Fungsi Dan Perubahannya

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KOMPUTER DI LINGKUNGAN MASYARAKAT
Advertisements

Rekaman Video dan Gambar Hidup Anglo American Cat Rules Ch
Storyboard dalam proses produksi
Video Dokumenter Elisabeth,S.Kom.
VIDEO.
Memahami Proses Pemasaran Dan Perilaku Konsumen
PROBLEM  BIAYA PENDIDIKAN SEMAKIN TIDAK KARUAN  PROFESIONALISME SUMBER DAYA MANUSIA JADI TUNTUTAN  WAWASAN GLOBALISASI SUATU KEHARUSAN  PENGUASAAN.
(Apa Kontribusinya Terhadap Pemahaman Olahraga di Masyarakat)
Bagi Sarjana yang menganggap negara sebagai organisasi Kekuasaan Undang-Undang Dasar adalah:  Kumpulan asas yang menetapkan pembagian kekuasaan;  Menentukan.
ERA EKONOMI KREATIF DEWASA INI
Media Komunikasi Massa: Karakteristik dan Perkembangan
TANGGUNG JAWAB MAHASISWA DALAM MENCEGAH PERILAKU KORUPSI DI INDONESIA
MEDIA PEREKAMAN DALAM SEJARAH Diawali dengan munculnya bisnis komputer. Bukan untuk rumahan. Ukuran komputer berukuran raksasa IBM mulai bisnis komputer.
Dasar-dasar produksi documentary
Joesana Tjahjani, M.Hum. Program Studi Prancis FIB UI
USULAN RISET UTAMA UNIVERSITAS INDONESIA TAHUN 2007 BIDANG BUDAYA.
TIPS PRESENTASI DENGAN POWER POINT
Penulisan Skenario Film dan Televisi
Ayorek! Amplifikasi Publik Kathleen Azali. Beberapa Projek Kami.
PEMANFAATAN MEDIA (VIDEO) PEMBELAJARAN
AUDIO VISUAL APLIKASI Kode : BCT 237 Bobot : 3 SKS
IDENTITAS PROGRAM AUDIO VISUAL
DONY DEKEIZER LAODE M. INSAN Z
KEWIRAUSAHAAN (ENTREPREUNERSHIP)
TUJUAN INSTRUKSIONAL MATERI PERKULIAHAN BUKU REFERENSI QUIZ
3.Jihan Khalisah Khansa / 17
PASCA PRODUKSI Kode : BCT 237 Bobot : 3 SKS
PENGARUH PROGRAM ACARA GALAU JAMAAH DI RADIO MUSTANG 88 FM TERHADAP EFEK KOGNITIF DAN AFEKTIF REMAJA DI SWASEMBADA TIMUR IX TANJUNG PRIOK.
RAMALAN PERPUSTAKAAN MASA DEPAN
Teknik Presentasi.
ANALISIS SOSIAL FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI & MULTIMEDIA
SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU UNJ 2016

DOKUMENTER.
Ekonomi Media Pokok bahasan: Ekonomi industri film dan rekaman
DAMPAK PEMBANGUNAN PARIWISATA
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Welcome to the Manajemen Media TV Class
Pengantar Ilmu Komunikasi
Universitas Bina Nusantara 12 Maret 2001
NAMA : DEDY CORNELIUS BANGUN NIM : JURUSAN : BROADCASTING MATA KULIAH : CREATIVE PROGRAM DOSEN : YULIA KARSONO, S Ikom, M Ikom.
SISTEM AUDIO DAN VIDEO.
Menemukan Ide dan Merumuskan Konsep
Memahami Proses Pemasaran Dan Perilaku Konsumen
Menggunakan Audit Sosial untuk Menilai Kinerja Sosial
Barang Publik Eksternalitas dan Pilihan Masyarakat
MENGAPRESIASI DRAMA ANAK
The Media Industries: Segments, Structures, and Similarities
Perkembangan Film Indonesia
Referensi DOKUMENTER – dari Ide sampai Produksi Gerzon R
MODUL-7 KOMUNIKASI MASSA SEBAGAI PRANATA /LEMBAGA SOSIAL
Menemukan Ide dan Merumuskan Konsep
PUBLIC SPEAKING.
Apa dan Mengapa Demokrasi?
PENGGUNAAN MEDIA PERIKLANAN
WELCOME PERAKITAN KOMPUTER.
Sikap Masyarakat Kampung Baru Rt1/10 Kembangan Utara Jakarta Barat Terhadap Program Orang Pinggiran Di trans 7 oleh : YUDHA ADI SATRIA Seminar.
peluang usaha Kebutuhan individu Kebutuhan masyarakat.
MENJELASKAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI FILM
MENGAPRESIASI DRAMA ANAK
PUBLIC SPEAKING.
Mengkreasi Cara Berpikir dan Bertindak Setara
PERAN SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS GLOBAL
SEKAR SARI INDAH CAHYANI
Pergertian Globalisasi
UNIVERSITAS AIRLANGGA
Menemukan Ide dan Merumuskan Konsep
DOKUMENTER.
MKDU ILMU SOSIAL DASAR (ISD) PEMUDA DAN SOSIALISASI.
Komunikasi Massa – Pertemuan 4
Transcript presentasi:

Fungsi Dan Perubahannya Film Fungsi Dan Perubahannya oleh Nia Dinata

Kilas Balik Sinema Pita film untuk merekam gambar bergerak ditemukan pada abad ke-19. Sang penemu kaka beradik Lumiere mendokumentasikan kegiatan karyawan pabrik saat selesai berkerja. Lalu mereka memutarkan hasil positifnya di ruang gelap tertutup pada publik. Kemudian publik berbondong-bondong melihat dan menikmati gerak gerik antar sesama manusia

Sinema Kemudian Semakin Berkembang Sinema semakin berpengaruh terhadap kehidupan sosial. Suara ditemukan di awal abad ke-20 Film berkembang struktur ceritanya. Dari hanya sekedar dokumenter menjadi bentuk drama, komedi, science fiction dsb.

Fungsi Film Hiburan (escapism)

Fungsi Film Medium pencatat sejarah

Fungsi Film Alat propaganda politik

Fungsi Film Sumber inspirasi

Fungsi Film Alat perubahan sosial

Film Mengalami Perubahan Format Layar lebar (sinema indoor) & layar tancap (sinema outdoor)

Film Mengalami Perubahan Format Format TV (di rumah & alat-alat transportasi) Format home video (Betamax, VHS, Laser Disc, VCD, DVD)

Film Mengalami Perubahan Format Format menonton online (online TV, youtube, etc) yang dapat ditonton di komputer & gadget

Perubahan Format Berakibat Pendistribusian film menjadi lebih luas Film menjadi lebih mudah dijangkau masyarakat Masyarakat dapat memilih format apa yang cocok, sesuai dengan waktu, dan ekonomi Masyarakat dihadapkan dengan sangat banyak pilihan tontonan

Pengaruh Film Pada Kehidupan Masyarakat Di Dunia Walaupun penemu film pertama kakak beradik Lumiere berasal dari Perancis dan sinema Perancis sangat kuat keberadaannya, Amerika lewat Hollywood menyadari kekuatan film dan dengan cepat mengembangkan teknologi, artistik dan kontennya. Hollywood menjadi sebuah industri raksasa yang menguasai dunia dalam mengembangkan cerita visual lewat film.

Pengaruh Film Pada Kehidupan Masyarakat Di Dunia Seluruh kebudayaan, patriotisme dan heroisme Amerika diterima oleh masyarakat dunia. Tak dipungkiri Hollywood pun dikuasai oleh patriarki. Pengambilan keputusan tertinggi dari sinema dari mulai produser, sutradara, penulis dan aktor utama didominasi oleh pria. Secara strategis dan terstruktur kaum minoritas di Amerika menyadari hal ini lalu mengedukasi diri mereka untuk bisa ikut mempengaruhi, menginspirasi dan merubah paradigma tentang hal-hal yang selama ini terepresi oleh kebudayaan patriarki.

Pengaruh Film Pada Kehidupan Masyarakat Di Dunia Walaupun perjuangan mereka belum selesai, tapi masyarakat dunia bisa melihat dari Academy Awards dimana film-film yang mendapatkan penghargaan dari kaum-kaum minoritas yang menyuarakan kisah-kisah yang berhubungan dengan keadilan sosial, keadilan gender, keadilan RAS dsb.

Bagaimana di Indonesia? Pendidikan film belum jadi fokus utama Pemerintah terutama di sekolah-sekolah dan universitas seni – budaya. Kuliah film formal masih terbatas hanya ada di Jakarta saja. Hanya ada satu IKJ yang dimiliki Pemerintah Pemda DKI yang memiliki jurusan film dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini mulai dibuka universitas film seperti Binus, UMN dan SAE. Jumlah fasilitas pendidikan film masih sangat minim bila dibanding populasi masyarakat.

Siasat Masyarakat Sipil / Masyarakat Film Melakukan aktifitas yang dapat meningkatkan budaya menonton film yang baik bagi masyarakat seperti, roadshow keliling kampus dan sekolah-sekolah menonton film dan diskusi. Pemutaran Film “Tanah Mama” di acara Insomnia SMA 60 di SAE Institute yang disertai diskusi

Siasat Masyarakat Sipil / Masyarakat Film Membuat festival film lokal maupun internasional dengan kurasi film yang berpihak pada kaum-kaum minoritas.

Siasat Masyarakat Sipil / Masyarakat Film Melakukan aktifitas yang dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat seperti, membuat latihan film non formal yang melibatkan anak-anak dari umur 12 tahun sampai 18 tahun dan mahasiswa maupun peserta dewasa. Workshop Dubbing KidsFfest Workshop Acting KidsFfest

Siasat Masyarakat Sipil / Masyarakat Film Membuat workshop bagi profesional muda yang memang sudah terjun ke dunia film baik secara langsung maupun tidak langsung. Kid Dok Workshop

Tantangan Yang Masih Harus Dihadapi Kebiasaan menonton film yang baik dan pengetahuan yang diberikan pada pelatihan-pelatihan film belum menjamin bahwa kesadaran akan sosial justice, gender justice, dan racial justice akan tumbuh pada masing-masing individu pembuat film. Pembuat film masih kesulitan dalam pendanaan terutama bagi cerita-cerita yang sifatnya tidak mainstream, kurang menghibur dan mengajak masyarakat Indonesia untuk berpikir.

Yang Sudah Pernah Dilakukan: Pendistribusian film yang masih terbatas bagi film-film jenis ini. Melalui Program Masterclass Project Change untuk pembuat film muda, selain pembekalan teknis membuat film kami juga memberikan pengetahuan mengenai gender equality dan social justice.

Yang Sudah Pernah Dilakukan: Kami mengundang seluruh pembuat film di Indonesia untuk berkumpul melalui seleksi yang sangat ketat dan memberikan kesempatan untuk menceritakan tentang kekerasan dan ketidakadilan dari daerah masing-masing.

Yang Sudah Pernah Dilakukan: Mereka dididik oleh pembuat film profesional baik dari Indonesia maupun luar negeri yang karya-karyanya fokus pada isue-isue tersebut.

Yang Sudah Pernah Dilakukan: Mereka diberikan waktu untuk kembali ke daerah masing-masing untuk melakukan riset yang lebih dalam. Setelah melakukan riset selama sebulan mereka diberikan kesempatan untuk kembali dan mempresentasikan ceritanya masing-masing. Hasil riset dan cerita terbaik dipilih sebanyak tiga sampai lima untuk dibayari dan diproduseri seluruh pembuatannya.

Yang Sudah Pernah Dilakukan: Mereka diberikan kesempatan untuk mengatur pendistribusian film melalui bioskop (bila memungkinkan) dan jalur-jalur ditribusi alternatif lainnya.