Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MORFOLOGI 1. Batasan : a) bagian dari ilmu bahasa yang a) bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari membicarakan atau mempelajari seluk.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MORFOLOGI 1. Batasan : a) bagian dari ilmu bahasa yang a) bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari membicarakan atau mempelajari seluk."— Transcript presentasi:

1 MORFOLOGI 1. Batasan : a) bagian dari ilmu bahasa yang a) bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari membicarakan atau mempelajari seluk beluk bentuk kata. seluk beluk bentuk kata. b) Ilmu bahasa yang menganalisis serta b) Ilmu bahasa yang menganalisis serta mempelajari bentuk kata mempelajari bentuk kata

2 2. Proses Morfologis, ialah proses pembentukan kata dari bentuk kata pembentukan kata dari bentuk kata yang lain. yang lain.  Proses Morfologis ada tiga macam: a) Proses Afiksasi ialah proses a) Proses Afiksasi ialah proses pembentukan kata dengan pembentukan kata dengan melekatkan afiks (imbuhan) pada melekatkan afiks (imbuhan) pada kata dasar kata dasar Kata bentukan ini disebut kata Kata bentukan ini disebut kata berimbuhan berimbuhan

3 Misalnya: Misalnya: ajar (kata dasar) ajar (kata dasar) belajar belajarpelajarpelajaranpengajarpengajaranmengajar mempelajari, dsb

4 b) Proses Reduplikasi ialah proses pengulangan bentuk (Kata ialah proses pengulangan bentuk (Kata bentukan ini disebut kata ulang bentukan ini disebut kata ulang (reduplikasi) (reduplikasi) Misalnya : Misalnya : jauh jauh-jauh jauh jauh-jauhberjauh-jauhan gerakgerak-gerik gerakgerak-gerik samasasama sesama samasasama sesama

5 c) Proses Komposisi ialah proses penggabungan kata dengan kata lain, sehingga menimbulkan gabungan kata : ialah proses penggabungan kata dengan kata lain, sehingga menimbulkan gabungan kata : - kata majemuk (kompositum) - kata majemuk (kompositum) - kelompok kata (frasa) - kelompok kata (frasa) Misalnya : Misalnya : - kereta api, sapu tangan, kaca mata dsb - kereta api, sapu tangan, kaca mata dsb - kereta dorong, kaca mobil, meja kayu - kereta dorong, kaca mobil, meja kayu dsb dsb

6 A. Proses Afiksasi A. Proses Afiksasi Proses Afiksasi ialah proses pembentukan Proses Afiksasi ialah proses pembentukan kata dengan melekatkan afiks (imbuhan) kata dengan melekatkan afiks (imbuhan) pada kata dasar pada kata dasar Kata bentukan ini disebut kata berimbuhan Kata bentukan ini disebut kata berimbuhan

7 1, Berdasarkan Letaknya, meliputi : 1, Berdasarkan Letaknya, meliputi : a. Awalan (prefiks) a. Awalan (prefiks) ber-, me-, di-, ter-,per-, se-, ke-, pra-, swa-, ber-, me-, di-, ter-,per-, se-, ke-, pra-, swa-, maha-, pramu-, tata-, dsb. maha-, pramu-, tata-, dsb. b. Sisipan (infiks) b. Sisipan (infiks) -el-, -em-, -er-. -el-, -em-, -er-. c. Akhiran (sufiks) c. Akhiran (sufiks) -i, -kan, -an, -nya, -wan, -man, -wati, -is, dsb. -i, -kan, -an, -nya, -wan, -man, -wati, -is, dsb. d. Imbuhan Terbagi (konfiks) d. Imbuhan Terbagi (konfiks) pe-an, ke-an, per-an, se-nya, ber-an, dsb. pe-an, ke-an, per-an, se-nya, ber-an, dsb. c. Imbuhan Gabung (simulfiks) c. Imbuhan Gabung (simulfiks) memper-, memper-kan, diper-, me-kan, di-i, dsb. memper-, memper-kan, diper-, me-kan, di-i, dsb.

8 - Catatan : Konfiks ialah : Konfiks ialah : Gabungan dua macam afiks yang dipakai Gabungan dua macam afiks yang dipakai sekaligus pada suatu bentuk dasar, yang sekaligus pada suatu bentuk dasar, yang bersama-sama membentuk satu fungsi bersama-sama membentuk satu fungsi dan satu arti. dan satu arti. Simulfiks ialah : Simulfiks ialah : Gabungan dua macam afiks yang dipakai Gabungan dua macam afiks yang dipakai sekaligus pada suatu bentuk dasar, yang sekaligus pada suatu bentuk dasar, yang masing-masing masih mempertahankan masing-masing masih mempertahankan fungsi dan artinya sendiri. fungsi dan artinya sendiri.

9 c 2. Berdasarkan Kemampuan Melekat, meliputi : meliputi : a. Afiks Produktif a. Afiks Produktif adalah imbuhan yang mempunyai kemampuan besar adalah imbuhan yang mempunyai kemampuan besar untuk melekat pada semua kata dasar guna untuk melekat pada semua kata dasar guna membentuk kata jadian. membentuk kata jadian. contoh : ber-, me-, di-, pe-an, per-an, ke-an, dsb. contoh : ber-, me-, di-, pe-an, per-an, ke-an, dsb. b. Afiks Improduktif b. Afiks Improduktif adalah imbuhan yang hanya mampu melekat pada adalah imbuhan yang hanya mampu melekat pada beberapa kata dasar saja, tidak mampu membentuk beberapa kata dasar saja, tidak mampu membentuk kata jadian baru. kata jadian baru. contoh : -el-, -em-, -er-, -man, -wan, -wati, -wi, pra-, contoh : -el-, -em-, -er-, -man, -wan, -wati, -wi, pra-, -i, dsb. -i, dsb.

10 3. Berdasarkan Asalnya a. Imbuhan bahasa Indonesia asli a. Imbuhan bahasa Indonesia asli contoh : me-, ber-, -an, pe-an, contoh : me-, ber-, -an, pe-an, b. Imbuhan bahasa Indonesia ambilan dari b. Imbuhan bahasa Indonesia ambilan dari bahasa lain bahasa lain contoh : swa-, tuna-, non-, -im-, -in-. -is, contoh : swa-, tuna-, non-, -im-, -in-. -is, -isasi, dsb. -isasi, dsb.

11 4. Afiks Baru a. Awalan (prefiks) a. Awalan (prefiks) tak : utk mengimbangi prefik asing : a tak : utk mengimbangi prefik asing : a swa : utk mengimbangi prefik asing : auto swa : utk mengimbangi prefik asing : auto prati : utk mengimbangi prefik asing : anti prati : utk mengimbangi prefik asing : anti antar : utk mengimbangi prefik asing : inter antar : utk mengimbangi prefik asing : inter pra : utk mengimbangi prefik asing : pre pra : utk mengimbangi prefik asing : pre ulang : utk mengimbangi prefik asing : re ulang : utk mengimbangi prefik asing : re

12 serba : mengandung arti : semua serba : mengandung arti : semua anu : mengandung arti : sesudah anu : mengandung arti : sesudah maha : mengandung arti : sangat maha : mengandung arti : sangat wawan : mengandung arti : temu / saling wawan : mengandung arti : temu / saling daya : mengandung arti : kemampuan daya : mengandung arti : kemampuan pramu : mengandung arti : pelayan pramu : mengandung arti : pelayan purna : mengandung arti : bekas / eks purna : mengandung arti : bekas / eks tuna : mengandung arti : ketiadaan / tuna : mengandung arti : ketiadaan / kehilangan kehilangan

13 b. Akhiran (sufiks) -is : menunjukan orang yg bersifat is : menunjukan orang yg bersifat isme : berarti aliran atau paham -isme : berarti aliran atau paham -isasi : menyatakan peristiwa atau proses -isasi : menyatakan peristiwa atau proses sama dengan imbuhan pe-an sama dengan imbuhan pe-an -i, : berarti mempunyai sifat....(akhir konsonan) -i, : berarti mempunyai sifat....(akhir konsonan) -wi : berarti mempunyai sifat....(akhir vokal) -wi : berarti mempunyai sifat....(akhir vokal) -ah, : berarti mempunyai sifat.... -ah, : berarti mempunyai sifat.... -iah : berarti mempunyai sifat.... -iah : berarti mempunyai sifat in : fungsinya menyatakan jamak (laki-laki) - in : fungsinya menyatakan jamak (laki-laki) -at : fungsinya menyatakan jamak (wanita) -at : fungsinya menyatakan jamak (wanita)

14 B. Proses Reduplikasi B. Proses Reduplikasi (kata ulang) (kata ulang) Kata ulang ialah kata jadian yg dibentuk dg Kata ulang ialah kata jadian yg dibentuk dg jalan mengulang kata dasarnya. jalan mengulang kata dasarnya. Pengulangan dapat dg jalan mengulang Pengulangan dapat dg jalan mengulang sebagian atau seluruh kata dasar, atau sebagian atau seluruh kata dasar, atau mengulang seluruh kata dasar disertai mengulang seluruh kata dasar disertai perubahan fonem, maupun mengulang perubahan fonem, maupun mengulang disertai pembubuhan imbuhan. disertai pembubuhan imbuhan.

15 1. Macam Kata Ulang 1. Macam Kata Ulang a. Kata ulang ulangan suku awal (dwi purwa) a. Kata ulang ulangan suku awal (dwi purwa) ialah kata ulang yg dibentuk dg jalan mengulang ialah kata ulang yg dibentuk dg jalan mengulang suku awal kata dasarnya. suku awal kata dasarnya. Bentuk perulangan ini, vokal suku awal Bentuk perulangan ini, vokal suku awal mengalami pelemahan bunyi menjadi e (peped) mengalami pelemahan bunyi menjadi e (peped) Contoh : Contoh : sama sasama sesama sama sasama sesama luhur luluhur leluhur luhur luluhur leluhur tirah titirah tetirah tirah titirah tetirah pohon + an Popohonan pepohnan pohon + an Popohonan pepohnan

16 b. Kata ulang ulangan seluruh kata dasar b. Kata ulang ulangan seluruh kata dasar ( dwi lingga ) ( dwi lingga ) ialah kata ulang yg dibentuk dg jalan ialah kata ulang yg dibentuk dg jalan mengulang selurun kata dasarnya. Kata mengulang selurun kata dasarnya. Kata dasarnya dapat berupa kata asal maupun dasarnya dapat berupa kata asal maupun kata jadian. kata jadian. Contoh : Contoh : rumah rumah-rumah rumah rumah-rumah pembaca pembaca-pembaca pembaca pembaca-pembaca bintang film bintang film bintang film bintang film

17 c. Kata ulang ulangan seluruh kata dasar, c. Kata ulang ulangan seluruh kata dasar, sekaligus dengan perubahan fonem sekaligus dengan perubahan fonem (dwi lingga salin swara) (dwi lingga salin swara) ialah kata ulang yg dibentuk dg jalan ialah kata ulang yg dibentuk dg jalan mengulang seluruh kata dasarnya, tetapi mengulang seluruh kata dasarnya, tetapi pada salah satu sukunya terjadi perubahan pada salah satu sukunya terjadi perubahan bunyi pada satu fonem atau lebih, baik vokal bunyi pada satu fonem atau lebih, baik vokal maupun konsonan maupun konsonan Contoh : Contoh : gerak-gerak gerak-gerik gerak-gerak gerak-gerik sayur-sayur sayur-mayur sayur-sayur sayur-mayur liku-liku lika-liku liku-liku lika-liku

18 d. Kata ulang berimbuhan d. Kata ulang berimbuhan Kata ulang ini selain terjadi pengulangan Kata ulang ini selain terjadi pengulangan kata dasar, terjadi pula proses pengimbuhan. kata dasar, terjadi pula proses pengimbuhan. Contoh : Contoh : memukul-mukul memukul-mukul pukul-pukulan pukul-pukulan berpukul-pukulan berpukul-pukulan

19 e. Kata ulang semu e. Kata ulang semu Kata ini sebenarnya adalah kata asal, bukan Kata ini sebenarnya adalah kata asal, bukan kata ulang kata ulang Contoh : Contoh : onde-onde, mondar-mandir, tiba-tiba, onde-onde, mondar-mandir, tiba-tiba, ubun-ubun. ubun-ubun. Dalam bahasa Indonesia tidak ada kata Dalam bahasa Indonesia tidak ada kata onde, mandir, tiba, ubun. onde, mandir, tiba, ubun.

20 C. Proses Komposisi C. Proses Komposisi (Kata Majemuk) (Kata Majemuk) ialah gabungan dua kata atau lebih yang ialah gabungan dua kata atau lebih yang menghasilkan kata baru, dan kata baru menghasilkan kata baru, dan kata baru tersebut berbeda arti dengan setiap unsur tersebut berbeda arti dengan setiap unsur pembentuknya pembentuknya atau atau Gabungan dua kata atau lebih yang Gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan arti membentuk satu kesatuan arti

21 1. Ciri-ciri Kata Majemuk a. Merupakan gabungan kata yang membentuk pengertian a. Merupakan gabungan kata yang membentuk pengertian baru yg berbeda dg arti setiap unsur pembentuknya. baru yg berbeda dg arti setiap unsur pembentuknya. b. Gabungan kata tersebut sangat erat (padu) sehingga b. Gabungan kata tersebut sangat erat (padu) sehingga pemberian keterangan adalah pemberian keterangan pemberian keterangan adalah pemberian keterangan terhadap kesatuan bentuk, bukan terhadap bagian- terhadap kesatuan bentuk, bukan terhadap bagian- bagiannya. Demikian pula pemberian imbuhan, bagiannya. Demikian pula pemberian imbuhan, dirangkaikan di bagian awal atau bagian akhir. dirangkaikan di bagian awal atau bagian akhir. contoh : contoh : orang tuanya, bukan orangnya tua orang tuanya, bukan orangnya tua pertanggung jawaban, bukan pertanggungan jawab pertanggung jawaban, bukan pertanggungan jawab c. Biasanya terdiri atas kata dasar. c. Biasanya terdiri atas kata dasar.

22 2. Macam Kata Majemuk a. Kata Majemuk Setara / Gabung a. Kata Majemuk Setara / Gabung (Kompositum Kumulatif) (Kompositum Kumulatif) Yaitu kata majemuk yg masing-masing pemben- Yaitu kata majemuk yg masing-masing pemben- tuknya mempunyai derajat / kedudukan yg sama, tuknya mempunyai derajat / kedudukan yg sama, unsur yg satu tidak menerangkan unsur yg lain. unsur yg satu tidak menerangkan unsur yg lain. Kata majemuk setara dibagi menjadi Kata majemuk setara dibagi menjadi 1. Kata majemuk setara sederajat 1. Kata majemuk setara sederajat ayah-ibu, sanak-saudara, meja-kursi, dll ayah-ibu, sanak-saudara, meja-kursi, dll 2. Kata majemuk setara berlawanan 2. Kata majemuk setara berlawanan tua-muda, kaya-miskin, siang-malam, dll tua-muda, kaya-miskin, siang-malam, dll 3. Kata majemuk setara-searti 3. Kata majemuk setara-searti hancur-lebur, muda-belia, cantik-molek, dll hancur-lebur, muda-belia, cantik-molek, dll

23 b. Kata Majemuk Bertingkat b. Kata Majemuk Bertingkat (Kompositum Determinatif) (Kompositum Determinatif) Yaitu kata majemuk yg salah satu unsur pemben- Yaitu kata majemuk yg salah satu unsur pemben- tuknya menerangkan unsur yg lain tuknya menerangkan unsur yg lain 1. Jenis kata majemuk bertingkat 1. Jenis kata majemuk bertingkat a). Kata majemuk bertingkat sifat Indonesia (D-M) a). Kata majemuk bertingkat sifat Indonesia (D-M) Orang tua, mata air, matahari, meja makan Orang tua, mata air, matahari, meja makan b). Kata majemuk bertingkat sifat asing (M-D) b). Kata majemuk bertingkat sifat asing (M-D) perdana menteri, purba kala, bumi putra perdana menteri, purba kala, bumi putra

24 2. Sifat hubungan kata majemuk bertingkat a). Unsur kedua menerangkan unsur pertama (D-M) a). Unsur kedua menerangkan unsur pertama (D-M) kereta api, saputangan, pintu air, meja tulis. kereta api, saputangan, pintu air, meja tulis. b). Unsur kedua memberi sifat unsur pertama b). Unsur kedua memberi sifat unsur pertama orang tua, raja muda, besi berani, tanah lapamg. orang tua, raja muda, besi berani, tanah lapamg. c). Unsur kedua menjelaskan sifat unsur pertama c). Unsur kedua menjelaskan sifat unsur pertama merah padam, kuning langsat, sawo matang. merah padam, kuning langsat, sawo matang. d). Unsur kedua memberi nama/gelar unsur pertama d). Unsur kedua memberi nama/gelar unsur pertama bunga melati, sayur asam, buah mangga. bunga melati, sayur asam, buah mangga. e). Unsur pertama ada hubungan perbuatan/pekerja- e). Unsur pertama ada hubungan perbuatan/pekerja- an dg unsur kedua an dg unsur kedua pisau cukur, tempat tidur, meja makan pisau cukur, tempat tidur, meja makan

25 c. Kata Majemuk Kepunyaan (Posesif) c. Kata Majemuk Kepunyaan (Posesif) 1. Unsur kedua menerangkan unsur pertama dalam 1. Unsur kedua menerangkan unsur pertama dalam hubungan kepunyaan hubungan kepunyaan mata pena, daun pintu, bibir sumur, mata pena, daun pintu, bibir sumur, kumis kucing kumis kucing 2. Gelar atau panggilan kepada orang yg Mempu- 2. Gelar atau panggilan kepada orang yg Mempu- nyai sifat (keadaan) seperti yg tersebut pada nyai sifat (keadaan) seperti yg tersebut pada kata itu kata itu rambut kriting, ekor kuda, kepala botak rambut kriting, ekor kuda, kepala botak 3. Persenyawaan yg mengandung arti kiasan 3. Persenyawaan yg mengandung arti kiasan panjang tangan, keras kepala, besar mulut panjang tangan, keras kepala, besar mulut

26 d. Kata Majemuk Unik d. Kata Majemuk Unik ialah kata majemuk yg salah satu unsurnya ialah kata majemuk yg salah satu unsurnya (biasanya unsur ke dua) tidak pernah (biasanya unsur ke dua) tidak pernah bergabung dg bentuk lain selain dengan bergabung dg bentuk lain selain dengan bentuk tersebut. bentuk tersebut. Unsur ke dua, berupa morfem unik. Unsur ke dua, berupa morfem unik. simpang siur, gelap gulita, terang simpang siur, gelap gulita, terang benderang benderang

27 3. Penulisan Kata Majemuk a. Ditulis serangkai a. Ditulis serangkai Cara ini dilakukan untuk kata majemuk yg telah Cara ini dilakukan untuk kata majemuk yg telah benar-benar padu atau erat ikatannya. benar-benar padu atau erat ikatannya. contoh : matahari, hulubalang, daripada contoh : matahari, hulubalang, daripada b. Ditulis terpisah dg menggunakan tanda baca b. Ditulis terpisah dg menggunakan tanda baca contoh : ibu-bapak, ayah- bunda, sanak-saudara contoh : ibu-bapak, ayah- bunda, sanak-saudara c. Ditulis terpisah c. Ditulis terpisah contoh : surat khabar, orang tua, mata air contoh : surat khabar, orang tua, mata air

28 4. Pengulangan kata majemuk 4. Pengulangan kata majemuk Dengan berpegang kepada kaidah bahasa Dengan berpegang kepada kaidah bahasa Indonesia, karena kata majemuk berupa Indonesia, karena kata majemuk berupa bentukan yg membentuk suatu kesatuan, bentukan yg membentuk suatu kesatuan, maka pengulangan kata majemuk haruslah maka pengulangan kata majemuk haruslah mengulang seluruhnya. mengulang seluruhnya. contoh : sapu tangan - sapu tangan contoh : sapu tangan - sapu tangan orang tua – orang tua orang tua – orang tua hulubalang - hulubalang hulubalang - hulubalang

29 5. Aneksi (kata bersusun berangkai) 5. Aneksi (kata bersusun berangkai) Gabungan dua kata atau lebih yg menjadi Gabungan dua kata atau lebih yg menjadi satu, tetapi tidak menimbulkan pengertian satu, tetapi tidak menimbulkan pengertian baru. Gabungan kata tersebut memiliki arti baru. Gabungan kata tersebut memiliki arti sebenarnya dan hubungan antar pemben- sebenarnya dan hubungan antar pemben- tuknya mempunyai asumsi. tuknya mempunyai asumsi. BENTUK ASUMSI SEBENARNYA BENTUK ASUMSI SEBENARNYA buku Ali milik buku milik Ali buku Ali milik buku milik Ali baju biru warna baju warna biru baju biru warna baju warna biru

30 Ciri Aneksi Ciri Aneksi a. Hubungan antar unsurnya kurang erat, bila a. Hubungan antar unsurnya kurang erat, bila dibandingkan dg kata majemuk dibandingkan dg kata majemuk b. Arti tiap unsurnya masih tampak jelas b. Arti tiap unsurnya masih tampak jelas contoh : cincin emas contoh : cincin emas c. Mempunyai asumsi c. Mempunyai asumsi d. Mempunyai unsur utama (yg diterangkan) dan d. Mempunyai unsur utama (yg diterangkan) dan unsur penjelas (yg menerangkan) unsur penjelas (yg menerangkan) e. Menurut hukum DM, kecuali aneksi kuantitatif e. Menurut hukum DM, kecuali aneksi kuantitatif f. Jika asumsi dinyatakan bentuk aneksimya hilang f. Jika asumsi dinyatakan bentuk aneksimya hilang

31 1. Morfologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari seluk beluk bentuk kata Kesatuan terkecil yang dipelajari dalam morfologi ini ialah m o r f e m Morfem ialah bentuk bahasa yang paling kecil yang bermakna yang tidak mengandung unsur pembentuk lain MORFEM DAN KATA

32 Morfem ialah bentuk bahasa yang paling kecil yang bermakna yang tidak mengandung unsur pembentuk lain atau Kesatuan bunyi yang ikut serta dalam kata dan yang dapat dibedakan artinya

33 Perhatikan Perhatikan  Mereka telah selesai makan terdiri atas 4 morfem terdiri atas 4 morfem mereka, telah, selesai, makan mereka, telah, selesai, makan  Banyak makanan yang disajikan di atas meja terdiri atas 9 morfem terdiri atas 9 morfem banyak, makan, -an, yang, di-kan, saji, di, atas, meja banyak, makan, -an, yang, di-kan, saji, di, atas, meja

34 Di samping morfem, terdapat juga yang disebut kata makanan = 1 kata terdiri atas 2 morfem : makan dan –an ttttermakan = 1 kata terdiri atas 2 morfem : ter-, dan makan  s s s sepemakan sirih = 2 kata, terdiri 4 morfem : se + pe + makan + sirih  k k k keterbelakangan = 1 kata, terdiri 3 morfem : ke-an, ter- belakang

35 MACAM MORFEM 1). Morfem Bebas (Morfem Dasar) yaitu morfem yang dapat berdiri sendiri, tidak terikat pada bentuk lain, yang secara langsung dapat dipakai dalam kalimat, tanpa diubah bentuknya, karena mempunyai arti sempurna Misalnya : baca, tulis, dengar, kerja, buku, makan, saya,puas

36 2) Morfem Terikat yaitu morfem yang tidak mempunyai arti sempurna, yang tak dapat berdiri sendiri karena terikat pada bentuk lain, sehingga tak dapat secara langsung dipakai dalam kalimat sebelum diubah bentuknya Dalam hal ini (morfem terikat) ada 2 macam: - Kata Dasar : haru, menung, gesa, kejut, henti, mangu - Semua Afiks (termasuk konfiks, dan afiks gabung)

37 Di samping kedua morfem tersebut (morfem bebas dan morfem terikat) ada morfem yang lain, yaitu Di samping kedua morfem tersebut (morfem bebas dan morfem terikat) ada morfem yang lain, yaitu a) Morfem Setengah Bebas a) Morfem Setengah Bebas Kata depan : di, ke, dari, dsb Kata depan : di, ke, dari, dsb Kata Sambung : dan, dengan, tetapi, Kata Sambung : dan, dengan, tetapi, bahwa, walaupun, bahwa, walaupun, maka, dsb. maka, dsb. Partikel Pementing : -lah, kah, pun Partikel Pementing : -lah, kah, pun

38 Morfem Unik, ialah morfem yang hanya dapat berhubungan dengan satu morfem saja. Misal : siur, gulita, senyap, dsb


Download ppt "MORFOLOGI 1. Batasan : a) bagian dari ilmu bahasa yang a) bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari membicarakan atau mempelajari seluk."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google