Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

“ PENGUJIAN VARIASI BEBAN ALAT PENGERING PAKAIAN SISTEM HIBRIDA DENGAN KAPASITAS RUANG PENGERING SATU METER KUBIK ” Disusun oleh : HARIS RUSANDI NIM.120421007.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "“ PENGUJIAN VARIASI BEBAN ALAT PENGERING PAKAIAN SISTEM HIBRIDA DENGAN KAPASITAS RUANG PENGERING SATU METER KUBIK ” Disusun oleh : HARIS RUSANDI NIM.120421007."— Transcript presentasi:

1 “ PENGUJIAN VARIASI BEBAN ALAT PENGERING PAKAIAN SISTEM HIBRIDA DENGAN KAPASITAS RUANG PENGERING SATU METER KUBIK ” Disusun oleh : HARIS RUSANDI NIM DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015

2 1.Latar Belakang Pengeringan adalah proses mengurangi kadar air dari objek yang dikeringkan. Di Indonesia, salah satu industri kecil dan menengah yang banyak menggunakan proses pengeringan adalah industri pencucian pakaian atau laundry. Pada umumnya proses pengeringan pakaian yang dilakukan masyarakat adalah secara alami dengan memanfaatkan energi matahari. Meskipun murah metode pengeringan alami ini mempunyai kelemahan utama, yaitu prosesnya sangat lambat dan sangat tergantung alam.

3 2. Rumusan Masalah Dalam penelitian ini terlebih dahulu dilakukan pembuatan model fisik unit mesin pengering pakaian dengan memanfaatkan gas buang kondensor sebagai sumber energi. Proses pengambilan panas dari kondensor diharuskan tidak akan mengganggu fungsi utama siklus kompresi uap. Pada temperatur berapa sebaiknya kondensor dioperasikan untuk menjaga laju pengeringan yang optimum, Kemudian karakteristik pengeringan dengan menggunakan sumber energi panas buangan ini juga harus diteliti. Kemudian susunan dan konfigurasi pakaian di dalam ruang pengering juga harus diteliti.

4 3. Batasan Masalah 1.Panas yang dihasilkan mesin Pengering ini sepenuhnya dari gas buang kondensor dengan bantuan blower sebagai pentransfer gas buang ke lemari pengering. 2.Menganalisa laju pengeringan pakaian, berapa lama waktu yang diperlukan dalam mengeringkan pakaian. 3.Menganalisa Nilai Laju Ekstraksi uap Spesifik pengeringan pakaian. 4.Menganalisa konsumsi energi spesifik mesin pengering pakaian.

5 5. Tujuan Penelitian Tujuan pada penelitian ini adalah : 1.Melakukan rancang bangun mesin pengering dengan memanfaatkan sisa panas dari kondensor AC split 1 PK. 2.Melakukan uji performansi pada mesin pengering yang sudah direncanakan dengan melakukan pengeringan langsung terhadap pakaian. Parameter performansi yang akan digunakan terhadap mesin pengering antara lain laju pengeringan, waktu pengeringan, penggunaan energi spesifik, dan laju ekstraksi spesifik. 3.Mendapatkan karakteristik pengeringan pakaian dengan menggunakan mesin pengering yang telah dirancang bangun. 4.untuk mengetahui nilai konsumsi energi spesifik pengeringan dengan memanfaatkan panas buang dari sistem pengkondisian udara.

6 6. Manfaat Penelitian Manfaat yang didapat dari hasil penelitian ini adalah : 1.Sebagai pengembangan dalam bidang penghematan energi dari teknologi refrigerasi dan pengkondisian udara. 2.Memanfaatkan panas buang yang dihasilkan kondensor untuk mengeringkan pakaian. 3.untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan juga pengurangan emisi Gas Rumah Kaca.

7 Pengeringan Rangkaian proses pengeringan secara garis besar merupakan metoda penguapan yang dapat dilakukan untuk melepas air dalam fasa uapnya dari dalam objek yang dikeringkan. Penguapan ini dapat dilakukan dengan dua cara yakni, cara pertama adalah dengan memberikan panas kedalam bahan tersebut sehingga terjadi kenaikan temperaturnya untuk keperluan memanaskan dan selanjutnya untuk menguapkan sejumlah air. Ataupun dengan cara menangkap uang air oleh udara yang telah dikondisikan (dipanaskan atau didinginkan).

8 Faktor faktor yang mempengaruhi pengeringan. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk memperoleh pengeringan maksimum, yaitu : » Luas permukaan » Suhu » Kecepatan udara » Kelembaban udara » Waktu.

9 Laju Pengeringan (drying rate) Laju pengeringan (drying rate; kg/jam) adalah banyak nya air yang diuapkan tiap satuan waktu atau penurunan kadar air bahan dalam satuan waktu. Dimana : W o = Berat pakaian sebelum pengeringan (kg) W f = Berat pakaian setelah pengeringan (kg) t = Waktu pengeringan (jam)

10 Nilai Laju Ekstraksi uap Spesifik atau specific moisture extraction rate (SMER) Nilai laju ekstraksi air spesifik atau specific moisture extraction rate (SMER) merupakan perbandingan jumlah air yang dapat diuapkan dari bahan dengan energi listrik yang digunakan tiap jam atau energi yang dibutuhkan untuk menghilangkan 1 kg air. Dinyatakan dalam kg/kWh. Dimana : W c = Daya kondensor (kW) W b = Daya blower (kW) = Laju pengeringan (kg/jam)

11 Konsumsi Energi Spesifik atau specific energy consumption (SEC) Energi yang dikonsumsi spesifik atau specific energy consumption (SEC) adalah perbandingan energi yang dikonsumsi dengan kandungan air yang hilang, dinyatakan dalam kWh/kg.

12 Diagram Alir Proses Penelitian Mulai Selesai Kesimpulan/Laporan Pengumpulan Data :  Massa Pakaian( gr)  Temperatur (c)  Kelembapan udara (%)  Kecepatan udara (m/s)  Waktu Pengelolahan data dan analisis data Usulan Penelitian Studi Literatur Tahapan Persiapan : 1.Persiapan mesin Pengering 2.Pengujian mesin pengering

13 Alat dan Bahan Pengujian 1.Peralatan Pengujian Alat yang digunakan dalam pengujian adalah : 1.Load Cell 2.Rh (Relative Humidity) Meter 3.Annemometer

14 4.Blower 5. Pompa Kalor (Heat Pump) AC (Air Conditioner) merek Samsung model AS09TUUQX dengan spesifikasi sebagai berikut: KarakteristikGambaran Teknik Rata-rata tegangan dan frekuensi220 – 240 V dan 50 Hz Kapasitas Pendinginan9000 Btu/h Konsumsi Daya rata-rata800 Watt RefrigeranR-22 Kuat Arus rata-rata4.0 A Kuat Arus maks.4.7 A

15 6.Laptop

16 2. Bahan dan alat Dalam Melakukan Pengujian 1. Pakaian 2. Refrigeran (R-22)

17 Gambar Mesin Pengering Pakaian Lemari Pengering Ruangan Kondensor Saluran Udara Masuk Penyangga Kaki Lemari Pintu Lemari Pengering

18 BlowerKondensor

19  Hasil pengujian dari berbagai variasi beban pakaian Pengujian Pakaian dengan Variasi Beban I Tabel Data Hasil pengujian pakaian variasi beban I NoWaktuBerat ( gr ) % Rh T didalamlemari ( 0 C) T r.cond ( 0 C) V (m/s) 114:00: :05: :10: :15: :20: :25: :30: :35: :40: :45:

20 1114:50: :55: :00: :05: :10: :15: :20: :25: :30:

21 Grafik penurunan berat pakaian dengan pengujian dengan variasi beban I

22 Pengujian Pakaian dengan Variasi Beban II NoWaktuBerat ( gr ) % Rh T didalamlemari ( 0 C) T r.cond ( 0 C) V (m/s) 111:40: :45: :50: :55: :00: :05: :10: :15: :20: :25: :30: :35: :40: :45: :50: Tabel Data Hasil pengujian pakaian variasi beban II

23 1612:55: :00: :05: :10: :15: :20: :25: :30: :35: :40: :45:

24 2713:50: :55: :00: :05: :10: :15: :20: :25: :30: :35: :40: :45: :50:

25 Grafik penurunan berat pakaian dengan pengujian dengan variasi beban II

26 Pengujian Pakaian dengan Variasi Beban III Tabel Data Hasil pengujian pakaian variasi beban III NoWaktuBerat ( gr ) % Rh T didalamlemari ( 0 C) T r.cond ( 0 C) V (m/s) 113:20: :25: :30: :35: :40: :45: :50: :55: :00: :05: :10: :15:

27 1314:20: :25: :30: :35: :40: :45: :50: :55: :00: :05: :10: :15: :20: :25: :30: :35:

28 2915:40: :45: :50: :55: :00: :05: :10: :15: :20: :25: :30: :35: :40: :45: :50: :55: :00:

29 Grafik penurunan berat pakaian untuk pengujian dengan variasi beban III

30 Pengujian Pakaian dengan Variasi Beban IV NoWaktuBerat ( gr ) % Rh T didalamlemari ( 0 C) T r.cond ( 0 C) V (m/s) 110:55: :00: :05: :10: :15: :20: :25: :30: :35: :40: Tabel Data Hasil pengujian pakaian variasi beban IV

31 1111:45: :50: :55: :00: :05: :10: :15: :20: :25: :30: :35: :40: :45: :50: :55: :00: :05: :10:

32 2913:15: :20: :25: :30: :35: :40: :45: :50: :55: :00: :05: :10: :15: :20: :25:

33 4414:30: :35: :40: :45: :50: :55: :00: :05: :10: :15: :20: :25: :30: :35: :40: :45: :50: :55:

34 Grafik penurunan berat pakaian untuk pengujian dengan variasi beban IV

35 NoWaktuBerat ( gr ) % Rh T didalamlemari ( 0 C) T r.cond ( 0 C) V (m/s) 109:37: :42: :47: :52: :57: :02: :07: :12: :17: :22: Pengujian Pakaian dengan Variasi Beban V Tabel Data Hasil pengujian pakaian variasi beban V

36 1110:27: :32: :37: :42: :47: :52: :57: :02: :07: :12: :17: :22: :27: :32: :37: :42: :47: :52:

37 2911:57: :02: :07: :12: :17: :22: :27: :32: :37: :42: :47: :52: :57: :02: :07: :12: :17:

38 4613:22: :27: :32: :37: :42: :47: :52: :57: :02: :07: :12: :17: :22: :27: :32: :37: :42: :47: :52: :57:

39 6615:02: :07: :12: :17: :22: :27: :32: :37: :42: :47: :52: :57: :02: :07: :12: :17: :22: :27:

40 Grafik penurunan berat pakaian untuk pengujian dengan variasi beban V

41 Dari data yang didapat, maka dapat dihitung laju pengeringan untuk varasi beban pakaian I a)Laju Pengeringan Laju pengeringan (drying rate; kg/jam) adalah banyaknya air yang diuapkan tiap satuan waktu atau penurunan kadar air bahan dalam satuan waktu. Dimana : W o = Berat bahan sebelum pengeringan (gr) W f = Berat bahan sesudah pengeringan (gr) t = waktu pengeringan (menit) V = Kecepatan udara (m/s) W o = 3045 gr, W f = 2018 gr, dan t = 90 menit dan untuk kecepatan udara V = 7.91 m/s. Maka :

42 b) Nilai Laju Ekstraksi uap Spesifik (SMER) perbandingan jumlah air yang dapat diuapkan dari bahan dengan energi listrik yang digunakan tiap jam atau energi yang dibutuhkan untuk menghilangkan 1 kg air. Dinyatakan dalam kg/kWh. = 0,4640 kg/kWh c) Konsumsi Energi Spesifik (SEC ) perbandingan energi yang dikonsumsi dengan kandungan air yang hilang, dinyatakan dalam kWh/kg = =

43 Data hasil perhitungan SMER dan SEC dari variasi beban pakaian Variasi beban pakaian mempengaruhi laju pengeringan selain dari suhu udara, kelembaban dan kecepatan udara. NoJenis Percobaan T ( 0 C) t (menit)(kg/jam) SMER (kg/kWh) SEC (kWh/kg) Massa (gr) 1Pengujian Pertama42,5900,6840,46402, Pengujian Kedua43,51900,8220,55771, Pengujian Ketiga432200,86760,58861, Pengujian Keempat43,53000,8580, Pengujian Kelima43,54100,76260,51741,

44 Grafik Karakteristik massa pakaian terhadap waktu

45 Kesimpulan dan Saran A. Kesimpulan Berdasarkan analisa data dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : faktor yang perlu diperhatikan untuk memperoleh kecepatan pengeringan maksimum adalah suhu, kecepatan udara, kelembaban udara, luas permukaan dan waktu. Variasi beban pakaian mempengaruhi laju pengeringan selain dari suhu udara, kelembaban dan kecepatan udara.

46 Dari hasil perhitungan Nilai SMER untuk pengeringan masing-masing variasi beban adalah 0,4640 kg/kWh – 0,5886 kg/kWh, yang artinya adalah jumlah uap air yang mampu dihilangkan dari bahan pakaian tiap 1 kWh adalah antara 0,4640 kg - 0,5886 kg. Dari hasil perhitungan nilai SEC berkisar antara 1,70 kWh/kg – 2,1551 kWh/kg untuk pengeringan yang dilakukan masing-masing jenis bahan pakaian. Hal ini berarti bahwa energi dikonsumsi untuk menghilangkan 1 kg uap air dari bahan yang dikeringkan adalah antara 1,70 kWh – 2,1551 kWh.

47 B.Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis memberikan saran sebagai berikut : Sangat dianjurkan menggunakan lemari pengering ini sebagai pengganti pengeringan konvensional. Untuk mendapatkan panas yang diinginkan, Freon AC di cek terlebih dahulu, Karena jika Freon AC berkurang, maka mempengaruhi panas yang dihasilkan kondensor

48 SEKIAN DAN TERIMA KASIH


Download ppt "“ PENGUJIAN VARIASI BEBAN ALAT PENGERING PAKAIAN SISTEM HIBRIDA DENGAN KAPASITAS RUANG PENGERING SATU METER KUBIK ” Disusun oleh : HARIS RUSANDI NIM.120421007."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google