PROTEIN PENCERNAAN, ABSORBSI, TRANSPORTASI, METABOLISME

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Mekanisme Penyerapan Zat Gizi Makro dalam Usus Halus
Advertisements

Digesti dan absorpsi protein diet
SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA
Kimia Bahan Pangan Ratih Yuniastri
Sistem Pencernaan Pada Manusia
SISTEM PENCERNAAN MAKANAN
Welcome to DIGESTION SYSTEM
Matrissya Hermita Biopsikologi UG
Selamat Datang Di Dunia Biologi
Asistensi pratikum histologi pertemuan ke 2
OLEH : IMBANG DWI RAHAYU
Zat Makanan dan Sistem Pencernaan
TUGAS MATAKULIAH BIOKIMIA KELAS D “IKHTISAR METABOLISME PROTEIN”
PROTEIN.
PROTEIN Pembentukan molekul protein Asam amino Protein.
Oleh : Gebby Citra (H ) ENZIM.
Disusun oleh: Azis Setyono (131176)
PROTEIN PENCERNAAN, ABSORBSI, TRANSPORTASI, METABOLISME
SISTEM PENCERNAAN.
MAKANAN SISTEM PENCERNAAN MANUSIA
PRODUKSI SUSU   Susu yang disekresikan kedalam lumen alveoli mengalir melalui sistem saluran menuju ke teat cistern yang kemudian dapat dikeluarkan dengan.
Metabolisme Protein/asam amino
PENGANTAR METABOLISME
Sistem Pencernaan Oleh: Ida Rianawaty,S.Si.,M.Pd..
GETAH PENCERNAAN Getah pencernaan mempunyai peranan penting di dalam proses pencernaan karena – Di dalam getah pencernaan tersebut terkandung berbagai.
ASAM AMINO SEBAGAI SUMBER ENERGI
METABOLISME PROTEIN   By, harliza.
SINTESIS PROTEIN Syarat sintesis protein :
PENGANTAR BIOKIMIA OLEH : Agung Wicaksono.
Pencernaan protein dr.Syazili Mustofa
SINTESIS PROTEIN Syarat sintesis protein :
Zat Makanan Proses Pencernaan Alat Pencernaan Gangguan Pencernaan
METABOLISME LIPID.
Kelompok 3 Nama Anggota Kelompok : Cut Nyak Tri Wahyuni Dahan Perkasa
SISTEM PENCERNAAN MANUSIA.
PRODUKSI SUSU   Susu yang disekresikan kedalam lumen alveoli mengalir melalui sistem saluran menuju ke teat cistern yang kemudian dapat dikeluarkan dengan.
Metabolisme Energi.
Proses Pencernaan pada Manusia
Sistem Pencernaan Pada Manusia
KARAKTERISTIK PROTEIN
GETAH PENCERNAAN Getah pencernaan mempunyai peranan penting di dalam proses pencernaan karena di dalam getah pencernaan tersebut terkandung berbagai macam.
ANATOMI FISIOLOGI Pengampu : 1. Moh. Nur Ihsan 2. Dr. Tri Eko Susilorini, MS Penilaian : UTS, Kuis, UAS dan praktikum.
BAB: 5 SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA
Erry Yudhya Mulyani, M.Sc
OLEH : IMBANG DWI RAHAYU
Sistem pencernaan Pada manusia.
METABOLISME KARBOHIDRAT DAN LEMAK
Disusun Oleh: Nama : IMELDA SAPUTRI Npm : Sesi : A
Peran penting protein pada organisme hidup
Presentasi PROTEIN XIIRPLA kimia. Grup7point C.
FISIOLOGI SISTEM PENCERNAAN
Digesti lemak di usus halus
SINTESA PROTEIN Adinda Nurul Huda M, SP, MSi
PENCERNAAN DAN NUTRISI
BIOLOGI Sistem Pencernaan Manusia XI KEP 6 SMK KESEHATAN SAMARINDA
PENCERNAAN DAN NUTRISI
METABOLISME Dr.sugeng riyadi.
KARAKTERISTIK PROTEIN
SISTEM PENCERNAAN PANKREAS-GANGGUAN &KELAINAN pada SISTEM PENCERNAAN
Manfaat Zat-Zat Bagi Wanita Sepanjang Daur Kehidupannya (Protein)
SISTEM PENCERNAAN.
SINTESIS PROTEIN.
Metabolisme Menurut Pandangan Islam
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI Oleh: EDI EFIAN, S.Kep. Ners Oleh: EDI EFIAN, S.Kep. Ners.
PROTEIN Moh. Suwandi, M.Pd
OLEH : IMBANG DWI RAHAYU
PROTEIN.  Protein adalah sumber asam-asam amino yang mengandung unsur-unsur C, H, O, dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat.  Sebagai.
METABOLISME LIPID KELOMPOK : 5 NAMA KELOMPOK:  FUJI HASTUTI FATIMAH(I )  PASKALIS TRIANUS KIKO(I )  FELISITAS(I )  ULFA.
BIOLOGI SEL & BIOLOGI MOLEKULER DR YANTI, SST., M.Keb.
Transcript presentasi:

PROTEIN PENCERNAAN, ABSORBSI, TRANSPORTASI, METABOLISME Nanang Prayitno, MPS Universitas indonusa Esa Unggul Jurusan Gizi

PENCERNAAN Sebagian besar protein dicernakan menjadi AA, selebihnya tripeptida dan dipeptida Secara Mekanik Didalam mulut  tidak terdapat enzym dalam pemecahan protein Secara kimiawi 1. Lambung 2. usus Halus

1. LAMBUNG Pemecahan secara enzymatik Proses denaturasi  asam klorida lambung membuka gulungan protein  memecah ikatan peptida Asam klorida mengubah enzym pepsinogen tidak aktif yang dikeluarkan mukosa lambung  aktif enzim Renin adalah enzym lambung yang penting pada bayi  mencernakan susu

2. USUS HALUS Sekresi Pankreas Hormon enterokinase yang diproduksi sel dinding usus  mengaktifkan tripsinogen  tripsin. Memecah protein dan proteosa, pepton  poli dan dipeptida Tripsin mengaktifkan khymotripsinogen  khymotripsin. Fungsi sama dengan tripsin, tetapi mempunyai kemampuan menggumpalkan susu lebih baik dari tripsin.

Sekresi Intestin Kelenjar2 dinding usus menghasilkan amino peptidase dan dipeptidase. Peptida  asam amino bebas

PENCERNAAN DAN ABSORBSI ORGAN PENCERNAAN DAN ABSORBSI MULUT Mengunyah, makanan bercampur dg air ludah dan ditelan ESOFAGUS Tidak ada pencernaan LAMBUNG Asam lambung membuka molekul protein & mengaktifkan enzim lambung. Protein -------- polipeptida lebih pendek USUS HALUS Polipeptida ------- dipeptida. Tripeptida. AA (diserap) Peptida ---------- AA bebas (diserap)

ABSORBSI & TRANSPORTASI AA diabsorbsi dalam waktu 15 menit setelah makan, di usus halus dg menggunakan mekanisme transpor natrium seperti absobsi glukosa AA  sirkulasi darah melalui vena porta  hati. Sebagian AA digunakan hati dan sebagian  sel jaringan Sbgn besar AA telah diabsorsi pada saat AA sampai di ujung usus halus. Hanya 1 % protein yang dimakan ditemukan dalam feses.

POOL ASAM AMINO Pool AA : cadangan AA dalam darah maupun dalam jaringan (hati, otot) yang setiap saat dapat digunakan tubuh Pool AA terbesar dalam bentuk jaringan otot skelet  bila dari makanan tidak cukup dan diperlukan AA untuk sintesa protein tubuh  sel2 otot dipecah  masuk dalam pool.

Lanjutan Protein tubuh endogen  keseimbangan dalam 2 bentuk yaitu protein plasma dan protein jaringan AA dari makanan hasil pembongkaran jaringan dikumpulkan dalam suatu pool asam amino  asam amino spesifik akan dikirimkan ke jaringan yang memerlukan

KESEIMBANGAN (BALANCE) Jaringan2 dalam tubuh manusia dalam keadaan seimbang yang dinamis (Dinamic state of equilibrium)  perbedaannya satu jaringan lebih aktif dari jaringan lain Protein Turn Over : Protein dalam jaringan tubuh selalu dibongkar dan dibangun  kecepatan turn over tertinggi pada mukosa usus, hati, pankreas, ginjal dan plasma. Terendah pada otot, otak, dan kulit. Hampir tak ada pada jaringan kolagen

KESEIMBANGAN NITROGEN Membandingkan N makanan dg kehilangan N dari tubuh (urin, feses, permukaan tubuh) KN 0 : N intake = N output konsumsi N cukup untuk mengganti kehilangan N (pada orang dewasa) KN + : KN intake > N output Pada bayi, anak, remaja, hamil, menyusui

Lanjutan KN KN - : KN intake < N output  pemecahan jaringan tubuh lebih cepat dr pada penggantiannya : sakit, sesudah operasi Keseimbangan nitrogen : pengukuran secara keseluruhan dan tidak mencerminkan keadaan masing2 jaringan

METABOLISME Proses pemecahan zat2 gizi di dalam tubuh untuk menghasilkan energi atau untuk pembentukan struktur tubuh Anabolisme  reaksi membangun Asam2 amino + energi  protein Katabolisme  reaksi memecah ikatan komplek menjadi ikatan lebih sederhana Protein  asam2 amino  energi

ANABOLISME Setelah diabsorbsi asam amino akan digunakan untuk protein jaringan  semua AA spesifik harus ada Zat yang mengatur sintesa protein DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) dalam nucleus Mengatur mekanisme dengan kontrol genetik yang diturunkan DNA membentuk pola dasar dari message code dalam tiap sel  menentukan protein spesifik tertentu yang akan disintesis

lanjutan 2. Messenger RNA (ribonucleic acid) Dibentuk oleh DNA dalam inti sel dan dicetak menurut pola spesifiknya masing2. RNA membawa pola yang dipindahkan dari DNA ke sitoplasma sel  dilekatkan pada ribosoma

TAHAP2 PEMBENTUKAN PROTEIN Aktivasi dari asam amino Supaya AA dapat bereaksi dengan subsitusi lain  dilakukan didalam sitoplasma sel dengan enzim pengaktivasi yang spesifik untuk setiap AA dan energi dari ATP (AMP). Enzym + AMP + AA  AA yang diaktifkan

Lanjutan Transfer RNA Tiap-tiap transfer RNA akan membawa masing2 AA ke messenger RNA dan menempati urutan2 yang ditentukan  deretan asam amino menurut kode yang dibawa oleh MRNA AA dikaitkan melalui ikatan peptida Kode yang dibawa MRNA merupakan kode susunan struktur primer protein

lanjutan Pembentukan rantai peptida Jaringan AA yang dibawa transfer RNA membentuk rantai peptida satu dengan yang lain  polipeptida  struktur primer protein disintesa  melepaskan diri dari ribosoma Bereaksi dengan gaya sekunder  protein sekunder Bereaksi dengan gaya tertier  protein kompleks

SINTESIS PROTEIN R1 0 R2 0 H2N --–C—-C-—N—-C—-C---OH H ikatan peptida