Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

321 Diklatpim II 45 continues improvement. Jembatan Timbang: JATENG Vs. Jatim Refleksi 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "321 Diklatpim II 45 continues improvement. Jembatan Timbang: JATENG Vs. Jatim Refleksi 1."— Transcript presentasi:

1 321 Diklatpim II 45 continues improvement

2 Jembatan Timbang: JATENG Vs. Jatim Refleksi 1

3 Tarakan: Beda Dulu Beda Sekarang Refleksi 2

4 Untuk Apa Anda Disini? “Membuat Perbedaan, Memastikan Perubahan”

5 1 Mindset (Willingness & Consciousness) Kebijakan, Fakta, Kisah Provokatif Wawasan & Pengalaman Teori, Best Practices, Visitasi, Benchmarking Kemampuan Analisis Diagnostic Reading, Studi Kasus, Tools Kemampuan Berinovasi & Mengelola Resistensi Kolaborasi / Tim Efektif, Perencanaan Inovasi AREA KOMPETENSI MODUS INTERVENSI

6 Mengapa Inovasi (1): Mandat Kebijakan 1. Perpres No. 2/2015 tentang RPJMN UU No. 23/2014 tentang PEMDA

7 Mengapa Inovasi (1): Mandat RPJMN

8 Mengapa Inovasi (2): Kurangi Gap

9

10 Mengapa Inovasi (3): Akselerasi Pembangunan  Berapa lamapun & sejauh apapun berputar, posisi berhenti (turun) tidak jauh dari posisi berangkat (naik);  Bagaimana negeri kita, adakah ibarat naik komedi putar?  Bandingkan indikator makro pada tahun 1998, yakni saat dimulainya reformasi total (posisi naik komedi putar) dengan tahun 2015 (posisi turun setelah 17 kali putaran): o Nilai tukar rupiah? o Kemiskinan dan pengangguran? o Gini ratio? o Pendapatan per kapita? o Indeks Korupsi? o Indeks Daya Saing?

11 FAKTOR KONTRIBUSI (%) Innovation & Creativity 45 Networking25 Technology20 Natural Resources 10 Sumber: Evaluasi Bank Dunia terhadap 150 negara (1995), dalam Kemenristek, Arah & Kebijakan Kemenristek dan Kemendagri Dalam Mendukung Penguatan SIDA, Mengapa Inovasi (4): Determinan Keunggulan Negara

12  Menjadi teladan (role model) untuk perubahan.  Memberi dukungan, otorisasi, dan bimbingan kepada staf untuk melakukan inovasi.  Menciptakan iklim yang kondusif untuk berkembangnya inovasi dalam organisasi.  Bersama-sama terus mengembangkan kapasitas diri dan pegawai untuk berinovasi. Peran Pemimpin Dalam Inovasi

13 Menjadi inovator yg handal Menjadi arsitek inovasi  Meningkatkan terus kompetensi individu (attaining new levels of personal brilliance and competence).  Menyediakan jalan untuk para inovator (paving the way for innovators),  Memecut dan mendesain ruang- ruang kerja agar memunculkan calon inovator (tweaking and engineering the social and organizational space),  Membangun arsitektur inovasi harian (building daily architecture of innovation). Diadopsi dari: Paddy Miller & Thomas Wedell- Wedellsborg, “Innovation as Usual: How to Help Your People Bring Great Ideas to Life”. Tantangan Pemimpin Perubahan

14

15

16 See What Others Don’t … Think Differently, Think the Unthinkable … NO YES Business as Usual NO, Innovation as Usual YES … Biasakan yg Asing, Asingkan yg Biasa …

17 Jerry Hirshberg (Nissan) Hasilnya? Menurut penuturan Hirshberg, setelah acara tersebut, ketegangan di perusahaan berkurang perlahan-lahan. Dalam beberapa hari, ide- ide berdatangan dan masalah-masalah berhasil diselesaikan. Hasilnya? Menurut penuturan Hirshberg, setelah acara tersebut, ketegangan di perusahaan berkurang perlahan-lahan. Dalam beberapa hari, ide- ide berdatangan dan masalah-masalah berhasil diselesaikan. Ketika para staf Nissan mengalami kebuntuan di tengah-tengah proyek merancang model Pathfinder, wakil presiden Nissan kala itu, Jerry Hirshberg, membuat keputusan yang mencengangkan. Dia mengajak seluruh staf, termasuk para teknisi dan sekretaris, untuk … menonton film The Silence of the Lambs. Ketika para staf Nissan mengalami kebuntuan di tengah-tengah proyek merancang model Pathfinder, wakil presiden Nissan kala itu, Jerry Hirshberg, membuat keputusan yang mencengangkan. Dia mengajak seluruh staf, termasuk para teknisi dan sekretaris, untuk … menonton film The Silence of the Lambs.

18 Ignasius Jonan (PT. KAI) Sampai dengan 2009, KAI mewarisi tantangan besar, yakni citra buruk & merugi. Sampai dengan 2009, KAI mewarisi tantangan besar, yakni citra buruk & merugi. Inovasi PT. KAI bukanlah menciptakan sesuatu yg benar-benar baru, namun belajar dari perusahaan / industri lain. Inovasi PT. KAI bukanlah menciptakan sesuatu yg benar-benar baru, namun belajar dari perusahaan / industri lain. Hospitality pelayanan belajar dari perusahaan KA Perancis & Cina. Hospitality pelayanan belajar dari perusahaan KA Perancis & Cina. Call Center (Contact 121) mengimitasi dari industri perbankan. Call Center (Contact 121) mengimitasi dari industri perbankan. Sistem pemesanan tiket melalui agen host-to-host belajar dari industri penerbangan. Sistem pemesanan tiket melalui agen host-to-host belajar dari industri penerbangan. Metode pemesanan tiket drive thru belajar dr restoran cepat saji. Metode pemesanan tiket drive thru belajar dr restoran cepat saji.

19 Sumber: Peter F. Drucker, 2006, Innovation & Entrepreneurship, HarperCollins

20 Geoff Mulgan dan David Albury (Innovation in the Public Sector, London: 2003) Hambatan Inovasi

21  Ada tidaknya kebaruan (novelty) dalam sebuah perubahan;  Ada tidaknya dampak positif atau kemanfaatan dari suatu inisiatif perubahan;  Mampu tidaknya inisiasi perubahan memberi solusi terhadap masalah yg ada;  Harus berkesinambungan (tidak tergantung pada inisiator / konseptornya) dan dapat direplikasikan;  Memiliki kompatibilitas dengan sistem diluar dirinya, tidak membentur / melanggar sistem yg telah ada. Kriteria Inovasi

22 Inovasi selalu Mengejutkan !! Pelayanan Ibu Melahirkan dan Pelayanan Kependudukan Terpisah Ibu Melahirkan langsung dapat Akta Kelahiran (Banyuwangi) Ibu Melahirkan dapat Akta Kelahiran, KK, Askes/Kartu Sehat (Kota Yogya) Pelayanan Perpustakaan Konvensional Pelayanan Peminjaman & Pengembalian Buku secara Delivery-system (Kota Yogya) Gerakan Sayang Klg Gerakan Pungut Sampah Detektif Lingku- ngan Polisi RW Ranger Taman Detektif Narkoba Indeks Kebaha- giaan Taman Tematik Bis Sekolah Gratis URC Tambal Jalan BANDUNGBANDUNG

23 Inovasi selalu Mengejutkan !!

24

25

26 Berpikir Kreatif

27 “The beginning of wisdom is found in doubting; by doubting we are led to question, and by questioning we arrive at the truth” -- Peter Abelard --

28 Kanvas Model Inovasi  Alat bantu untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan merancang model bisnis (baca: urusan / tusi / program dan kegiatan organisasi)  Model bisnis yang menggambarkan dasar pemikiran tentang bagaimana organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai.

29 Kanvas Model Inovasi Sumber: Osterwalder, A. & Pigneur, Y., Business Model Generation: A Handbook for Visionaries, Game Changers, and Challengers, Hoboken, NJ: Wiley (Diolah kembali)

30

31

32 Resistensi itu alamiah …

33

34

35 Berinovasi secara berjamaah!

36

37 Networking Dalam Inovasi Sumber: Innovation Networks and Alliance Management, AB Jika A dan B adalah organisasi yang bergerak di bidang yg sama. Mana yang kira- kira berkinerja lebih baik?

38 3 Faktor Kunci Pelaksanaan Inovasi Validated Innovation Menilai Dampak Memantau Pelaksanaan Mengumpulkan Evidence

39 Standard & Level of Evidence Sumber: Geoff Mulgan, 2014, Innovation in the Public Sector: How Can Public Organizations Better Create, Improve, and Adapt?, Version 1, Nesta.

40 321 Diklatpim II 45 continues improvement


Download ppt "321 Diklatpim II 45 continues improvement. Jembatan Timbang: JATENG Vs. Jatim Refleksi 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google