NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Masalah Real Masyrakat
Advertisements

NORMA STANDAR PEDOMAN MANUAL
PENETAPAN TERMINAL TIPE B DI JAWA BARAT
Perencanaan Kota Minggu 8.
Pemerintah Kota dan Pemerintah di Wilayah Perkotaan
ABSTRAK Pola pergerakan dalam sistem transportasi sering dijelaskan sebagai arus pergerakan (kendaraan, penumpang dan barang) yang bergerak dari zona asal.
Pendahuluan Jalan raya sejak mulai di rintis, hanya berupa lintas lalu lalang manusia untuk mencari nafkah dengan jalan kaki atau menggunakan kendaraan.
JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS GUNADARMA
PENGERTIAN KOTA Pengertian kota dihubungkan dengan fungsi kota.
Lepas jaketnya dunk Kalo gak sedang sakit !!!
BAHAYA PENYAKIT DAN KECELAKAAN DI PERUMAHAN DAN TEMPAT-TEMPAT UMUM
PENGUMPULAN DAN PENYAJIAN DATA POTENSI DESA
DEFENISI DAN FUNGSI TERMINAL SECARA UMUM
Latar Belakang Permasalahan
TRANSPORTASI DAN PENGGUNAAN LAHAN
Dampak Pariwisata dan Lingkungan Binaan
KONSEP PENATAAN RUANG PERMUKIMAN ISLAMI
PERENCANAAN WILAYAH REGIONAL PLANNING
MORFOLOGI DAN STRUKTUR RUANG KOTA
08 DEFENISI DAN FUNGSI TERMINAL SECARA UMUM
Itu pemenuhannya menjadi hal yang utama dalam kehidupan manusia. Rumah selain Rumah adalah merupakan kebutuhan hidup manusia yang paling dasar, untuk for.
Setiawargi Menata Diri
Studio Perencanaan Tapak Pertemuan 12
MANFAAT SIG XI IPS B DISUSUN OLEH: ADITYA WIDYA PRADIPTA (01)
Sejarah Kota Pertemuan 1
PENGANTAR PERENCANAAN JALAN RAYA
PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS KAWASAN PERMUKIMAN
TATA GUNA TANAH TATA GUNA: PENATAAN ATAU PENGATURAN
TATA LETAK BANGUNAN DAN PERANCANGAN RUANG TERBUKA
PERMUKIMAN.
Daya Tarik dan Daya Dorong Kota-Desa
SANITASI PEMUKIMAN (3 SKS) PENANGGUNG JAWAB : SUPRAPTO, SKM, MKES
Jenis dan bentuk rumah.
PENGANTAR MODEL PERKIRAAN KEBUTUHAN TRANSPORTASI
Kesehatan Lingkungan Pemukiman
Sarana dan Prasarana Perumahan Pertemuan 3
Pengantar Studio Perencanaan Wilayah
Pemahaman dan Analisis Iklim Mikro
Jaringan Transportasi
MENGENAL PERMUKIMAN Tim inti KOTAKU.
PENGERTIAN JARINGAN TRANSPORTASI
Studio Perencanaan Tapak Pertemuan 5
PEMBANGUNAN DESA NEXT BACK MENU Pengantar Proses Perencanaan
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
KONSEP PENATAAN RUANG PERMUKIMAN ISLAMI
SISTEM PANCA WILAYAH (SPW) Five Division System
Konteks “PERKEMBANGAN KOTA” dalam arsitektur
FALSAFAH DAN KOMPONEN FISIK DESA
KONSEP PERANCANGAN Memilih salah satu dari alternatif-alternatif yang sudah dibuat dalam tahap analisa, untuk dijadikan dasar pemikiran dan acuan dalam.
Kuliah 13 Terminal.
PERUNDANG-UNDANGAN SANITASI PERMUKIMAN DAN TEMPAT-TEMPAT UMUM
KONSEP PEMODELAN Untuk menyederhanakan suatu realita secara terukur
PENGANTAR PERENCANAAN JALAN RAYA
Urbanisasi dan Kontra Urbanisasi
DAMPAK PERTUMBUHAN KOTA OLEH FAIZAH MASTUTIE (pertemuan ke 2)
Disusun Oleh: Yogi Afroza ( )
KONSEP PENATAAN RUANG PERMUKIMAN ISLAMI
Kajian Teori Perumahan dan Pemukiman. Pengertian Rumah Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga.
Perencanaan Transportasi
Pengertian (1) Struktur Ruang Tata Ruang Pola Ruang
POLA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN SALURAN DRAINASE Studi kasus : Perumahan Pondok Ungu Permai, Kelurahan Kaliabang Tengah,
PENATAAN RUANG 14/01/ :10.
PROPOSAL PENELITIAN Oleh Ansar G2F PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN DALAM MENUNJANG PERTUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN KONAWE SELATAN.
TATA GUNA LAHAN DAN TRANSPORTASI. 1. Pendahuluan Untuk melestarikan lingkungan perkotaan yang layak huni, keseimbangan antara fungsi- fungsi tersebut.
PENYUSUNAN Rencana Detail Tata Ruang PUSAT IBUKOTA KARANG BARU DAN KOTA KUALA SIMPANG Tahun 2018 – 2038.
KONSEPSI KOTA Materi Kuliah Sosiologi Perdesaan dan Perkotaan
I. Rencana Perkuliahan. Penilaian Akhir 1. Kehadiran: 10 % 2. Tugas kecil/diskusi/presentasi: 10 % 3. UTS: 25 % 4. Tugas Besar: 30 % 5. UAS: 25 %
WAY FINDING.
PERENCANAAN TRANSPORTASI Disusun Oleh: MUHAMMAD ZIKRI (VC) PRODI TEKNIK PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA UNIVERSITAS ISLAM RIAU.
RDTR Tata ruang untuk investasi. Analisis pengembangan kawasan  Analisis ekternal yang mempengaruhi pengembangan kawasan 1.Arahan pengembangan kawasan.
Transcript presentasi:

NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA POLA SETTLEMENT PERUMAHAN DAN KONSEP

NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA Pola Settlement Pola tata ruang, kehidupan sebagai landasan teori dan konsepsi perencanaan tata ruang. 1.LE CORBUSTER Pola kota dan desa yang didasarkan pada fenomena atau mekanisme kehidupan manusia (human nachery) Contoh Kota Chandigarh (India)

NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA 2. RET CHOW Pola kota didasarkan kepada fenomena ”mekanisme” kehidupan tanaman (daun)

KENZO TANGE Settlement : tempat tinggal manusia Settled: betah dan merasa merupakan bagian dari tempat tinggal tersebut Pola Settlement : keteraturan dalam distribusi settlement Pola settlement yang optimun yaitu pusat-pusat pengumpulan manusia (settlement) tersebut besarnya diatur sesuai dengan tujuan-tujuan sosial dan ekonomi. NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA

NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA Beberapa Pedoman Pengembangan Fisik Desa 12 3

NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA 4 5

NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA Pola Permukiman Bugis Pola Permukiman di Jawa

NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA Clerence Stein & C.A Perry (1929)  Konsep C. Stein :Ide Neighbourhood unit (unit lingkungan) Sekolah dasar dan pusat pertokoan kecil untuk kebutuhan harian diletakan pada pusat unit lingkungan dengan radius 0,5 mil. Small shopping center untuk pelayanan kebutuhan rumah tangga sehari-hari, berlokasi dekat sekolah dasar Jalan-jalan berbentuk culdesac (jalan buntu) untuk membentuk ikatan sosial yang tinggi

NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA Konsep C.A Perry Pada prinsipnya C. Stein hanya membentuk faktor pengikat sosial berupa kegiatan yang lebih luas. Diantaranya tempat ibadah, balai lingkungan, sekolah dan pemerintah lokal.

NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA Melalui studi pendahuluan pada tahun 1926 dan dalam sebuah laporan yang dikemukakan oleh panitia perencanaan daerah New York dan sekitarnya pada tahun 1929, Perry mengemukakan konsep ”neighbourhood unit” yang intinya sebagai berikut :  Jalan arteri utama dan seluruh rute lalu lintas yang melewati areal lingkungan permukiman, melainkan harus melayani pada setiap pinggiran lingkungan tersebut.  Pada jalan interior harus di desain dan dikonstruksi meliputi cul- de- sac, letak curve (tikungan) dan lampu pengatur untuk menciptakan ketenagan, keamanan, pergerakan lalu lintas dengan volume rendah dan memelihara kesegaran udara lingkungan.  Jumlah penduduk harus dapat menunjang sekolah dasar (ketika Perry rumuskan teorinya, penduduk ditaksir sekitar 5000 jiwa, standar pengunjung sekolah dasar bisa lebih rendah dari orang)  Kelompok lingkungan pemukiman hat=rus berpusat kepada sekolah dasar yang diletakkan pada suatu tempat yang dilengkapi dengan lembaga-lembaga lainnya dengan pelayanan sampai ke pinggiran lingkungan pemukiman.  Lingkungan pemukiman harus menempati sekitar 74,33 Ha dengan kepadatan 10 keluarga per 0,4646 Ha.  Setiap unit harus dilayani oleh fasilitas pertokoan, peribadatan, sebiuah perpustakaan dan pusat pertemuan masyarakat diletakkan di dekat sekolah.

NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA Konsep Stein dan Henry Wright Dalam desain desa Radburn di New Jersey, Stein dan Henry Wright memperkenalkan pendekatan baru terhadap perencanaan ”Neighbourhood unit”. Konsep dasarnya yaitu ide kelompok besar (super blok). Tujuan utamanya adalah pemisahan antara pejalan kaki dengan lalu lintas kendaraan. Rumah-rumah dikelompokkan secara berurutan di sekitar jalan cul de sac yang dihubungkan dengan jalur pejalan kaki ke kebun-kebun. Sekolah dan pertokoan seluruhnya diletakkan di sekitar jalan interior super blok. Dengan cara pemisahan rumah dari jalan utama, diharapkan menjadi suatu pemikiran ideal dalam pemecahan masalah sirkulasi.

NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA

NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA Tingkatan Settlement Provincial Capital, Jumlah penduduk lebih dari jiwa dan dilengkapi dengan sarana universitas, surat kabar harian, pusat pemda, bank, rumah sakit umum pusat, pusat semua jaringan utilitas, tempat ibadat Local Capital, Jumlah penduduk jiwa, dilengkapi fasilitas tetapi tidak selengkap provincial capital. Fully Fleged Town, Jumlah penduduk jiwa dan dilengkapi fasilitas rumah sakit kecil, bank-bank cabang, bioskop, SMP dan SMA Urban Villages/Mayor Rural Centres, Jumlah penduduk jiwa dan dilengkapi dengan kantor kelurahan da nbeberapa toko. Villages, Hanya dilengkapi tempat ibadah, SD dan warung Hamlet, Hanya kumpulan beberapa rumah Pola settlement tergantung dan dihubungkan dengan prasarana transportasi

Konsep Lingkungan Permukiman Suatu lingkungan permukiman untuk 1200 orang penduduk lengkap dengan fasilitas sosialnya. Robert Owen (1813), Sosiolog Inggris : Charles fourir : Suatu lingkungan permukiman untuk 1800 orang NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA

NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M MORFOLOGI DAN TATA RUANG DESA