Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEWAJIBAN Kelompok 4 Fanny Khumairoh7211413010 Selly Marviatun7211413023 Dian Rizkiani7211413036 Fitri Nurkhotimah7211413057 Intan Setiawati7211413062.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEWAJIBAN Kelompok 4 Fanny Khumairoh7211413010 Selly Marviatun7211413023 Dian Rizkiani7211413036 Fitri Nurkhotimah7211413057 Intan Setiawati7211413062."— Transcript presentasi:

1 KEWAJIBAN Kelompok 4 Fanny Khumairoh Selly Marviatun Dian Rizkiani Fitri Nurkhotimah Intan Setiawati Siska Apriliana

2 Pengertian Kewajiban FASBIASC APB No 4

3 Karakteristik kewajiban 1. Pengorbanan manfaat ekonomik masa datang 2. Keharusan sekarang untuk mentransfer aset 3. Timbul akibat transaksi masa lalu

4 Hak-kewajiban tak bersyarat Tidak ada hak tanpa kewajiban dan tidak ada kewajiban tanpa hak Tidak semua kejadian atau transaksi (kontrak) menimbulkan keharusan sekarang. Kontrak dapat bersifat eksekutori.

5 Karakteristik Pendukung Tidak membatalkan objek sbg kewajiban Keharusan pembayaran kas  Bukti adanya kewajiban  Pengukur besarnya kewajiban yg ckp objektif Identitas terbayar jelas  Saat pelunasan kewaiban, pihak terbayar hrs teridentifikasi Berdasarkan hukum  APB memasukkan pos bukan keharusan atau nonkeharusan sb bagian dari kewajiban

6 Pengakuan Kewajiban diakui pada saat keharusan tlh mengikat akibat transaksi sebelumnya. Kaidah pengakuan  penjabaran teknis kriteria pengakuan umum; apa yg menandai bahwa kewajiban tlh mengikat shg dpt diakui (dibukukan) Kewajiban diakui pada saat keharusan tlh mengikat akibat transaksi sebelumnya. Kaidah pengakuan  penjabaran teknis kriteria pengakuan umum; apa yg menandai bahwa kewajiban tlh mengikat shg dpt diakui (dibukukan)

7 Kaidah Pengakuan (Kam, 1990) Ketersediaan dasar hukum  Terkait kualitas keterandalan dan keberpautan informasi Keterterepan konsep dasar konservatisme  rugi (kewajiban) segera diakui, tapi tidak dengan untung (aset) Ketentuan substansi ekonomik  terkait masalah relevansi informasi Keterukuran nilai kewajiban  Keterukuran : syarat mencapai kualitas keterandalan informasi; terkait jumlah rupiah kewajiban diakui.

8 Saat-saat diakuinya kewajiban Saat penandatangana n kontrak Bersamaan dg pengakuan biaya Bersamaan dg pengakuan asset Akhir periode

9 Pengakuan kewajiban bergantung Keadaan kebergantungan rugi yang memicu pengakuan kewajiban: SFAS No. 5, prg.4 Ketertagihan piutang usahaKeharusan berkaitan dengan jaminan produk dan kerusakan produk Risiko rugi atau kerusakan properitas (fasilitas) kesatuan usaha akibat kebakaran, ledakan, dan bahaya lainnya. Ancaman pengambilalihan aset oleh pemerintahPersengketaan yang memberatkan atau menunggu keputusan Klaim atau pungutan yang telah diajukan/dikenakan atau yang mungkin (possible) terjadi Risiko rugi akibat bencana yang ditanggung oleh perusahaan asuransi kerugian dan kecelakaan dan perusahaan reasuransi Jaminan terhadap utang pihak lainKeharusan bank komersial dalam ikatan standby letters of creditPerjanjian untuk membeli piutang atau aser yang berkaitan yang telah dijual

10 Pengakuan kewajiban bergantung SFAS No. 5, prg.4 Turunnya nilai suatu aset sebelum penerbitan statemen keuangan atau kewajiban cukup pasti telah terjadi Jumlah rupiah rugi dapat diestimasi dengan cukup tepat Rugi taksiran dari ketergantungan rugi harus diakru bila kedua kondisi tersebut terpenuhi

11 Makna kewajiban relevan untuk mengakui rugi bersyarat Pertama, utang adalah keharusan sekarang (present) Kedua, keharusan sekarang kepada pihak lain berupa pengorbanan sumber ekonomik yang cukup pasti jumlah dan saatnya.

12 Pengukuran Pengukur yang paling objektif untuk menentukan kos kewajiban pada saat terjadinya adalah penghargaan sepakatan dalam transaksi-transaksi tersebut dan bukan jumlah rupiah pengorbanan ekonomik masa datang. Penghargaan sepakatan suatu kewajiban merefleksi nilai setara tunai atau nilai sekarang kewajiban

13 Kewajiban Dalam Pembelian Kredit Dasar pengukuran aset yang paling objektif adalah kos tunai atau kos tunai implisit Contoh: pada toko A sebuah mesin dijual dengan 8 kali angsuran Rp200rb/triwulan (bunga eksplisit) dan kesepakatan kontrak Rp jika dibeli tunai RP (kos tunai implisit)

14 Secara konseptual diakui sebagai berikut : Mesin Rp Utang usaha Rp Secara teknis pembukuan, Mesin RP Bunga Tangguhan Rp Utang Usaha Rp

15 Diskon dan Premium Utang Obligasi Diskon utang obligasi pada waktu penerbitan adalah suatu jumlah rupiah debit yang menunjukkan biaya bunga yang harus dilaporkan dalam neraca sebagai pengurang nilai nominal (jatuh tempu) utang obligasi premium obligasi ≠ “ pendapatan tangguhan”

16 Kewajiban Moneter dan Nonmoneter Kewajiban moneter Kewajiban nonmoneter

17 Penilaian Penilaian kewajiban pada saat tertentu adalah penentuan jumlah rupiah yang harus dikorbankan seandainya pada saat tersebut kewajiban harus dilunasi. Dengan kata lain, penilaian adalah penentuan nilai sekarang kewajiban.

18 Dasar atribut penilaian kewajiban Basis (atribut) PenilaianKeterterapanContoh pos yang berpaut Harga pasar sekarang (current market value) Berbagai kewajiban yang melibatkan komoditas dan surat-surat berharga (marketable commodities and securities) Kewajiban penerbit opsi (baik call maupun put options) sebelum jangka opsi habis (expired) dan beberapa kewajiban pedagang efek. Nilai pelunasan neto (net settlement value) Berbagai kewajiban yang melibatkan jumlah rupiah yang cukup pasti tetapi waktu pelunasannya tidak cukup pasti. Utang usaha, utang garansi, dan utang wesel jangka pendek. Nilai diskunan aliran kas masa datang (discounted value of future cash flows) Kewajiban moneter jangka panjang jumlah rupiah maupun saat pembayaran cukup pasti Utang obligasi, dan utang wesel jangka panjang.

19 Pelunasan Pelunasan merupakan suatu tindakan atau upaya yang sengaja dilakukan oleh kesatuan usaha untuk memenuhi (to satisfy) kewajiban pada saatnya dan dalam kondisi normal usaha (in due cousrse of bussiness) sehingga dia bebas dari kewajiban tersebut. Pelunasan biasanya merupakan pemenuhan secara langsung kepada pihak yang berpiutang. Pelunasan menjadikan kewajiban tersebut hapus, tiada, atau lenyap (extinguished) secara langsung (kewajiban langsung didebit).

20 Kriteria lenyapnya suatu kewajiban yang ditentukan oleh FASB dalam SFAC No. 125 (prg. 16 sebagai berikut) Debitor membayar kreditor dan terbebaskan dari keharusan yang kelekat pada kewahiban. Membayar kreditor mencakupi penyerahan kas, aset finansial lain, barang, atau jasa atau penebusan sekuritas utang oleh debitor untuk menghapus utang atau untuk menahannya sebagai utang obligasi treasuri. Debitor telah dibebaskan secara hukum dari statusnya sebagai penanggung utang (obligor) utama baik oleh keputusan pengadilan maupun oleh kreditor.

21 FASB mendefinisi instrumen finansial sebagai berikut (SFAS No.107, prg.3) : Instrumen finansial adalah kas, bukti pemilikan (ownership interest) dalam suatu entitas, atau suatu kontrak yang memuat dua ketentuan berikut : a)Mengenakan atas suatu entitas keharusan kontraktual untuk (1) menyerahkan kas atau instrumen finansial lainya kepada entitas kedua atau (2) menukar instrumen finansial yang dipegang entitas kedua. b)Mengalihkan/memberi kepada entitas kedua di atas suatu hak kontraktual untuk (1) menerima kas atau instrumen finansial lainnya dari entitas pertama atau (2) menukarkan instrumen finansial yang dipegangnya dengan instrumen finansial lain dari entitas pertama kas atas keuntungan entitas kedua.

22 Transfer Aset Finansial Suatu entitas dapat mentransfer asset financial termasuk kas, barang, atau jasa. Bila kewajiban telah dilunasi dengan mentransfer secara penuh kas, barang, atau jasa ke debitor maka pada saat itu pelunasan dianggap tuntas.

23 Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo Terdapat selisih antara harga penarikan dan nilai buku Selisih diamortisasi selama sisa umur semula utang yang ditarik kembali Selisih diamortisasi selama umur utang baru yang diterbitkan Selisih diakui pada saat penarikan dan dilaporkan distatemen laba rugi tahun bersangkutan

24 Utang Terkonversi Dapat dikonversi statusnya menjadi ekuitas atas inisiatif pemegang obligasi selama periode konversi Bunga nominal < bunga obligasi setara Harga konversi > harga pasar saham (selisih dapat dipandang sebagai hak opsi saham atau waran) Harga konversi umumnya tetap atau menaik

25 Utang Terkonversi Karakteristik obligasi terkonversi menimbulkan masalah akuntansi pada saat pengakuan, pengkonversian, dan perlunasan. Hak konversi mempunyai nilai ekonomik sehingga tidak berbeda dengan sifat hak opsi atau waran Pada saat penerbitan hak konversi atau nilai utang obligasi biasa (tanpa hak konversi) dapat diukur secara cukup andal sehingga tidak ada kesulitan teknis untuk mengimplementasi pemisahan tersebut. Tujuan penerbitan utang terkonversi yang sebenarnya adalah pendanaan dengan ekuitas

26 Pembebasan Substantif Keadaan yang saat itu penerbit utang tidak perlu lagi melakukan penyetoran ke dana pelunasan utang (sinking fund).

27 PENYAJIAN PSAK N0 1 KEWAJIBAN JANGKA PENDEK KEWAJIBAN JANGKA PANJANG

28 HAK MENGKOMPENSASI Kontrak Bersyarat Kontrak Pertukaran Tiap pihak dari dua pihak yang berkontrak utang kepada yang lain suatu jumlah rupiah tertentu. Pihak pelapor mempunyai hak mengkomp ensasi jumlah yang diutangnya dengan jumlah yang diutang pihak lain. Pihak pelapor memang berniat untuk mengontra Hak mengontra terpaksakan secara hukum

29

30 Uswatun 037 Sistem of balance Irma 005 Utang terkonversi, hal 337 Perlakuan di nerasa Sekuritas hibida ro hana 046 Bonus atau undian diakui sebagai kewajiban, contoh dimatahari, pengumuman tidak melalui pesan pribadi, pemenang tidak mengetahui, perlakannya seperti apa? Masuknya laporan yang mana CLK atau neraca?


Download ppt "KEWAJIBAN Kelompok 4 Fanny Khumairoh7211413010 Selly Marviatun7211413023 Dian Rizkiani7211413036 Fitri Nurkhotimah7211413057 Intan Setiawati7211413062."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google