Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertumbuhan dan Perkembangan Hasil Konsepsi

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertumbuhan dan Perkembangan Hasil Konsepsi"— Transcript presentasi:

1 Pertumbuhan dan Perkembangan Hasil Konsepsi
Nama : Elsa Tri Monika Nim :

2 Pertumbuhan dan perkembangan embrio
Embriogenesis (pertumbuhan mudigah): Pertumbuhan embrio bermula dari lempeng embrional (embrional plate) kemudian berdiferensial menjadi 3 unsur lapisan: 1. Ektodermal 2. Mesodermal 3. Entodermal Mesoblas di ruang amnion dan mudigah menjadi padat disebut body stalk yang merupakan jembatan antara embrio dan dinding trofoblas, yang kelak akan menjadi tali pusat. Pada tali pusat terdapat: Jelly whayrton: jaringan lembek untuk melindungi pembuluh darah; 2 arteri umbikalis, 1 vena umbikalis (Prawirohardjo, 1999)

3 Kedua arteri dan vena ini menghubungkan sistem kardiovaskular janin dengan plasenta sistem kardiovaskular akan terbentuk pada kehamilan minggu ke sepuluh. ♠ Minggu ke 0 Sperma membuahi ovum kemudian hasil konsepsi membagi menjadi dua, empat, delapan setelah menjadi morulla masuk untuk menempel ± 11 hari setelah konsepsi. ♠ Minggu ke-4/ bulan ke-1 Dari embrio, bagian tubuh pertama muncul adalah tulang belakang, otak dan saraf, jantung, sirkulasi darah dan pencernakan terbentuk. ♠ Minggu ke-8/ bulan ke 2 Perkembangan embrio lebih cepat, jantung mulai memompa darah.

4 ♠ Minggu ke-12 / bulan ke-3 Embrio berubah menjadi janin
♠ Minggu ke-12 / bulan ke-3 Embrio berubah menjadi janin. ♠ Minggu ke- 16 / bulan ke-4 Sistem musculoskeletal matang, sistem saraf terkontrol, pembuluh darah berkembang cepat, denyut jantung janin terdengar lewat Dopler, pancreas memproduksi insulin. ♠ Minggu ke- 20 / bulan ke-5 Verniks melindungi tubuh, lanugo menutupi tubuh, janin membuat jadwal untuk tidur, menelan dan menendang. ♠ Minggu ke- 24 / bulan ke-6 Kerangka berkembang cepat, perkembangan pernapasan dimulai. ♠ Minggu ke- 28 / bulan ke-7 Janin bernafas, menelan dan mengatur suhu, surfactant mulai terbentuk di paru-paru, mata mulai buka dan tutup, bentuk janin 2/3 bentuk saat lahir.

5 ♠ Minggu ke-32 / bulan ke-8 Lemak coklat berkembang di bawah kulit, mulai simpat zat besi, kalsium dan fosfor. ♠ Minggu ke-38 / bulan ke-9 Seluruh uterus digunakan bayi sehingga tidak bisa bergerak banyak antibody ibu ditransfer ke bayi untuk mencapai kekebalan untuk 6 bulan pertama sampai kekebalan bekerja bayi bekerja sendiri (Prawirohardjo, 1999)

6 Struktur dan fungsi amnion
Struktur dan fungsi amnion. Ruangan yang dilapisi oleh selaput janin (amnion/korion) berisi air ketuban (liquar amnii ); Mula-mula ruangan amnion merupakan rongga kecil, tapi kemudian mengelilingi seluruh janin. Akhirnya amnion merapat pada chorion dan melekat dengannya; Amnion ikut membentuk selaput janin yang terdiri dari lapisan amnion,mesoderm,chorion, dan lapisan tipis dari desidua. Amnion berkembang dari delaminasi sititrofoblas sekitar hari ke 7 atau ke-8 perkembangan ovum normal atau pada dasarnya berkembang sebagai ekstensi dari ekstoderm janin.

7 Amnion normal mempunyai tebal 0,02-0,5 mm
Amnion normal mempunyai tebal 0,02-0,5 mm. epithelium normalnya terdiri dari selapis srl kuboid tak bersilia. Menurut bourne (1962) terdapat lima lapisan yang terdiri dari (dari dalam keluar) epithelium, membrane basal, lapisan kompakta, lapisan fibro-blastic dan lapisan spongiosan. Fungsi cairan amnion ketuban adalah : Memungkinkan anak bergerak dengan bebas dan tumbuh dengan optimal kesegala jurusan karena tekanan pada anak sama pada semua bagiannya.

8 plasenta Struktur Plasenta (uri) berbentuk bundar atau oval dengan ukuran diameter cm, tebal 2-3 cm dan berat gram. Biasanya uri terbentuk lengkap pada kehamilan kira-kira 16 minggu dimana ruang amnion telah mengisi seluruh rongga rahim. Letak uri dalam rahim yang normal umumnya pada korpus uteri bagian depan atau belakang agak kearah fundus uteri.

9 Fungsi plasenta a.      Nutrisasi, yaitu alat yang memberi makanan pada janin b.      Respirasi, yaitu alat penyalur zat asam dan CO2 c.      Ekskresi, yaitu alat pengeluaran sampah metabolisme d.      Imunisasi, yaitu alat penyalur berbagai macam antibodi ke janin e.       Pertahanan, yaitu alat yang menyaring obat-obatan atau kuman-kuman yang bisa melewati uri. f.       Produksi, yaitu alat yang menghasilkan hormon-hormon Hormon yang dihasilkan: 1). Human chorionic gonadotropin (HCG) 2). Chorionic somatomammotropin (placental lactogen) 3). Estrogen 4). Progesteron 5). Tirotropin korionik dan relaksin

10 Sirkulasi Plasenta Plasenta memiliki peran penting dalam kehamilan untuk kelangsungan hidup fetus. Segala nutrien, oksigen dan keperluan fetus dikirimkan melalui darah. Darah ibu dibawa melalui arteri spiral yang berada di desidua basalis kemudian memasuki ruang interviller. Pada sistol darah disemprotkan dengan tekanan mmhg seperti air mancur ke dalam ruang interviler sampai mencapai chorionic plate, pangkal kotiledon-kotiledon janin. Darah tersebut membasahi semua villi koriales. Kemudian oksigen, air, glukosa, asam amino, lipid, garam mineral, vitamin, hormon, dan antibodi dari darah ibu menembus membran dan memasuki kapilari darah fetus yang terdapat dalam vilus dan diteruskan menuju vena umbilikalis. Darah yang membawa bahan kumuh dari fetus dibawa melalui tali pusat menuju villi dan di lepas di ruang interviller. Kemudian memasuki vena maternal pada vena-vena di desidua.

11

12 Sirkulasi darah fetus Sirkulasi darah janin dalam rahim tidak sama dengan sirkulasi darah pada bayi dan anak. Dalam rahim, paru-paru tidak berfungsi sebagai alat pernafasan, pertukaran gas dilakukan oleh plasenta. Pembentukan pembuluh darah dan sel darah dimulai minggu ke tiga dan bertujuan menyuplai embrio dengan oksigen dan nutrien dari ibu. Darah mengalir dari plasenta ke janin melalui vena umbilikalis yang terdapat dalam tali pusat. Jumlah darah yang mengalir melalui tali pusat sekitar 125 ml/kg/Bb per menit atau sekitar 500 ml per menit. Darah yang mengandung karbondioksida dari tubuh bagian atas, memasuki ventrikel kanan melalui vena cafa superior. Kemudian melalui arteri pulmonalis besar meninggalkan ventrikel kanan menuju aorta melewati duktus arteriosus. Darah ini kembali ke plasenta melaui aorta, arteri iliaka interna dan arteri umbilikalis untuk mengadakan pertukaran gas selanjutnya. Foramen ovale dan duktus arteriosus berfungsi sebagai saluran/jalan pintas yang memungkinkan sebagian besar dari cardiac output yang sudah terkombinasi kembali ke plasenta tanpa melalui paru-paru.

13

14 Menentukan Usia Kehamilan
Dengan rumus HPHT-hari berkunjung Menentukan usia kehamilan TP/HPL Perkembangan mudigah dalam hari : Hari 1 fertilisasi Hari 2 stadium dua sel Hari 3 morula Hari 4 blastula Hari 5 blastula lanjut Hari 6-7 kejadian selama minggu pertama Hari 8blastula Hari 9 trofoblas Hari mudigah dalam rahimhari setelah sirkulasi Hari 13 aspek dorsal mudigah Hari 14 diskus embrional dilihat dari dorsal Hari 16 diskus germanativum trilaminar Hari 17 migrasi mesoderm Hari 18 tepi potongan Hari 19 pembentukan ssp Hari 20 munculnya somit

15 Hari 21 potongan melintang melalui region somit
Hari 22 alur saraf menutup Hari 23 neuroporus kranalis Hari pembentukan vilus Hari 29 tunas lengan dan tungkai Hari 30 wajah mulai terbentuk Hari 31 tunas ekor Hari 32 mudigah dalam rongga korion Hari 36 hernia umbikalis fisiologis Hari 37 wajah sedang terbentuk Hari 38 pancaran jari kaki Hari 39 turunan endoderm Hari 40 mudigah in utero

16 Hari 41 vilus korion Hari 44 wajah sedang terbentuk Hari 45 hemiasi umbikalis Hari 47 jari tangan Hari 48 jari kaki Hari 49 selaput janin pada bulan ketiga Dalam perkembangan perminggu

17 TERIMA KASIH


Download ppt "Pertumbuhan dan Perkembangan Hasil Konsepsi"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google