TAHAPAN AUDIT Pertemuan 7 Matakuliah: A0124 / Audit Keuangan Tahun: 2007.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PELAPORAN AUDIT.
Advertisements

Pemahaman Struktur Pengendalian Intern
Perencanaan Audit (Audit Plan)
BAB 21 AUDIT ATAS SIKLUS PEROLEHAN DAN PEMBAYARAN KEMBALI MODAL
MATERIALITAS, RESIKO & STRATEGI AUDIT AWAL
SIKLUS JASA PERSONALIA
KESELURUHAN RENCANA AUDIT DAN PROGRAM AUDIT
BAB V AUDIT SIKLUS INVESTASI DAN PENDANAAN
Local Government Auditing Course Berbasis IPSAS
Tommi Pradana
PERENCANAAN AUDIT dan PROSEDUR ANALITIS
PERTANGGUNGJAWABAN dan TUJUAN AUDIT
Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Awal
Pertemuan 6 Materi 6. Sistem Pengendalian Intern
Pertemuan 3 Materi 3. Perencanaan Audit
GAMBARAN UMUM PROSES AUDIT
PELAKSANAAN AUDIT LAPORAN KEUANGAN Pertemuan 15
(AUDIT OF THE CAPITAL ACQUISITION AND REPAYMENT CYCLE)
PENAKSIRAN RISIKO DAN DESAIN PENGUJIAN
RESIKO DETEKSI DAN PERANCANGAN PENGUJIAN SUBTANTIF
SIKLUS PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS
MATERIALITAS DAN RISIKO AUDIT
BAB 8 MATERIALITAS dan RISIKO AUDIT
UNIVERSITAS MERCU BUANA
PENERIMAAN PERIKATAN dan PERENCANAAN AUDIT
AUDIT SIKLUS PENDANAAN
PENERIMAAN PENUGASAN DAN PERENCANAAN AUDIT
MENERIMA PERIKATAN DAN MERENCANAKAN AUDIT
Last Presentation 16 Juli 2016.
AUDIT SIKLUS PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS Pertemuan 16
TAHAPAN AUDIT (LANJUTAN) Pertemuan 8
BAHAN BUKTI AUDIT Pertemuan 10
PENERIMAAN PENUGASAN DAN PERENCANAAN AUDIT
PERENCANAAN AUDIT & JENIS PENGUJIAN
Penerimaan Penugasan dan Perencanaan Audit
AUDIT SIKLUS PENDANAAN
Bab I Pengauditan dan Profesi Akuntan Publik Dosen Pengampu:
Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Awal
TAHAP PENERIMAAN PERIKATAN DAN PERENCANAAN AUDIT
Topik 5.
Siklus akuisisi modal & pembayaran kembali
PERENCANAAN AUDIT ACUAN :
RISIKO AUDIT: RISIKO AUDIT = RISIKO SALAH SAJI MATERIAL * RISIKO AUDITOR GAGAL MENDETEKSI SALAH SAJI RISIKO AUDIT = RISIKO BAWAAN * RISIKO PENGENDALIAN.
Disusun Oleh: Aisyah Nasution Hemat Sitorus Linda Lusi Septriana
PROSES AUDIT Oleh : Muhammad Zainal Abidin SE, Ak, MM.
PERENCANAAN AUDIT & JENIS PENGUJIAN
ARENS 12th EDITION, CHAPTER 13
AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN
TANGGUNG JAWAB DAN TUJUAN AUDIT
MATERIALITAS, RISIKO, DAN STRATEGI AUDIT AWAL
BAB 8 MATERIALITAS dan RISIKO AUDIT
PENGAUDITAN LAPORAN KEUANGAN
MATERIALITAS DAN RISIKO
JENIS PENGUJIAN Auditor menggunakan 5 Jenis Pengujian
PENGAUDITAN SIKLUS JASA PERSONALIA Disusun Oleh : 1. Bunga Firiyani ( ) 2. Nining Wulandari ( ) 3. Rika Agustin ( ) 4. Yemima.
Pemahaman Struktur pengendalian intern
PENERIMAAN PENUGASAN DAN PERENCANAAN AUDIT
Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Awal
KESELURUHAN RENCANA AUDIT
MATERIALITAS, RESIKO AUDIT, DAN STRATEGI AUDIT
Audit Siklus Investasi Instrumen Keuangan (Obligasi dan Saham)
BAGIAN 8 PENERIMAAN PENUGASAN AUDIT DAN PERENCANAAN AUDIT
AUDIT SIKLUS PENDANAAN
A. Perencanaan Audit (Audit Plan)
BAB 8 MATERIALITAS dan RISIKO AUDIT
Konsep Audit Siwidyah DL. Kenapa Auditing Diperlukan? Adanya hubungan ekonomi di dalam entitas, dan hubungan antara entitas dengan pihak lain yang memiliki.
RESIKO USAHA, RESIKO INFORMASI DAN RESIKO AUDIT SERTA PROSEDUR TELAAH ANALITIS KHAERANI M A HAYU A MAYA C.
MATERIALITAS DAN RISIKO DISUSUN OLEH: KELOMPOK 3 1. DHEA RINI SURURI HARAHAP 2. NIA LATHIFA HIDAYANI 3. NURAINA IZZATIN.
PENGAUDITAN SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA Oleh: Lita Noviyanti29202 Utami Praditya29212 Anastasia Vicky PA
Tanggung Jawab dan Tujuan Audit Azmi Fasa, S.E., M.E.
Transcript presentasi:

TAHAPAN AUDIT Pertemuan 7 Matakuliah: A0124 / Audit Keuangan Tahun: 2007

Bina Nusantara TAHAPAN AUDIT Tahap I Merencanakan dan merancang pendekatan audit Tahap II Melaksanakan pengujian atas pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi Tahap III Melaksanakan prosedur analitis dan pengujian atas rincian saldo Tahap IV Menyelesaikan audit dan menerbitkan laporan audit

Bina Nusantara Tahap I Merencanakan dan merancang pendekatan audit 1.Perencanaan pendahuluan 2.Perolehan informasi mengenai latar belakang klien 3.Perolehan informasi mengenai Perolehan informasi mengenai kewajiban hukum klien 4.Melaksanakan prosedur analitis pendahuluan 5.Menentukan materialitas, dan menaksir risiko audit dan risiko bawaan yang dapat diterima 6.Pahami struktur pengendalian internal dan tetapkan risiko 7.Kembangkan rencana audit keseluruhan dan program

Bina Nusantara ALASAN AUDIT HARUS DIRENCANAKAN DENGAN BAIK : 1. Memperoleh bukti kompeten yang cukup Dimaksudkan untuk menekan tanggungjawab hukum seminimal mungkin, dan mempertahankan reputasi yang baik dalam msayarakat profesi. 2. Membantu menekan biaya Dalam rangka persaingan agar klien tidak lari (tentunya dengan mempertahhankan kualitas pekerjaan) 3. Menghindari salah pengertian dengan klien Dimaksudkan untuk menjaga hubungan baik dengan klien dan memudahkan pelaksanana pekerjaanyang bermutu dengan biaya yang wajar

Bina Nusantara 1. PERENCANAAN AWAL / PENDAHULUAN 1)Keputusan menolak atau menerima penugasan (klien lama dan klien baru) 2)Mengidentifikasikan alasan-alasan klien untuk diaudit 3)Menentukan staf yang ditugasi 4)Mendapatkan surat penugasan

Bina Nusantara 2. MEMPEROLEH INFORMASI LATAR BELAKANG KLIEN MAKSUD: 1.Memahami prinsip akuntansi dan sesuaikan dengan SAK? 2.Identifikasi dan menetapkan risiko audit 3.Memahami & identifikasi risiko bawaan CARA: a.Diskusi dg auditor lalu & pegawai b.Dari pedoman audit, majalan, asosiasi c.Program latihan d.Permanent files e.Peninjauan falisitas klien f.Menelaah kebijakan perusahaan g.Menelaah pihak hub istimewa h.Evaluasi kebutuhan tenaga expert

Bina Nusantara 3. MEMPEROLEH INFORMASI MENGENAI KEWAJIBAN HUKUM KLIEN Diperoleh melalui: Akte pendirian dan anggaran dasar Risalah rapat (Pemegang Saham, Dekom, Direksi) Kontrak

Bina Nusantara 4. MELAKSANAKAN PROSEDUR ANALITIS PENDAHULUAN TUJUANPROSEDUR Memahami industriHitung rasio-rasio kunci & ban- kliendingkan dg rata2 perush lain Menilai kelangsunganHitung rasio hutang thd ekuitas hidup perusahaan& bandingkan dg th lalu dan perusahaan lain yg sukses Menunjukkan kemungkinanBandingkan dg beban repair & salah saji materialmaintenance dg th lalu Mengurangi pengujianBandingkan dg biaya dibayar Terincidimuka dan akun terkait th lalu

Bina Nusantara 5. MENENTUKAN MATERIALITAS DAN MENAKSIR RISIKO AUDIT DAN RISIKO BAWAAN YANG DAPAT DITERIMA Materialitas didefinisikan sebagai jumlah atau besarnya salah saji dalam informasi akuntansi yang, dalam kaitannya dengan kondisi yang bersangkutan, mungkin membuat pertimbangan keputusan pihak yang berkepentingan berubah atau berpengaruh oleh salah saji tersebut. Pertimbangan materialitas mencakup: - Pertimbangan kuantitas - Pertimbangan kualitas

Bina Nusantara PENYEBAB SALAH SAJI Salah saji karena kekeliruan (errors) Sifatnya: Tidak sengaja Pelaku: Umumnya karyawan Contoh: Salah hitung/salah posting Salah saji karena ketidak-beresan (irregularities) Sifatnya: Disengaja Pelaku: Karyawan (pencurian harta, penjualan tunai dan penagihan yang tdk dicatat). Manajemen (pelaporan yang menyesatkan)

Bina Nusantara RISIKO AUDIT Risiko bawaan (inherent risk) Kerentaan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap suatu salah saji yang material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat kebijakan dan prosedur SPI yang terkait. Contoh: Risiko pengendalian (control risk) Risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh SPI Risiko deteksi/penemuan (detection risk) Risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi

Bina Nusantara HUBUNGAN ANTAR RISIKO AUDIT Kerentaan asersi Individu terhadap Salah saji material Struktur Pengenda-lian Intern Salah saji di-cegah dan di-deteksi de- ngan struktur pengendalian intern klien Salah saji material tidak dapat dicegah atau dideteksi dengan struktur pengendalian intern Prosedur audit untuk memverifikasi asersi Salah saji dide-teksi dengan prosedur veri- fikasi auditor Laporan keuangan yang berisi salah saji material, namun diberikan pendapat WTP Salah saji material tetap tidak dapat dideteksi dalam asersi individu Risiko Bawaan Risiko Pengendalian Risiko Deteksi