Pertemuan 3 Matakuliah : R0186 – Teknologi Bangunan IV Tahun : 2006

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Cara Perencanaan Langsung (Direct Design Method)
Advertisements

minggu 8 PERANCANGAN ARSITEKTUR IV CAKUPAN ISI
IV. Kuda – kuda Penyokong
SNI Apabila penjepitan tidak sempurna dari struktur atas gedung pada struktur bawah diperhitungkan, maka struktur atas gedung tersebut harus.
Pertemuan 2 Matakuliah : R0186 – Teknologi Bangunan IV Tahun : 2006
II. ANALISIS DAN DISAIN SISTEM PELAT LANTAI
GAYA DAN PEMBEBANAN PADA BANGUNAN TINGGI
Struktur bangunan tingkat tinggi
STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG
ARSITEKTUR & KEKOKOHAN
GEDUNG BERTINGKAT RENDAH
Plat Lantai, Kolom, dan Balok Pertemuan 09-10
Pertemuan 12 Gambar pembesian penulangan
Pertemuan ke 8 Learning outcome
ARSITEKTUR & KEKOKOHAN
Pertemuan ke 3 Learning out come
Matakuliah : S0512 / Perancangan Struktur Baja Lanjut
Pertemuan 05 dan 06 Keseimbangan
Pertemuan 26 PERANCANGAN LANJUT
1 Pertemuan 9 Gaya Horisontal Matakuliah: S0512 / Perancangan Struktur Baja Lanjut Tahun: 2006 Versi: 1.
Matakuliah : S0362/Konstruksi Bangunan dan CAD II Tahun : 2006 Versi :
Pertemuan 1 Pendahuluan dan Bestek
Aspek rekayasa gempa sangat perlu diterapkan pada rekayasa struktur, agar bangunan mempunyai ketahanan yang baik terhadap pengaruh gempa Penggunaan standar.
STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT
Pertemuan 03 dan 04 Keseimbangan
RANGKA UTAMA msantosa©2008.
Bentuk Tumpuan Pertemuan 7-8
Beton Pre-cast Beta Suryokusumo.
Pengantar MEKANIKA REKAYASA I.
PERTEMUAN 2 PLAT DAN RANGKA BETON.
Elemen-elemen Konstruksi Bangunan: Fondasi Pertemuan 2
Teori Ilmu Konstruksi Bangunan Pertemuan 1
Pertemuan 16 Tekanan Tanah Lateral
Pertemuan 01 Dasar-Dasar Mekanika Teknik
Mengidentifikasi ilmu bangunan gedung
Matakuliah : R0022/Pengantar Arsitektur Tahun : Sept 2005 Versi : 1/1
PEMBEBANAN dan PRINSIP MEKANIKA
Pertemuan 10 Konstruksi lantai
STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT
Pertemuan 9 PORTAL DAN KERANGKA BATANG
Pertemuan 03 Macam Perletakan dan Stabil / Labilnya Konstruksi
ANALISIS GEMPA DENGAN SAP
Beban Pada Bangunan Pertemuan 9-12
Pertemuan 12 Konstruksi komposit
Conclusion.
Pertemuan 7 Ikatan Angin
Materi pertemuan ke 21 Learning outcomes:
STRUKTUR KONSTRUKSI DAN BAHAN IV
STRUKTUR BANGUNAN TINGGI DAN BENTANG LEBAR
JONI RIYANTO M. IQBAL PAMBUDI M. NURUL HUDA RIAN PRASETIO
Pertemuan 3 Pembebanan Rangka Atap
Pelat Pelat dipakai : untuk mendapatkan permukaan datar.
Prategang Pada Struktur Statis Tak Tentu Pertemuan 13
Konsep Struktur dan Konstruksi
Matakuliah : S0362/Konstruksi Bangunan dan CAD II Tahun : 2006 Versi :
Pertemuan 17 SAMBUNGAN KAYU
II. ANALISIS DAN DISAIN SISTEM PELAT LANTAI
PERENCANAAN BANGUNAN GEDUNG MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS Study Kasus : Proyek Hotel Brawa Residences.
Dosen pembimbing Nanang R, Ir.MT SUWARNO ( ) JOKO.J( ) YOSUA ARYA SYAPUTRA ( ) ANDRIAN DWI ULIANTO.
Struktur Atas & Pasangan Batu Bata
EGA JULIA FAJARSARI, ST.,MT.
STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG
PLAT DAN RANGKA BETON.
MODUL 4 MATERI III MENENTUKAN MODEL STRUKTUR JEMBATAN BAJA
STRUKTUR ATAS Upper Structure.
PENGANTAR ILMU TEKNIK SIPIL
PRINSIP UMUM Perancangan Bangunan Rumah Tinggal Sederhana
PENGANTAR ILMU TEKNIK SIPIL
TUGAS TEKNIK PERANCANGAN BANGUNAN GEDUNG MUHAMAD KHAIRI RESKI DINATA
STRUKTUR KONSTRUKSI BETON BEKISTING PENULANGAN BETON KONVENSI ONAL -BAMBU -PAPAN NON KONVENSI ONAL -SISTIM DOKA -PERI -ALUMA DLL. TULANGAN POLOS ( fy =
Transcript presentasi:

Pertemuan 3 Matakuliah : R0186 – Teknologi Bangunan IV Tahun : 2006 Versi : V-1/R-0 Pertemuan 3

Menjelaskan berbagai macam struktur untuk bangunan bentang lebar Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Menjelaskan berbagai macam struktur untuk bangunan bentang lebar Mengenal sifat bahan dan menerapkan dalam desain yang terintegrasi Merancang sistem struktur bangunan bentang lebar untuk desain bangunan khusus, mengerti penggunaan material untuk bangunan bentang lebar dan mampu menerapkan detail konstruksi untuk suatu perancangan

Pengertian Sistem Struktur Bab Beban Outline Materi Pengertian Sistem Struktur Bab Beban

Beban Lateral atau Horizontal Bab Beban Beban Gravitasi Tegak Lurus Kebumi, vertikal ke bumi, beban yang secara alami dimiliki oleh setiap benda di muka bumi. Beban Lateral atau Horizontal Tegak Lurus terhadap beban gravitasi atau mendatar relatif sejajar permukaan bumi.

Beban yang disebabkan Alam (Geofisika) Bab Beban Beban yang disebabkan Alam (Geofisika) Arus dan Gelombang air, geothermal-uap dan gas, angin, gempa tektonik dan vulkanik, hujan, salju, dsb. Beban yang disebabkan Buatan Manusia (Man Made) getaran kendaraan, suara buatan, ledakan bom, nuklir, benturan, pukulan, dsb.

Bab Beban Beban Mati Berat Sendiri – Struktur dan Seisinya Sifatnya Permanen – Tetap, Statik Beban mati dapat dihitung dengan akurat – material dan komponennya jelas. Contoh : Struktur dinding, lantai, atap, plafon, perlengkapan Sistem Mekanikal Elektrikal Rincian beban dapat dilihat dalam Tabel Beban

Bab Beban Beban Hidup Salju, Air hujan, Es Tekanan Air,Tanah, dan Air Tanah Beban Angin Beban Gempa ; - Pergeseran pada Patahan/plate - Tanah Longsor, Tanah Turun pada lapisan bawah - Tsunami Beban Termis – Panas, Memuai dan Pemuaian Beban Ledakan – Nuklir, Super Sonic Sifatnya Berubah atau Temporari atau Semi Permanen Beban Hidup terkadang sukar diprekdiksi arah dan besarnya Besaran dapat berubah menurut Waktu dan Tempat Beban Hidup dapat bekerja secara Statik ataupun Dinamik Contoh : Orang, Perabot Interior-Furnitur, Dinding Partisi, Sebagian Perlengkapan Mekanikal (tangki air, pipa, dll). Rincian beban dapat dilihat dalam Tabel Beban

Beban Kombinasi (Gabungan) Beban Statis dan Dinamis Bab Beban Beban Kombinasi (Gabungan) Beban Statis dan Dinamis Beban dan Pembebanan dalam Bangunan diatur dalam Undang-Undang Bangunan. Setiap negara memiliki aturan masing-masing ; UU Bangunan, BOCA, ANSI, SSBC, dsb.

Konsep Dasar Disain Struktur Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam memilih dan mendisain struktur adalah Pola Geometrik bentuk geometrik diperlukan untuk kemudahan dalam hal ; organisasi fungsi ruang, visual, stabilitas, distribusi beban. Pola dan Koordinasi Modul untuk memudahkan dalam mendisain, pelaksanaan lapangan dan perhitungan-perhitungan sruktur Modul Perencanaan (Ruang/Arsitektural) Modul Struktur Modul Bahan/Material Modul Utilitas Modul Perlengkapan Furnitur Pola Struktur Pola/Modul Grid, garis-garis kotak lurus Pola Radial/Memusat Pola Abstrak/tidak berbentuk Pola Gabungan

Elemen-Elemen Dasar Struktur Elemen Struktur Vertikal ; Kolom Murni ; perletakan kolom (Lihat Lampiran Gambar) Letak kolom dengan pengulangan secara merata Letak kolom ditepi, Ditepi dan ditengah Letak kolom terpusat Dinding Murni ; Lihat Lampiran Gambar) Dinding Lurus/Linear Dinding Siku/Tekuk Dinding Core Terbuka Dinding Core Tertutup Gabungan/Kombinasi Kombinasi antara kolom, dinding-dinding Dapat diletakkan tegak, miring atu kurva

Elemen-Elemen Dasar Struktur Elemen Struktur Horizontal ; Plat Lantai ; (Lihat Lampiran Gambar) Plat Beton Slab (Solid) Plat Wafel Plat Komposit (Steel Deck - Bondex) Plat Berongga (Hollow-core concrete slabs) Atap Datar Dak Beton Steel Deck Komposit/Kombinasi Balok-Balok ; (Lihat Lampiran Gambar) Balok Paralel; satu arah (oneway) dan dua arah (two way system) Balok dengan susunan Radial Balok dengan susunan Diagonal Balok dengan susunan Kombinasi (Hibrid)

Elemen-Elemen Dasar Struktur Elemen Dasar Struktur menurut Bentuk Geometrik Elemen Garis Lurus (Balok dan Kolom) – merupakan elemen struktur satu dimensi. Elemen Bidang Datar (Flat Surface Structure/Slab) Elemen Lipat/Patah dan Lipat Kurva ( “Folded and Curved Line“) Elemen Dinding Lengkung dan Dinding Miring Elemen Permukaan Lengkung (“Curved Surface“)

Sistem Struktur Penahan Beban Lateral Pada dasarnya untuk menahan beban vertikal ; kolom struktur dan sistem pondasi adalah yang utama. Dasar untuk menahan beban lateral/horizontal dapat dipecahkan dengan cara ; Membuat sambungan jepit sempurna (rigid frame) pada sistem struktur rangka ; Mendisain sambungan jepit sempurna pada bagian kolom dengan sistem pondasi/tanah. Mendisain sambungan jepit sempurna pada kolom dan balok, baik sebagian maupun keseluruhan sistem portal. Menggunakan ikatan diagonal (bracing) pada struktur rangka. Menggunakan dinding panel (dinding geser/“shear wall“) pada sistem struktur rangka atau dinding geser murni (menerus) Menggunakan Kombinasi dari ketiga sistem diatas.