Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Operasi Matriks Pertemuan 24

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Operasi Matriks Pertemuan 24"— Transcript presentasi:

1 Operasi Matriks Pertemuan 24
Matakuliah : J0174 /Matematika I Tahun : 2008 Operasi Matriks Pertemuan 24

2 Tujuan Mhs dapat menjelaskan tentang matriks beserta kaidahnya, shg mhs mampu menggunakan untuk menyelesaikan masalah ekonomi & bisnis. Bina Nusantara

3 Pengertian Matriks Adalah kumpulan bilangan yang disajikan secara teratur dalam baris dan kolomyang membentuk persegi panjang serta termuat di antara sepasang tanda kurung Bina Nusantara

4 Notasi Matriks a11 a12 …. a1n a21 a22 …. a2n . am1 am2 …. amn A =
Bina Nusantara

5 Ukuran Matrik atau Ordo Matrik A adalah m x n dimana :
m = banyak baris n = banyak kolom Elemen matrik aij artinya elemen baris ke-I dan kolom ke-j pada matrik A Bina Nusantara

6 Bentuk Matriks Matriks bujur sangkar bila ordo A adalah m x n dimana m = n Matriks bukan bujur sangkar bila ordo A adalah m x n dimana m  n Bina Nusantara

7 Jenis-jenis matriks Matriks Nol adalah matriks yang elemen-elemennya nol Matriks diagonal adalah matriks yang hanya elemen-elemen diagonal tidak sama dengan nol Matriks Identitas adalah bentuk khusus dari matriks diagonal dimana elemen-elemen diagonalnya sama dengan nol Bina Nusantara

8 Matriks Transpose Bila A (m x n) maka transpose dari A dinyatakan dengan AT adalah matriks berordo (n x m). Dengan perkataan lain terjadi perubahan dari baris menjadi kolom , sedangkan kolom menjadi baris Bina Nusantara

9 Operasi matriks Pengurangan dan penjumlahan
A(m x n )  B( m x n ) = C( m x n ) Syarat dua buah matriks atau lebih agar dapat dijumlahkan atau dikurangkan adalah ordo masing-masing matriks harus sama Bina Nusantara

10 Perkalian Skalar ka11 ka12 …. ka1n ka21 ka22 …. ka2n .
kam1 kam2 …. kamn Bina Nusantara

11 Perkalian matriks dengan matriks
Dua buah matriks A(m x n) dan B(n x k) dapat dikalikan apabila memenuhi syarat: Jika dan hanya jika jumlah kolom matrik A sama dengan jumlah baris matriks B Ordo matriks hasil perkalian A dan B adalah ( m x k ) Bina Nusantara

12 Sifat-sifat Matriks AT + BT = ( A + B )T ( A B )T = BT AT
( k A )T = k AT , k = skalar (AT )T = A Bina Nusantara

13 Determinan Matriks Jika suatu matriks adalah matriks bujur sangkar maka mempunyai nilai determinannya Determinan matriks A di dinotasikan dengan | A | Cara menghitung determinan tergantung ordo matriks tersebut Bina Nusantara

14 Determinan matriks ordo 2 x 2
det.A = |A| = a11a22 - a21a12 a a12 a a22 Bina Nusantara

15 Determinan matrik A ( 3 x 3 ) dihitung menggunakan metode SARRUS:
| A | = a11 a22a33 + a12 a23a31 + a13 a21a32 - a31 a22a13 - a32 a23a11 - a33 a21a12 Bina Nusantara

16 Beberapa sifat-sifat Determinan
Bila matrik A dan B adalah bujur sangkar: Det ( A ± B ) = det A ± det B Det ( AB ) = det A . det B Det ( AT ) = det A Determinan A sama dengan nol jika unsur-unsur pada salah satu baris atau kolom semuanya nol Bina Nusantara

17 Matriks Invers Sebuah matriks A dikatakan mempunyai invers apabila matriks A adalah matriks Non singular, yaitu matriks bujur sangkar yang determinannya tidak sama dengan nol, ditulis dengan A- 1 sehingga berlaku: A-1 A = A A-1 = I dimana I adalah matriks identitas Bina Nusantara

18 Menentukan matriks invers
Menggunakan metode Adjoin: A- 1 = Adjoin A Det. A Det. A  0 Bina Nusantara

19 Adjoin A adalah transpose dari matrik kofaktor-kofaktor dari matrik A
Aij adalah kofaktor dari elemen ai j dimana : Aij = ( - 1 )i+j | Mij | Mi j adalah submatrik dari A yang diperoleh dengan jalan menghilangkan baris ke – i dan kolom ke – j pada A Bina Nusantara


Download ppt "Operasi Matriks Pertemuan 24"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google