Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SEJARAH PERKEMBANGAN HADIS

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SEJARAH PERKEMBANGAN HADIS"— Transcript presentasi:

1 SEJARAH PERKEMBANGAN HADIS
Sukardi STAI Persis Bandung

2 Hadis di Masa Nabi Muhammad saw
Hadis tidak dihimpun sebagaimana Alquran meski dicatat oleh beberapa sahabat

3 Alasan hadis tidak dihimpun
Umumnya hadis-hadis yang berada dalam memori hafalan para ulama yang menyandang gelar âdil (berkarakteristik moral baik) dan tsiqah (terpercaya) dianggap masih otentik tanpa perubahan; Faktor-faktor pendukung bagi upaya pembukuan belum demikian kuat; dan Adanya larangan menuliskan (baca: pembukuan) apapun selain al-Qur’an.

4 Atau dalam ungkapan lain
Adanya larangan dari Nabi didasari kekhawatiran tercampurnya hadis dengan teks Alquran; dan Kuatnya hafalan para sahabat Nabi, sementara mayoritas dari mereka tidak memiliki pengetahuan yang memadai dalam hal tulis menulis Al-Asqalaniy, Ibn Hajar, Fath al-Bariy, komentar atas hadis No. 113 dalam Sahih al-Bukhari. Azami, Studies, hal. 43.

5 Keadaan hadis di 100 th pertama
Pada kurun seratus tahun Hijriah pertama, periwayat-periwayat Hadis didominasi oleh perawi sahabat dan tabi’in senior (al-tabi’i al-kabir), yang tentu saja masih dapat diandalkan ketsiqahanya. Mereka juga dikenal ketat dalam menerima dan menyampaikan periwayatan. Sekiranya ada kesalahan, tentu hanya kesalahan yang kecil sekali. Kesalahan-kesalahan kecil itu rupanya juga menarik sejawat mereka sebagai sesama periwat Hadis untuk memberikan catatan kritis terhadap Hadis dimaksud. Kalangan sahabat yang dikenal sebagai kritikus terhadap kevalidan suatu Hadis kala itu, antara lain, Ibnu Abbas, Ubadah bin Shamit, Anas bin Malik, dan Aisyah. Sedang dari kalangan tabi’in, sebut misalnya, al-Sya’bi, Ibn al-Musayyab, Ibnu Sirin, dan yang lainnya. Pada masa ini, kritik hanya berpusat pada satu dua orang yang memang bermasalah, karena masih sedikitnya perawi-perawi dhai’f (al-dhu’afa’).

6 Pasca 100 th pertama Pada awal-awal seratus tahun kedua, masa tabi’in-tabi’in pertengahan (awasith al-tabi’in), banyak ditemukan perawi yang meriwayatkan Hadis mursal, Hadis munqathi’, dan perawi yang sering melakukan kesalahan. Pada masa tabi’in-tabi’in yunior (shighar al-tabi’in), permasalahan justru semakin komplek. Munculnya faksi-faksi politik, aliran-aliran keagaman, fanatisme, persinggungan dengan budaya-budaya non Arab, dan banyaknya orang-orang yang berdusta demi kepentingan golongannya, menyebabkan semakin meruyaknya Hadis-hadis yang diidentifikasi sebagai bukan berasal dari Nabi. Hal ini mendorong para ulama yang ahli dalam jarh dan ta’dil untuk memperluas obyek kajian, melakukan ijtihad dalam meneliti para periwayat Hadis, dan kritik terhadap sanad-sanad yang berkembang di masyarakat. Tampil di garda depan dalam memimpin gerakan ini, antara lain, Syu’bah, Malik, Hisyam, Ma’mar, Dastawa’i, Ibn al-Mubarak, Ibnu Uyainah, Yahya bin Sa’id al-Qattan. Sedang pada seratus tahun ketiga, gerakan ini didominasi oleh angkatan Ahmad bin Hanbal beserta murid-muridnya, al-Bukhari, Muslim, Abu Zur’ah, Abu Hatim, al-Tirmidzi, dan al-Nasa’i. 

7 Pembabakan SPH Periode Pertama, meliputi keseluruhan peristiwa yang dilalui oleh Rasulullah saw pada masa pewahyuan Alquran dan tasyri` islami (pembentukan hukum Islam dan dasar-dasarnya), yang terjadi sejak masa bi`sah al-nubuwwah sampai wafatnya Rasulullah saw pada tahun ke-11 hijrah (13 SH – 11 H). Periode ini dapat disebut masa kelahiran dan pertumbuhan pertama hadis (ashr tawlid al-hadits wa al-nabt al-awwal);

8 Periode Kedua, membingkai semua nuansa yang terjadi pada hadis nabi di masa kepemimpinan khalifah yang empat (Khulafa al-Rasyidin) yang berlangsung dari tahun 12 H – 40 H. Periode ini disebut oleh ash-Shiddieqy dengan masa membatasi riwayat. Tetapi menurut penulis, dengan memerhatikan dan mencermati apa yang dilakukan oleh para sahabat nabi pada masa itu, periode ini disebut sebagai periode konfirmasi, klarifikasi dan penyebaran riwayat (`ashr tabayyun wa tatsabbut al- riwayah wa al-tansyir);

9 Periode Ketiga, masa eksplorasi riwayat dari pusat-pusat tutorial hadis. Masa ini dicirikan dengan rihlah (perlawatan) ilmiah yang dilakukan oleh Ahli hadis. Periode ini berlangsung pada masa hidup sahabat kecil (shighar al-shahabah) dan murid para sahabat nabi (kibar al-tabi`iy) yang berlalu sejak tahun 41 H sampai akhir abad pertama Hijrah. Periode ini dapat pula disebut masa pertumbuhan kedua (`ashr nabt al-riwayat al-tsaniy);

10 Periode Keempat, masa kodifikasi (tadwin al-riwayat) yang dimulai pada paruh pertama abad kedua hingga akhir abad kedua Hijrah). Dalam periode ini hadis mulai diklasifikasi sesuai dengan tingkat otentisitas dan orisinalitasnya masing-masing (`ashr fashl al-riwayat);

11 Periode Kelima, penulis menyebut periode ini dengan masa pertumbuhan ketiga (`ashr nabt al-riwayat al-tsalits). Masa ini dicirikan dengan pendirian pusat-pusat pembelajaran hadis di wilayah-wilayah yang jauh dari Hijaz (bahkan hingga Asia Tengah). Pada periode ini pula ulama-ulama hadis secara kreatif dan bertanggung jawab membuat dan menetapkan peraturan dalam riwayat al-hadits yang kelak dijadikan dasar dalam menetapakan validitas sebuah riwayat (`ashr taqnin riwayat al-hadits wa al- tashhih). Periode ini berlangsung di sepanjang abad ketiga;

12 Periode Keenam, ash-Shiddieqy menyebutnya dengan masa koreksi dan penapisan kitab-kitab hadis (`ashr al-tahdzib `ala kutub al-hadits), penulisan istikhraj, istidrak, serta menyusunan kitab-kitab jami` yang khusus, dan athraf. Periode ini dimulai pada abad keempat hingga paruh kedua abad ketujuh hijrah, seiring jatuhnya kekhalifahan Abbasiyah pada tahun 652 H

13 Periode Ketujuh, masa penulisan komentar (syarh al-hadits), penulisan kitab-kitab takhrij al-hadits, penyusunan kitab-kitab yang secara eksklusif menulis dan menghimpun hadis-hadis ahkam, penyusunan kitab jami`, serta pembahasan hadis-hadis tambahan (al-zawa’id). Periode ketujuh ini dimulai pada paruh kedua abad ketujuh Hijrah sampai memasuki paruh ketiga abad ke-20 Masehi.


Download ppt "SEJARAH PERKEMBANGAN HADIS"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google