Analisis Deliniasi Regional (Penentuan Batas-batas dan Klasifikasi Wilayah) Tim MK.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PROSES DAN MEKANISME PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN
Advertisements

Pertumbuhan Pro-Kemiskinan
Mendeskripsikan angkatan kerja, tenaga kerja dan kesempatan kerja
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP GEOGRAFI PERTANIAN
PERSPEKTIF GEOGRAFI PERTANIAN
STAR.
PERENCANAAN AGRIBISNIS INDIKATOR HASIL BELAJAR
Dasar Pengelolaan Sampah Kota
PROBLEMATIK EKONOMI Pertemuan 2.
Tindakan Sosial  Seluruh perilaku manusia yang dilakukan dengan sadar ataupun tidak sadar untuk mencapai tujuan tertentu. Tidak semua perilaku dapat.
STRUKTUR DAN DESAIN ORGANISASI
SISTIM NERACA SOSIAL EKONOMI NERACA ARUS DANA SISTIM NERACA LINGKUNGAN
SEGMENTASI, PENENTUAN TARGET DAN POSITIONING
PEWILAYAHAN Pewilayahan atau regionalisasi merupakan proses penentuan batas daerah. Bentuk yang dihasilkan dalam pewilayahan sangat tergantung pada maksud.
Konsep Pengembangan Wilayah
Menentukan Perilaku Biaya
`KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
CRM : Analisa Portofolio Pelanggan(CPA)
STIE DEWANTARA ASPEK EKONOMI & SOSIAL Studi Kelayakan Bisnis, Sesi 8.
MODUL STUDI KELAYAKAN BISNIS
Problem Solving (Pemecahan Masalah)
Daya Tarik dan Daya Dorong Kota-Desa
MATA KULIAH : PENGANGGARAN PERUSAHAAN
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
Spatial approach & perencanaan
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
bersaing terutama di dalam rangka penguasaan wilayah pemasaran.
LINGKUP EKONOMI TEKNIK
Teori dan Permasalahan Pembangunan Ekonomi
Manajemen Umum PERTEMUAN 6 Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan
Sessi 3 PROSES PERENCANAAN STRATEGIS
Latihan soal Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Pro-Kemiskinan
1. PERSIAPAN SOSIAL Bertujuan mengajak partisipasi atau peran serta masyarakat sejak awal kegiatan, perencanaan program, pelaksanaan,
STRATEGI LOKASI - MANAJEMEN OPERASIONAL-.
Erlin Meilani W A
RUANG LINGKUP ILMU EKONOMI REGIONAL
Pengembangan Sumber Daya Air
Mata Pelajaran : Ekonomi
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
Model Rasio Pertumbuhan (MRP)
PERMASALAHAN KETENAGAKERJAAN DI NEGARA BERKEMBANG
TEKNIK ANALISIS EKONOMI DAN SOSIAL
MEDIA PEMBELAJARAN By: Durinda Puspasari.
Lingkungan Pemasaran Global
PERTUMUHAN EKONOMI DAN PENENGGULANGAN KEMISKINAN
Jenis data penentuan lokasi pabrik : Data kualitatif, seperti kualitas sarana transportasi, iklim dan kebijakan pemerintah. Data kuantitatif, seperti.
METODOLOGI PENELITIAN BISNIS
BAB II PEMBANGUNAN EKONOMI.
Ekonomi Pembangunan Ketimpangan Distribusi Pendapatan
PEMBANGUNAN AGROPOLITAN BERBASIS AGRIBISNIS PETERNAKAN: SUATU KONSEP
KONSEP WILAYAH DAN PUSAT PERTUMBUHAN.
PERTEMUAN 4.
NEGARA MAJU NEGARA BERKEMBANG.
Dosen Pembimbing : Mata Kuliah :
WILAYAH PERWILAYAHAN. Wittlesey mengemukakan unit-unit sebuah region dapat dibentuk oleh hal-hal berikut ini. 1.Ketampakan iklim saja, tanah saja sehingga.
1. Penentuan Lokasi Pabrik
STUDI KELAYAKAN BISNIS
POVERTY AND NUTRITIONAL STATUS
KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN. 1. KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN 11. HUBUNGAN KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN OVERVIEW.
MATERI : KEBIJAKAN-KEBIJAKAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI
STRUKTUR DAN DESAIN ORGANISASI
Menentukan Perilaku Biaya
Disusun Oleh: Fitra Firmansyah Mutia Agnes Hambali Rozi Syaputra Wahyu Pradana Ginting UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2018/2019 PERKEMBANGAN WILAYAH.
KETENAGAKERJAAN.
PENGORGANISASIAN MASYARAKAT
Peranan Ilmu Pengembangan / Pembangunan Wilayah pada Setiap Tingkat Wilayah 01/05/ :10.
Negara Maju dan Berkembang
Indikator Pembangunan Ekonomi
RDTR Tata ruang untuk investasi. Analisis pengembangan kawasan  Analisis ekternal yang mempengaruhi pengembangan kawasan 1.Arahan pengembangan kawasan.
Transcript presentasi:

Analisis Deliniasi Regional (Penentuan Batas-batas dan Klasifikasi Wilayah) Tim MK

Materi Pendahuluan Wilayah dalam Perencanaan Regional(Konsepsi wilayah) Analisis Penentuan Batas-batas dan Klasifikasi Wilayah(Penentuan Batas Daera Homogen atau formal, Penentuan Batas Daerah fungsional) Analisis Klasifikasi Wilayah(Metode Kualitattif, Kuantitatif)

Pendahuluan Perencanaan adalah proses pemecahan persoalan yang berorientasi pada masa yang akan datang. Wilayah atau region merupakan kesatuan atau kebulatan riil yang positif dapat diidentifikasikan dengan natural region atau hasil dari imajinasi.

Konsepsi wilayah Dua pandangan mengenai wilayah. 1. Subyektif: wilayah merupakan sarana untuk mencapai suatau tujuan. Wilayah hanya suatu ide atau model untuk mempelajari dunia. Wilayah adalah metode klasifikasi untuk memisahkan areal. 2. Obyektif: wilayah sebagai suatu kebulatan riil, suatu organisme yang dapat diidentifikasikan dan dipetakan.

Pandangan subjektif memiliki penganut lebih luas Pandangan subjektif memiliki penganut lebih luas. Wilayah dapat berbentuk formal atau fungsional berdasarkan kriteria tunggal atau jamak. Wilayah formal, fungsional atau kombinasinya dapat memberikan kerangka yang bermanfaat bagi tipe ketiga (perencanaan/administrasi). Boudville mendefinisikan region planning(program region) merupakan wilayah yang menunjukkan koherensi atau kesatuan keputusan ekonomi. Wilayah perencanaan dipandang sebagai wilayah yang cukup besar untuk memungkinkan terjadinya perubahan penyebaran penduduk dan kesempatan kerja, namun cukup kecil untuk memungkinkan persoalannya diamati sebagai suatu kebulatan.

Wilayah perencanaan hurus memenuhi beberapa kriteria: - cukup besar mengambil keputusan investasi, - berskala ekonomi mampu menyuplai industrinya sendiri dengan tenaga yang diperlukan, - mempunyai struktur ekonomi yang homogen, - mempunyai satu titik pertumbuhan - menggunakan pendekatan - mempunyai kesadaran bersama tentang persoalannya.

Analisis Penentuan Batas dan Klasifikasi Wilayah Analisis regionalisasi : proses penentuan batas wilayah. Proses tersebut memiliki beberapa bentuk tergantung maksud regionalisasi, kriteria yang digunakan, dan ketersediaan data.

Analisis Penentuan Batas dan Klasifikasi Wilayah FORMAL NODAL Metode Indeks tertimbang Metode analisis faktor Analisis Arus Analisis gravitasional

Metode Bilangan Indeks tertimbang Dikembangkan oleh Boudenville Dasar analisis: - Wilayah dengan jumlah lokal tertentu (contoh:menurut pengangguran dan tingkat pendapatan) - Penentuan wilayah homogen diperlukan untuk mengetahui kondisi wilayah tertentu.

Pendapatan per kapita (000) Contoh 1 : Analisis bobot tertimbang antara pendapatan per kapita dan tingkat kemiskinan Kecamatan Pendapatan per kapita (000) kemiskinan (%) Binakal 1000 2 Bondowoso 1050 1.5 Botolinggo 800 Cermee 850 1 Curahdami 3 Grujugan 900 Jambe Sari Klabang Maesan Pakem

Pendapatan per kapita (000) Pembobotan X1 kemiskinan (%) Pembobotan X2 Kecamatan Pendapatan per kapita (000) Pembobotan X1 kemiskinan (%) Pembobotan X2 Nilai Tertimbang Binakal 1000 4 2 3 12 Bondowoso 1050 5 1.5 20 Botolinggo 800 1 Cermee 850 10 Curahdami Grujugan 900 9 Jambe Sari Klabang Maesan Pakem average 935 1.65 12.5 min max range between district 50

Pemilahan wilayah dan disesuaikan standart deviasinya

Wilayah A dan Wilayah B

Contoh 2 : Analisis bobot tertimbang antara pendapatan per kapita dan tingkat pengangguran LOKASI Pendapatan Perkapita Pengangguran Pembobotan   (Rp 1000/tahun) (%) A 1000 2 4 B C D 850 1 5 E F 3 9 G 950 1.5 H I 900 8 J K L

Metode analisis faktor Dikembangkan oleh Berry. Teknik ini lebih komprehensif sehingga memerlukan dukungan software yang lengkap. Metode ini digunakan untuk mengisolasi faktor yang diinginkan dalam suatu wilayah yang dipelajari, mengelompokkan wilayah berdasarkan loading atau variabel yang memiliki sifat menonjol.

Langkah: - mengidentifikasi kriteria daerah berdasarkan variabel atau perubah tertentu. Misalnya industri, ketenagakerjaan, pendapatan dan sosek - Mengidentifikasi faktor yang berperan dalam pertumbuhan wilayah - mengisolasi faktor dasar, mengelompokkan daerah berdasarkan keperluan tertentu.

Contoh 1 : pengelompokan wilayah dengan analisis faktor Kecamatan Pendapatan per kapita (000) Nilai produksi sektor pertanian (000.000) Nilai produksi sektor industri (000.000) konsumsi per kapita (000) Kencong 1000 500 50 1020 Gumukmas 1050 600 65 Puger 800 200 25 Wuluhan 850 400 45 700 Ambulu 450 40 900 Tempurejo 250 20 950 Silo Mayang Mumbulsari 300 30 Jenggawah

Contoh 2. Pengkmpilasian berbagai variabel dalam wilayah: Pendapatan perkapita(P), Tingkat pengangguran(U), Perkembangan struktur industri(I),Perkembangan struktur pertanian(A), Polusi (E), Prasarana ekonomi (F).

  P U I A F E 1 0.72 0.63 0.09 0.87 0.15 0.16 0.14 0.57

to be continued…..