Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

YENY DURIANA WIJAYA, M.Psi.,Psi

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "YENY DURIANA WIJAYA, M.Psi.,Psi"— Transcript presentasi:

1 YENY DURIANA WIJAYA, M.Psi.,Psi
KONSISTENSI INTERNAL YENY DURIANA WIJAYA, M.Psi.,Psi

2 untuk mengatasi kelemahan pada estimasi tes-retes dan pendekatan bentuk paralel maka estimasi reliabilitas menggunakan Konsistensi Internal

3 Makna Konsistensi internal
Konsistensi diantara aitem-aitem dalam tes sebagai indikasi bahwa tes yg bersangkutan memiliki fungsi pengukuran yg reliabel. Prosedur estimasi reliabilitas harus dilakukan melalui analisis thd distribusi skor aitem atau distribusi skor kelompok2 aitem, tidak dilakukan melalui analisi thd skor tes.

4 Jika estimasi reliabilitas pengukuran dilakukan dengan cara melihat konsistensi diantara kelompok2 aitem maka perlu dibuat beberapa kelompok aitem yg disebut sebagai bagian atau belahan tes. (cara random, gasal-genap, dan Matched-Random Subsets).

5 Beberapa pembelahan tes
A. Formula Spearman-Brown  belah dua dg asumsi belahan tes bersifat paralel B. Formula Alpha (α)  jika asumsi belahan paralel tdk terpenuhi maka estimasi reliabilitas menggunakan komputasi koefisien α (Cronbach, dalam Azwar, 2013). , syarat: belahan sama panjang /berisi aitem yg sama banyak. Dan ada asumsi t –equivalent (setara varian kedua belahan tes) C. Formula Rulon  estimasi reliabilitas skor pendekatan belah dua tanpa perlu berasumsi kedua belahan t- equivalent, sepanjang jml aitem kedua belahan sama (k1=k2)

6 sedangkan jml aitem tdk begitu banyak
lanjutan D. Formula2 Kuder-Richardson aitem2 yg diberi skor dikotomi sedangkan jml aitem tdk begitu banyak E. Formula belah dua dengan panjang berbeda, jika belahan tes tidak sama panjang dan jumlahnya besar maka formula Feld digunkan dalam estimasi relibilitas F. Formula Kristof untuk belah tiga  tes yg jml aitemnya tidak genap dan berisi aitem dalam jml yg cukup banyak. Ketiga bagian tdk perlu sama panjang, dan tdk perlu aitem yg sama banyak, asalkan isinya homogen G. Formula Hoyt  digunakan jika tes yg berisi aitem dalam jumlah tdak banyak, atau tes yg tidak dapat dibelah menjadi dua atau tiga dengan sama panjang.


Download ppt "YENY DURIANA WIJAYA, M.Psi.,Psi"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google