Thermotherapy Terapi Ultra Violet Terapi Latihan Stimulasi Listrik Dll

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
MANUAL HANDLING Manual Handling :
Advertisements

Kecantikan Wanita Inner Beauty Sikap, Kepribadian, Moral, dll
SETRUMAN SEHAT Disusun Oleh : Ayu Kartika G
STRETCHING LENNY.
Radang Burhannudin Ichsan.
PERTOLONGAN PERTAMA JIKA TERJADI CEDERA
UJI I PROGRAM EDUKASI PENYAKIT REUMATIK Terapi Agresif pada Artritis Reumatoid Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Reumatik Pemberian obat intra-artikular.
Respon – Adaptasi akut & kronis tubuh terhadap latihan Fisik
BIOFISIK DALAM FISIOTERAPI
Kelompok 4 Febri Prihatnanto Dian Karimawati Windasari K
TISSUE RESPONS JARINGAN TUBUH STRESSOR FISIKA REAKSI CELL - JARINGAN REAKSI FISIOLOGIS PENGARUH TERAPI.
LUKA BAKAR.
Massage pada olahraga.
Syahmirza Indra Lesmana
STRAIN, SPRAIN & DISLOCATION
FISIOTERAPI DALAM PASCA BEDAH ORTHOPEDI
KEBUTUHAN PERSONAL HIGIENE by: Richa Noprianty
Syahmirza Indra Lesmana
LATIHAN FISIK PADA LANSIA
Selamat Siang...
Menghitung Tetesan Infus
Lanjutan Presentasi dr. Nuhonni
Wahai Penggemar Makan Enak, Awasi Ginjalmu!
Perilaku Seksual dan Hubungannya dengan Kesehatan
PRINSIP-PRINSIP PEMBERIAN OBAT
Penyakit Darah Rendah (Hipotensi)
ELEKTRO CONVULSIVE THERAPY
DIATHERMY FISIOTERAPI
“(SISTEM PERTAHANAN TUBUH)”
FISIOLOGI KERJA Modul 13.
Pengaturan Suhu Imran Tumenggung.
BIOMEKANIKA.
Prinsip perawatan pasien medik
PEMANASAN DAN PENDINGINAN dalam olahraga
Praktek profesi GERONTIK FAKULTAS KEPERAWATAN UNAND
ANATOMI & FISIOLOGI.
PERINTANG GANGLION DISUSUN OLEH : KELOMPOK V FANI NOVITA FIRDA ARISNA
MERILIZA WATI S NIM: TINGKAT III B.
Petir : Volt – Volt = Kvolt PLN : Sumber  1 KVolt
Sindrom Guillain–Barré
KONSEP PEMBALUTAN & PEMBIDAIAN Rudiyanto PSMK FK UB.
PENANGANAN FISIOTERAPI PADA PENDERITA GANGGUAN HERNIA DISKUS
Pengertian Tindakan keperawatan adalah suatu tindakan membersihkan seluruh bagian tubuh pasien dengan posisi berbaring di tempat tidur dengan menggunakan.
CARA MEMPERTAHANKAN SUHU TUBUH
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA PENDERITA LUKA BAKAR
TRAUMA 2.
DIABETES MELLITUS “The Best Prescription is Knowledge"
INFEKSI AKUT KASUS OBSTETRI
1. Terminologi PRICE -> pertolongan pertama pada cedera olahraga akut dengan kondisi tertutup (tidak ada robekan kulit atau perdarahan), singkatan dari.
Carpal Tunnel Syndrome
OLEH : WITRI HASTUTI, S.Kep, Ns STIKES KARYA HUSADA SEMARANG 2008
MANAJEMEN NYERI TEKNIK MASSAGE
UJI I PROGRAM EDUKASI PENYAKIT REUMATIK Terapi Agresif pada Artritis Reumatoid Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Reumatik Pemberian obat intra-artikular.
PENANGANAN CEDERA PADA ATLET DENGAN HYDROTHERAPY
PERTOLONGAN PERTAMA PADA LUKA BAKAR
Terapi Modalitas Sistem Pernafasan
FT CARDIPULMONAR JENNIFER DHEA FISIOTERAPI 2014.
LUKA BAKAR Luka bakar adalah : semua cidera yang terjadi
CEDERA SISTEM OTOT RANGKA
Komputer dan Kesehatan
TINJAUAN MEDIS PUASA TERHADAP BEBERAPA PENYAKIT
PERDARAHAN DAN SYOK Perdarahan : Perdarahan Nadi ( Arteri )
PENYAKIT DEGENERATIF. Apa itu PENYAKIT DEGENERATIF?  Merupakan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan.
Psychogenic pain dr. Soraya T.U, Mkes SpKj.
LUKA BAKAR ( COMBUSTIO )
Asuhan keperawatan pada klien dengan masalah nyeri Ahmad Zaini Arif. S.Kep., Ns.
DIABETES MELLITUS : Kenali, cegah, dan kendalikan Dr. Ema Mayasari UPTD PUSKESMAS TELAGASARI.
BY : FITRIA OKTARINA.  suatu kondisi dimana tubuh dapat melakukan kegiatan dengan bebas (kosier,1989).  kemampuan seseorang untuk berjalan bangkit berdiri.
Apriyanto. 1. Bahaya listrik 2. Bahaya listrik bagi manusia 3. Bahaya kebakaran dan peledakan.
Transcript presentasi:

Thermotherapy Terapi Ultra Violet Terapi Latihan Stimulasi Listrik Dll MODALITAS PENGOBATAN Thermotherapy Terapi Ultra Violet Terapi Latihan Stimulasi Listrik Dll

Harus paham indikasi dan kontra indikasi Orang yang terlibat dalam tim Rehabilitasi harus cakap dalam melakukan tindakan terapi fisik dan psikologis guna mencegah cacat sekunder dan memelihara kemampuan yang ada, dan memperbaiki kemampuan pasien yang cacat agar pasien dapat mandiri. Harus paham indikasi dan kontra indikasi Juga efek Psikologis dan Fisiologis

Latihan, panas, dingin, Ultra Violet, Elektroterapi, Traksi, Massase dapat diresepkan tersendiri, tapi lebih efektif bila diberikan secara komprehensif Contoh : Pemanasan (Terapi Panas) sebelum latihan akan meningkatkan hasil, dengan mengurangi nyeri dan kaku sendi. Selanjutnya latihan akan mempesiapkan pasien untuk transfer dan latihan jalan

Perhatian dalam meresepkan modalitas panas Pilih modalitas yang paling sederhana Pilih modalitas yang aman dipakai dirumah bila diperlukan Pakai tempat tidur atau meja dari kayu Buka pakaian dan tutup untuk privasi dan hindarkan metal dari daerah yang diobat Selalu tempatkan elemen panas pada pasien, jangan sebaliknya yang akan merobah persepsi pasien terhadap panas dan akan meningkatkan aliran darah lokal dimana peningkatan temperatur lokal sangat cepat.

Ikuti termoterapi dengan massase atau latihan Jangan gunakan panas pada area yang insuffisiensi arteri Jangan gunakan panas pada daerah yang anastetik atau hyperstetik karena kesadar-an pasien terhadap perobahan temperatur perlu diperhatikan Jangan gunakan panas pada ekstremitas yang tergantung dan ikuti aplikasi panas dengan meninggikannya dan latihan untuk mencegah oedema Jangan resepkan terapi panas pada bayi dan orang tua, toleransi mereka terhadap perobahan suhu kurang baik

Aliran darah meningkat ke daerah yang dipanaskan Efek fisiologis termoterapi termasuk : - Peningkatan temperatur - Peningkatan kecepatan metabolik lokal - Peningkatan aliran darah kapiler - Peningkatan tekanan hidrostatik kapiler Aliran darah meningkat ke daerah yang dipanaskan Menolong mencegah terbakar kec. pada pasien yang tgg respon vaskularnya, spt pada arteriosklerosis berat

Reflek vasodilatasi dan keringat meningkat Cardiac Output meningkat Usaha menjaga suhu secara homeostasis Oksigen meningkat Bahan nutrien meningkat Antibodi meningkat Lekosit yang ada meningkatkan fagositosis

Panas mengurangi spasme otot Perobahan fisiologis ini, mempunyai efek terapi yang subjektif dan objektif Objektif Panas mengurangi spasme otot Meningkatkan aliran darah dan ekstenbilitas jaringan kolagen Memudahkan resolusi infiltrat, oedema, dan eksudat Subjektif Efek sedasi dan relaksasi Mengurangi nyeri Mengurangi kekakuan sendi

4 Faktor utama yang menentukan reaksi fisiologi dari panas Tingkat temperature jaringan berkisar antara 40 – 45,50 C Lama pemanasan 3 – 35 menit Kecepatan peningkatan temperatur Ukuran daerah yang dipanaskan

Efek terapi dari panas tidak hanya tergantung dari efek fisiologis secara umum tapi juga kedalaman panasnya Superfisial Kantong panas Bak Parafin Hydrocolator pack Infra red Hydroterapi Moist air cabinet Profunda (dalam) Short Wave Diathermi Microwaves Ultra Sound

Contoh, Parafin, Kantong panas, Hydrocolator pack Alat Superfisial Konduktif Contoh, Parafin, Kantong panas, Hydrocolator pack Radiasi Contoh, Infra red Konfektif Contoh, hydroterapi

Alat Deep Heating SWD Microwave Konduktif, terbesar melalui jaringan yang megandung kadar air tinggi Dosis tergantung terhadap rasa panas subjektif yang dirasa pasien Lama terapi lebih kurang 20 menit Microwave Elektromagnetik yang dapat direfleksikan, refraksikan atau diserab jaringan Suhu tertinggi terdapat diantara tulang dan otot Tidak efektif utk bahu dan panggul Dosis bisa diukur, jarak ke objek dan lama terapi lk 20 menit

Ultra Sound Penggunaan sangat luas Sendi yang ditutupi massa yang tebal Kerugian cenderung berpotensiasi untuk terbentuk kavitasi gas dalam jaringan Dosis berkisar 0,5 – 2,75 Watt / cm2 selama 5-10 menit melalui bagian anterior, posterior dan lateral sendi

TERAPI DINGIN ( Cryotherapy ) Mengurangi oedema Mengurangi ekstravasasi sel-sel darah dan substansi melalui membran pembuluh darah Memperlambat reaksi enzimatik didaerah yang didinginkan Mengurangi kecepatan hantaran saraf Temperatur kulit menurun dengan cepat, sementara temperatur otot memerlukan waktu 10 menit pada orang kurus dan 30 menit orang gemuk

Reaksi fisiologis menimbulkan efek terapeutik Mengurangi spasme otot dan spastisitas Mengurangi bengkak, perdarahan, dan oedema yang timbul akibat trauma mekanis seperti sprain. Mengurangi kerusakan jaringan akibat luka bakar bila digunakan segera setelah trauma panas Langsung menghilangkan nyeri atau beraksi sebagai counterirritant, meningkatkan ambang nyeri. Mengurangi oedema dan merusak aktivitas enzim pada radang sendi. Mengurangi aktifitas metabolik lokal, menjaga anggota gerak dari aliran arteri yang terganggu

Penggunaan : Pendinginan dan kompresi yang simultan dilakukan 4 – 6 jam, segera setelah trauma, untuk mencegah pembengkakan dan perdarahan substansial. Sebaliknya penggunaan biasanya sekitar 20 menit untuk 2 – 3 kali sehari. Hindarkan pendinginan yang berlebihan yang akan meningkatkan kekakuan sendi dan menghambat penyembuhan

Metode penggunaan Kantong es Cold packs Bak es Handuk dingin / es Massase pakai es Ethylchloride spray No. 1 – 5 dapat digunakan dengan mudah di rumah

Perbandingan efek terapi panas dan dingin KONDISI PANAS DINGIN Spasme Otot Berkurang Nyeri Perdarahan Bertambah Oedema (Trauma) Pembengkakan Kerusakan jar. (Luka bakar) Kekakuan sendi

ULTRA VIOLET Efek terapeutik gelombang pendek tms. Produksi vitamin D Sterilisasi kulit Pigmentasi & eritema kulit Eksfoliasi kulit Efek ini menolong menyembuhkan : Jerawat, Psoriasis, Ulkus dekubitus, Herpes Zoster, Lupus Vulgaris, dan Karbunkel

Terapi UV lebih efektif bila digunakan dengan modalitas terapi lain. Tehnik Goeckerman (contoh) Dengan mengoleskan ter malam sebelum terapi Psoriasis kulit Cara lain pemberian obat yang fotosensitif seperti methoxsalen

Dosis Diukur dalam MED (Dosis minimum efektif). Eritema ringan pada kulit orang kulit putih. Tapi usia lampu juga menentukan dosis. Lampu kuarsa baru MED 15 detik, jarak 75 cm. Dosis bervariasi tgt kelainan kulit. Untuk menghindari kerusak-an jaringan dan epitel dosis yang lebih tinggi hanya di-gunakan pada daerah lesi dan daerah sekitarnya dilindungi. Pasien dan petugas memakai kacamata pelindung untuk menghindari radiasi UV, karena bahaya fotoopthalmia

TERAPI LATIHAN Tujuan : Memperbaiki koordinasi Meningkatkan LGS, fleksibilitas dan ketahanan Memperkuat otot yang lemah yang disebabkan oleh penyakit, trauma atau disuse Memelihara fungsi muskuloskeletal Memfasilitasi relaksasi

Instruksi terapi yang jelas & terperinci Untuk itu dalam meresepkan latihan : Perlu sebelumnya dilakukan pemeriksaan MMT LGS Keadaan tulang dan sendi Dan masalah koordinasi Instruksi terapi yang jelas & terperinci

Jenis Definisi Tujuan & Indikasi Kontraindikasi Pasif LGS Latihan aktif Latihan aktif dibantu Bagian tubuh disupport semua, secara manual atau mekanik, dan dilakukan pada sendi yang ada Pasien menggerakan bagian tubuh tanpa bantuan atau tahanan Bagian tubuh digerakkan dengan LGS yang ada dengan bantuan mekanis atau manual Menjaga mobilitas sendi, pada pasien yang tidak sadar atau yang tidak berespon Memelihara LGS dan kekuatan minimal bila aktivitas terbatas dan menstimulasi sistem Kardiopulmunal Memelihara mobilitas sendi dan kekuatan bila pasien kurang kuat utk melakukan LGS penuh atau bila bagian tubuh yang dilatih tidak kuat walau sudah merobah posisi Tromboplebitis, fraktur yang tidak difiksasi, gangguan sensasi sendi Istirahat total Istirahat total, mem butuhkan untuk tidak menggerakan sendi

Jenis Definisi Tujuan & Indikasi Kontraindikasi Latihan resistif Latihan Isometrik Neurofisiologi Tahanan manual atau mekanis diberikan waktu menggerakkan sendi atau pada ujung sendi Kontraksi maksimal otot atau kelompok otot dilaku-kan tanpa menggerakkan sendi Pola motorik yang diingin-kan dilakukan ber ulang-ulang dengan usaha ter-batas, aktifitas diturunkan sampai ke komponen sederhana Membangun kekuatan secara cepat dlm mem persiapka jalan pakai crutch, pindah sendiri, atau jalan dengan kursi roda,atau menstabil-kan sendi setelah fraktur sembuh Memelihara batas kekuatan dan besar otot bila bagian tubuh diistirahatkan misal dlm gips Mengajarkan untuk mengontrol atau meng-hambat otot tertentu atau koordinasi bebe rapa otot untuk mem-peroleh aktifitas gerak an yang diinginkan, membangun koordi-nasi sesegeranya Nyeri atau bengkak setelah latihan Istirahat total

STIMULASI LISTRIK TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) FES (Functional Electrical Stimulation)

Pemeriksaan MMT & sensory, harus dilakukan Kemudian baru pilih modalitas yang digunakan untuk tujuan : - menghilangkan nyeri - merelaksasikan otot - re edukasi otot - menggerakkan otot yang tidak berfungsi

TENS Elektroda ditempatkan pada permukaan kulit diatas jalur serat afferen untuk menghilangkan nyeri Dapat dilakukan 2 – 3 kali sehari dirumah Waktunya dari 20 – 60 menit Kontra indikasi pada pasien yang memakai pacu jantung, dan sekitar uterus wanita hamil Pakai jelly, dan pasang uni lateral untuk keaman-an jantung

FES Kontraksi otot yang lemah dapat dikontrol dengan FES yang bertujuan untuk memperoleh gerakan yang bermanfaat Sering digunakan untuk latihan jalan pada gangguan UMN, tapi dapat dipakai untuk melatih kembali jari mengenggam benda Tidak efektif pada hemiplegia, paraparese, CP, multiple sklerosis Kontra indikasi spastik equinovalgus yang kuat, panggul yang sangat lemah,

TRAKSI Digunakan untuk menghilangkan tekanan sendi, atau tegangan otot, tendon dan diskus Bisa kontinu atau intermitten dengan alat atau manual Disertai dengan program pemanasan, massage, dan latihan Beban traksi dan waktunya sesuai dengan berat dan sifat kondisi pasien, dan juga toleransinya. Sesuaikan dengan alignment tubuh Indikasi pada nyeri akibat irritasi atau kompresi radik saraf karena trauma atau degeneratif Mencegah mual dan muntah mulai traksi dengan beban 3 kg dan dinaikkan secara progresif beban dan waktunya. Reaksi terbaik pada beban 10-15 kg, 15-20 menit sehari selama 7-10 hari, dan tapering off 3 x seminggu, sampai total 3-4 minggu dan harus dihentikan bila tak ada perbaikan pada akhir periode.

MASSAGE Tdd 4 tehnik terapi yaitu Kompresi, untuk mobilisasi deposit jaringan dan melepaskan perlengketan Stroking, untuk melepaskan deposit jaringan dan cairan oedema Friksi, untuk mengobati area yang sangat terbatas khususnya nodul-nodul Perkusi, untuk efek psikologis dan sedasi pada akhir tindakan.

Memobilisasi jaringan yang kontraktur Melalui tehnik ini : Menghilangkan nyeri Mengurangi bengkak Memobilisasi jaringan yang kontraktur Indikasi : Sequele fraktur Dislokasi, trauma sendi Sprain, strain, trauma tendon dan saraf Neuritis

Kontra indikasi : - Tumor - Infeksi - Penyakit kulit - Thromboplebitis

Terima kasih