERAWATAN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Strategi Sukses di Kampus
Advertisements

Materi ppt dimodifikasi dari: kampus/.
KEPEMIMPINAN DAN KERJASAM TIM
BUDAYA PERUSAHAAN DAN ETIKA
TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
Strategi Sukses di Kampus
DASAR-DASAR KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
Menunjukkan sikap pantang menyerah
KEPEMIMPINAN Dr.H.KUSWANDI,Msi.,MM.
Idham Cholid.
Materi kuliah non-sks program BU
Kepemimpinan Wirausaha
(PERTEMUAN KE 4) PENDEKATAN TEORI SIFAT, PERILAKU DAN HUBUNGAN
PENDEKATAN TEORI SIFAT,
PERTEMUAN 13 KEPEMIMPINAN
BAB V KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF, DELEGASI DAN PEMBERDAYAAN
- KELOMPOK 1 - Siska Yanti Heni H. Singgit Mira Rina Devi Dida Dedeh.
Pendekatan Teori Sifat, Perilaku dan Hubungan
Dinnul Alfian Akbar, 2010 Metoda Memotivasi Bawahan Dinnul Alfian Akbar, SE, M.Si Pertemuan 13 Psikologi Dunia Kerja.
ORGANISASI DAN MANAJEMEN II
PENDEKATAN TEORI SIFAT, PERILAKU DAN HUBUNGAN
METODE MEMOTIVASI BAWAHAN
Dasar-dasar KEPEMIMPINAN PT-Galih Sekar Sakti
PENGENALAN INTERPERSONAL SKILL BAGI REMAJA&MAHASISWA
PERTEMUAN 12 Kepemimpinan & Motivasi
KEPEMIMPINAN & KERJASAMA TIM
PENDEKATAN TEORI SIFAT, PERILAKU DAN HUBUNGAN
KEPEMIMPINAN 1. M. Ghantar
By : DEVI SILVIA dan ERNI SUHERNI
Pertemuan ke-12 KEPEMIMPINAN
PENGANTAR BISNIS.
PEMIMPIN SEBAGAI GURU (PEOPLE DEVELOPER)
PENYEBAB KEGAGALAN DALAM PERUBAHAN
By: Stevanus Liverdy UPH MPd 21 A ( )
Kepemimpinan Proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan tugas dari para anggota kelompok. Ada tiga implikasi penting dari defenisi.
PENGGERAKAN PERTEMUAN 4.
PENDEKATAN TEORI SIFAT, PERILAKU DAN HUBUNGAN
EMPAT PILAR PENDIDIKAN
PENYEBAB KEGAGALAN DALAM PERUBAHAN
KETRAMPILAN INTERPERSONAL
PENDEKATAN TEORI SIFAT, PERILAKU DAN HUBUNGAN
METODE MEMOTIVASI BAWAHAN
KETRAMPILAN INTERPERSONAL
PENILAIAN POTENSI DIRI WIRAUSAHA
MOTIVASI & PRESTASI Pengertian Motivasi Berprestasi Penetapan Tujuan
PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN PENGAWAS PAI
Pengertian Dasar Fasilitasi
PENDEKATAN TEORI SIFAT, PERILAKU DAN HUBUNGAN
DASAR-DASAR KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
DASAR-DASAR KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
(PERTEMUAN KE 4) PENDEKATAN TEORI SIFAT, PERILAKU DAN HUBUNGAN
KEPEMIMPINAN Pertemuan ke XI - XII.
LEADERSHIP WAY.
PENDEKATAN TEORI SIFAT,
PERAN KEPEMIMPINAN Dalam kerangka manajemen, kepemimpinan merupakan sub sistem dari pada manajemen. Karena mengingat peranan vital seorang pemimpin dalam.
OLEH : Yuliani Setyaningsih
Choirudin, M.Pd.
Membangun Visi dan Misi Usaha
PENYEBAB KEGAGALAN DALAM PERUBAHAN
PEMBERDAYAAN.
PERTEMUAN 12 Kepemimpinan & Motivasi
DASAR-DASAR KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) By : Agus Gunawan.
EMPAT PILAR PENDIDIKAN
DASAR-DASAR KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) By : Muhammad, SE.
BAB VII KEPEMIMPINAN,PENGARUH, DAN KOMUNIKASI DALAM BISNIS
Kepemimpinan Wirausaha. Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain atau sekelompok orang ke arah tercapainya.
Pertemuan 9 :Conflict Management Disusun : Lies Sunarmintyastuti
KET. INTER-INTRA PERSONAL
KET. INTER-INTRA PERSONAL
Manajemen Kepemimpinan yang Sehat
Transcript presentasi:

LEADERSHIP DALAM KEPERAWATAN Ny. Rokiah Kusumapradja

FILOSOFI KEPEMIMPINAN ARTI KEPEMIMPINAN MITOS KEPEMIMPINAN PERGESERAN MAKNA KEPEMIMPINAN GAYA KEPEMIMPINAN LEADER VS MANAJER

FILOSOFI KEPEMIMPINAN MANAGEMENT IS DOING THINGS RIGHT LEADERSHIP IS DOING THE RIGHT THINGS Peter Drucker

INTI DARI MENJADI PEMIMNPIN BUKANLAH UNTUK MENDAPATKAN PENGARUH ATAU KEKUASAAN . PENGARUH ATAU KEKUASAAN ADALAH SESUATU YANG AKAN DIBERIKAN OLEH LINGKUNGANNYA , APABILA DIA MENUNJUKAN KUALITAS YANG LAYAK MENJADI PEMIMPIN. PEMIMPIN SEJATI MEMILIKI INISIATIF UNTUK MEMIKIRKAN KEPENTINGAN ORANG BANYAK, YANG KEMUDIAN DITERJEMAHKAN MENJADI LANGKAH NYATA YG BERGUNA BAGI LINGKUNGANNNYA

PERGESERAN MAKNA KEPEMIMPINAN KEPEMIMPINAN PROSES MENGENDALIKAN KEPEMIMPINAN ADALAH PROSES MEMPENGARUHI / MEMBERIKAN ARAHAN/ MENGAJAK SEKELOMPOK ORANG ==> CITA- CITA PEMIMPIN/ BERSAMA

PROSES PENCAPAIAN TUJUAN KEPEMIMPINAN : 3 PROSES PROSES BERINTERAKSI PROSES MEMPENGARUHI PROSES PENCAPAIAN TUJUAN

Leadership is a facet of management Leadership adalah salah satu dari sekian banyak faset yang harus dimiliki oleh seorang manager yang sukses. Target utama seorang manager adalah memaksimalkan hasil organisasi melalui implementasi tugas-tugas. Untuk mencapai ini, manager harus menjalankan fungsi: organisation planning staffing directing controlling Sementara itu, LEADERSHIP bagi seorang MANAGER hanyalah salah satu fungsi directing (mengarahkan).

Differences In Perspectives CARA PANDANG MANAGER DENGAN LEADER BERBEDA. Misalnya: Manager adalah posisi dengan tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas. Sementara itu Leadership adalah bagaimana cara menyelesaikan tugas itu. "MANAGERS DO THINGS RIGHT, WHILE LEADERS DO THE RIGHT THING." Artinya, bahwa manager melakukan sesuatu karena kebijakan perusahaan, sementara itu leader lebih mengikuti intuisi, walaupun begitu kedua-duanya bertujuan sama yaitu keuntungan bagi perusahaan. "MEN ARE GOVERNED BY THEIR EMOTIONS RATHER THAN THEIR INTELLIGENCE" Peribahasa ini menggambarkan mengapa kelompok cenderung mengikuti leader. Seorang leader lebih bernuansa emosi daripada manager.

Loyalty Kelompok seringkali lebih loyal kepada leader daripada manajer. Mengapa? Karena kesetiaan ini tumbuh, dimana seringkali leader mengambil tanggung jawab dalam area: Mengambil tanggung jawab pribadi bila terjadi kesalahan. Memberikan penghargaan atas capaian kelompok, meskipun kecil. "Leaders are observant and sensitive people. They know their team and develop mutual confidence within it."

KOMBINASI DUA SKILL Penguasaan dua skill ini akan MANAGER >> menguasai HARD SKILL LEADER >> menguasai SOFT SKILL Penguasaan dua skill ini akan membentuk seorang pimpinan yang efektif untuk mencapai tujuan organisasi Untuk terus diingat, kalau para Leader sebaiknya memiliki kombinasi hard skill dan soft skill. Dua kombinasi yang akan membedakan para Leader diantara yang lain.

LEADER VS MANAJER LEADER PENENTUAN ARAH/ VISI & TUJUAN ORGANISASI PENYELARASAN PEMIKIRAN PEMBERIAN MOTIVASI DAN INSPIRASI MANAJER PERENCANAAN KERJA PENGORGANISASIAN DAN MEMBAGI TUGAS PENGENDALIAN DAN MENYELESAIKAN MASALAH

TIPE KEPEMIMPINAN OTOKRATIK LAISSEZ FAIRE PARTISIPATIF

MITOS ASAL PEMIMPIN HAL-HAL TERTENTU : BERBAKAT/ DILAHIRKAN KEPEMIMPINAN BERSIFAT HIRARKIS KHARISMA HANYA ADA SATU CARA STANDAR UNTUK MEMIMPIN CUKUP DENGAN INSTING PEMIMPIN HARUS TERKONDISI SEMPURNA HAL-HAL TERTENTU : Ambisi - Kharisma -Percaya Diri Inisiatif –Ketidak tergantungan - Kreativitas Rasa Tanggung Jawab SITUASIONAL, MEMENUHI KEBUTUHAN: Kelompok – Waktu -Tempat

INFORMASI DITUNJUK/ DIANGKAT PEMIMPIN AHLI KHARISMA

PERAN SEORANG PEMIMPIN

PERAN SEORANG PEMIMPIN FATH FINDING ALIGNING EMPOWERING MODELING

PATH FINDING ( Penentuan Arah Gerak ) VISI INDIVIDU VISI BERSAMA MENGAPA VISI PENTING : visi dapat memberikan panduan penyusunan kegiatan yang terarah Visi dapat meningkatkan komitmen dan rasa kepemiilikan anggota tim

ALIGNING (PENYELARASAN PANDANGAN DAN LANGKAH ) MENGAPA PENTING : ADANYA PENYAMAAN PERSEPSI ==> TUJUAN YANG AKAN DICAPAI MENGHILANGKAN BERBAGAI PENGARUH YANG MENGHAMBAT PENCAPAIAN VISI CARA MENYELARASKAN PANDANGAN DAN LANGKAH : AKAN SEPERTI APA KONDISI ORGANISASI APABILA SETIAP BAGIAN BEKERJA BERSMA-SAMA BAGAIMANA KONDISI TIAP BAGIAN BAGAIMANA CARA MENYELARASKAN PANDANGAN DAN LANGKAH ANGGOTA DALAM ORGANIASI

PENDELEGASIAN ( EMPOWERING) PENTINGNYA PENDELEGASIAN YANG BAIK : pendelegasian yg baik, dengan tugas dan motivasi yg tepat, untuk orang yg tepat sangat dibutuhkan  perkembangan organisasi The Seven habits of highly effective people : Raih apa yg penting untuk diri sendiri terlebih dulu Hindari persaingan tidak sehat Hargai keunikan tiap individu Jangan mengecilkan peranan orang lain

Cara pendelegasian Bagaimana Cara menciptakan suasana yg dapat mendongkrak kinerja dan komitmen anggota ? Seperti apa pekerjaan yg akan didelegasikan ? Seberapa besar tanggung jawab dan otoritas yg akan didelegasikan ? Siapa yang akan mengerjakan tugas tersebut , apa sarana dan fasilitas ?

PEMBERIAN KETELADANAN ( MODELING) KETELADANAN  PENGARUH SIGNIFIKAN DALAM MENANAMKAN NILAI DAN ETI KA DLM ORGANISASI PEMBERIAN TELADAN  PRINSIP  KEPERCAYAAN DIBANGUN DARI DALAM KETELADANAN PROSES BERTINDAK THE LEADER IS THE ONE WHO KNOWS THE WAY, SHOWS THE WAY, AND GOES THE WAY

KETRAMPILAN MEMIMPIN KETRAMPILAN PEMIMPIN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN WAKTU MANAJEMEN KONFLIK MANAJEMEN PROGRAM KERJA

Mengapa Prestasi Berbeda ? Padahal… Semua orang memiliki waktu yang sama : 24 jam sehari, 168 jam seminggu, 672 jam sebulan, dan seterusnya.

Pandai Menentukan Prioritas Suka Menunda Cenderung Pemalas “Yes Man” MENDESAK TIDAK MENDESAK Ujian besok Teman sakit parah PR yg hrs selesai hari ini Belajar teratur Olahraga Bersosialisasi Rekreasi Pandai Menentukan Prioritas Suka Menunda PENTING Telepon yg tidak penting “Dipaksa” jalan-jalan dgn teman Terlalu banyak nonton TV Mengobrol tak henti Main game terus Cenderung Pemalas “Yes Man” TDK PENTING

PRINSIP MENGELOLA WAKTU : TENTUKAN VISI DAN PERAN HIDUPMU DISIPLIN WAKTU PRIORITAS WAKTU

Strategi Menyusun Jadwal Buat daftar kegiatan Buat skala prioritas Perkirakan kebutuhan waktu Alokasikan waktu Evaluasi

Tips Optimisasi Waktu Jangan sekadar ikut-ikutan teman Manfaatkan waktu menunggu Utamakan yang utama Jangan menunda

MANAJEMEN KONFLIK KONFLIK ADALAH SUATU AKIBAT YG TDK DAPAT DIHINDARKAN INTERAKSI DALAM ORGANISASI DAN DAPAT DIATASI  LIHAT KONFLIK KONFLIK HASIL DARI KOMPELKSNYA SISTEM ORGANISASI KONFLIK DISELESAIKAN DG CARA MENGENALI SEBABNYA DAN MEMECAHKAN MASALAH KONFLIK DAPAT MENJADI KEKUATAN PENGUBAHAN POSITIF DALAM SUATU ORGANISASI

TEKNIK MANAJEMEN KONFLIK PENGGUNAAN KEKUASAAN PENYERAHAN PENGHINDARAN NEGOSIASI KOLABORASI

MANAJEMEN PROGRAM KERJA PERENCANAAN PROGRAM KERJA MEMBENTUK KEPANITIAAN , MENGEPALAI KEPANITIAN, MERENCANAKAN KEGIATAN PANITIA, MENGEVALUASI KINERJA MENGADAKAN PERTEMUAN MENYIMPAN DOKUMEN DAN INFORMASI

PENGAMBILAN KEPUTUSAN URGENSI PENGAMBILAN KEPUTUSAN TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN : ANALISIS DIAGRAM PARETO ANALISIS SWOT ( STRENGTH, WEAKNESSES, OPPORTUNITIES, THREATS)

PEMIMPIN VS PENGIKUT KECERDASAN EMOSI PEMIMPIN KESADARAN AKAN DIRI SENDIRI KESADARAN AKAN ORANG LAIN KASADARAN AKAN KONTEKS

DIRI SENDIRI ORANG LAIN KONTEKS Siapa aku ? Siapa teman- temanku dlm orgnss Apakah orgnss menjalankan program kerja dg baik Apa tujuanku Bgmn kondisi mereka saat ini Apakah ketua dan anggota senang mengerjakan tugas org Apa cita- citaku ? Bagaimana riwayat hidup mereka Apakah org menjadi kebanggaan para anggotanya Apa yg membuat aku frustasi Apakah mereka tegar atau mudah putus asa dlm menghadapi masalah Bagaimana interaksi antar anggota dengan ketuanya

Komunikasi kepemimpinan Komunikasi interpersonal : membina kedekatan Membangun kredibilitas memelihara visi dan misi Komunikasi masa Followership yg baik : memberi dukungan kepada pemimpin Memiliki inisitif yg tinggi mencari dan menerima umpan balik dari pimpinan Memperlihatkan apresiasi Selalu menyampaikan apa yg telah dikerjakan kepada pimpinan

KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL vs TRANSAKSIONAL Dibangun berdasarkan kebutuhan aktualisasi diri Dipenuhi oleh tujuan, nilai, moral dan etika Berorientasi pada tujuan jangka panjang tanpa kompromi kpd nilai dan prinsip kemanusiaan Lebih fokus pada misi, strategi yg akan dijalankan untuk mencapainya Mendisain pekerjaan untuk membuat mereka bermakna dan menyadari potensinya TRANSAKSIONAL : Dibangun berdasarkan kebutuhan untuk membereskan pekerjaan , dan mendapatkan upah Dipenuhi oleh kekuasaan dan posisi, politik, dan keuntungan Berorientasi pada tujuan jangka pendek dan data yg terlihat Berfokus pada isu- isu taktis Berjuang untuk memenuhi ekspektasi peran secara efektif dalam sistem yg sedang berjalan.

MEMIMPIN PERUBAHAN MEMIMPIN PERUBAHAN MEMIMPIN PERUBAHAN PENTINGNYA KATA “BERUBAH” MEMIMPIN PERUBAHAN TIPE- TIPE ORANG DALAM MENYIKAPI PERUBAHAN MENJADI PROAKTIF

PENTINGNYA KATA “ BERUBAH” MANUSIA SELALU MENGINGINKAN HASIL YG LEBIH BAIK UNTUK DIRINYA DI MASA DATANG  AKAN SELALU BERUBAH YANG PASTI DALAM HIDUP ADALAH PERUBAHAN

TIPE ORANG DALAM MENYIKAPI PERUBAHAN PROAKTIF DALAM MENGHADAPI KONDISI LINGKUNGAN YG BARU REAKTIF TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN YG LAMA RAGU UNTUK BERUBAH TETAPI AKHIRNYA MAU BERUBAH

MEMIMPIN PERUBAHAN TAHAP I : MENANAMKAN PENTINGNYA SUATU PERUBAHAN : MENGANALISIS KONDISI LINGKUNGAN MENGIDENTIFIKASI DAN MENDISKUSIKAN MASALAH, HAL HAL YG BERPOTENSI MENJADI MASALAH DAN KESEMAPATAN YG DIMILIKI TAHAP II : MEMBENTUK TIM KHUSUS UUNTUK MENENTUKAN ARAH PERUBAHAN TAHAP III : MENGEMBANGKAN VISI DAN STRATEGI TAHAP IV : MENGKOMUNIKASIKAN VISI PERUBAHAN TAHAP V : MELAKSANAKAN PERUBAHAN TAHAP VI : MENENTUKAN TARGET – TARGET JANGKA PENDEK TAHAP VII : MENYEMPURNAKAN PENCAPAIAN TARGET DAN MEMBUAT PERUBAHAN LEBIH BANYAK TAHAP VIII : MEMANTAPKAN PENDEKATAN BARU TERSEBUT DALAM ORGANISASI

LEADERSHIP DAN LEARNING ARE INDISPENSABLE TO EACH OTHER MENYIKAPI KEGAGALAN LEADERSHIP DAN LEARNING ARE INDISPENSABLE TO EACH OTHER John F. Kenedy

MENYIKAPI KEGAGALAN memahami kegagalan Menyembuhkan diri dari kegagalan mempelajari kegagalan

Dua Makna Kepemimpinan Introduksi Dua Makna Kepemimpinan Yang bersangkutan diterima di lingkungannya sebagai seorang pemimpin, baik formal maupun informal. Sebuah karakter yang pasti dimiliki setiap manusia sebagai ciptaan Tuhan. 42

CIRI PEMIMPIN Dicirikan dari adanya pengikut. Introduksi CIRI PEMIMPIN Dicirikan dari adanya pengikut. Pemimpin efektif bukanlah selalu yang seseorang dipuja atau dicintai, namun mereka adalah individu yang menjadikan para pengikutnya berbuat benar. Kepemimpinan berbeda dengan popularitas. Kepemimpinan identik dengan pencapaian hasil. Pemimpin adalah mereka yang sangat nampak. Karenanya mereka harus memberikan contoh. Kepemimpinan bukanlah kedudukan, jabatan, atau uang. Kepemimpinan adalah tanggung jawab. (Peter F. Drucker, Introduction, Leader of the Future, 1996) 43

PEMBAGIAN WAKTU BERBAGAI TINGKAT MANAGER ( HELLRIEGEL & SLOCUM,1992) Manager Tingkat Pertama Manager Tingkat Menengah Manager Tingkat Puncak Perencanaan 1 jam Perencanaan 1,5 jam Perencanaan 2 jam Pengorganisasian 1 jam Pengorganisasian 2,5 jam Pengorganisasian 1 jam Kepemimpinan 4 jam Kepemimpinan 3 jam Kepemimpinan 4,5 jam Pengawasan 2 jam Pengawasan 1 jam Pengawasan 0,5 jam

ORGANISASI TEKNOLOGI REKAN KERJA GAYA MANAGER ATASAN BAWAHAN TUNTUTAN KERJA

COHEN (1990) Pemimpin yang baik Standar tinggi KEHOE & RENTLEY (1989) Tetapkan standar tinggi Pimpinan capai sndar tinggi Minta staff mencapai yang sama Jangan tolerir standar rendah LEEDOV & SCOT (1990) Masa kini, perlu standar tinggi Orientasi Konsumen, standar tinggi Standar rendah, yang lain lesu

CYNTHIA CHEW (1998) BE A BETTER BOSS Berikan instruksi yang jelas Belajarlah untuk mendengar Hargailah seseorang yang berprestasi Tahu kapan dan dimana memberikan kritik Beri perhatian pada pengembangan karier bawahan Berikan tantangan Selalulah berkomunikasi Buatlah bawahan anda merasa dirinya dibutuhkan Tetaplah konsisten Berlakulah adil Tahu bagaimana berkata “Tidak”

BAGAIMANA MENJADI BOS YANG BAIK Mulailah dengan pujian dan penghargaan yang jujur Tarik perhatian pada kesalahan orang secara tidak langsung Bicaralah tentang kesalahan anda sendiri sebelum mengkritik orang lain Ajukan pertanyaan daripada memberi perintah langsung Biarkan orang lain menyelamatkan mukanya Pujilah kemajuan sekecil apapun. Bersungguh-sungguh dalam memberikan persetujuan dan seringlah/lebih banyak memberi pujian Berikan orang lain reputasi yang baik Gunakan anjuran. Buatlah kesalahan tampak mudah dikoreksi Buatlah orang senang melakukan sesuatu yang anda sarankan

PEMIMPIN DAN Non PEMIMPIN Memberikan inspirasi kepada pekerja Melaksanakan pekerjaan dan mengembangkan pekerja Menunjukkan kepada para Pekerja bagaimana ia harus Melakukan pekerjaan Menerima tanggung jawab Menyelesaikan persoalan Kerugian yang timbul Non PEMIMPIN Menekan pekerja Melaksanakan pekerjaan dgn mengorbankan pekerja Menimbulkan perasaan takut pada pekerja dengan ancaman dan paksaan Mengelak tanggung jawab Mengalihkan kesalahan kepada pihak lain

SEBELUM Memerintah karyawan Berdasarkan kebijakan Mengikat Tradisional Ingin aman Status quo SEKARANG Memberdayakan Inisiatif Berkesempatan Eksperimental Perubahan sangat cepat

4 PILAR KEPEMIMPINAN KESADARAN DIRI (Self Awareness); harus berkembang dengan memahami siapa dirinya. Harus mengetahui apa yang dianggap bernilai. Sadar terhadap titik-titik kelemahan dan kekuatan memelihara para pemimpin untuk merefleksikan diri dan belajar tanpa henti. KECERDIKAN (Ingenuity); harus membuat diri sendiri dan orang lain merasa nyaman di dunia yang terus berubah. Harus membebaskan dari kebiasaan, prasangka, preferensi budaya yang tertanam begitu kuat.

3. KEPAHLAWANAN (Heroism); harus bisa membayangkan masa depan yang inspiratif dan berjuang mewujudkannya. Harus bisa mengeluarkan emas dari peluang, bukan menunggu peluang emas yang disodorkan. 4. CINTA KASIH (Love); harus bisa menghadapi dunia dengan pemahaman yang sehat. Harus merasa yakin bahwa dirinya dianugerahi bakat, harkat dan potensi untuk memimpin. PEMIMPIN; MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG TERIKAT DAN DISEMANGATI OLEH KESETIAAN, AFEKSI DAN SIKAP SALING MENDUKUNG.

Komunikatif Etis Proaktif Cerdas Kooperatif Gigih Winning Characteristics Cerdas Kooperatif Gigih

Kualitas Lulusan Perguruan Tinggi yang Diharapkan Dunia Kerja 1 Kemampuan Komunikasi 4.69 2 Kejujuran/Integritas 4.59 3 Kemampuan Bekerja Sama 4.54 4 Kemampuan Interpersonal 4.5 5 Beretika 4.46 6 Motivasi/Inisiatif 4.42 7 Kemampuan Beradaptasi 4.41 8 Daya Analitik 4.36 9 Kemampuan Komputer 4.21 10 Kemampuan Berorganisasi 4.05 11 Berorientasi pada Detail 12 Kepemimpinan 3.97 13 Kepercayaan Diri 3.95 14 Ramah 3.85 15 Sopan 3.82 16 Bijaksana 3.75 17 Indeks Prestasi (>=3.0) 3.68 18 Kreatif 3.59 19 Humoris 3.25 20 Kemampuan Berwirausaha 3.23 Kualitas Lulusan Perguruan Tinggi yang Diharapkan Dunia Kerja (Skala 1 – 5) Diterbitkan oleh National Association of Colleges and Employers, USA, 2002 (disurvei dari 457 pimpinan) Kesimpulan : Soft skills (kemampuan interaksi sosial) dibutuhkan untuk sukses!

Jadi ? Hiduplah Seimbang