Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ALAT-ALAT PENGENDALIAN KUALITAS (2)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ALAT-ALAT PENGENDALIAN KUALITAS (2)"— Transcript presentasi:

1 ALAT-ALAT PENGENDALIAN KUALITAS (2)
Pertemuan ke-3

2 CHECK SHEET Check Sheet (Lembar Pengumpulan Data) merupakan alat bantu untuk memudahkan pengumpulan data. Bentuk dan isinya disesuaikan dengan kebutuhan maupun kondisi kerja yang ada. JENIS CHECK SHEET Tabel Gambar

3 HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM
MEMBUAT CHECK SHEET Maksud pembuatan harus jelas Apa yang akan diketahui ? Apakah data yang didapat sudah cukup lengkap sebagai dasar bertindak ? Stratifikasi dengan baik. Mudah dipahami dan diisi Memberikan data yang lengkap tentang apa yang ingin diketahui. Dapat diisi dengan cepat dan mudah, kalau perlu gunakanlah gambar.

4

5

6

7

8

9 Figure. 4.6 Automobile test line check sheet

10 STRATIFIKASI PENGERTIAN
Mengurai / mengklasifikasikan persoalan menjadi kelompok / golongan sejenis yang lebih kecil atau menjadi unsur unsur tunggal dari persoalan. Misalnya : a. Jenis kesalahan / kerusakan. b. Penyebab dari kesalahan / kerusakan. c. Lokasi kesalahan / kerusakan. d. Material, hari pembuatan, unit kerja, orang yang mengerjakan, penyalur, waktu, lot dan lain lain.

11 KEGUNAAN Agar dapat melihat dengan terperinci karakteristik kualitas dan juga akibat dari pelaksanaan asumsi pada karakteristik kualitas tersebut

12 2. Pareto Charts ( 1 ) Pareto Chart Defined
Pareto charts are used to identify and prioritize problems to be solved. They are actually histograms aided by the 80/20 rule adapted by Joseph Juran. Remember the 80/20 rule states that approximately 80% of the problems are created by approximately 20% of the causes.

13 Pareto Charts ( 2 ) Vilfredo Pareto was a 19th century Italian economist, Vilfredo Pareto, who noticed that around 80% of the wealth of the country was held by around 20% of the population (and that this was recursive: of the 20%, 80% of their wealth was held by 20% of this privileged society, and so on). Joseph Juran, a 20th century quality consultant (and guru), noticed that this also applied to defects, where around 80% of the problems would be in 20% of the defects, which meant that if you focused on that 20%, you could have a big effect with minimal effort. He called this the 'Pareto Principle'.

14 Pareto Charts ( 3 ) Constructing a Pareto Chart
First, information must be selected based on types or classifications of defects that occur as a result of a process. The data must be collected and classified into categories. Then a histogram or frequency chart is constructed showing the number of occurrences.

15 Pareto Charts ( 4 )

16 Pareto Curve

17 Pareto Pyramid

18 Paired Pareto Chart

19 DIAGRAM PARETO Pada dasarnya adalah sebuah proses stratifikasi dan penentuan tingkatan berdasarkan data yg ada. KEGUNAAN Menunjukkan persoalan utama. Menyatakan perbandingan masing masing persoalan terhadap keseluruhan. Menunjukkan tingkat perbaikan setelah adanya tindakan perbaikan. Menunjukkan perbandingan masing masing persoalan sebelum dan setelah perbaikan.

20 LANGKAH LANGKAH PEMBUATAN
1. Stratifikasi permasalahan dan nyatakan dalam angka. 2. Tentukan jangka waktu pengumpulan data. Untuk memudahkan melihat perbandingan hasil sebelum dan sesudah perbaikan, jangka waktu pengumpulan data sebelum dan sesudah perbaikan dibuat sama. Atur masing masing penyebab secara berurutan sesuai dengan besarnya nilai dalam grafik kolom. Penyebab dg nilai lebih besar terletak di sisi paling kiri dst.

21 Gambarkan grafik garis yang menunjukkan jumlah persentase (total = 100%) pd bagian atas grafik kolom, dimulai dengan nilai yang terbesar dan di bagian bawah masing masing kolom dituliskan keterangan kolom tersebut. Pada bagian atas berikan keterangan/nama diagram dan jumlah unit seluruhnya.

22 Jangka waktu pengambilan data 1 (satu) tahun
Dari hasil catatan diperoleh selama tahun 1996 terdapat hari ketidak hadiran karyawan. Adapun setelah dirinci, hasilnya adalah sebagai berikut: Jumlah karyawan yang tidak masuk karena sakit 200 orang, dengan ijin 300 orang dan tanpa alasan 500 orang. Jangka waktu pengambilan data 1 (satu) tahun Atur dan urutkan dari nilai yang besar. Alasan Jumlah Jumlah X 100 % Total Tanpa alasan (T) Ijin (I) Sakit (S) 500 300 200 50% 30% 20% 80% 100% TOTAL 1.000

23 CONTOH Perusahaan X mengalami kesulitan dg ketidak hadiran karyawannya. Efisiensi / produktifitas menurun. Hal ini dapat dirasakan oleh pimpinan perusahaan dan dibuktikan dari laporan keuangan perusahaan tersebut.

24 4. Gambar Diagram Pareto

25 Awal tahun 1997 diadakan perbaikan dengan merubah sistem dan pada akhir tahun 1997 didapat data sebagai berikut: Jumlah karyawan yang tidak masuk karena sakit 175 orang, dengan ijin 50 orang dan tanpa alasan 25 orang. Alasan Jumlah Jumlah X 100 % Total Sakit (S) Ijin (I) Tanpa alasan (T) 175 50 25 70% 20% 10% 90% 100% TOTAL 250

26 CARA PENGGUNAAN DIAGRAM PARETO
Diagram Pareto adalah langkah awal menuju perbaikan orang yang terlibat bekerja sama mempunyai pengaruh yang besar didapatnya langkah nyata yang harus dilakukan

27 Dapat dipakai di setiap program perbaikan (program efisiensi, pengurangan biaya, dll.)
Dapat menunjukkan apakah usaha perbaikan yang kita lakukan membuahkan hasil Lebih baik lagi frekwensi diganti dengan nilai Rp. (uang)

28

29

30

31 SCATTER DIAGRAM KEGUNAAN
Melihat korelasi (hubungan) yang kontinu dari suatu penyebab / faktor terhadap suatu karakteristik kualitas / faktor yang lain.

32 LANGKAH LANGKAH PEMBUATAN
Kumpulkan pasangan data variabel yang hendak dilihat korelasinya. Gambarkan sumbu horizontal dan variable beserta skala dengan sumbu horizontal sebagai dasar untuk memplot penyebab (cause) dan sumbu vertikal sebagai dasar untuk memplot akibat (effect). Plot pasangan data tersebut (setiap titik mewakili setiap pasang data).

33 CONTOH Seorang manajer penjualan ingin melihat apakah ada korelasi antara jumlah kunjungan penjual terhadap hasil penjualan Jumlah Kunjungan Hasil Penjualan 1 90 4 15 106 5 29 139 10 2 130 3 16 129 11 30 80 140 8 17 102 31 122 9 100 18 118 32 123 7 19 107 33 127 6 121 20 136 12 34 96 133 21 125 35 103 22 131 36 115 88 23 137 37 24 38 138 117 25 128 39 134 26 85 40 97 13 92 27 110 14 132 28 113

34

35 High Positive Correlation
Weak Positive Correlation No Correlation

36 Weak Negative Correlation
Strong Negative Correlation

37 4. Scatter Diagrams ( 1 ) Scatter Diagrams Defined
Scatter Diagrams are used to study and identify the possible relationship between the changes observed in two different sets of variables. Constructing a Scatter Diagram First, collect two pieces of data and create a summary table of the data. Draw a diagram labeling the horizontal and vertical axes. It is common that the “cause” variable be labeled on the X axis and the “effect” variable be labeled on the Y axis. Plot the data pairs on the diagram. Interpret the scatter diagram for direction and strength.

38 Scatter Diagrams ( 2 ) An Example of When a Scatter Diagram Can Be Used A scatter diagram can be used to identify the relationship between the production speed of an operation and the number of defective parts made. Displaying the direction of the relationship will determine whether increasing the assembly line speed will increase or decrease the number of defective parts made. Also, the strength of the relationship between the assembly line speed and the number of defective parts produced is determined.


Download ppt "ALAT-ALAT PENGENDALIAN KUALITAS (2)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google