Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Seiring dengan makin intensifnya global warming, maka intensitas extreme event seperti El Niño dan La Niña, yang biasa disebut ENSO (El.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Seiring dengan makin intensifnya global warming, maka intensitas extreme event seperti El Niño dan La Niña, yang biasa disebut ENSO (El."— Transcript presentasi:

1

2

3

4

5 Seiring dengan makin intensifnya global warming, maka intensitas extreme event seperti El Niño dan La Niña, yang biasa disebut ENSO (El Niño Southern Oscillation, terdiri dari El Niño dan La Niña) akan makin meninggi ENSO yang merupakan salah satu fenomena alam beberapa tahunan, terjadi karena evolusi SPL di Samudera Pasifik daerah tropis.

6 EL NIÑO El Niño ditandai dengan menurunnya SPL di Perairan Indonesia, dan meningkatnya SPL di Samudera Pasifik tropis bagian timur, dengan kenaikan SPL lebih dari 0.5°C Menurunnya SPL, dan berpindahnya warm-pool (kolam hangat) dari Perairan Indonesia ke Samudera Pasifik tropis bagian tengah menyebabkan berkurangnya curah hujan di sebagian besar Indonesia Hal ini menyebabkan timbulnya bahaya kebakaran, dan kekeringan terutama untuk daerah Indonesia bagian timur

7 LA NIÑA La Niña ditandai dengan naiknya SPL di Perairan Indonesia, dan menurunnya SPL di Pasifik tropis bagian timur lebih dari 0.5°C Pada periode La Niña, terjadi peningkatan intensitas Pacific trade wind, yang menyebabkan berpindahnya warm-pool lebih ke barat dibandingkan dengan kondisi normal Perpindahan warm-pool lebih ke barat menyebabkan makin intensifnya hujan di Indonesia, sehingga mempertinggi risiko banjir

8 Sebaran titik api pada bulan Agustus 2006
(pada periode El Niño)

9 Sebaran titik api pada bulan Agustus 2008
(pada periode La Niña )

10 Disamping bahaya kebakaran dan banjir, ENSO juga dapat mendorong terjadinya gelombang pasang dan badai tropis yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir ROB serta kecelakaan transportasi laut

11 La Niña dan El Niño mengakibatkan terjadinya gelombang pasang dengan variasi antara 2.1m sampai 5m.
Tingginya gelombang laut pada fase El Niño dan dan La Niña akan mempertinggi intensitas erosi dan abrasi, dengan tingkat kerusakan yang tinggi pula Dengan intensitas El Niño dan La Niña yang semakin tinggi, mengakibatkan tingkat perubahan garis pantai yang semakin tinggi, meskipun tingkat kenaikan TML hanya 1cm/tahun

12 TML pada bulan Agustus 1997 (pada periode El Niño)

13 TML pada bulan Agustus 1998 (pada periode La Niña )

14 Genangan di lahan rendah dan rawa
Erosi Pantai Gelombang Ekstrim dan Banjir Intrusi air laut ke sungai dan air tanah Kenaikan Muka air sungai Perubahan pasut dan gelombang Perubahan endapan sedimen Kenaikan Permukaan Air Laut

15 Jenis Bahaya Elemen kerentanan Nyata Tidak Nyata Kenaikan muka laut: termasuk, SLR, pasut, ENSO, gelombang badai dan tsunami Semua elemen yang berlokasi di dalam daerah yang terkena dan terendam oleh kenaikan muka air laut seperti: infrastruktur, fasilitas penunjang hidup dan bangunan Kohesi sosial, struktur komunitas, budaya.

16 Bahaya Potensi Dampak 1. Kenaikan temperatur laut Kerusakan terumbu karang akibat pemutihan (coral bleaching) Perubahan pola migrasi ikan Perubahan siklus hidup spesies yang ditransporkan oleh arus Perubahan komposisi keanekaan hayati di dalam suatu daerah Kerusakan lingkungan sumberdaya ikan di laut Matinya biota laut yang tidak mampu beradaptasi Kerusakan habitat di estuari dan lahan basah 2. Peningkatan frekuensi dan intensitas kejadian iklim ekstrem (badai, siklon) Banjir rob di pesisir dan lahan basah, terutama jika mangrove dan lahan basah tidak bisa mundur (retreat) Bertambahnya erosi pantai Tenggelamnya sebagian pulau-pulau kecil Kerusakan pada daerah pemukiman Terendamnya pemukiman  terganggunya aktivitas sosial ekonomi Kerusakan infrastruktur dan fasilitas pantai Terendamnya infrastruktur  terganggunya aktivitas perekonomian Mundurnya batas wilayah negara akibat tenggelamnya pulau kecil strategis terluar dan mundurnya garis pantai dekat perbatasan

17 Bahaya Potensi Dampak 3.a. Perubahan variabilitas iklim alamiah ( Perubahan pola curah hujan dan aliran sungai) Banjir sungai dan estuari, atau: Penurunan debit sungai dan estuari Penurunan pasokan dan kualitas air tawar ke daerah pemukiman Penurunan kualitas air sungai dan air tanah Perubahan asupan nutrien dan sedimen ke estuari dan pantai Bertambahnya intrusi garam pada massa air sungai dan air tanah Perubahan rejim hidraulik yang berpengaruh pada lahan basah 3.b. Perubahan variabilitas iklim alamiah ( Perubahan pola sirkulasi laut) Perubahan pola migrasi ikan  perpindahan daerah fishing ground Perubahan siklus hidup spesies yang masa mudanya ditransporkan oleh arus di pantai Perubahan transpor vertikal oksigen dan nutrien dari laut dalam  perubahan produktivitas primer Perubahan komposisi keanekaan hayati di dalam suatu daerah Kerusakan lingkungan sumberdaya ikan di laut Perubahan ketersediaan pakan alami untuk perikanan budidaya Modifikasi rantai makanan dalam ekosistem Penurunan produksi perikanan tangkap

18 Bahaya Potensi Dampak 4. Kenaikan muka air laut Banjir rob di pesisir dan lahan basah, terutama jika mangrove dan lahan basah tidak bisa mundur (retreat) Tenggelamnya sebagian pulau-pulau kecil Bertambahnya erosi pantai Terendamnya pemukiman  terganggunya aktivitas sosial ekonomi Terendamnya infrastruktur dan fasilitas  terganggunya aktivitas perekonomian tenggelamnya pulau kecil dan mundurnya garis pantai dekat perbatasan Bertambahnya intrusi garam pada massa air sungai dan air tanah


Download ppt "Seiring dengan makin intensifnya global warming, maka intensitas extreme event seperti El Niño dan La Niña, yang biasa disebut ENSO (El."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google