Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

CAHAYA, SUHU,dan AIR.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "CAHAYA, SUHU,dan AIR."— Transcript presentasi:

1 CAHAYA, SUHU,dan AIR

2 CAHAYA Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat penting sebagai sumber energi utama bagi ekosistem. Ada tiga aspek penting yang perlu dikaji dari faktor cahaya, yang sangat erat kaitannya dengan sistem ekologi, yaitu: 1. Kualitas cahaya atau komposisi panjang gelombang. 2. Intensitas cahaya atau kandungan energi dari cahaya. 3. Lama penyinaran, seperti panjang hari atau jumlah jam cahaya yang bersinar setiap hari. ekologi agribisnis

3 Kualitas Cahaya Umumnya tumbuhan membutuhkan cahaya dengan panjang gelombang antara 390 – 760 µm. Klorofil yang berwarna hijau mengabsorpsi cahaya merah dan biru, merupakan bagian dari spectrum cahaya yang sangat bermanfaat bagi fotosintesis. Radiasi matahari merupakan gelombang elektromagnetik dengan berbagai panjang gelombang. Tidak semua gelombang- gelombang tadi dapat menembus lapisan atas atmosfer untuk mencapai permukaan bumi. ekologi agribisnis

4 Kualitas cahaya : Sinar tampak ungu biru hijau kuning orange merah
400 435 490 574 595 626 760 Ultra ungu Sinar X Sinar ᴕ Sinar kosmis Infra merah Gel. Radar Televisi Gel. radio ungu biru hijau kuning orange merah Bermanfaat bagi tumbuhan Chlorofil b : C55H70O6N4Mg Absorbsi terbesar: 400 – 450 mµ 620 – 670 mµ Chlorofil a : C55H72O5N4Mg Absorbsi terbesar: 390 – 400 mµ 650 – 700 mµ ekologi agribisnis

5 Pada ekosistem perairan, cahaya merah dan biru diserap fitoplankton yang hidup di permukaan, sehingga cahaya hijau akan lewat atau dipenetrasikan ke lapisan lebih bawah dan sangat sulit untuk diserap oleh fitoplankton. Cahaya ultraviolet diduga dapat merusak atau membunuh bacteria dan mampu mempengaruhi perkembangan tumbuhan (menjadi terhambat), contohnya yaitu bentuk- bentuk daun yang roset, terhambatnya batang menjadi panjang. ekologi agribisnis

6 2. Intensitas cahaya Pada garis lintang yang tinggi matahari berada pada sudut yang rendah terhadap posisi bumi dan permukaan atmosfer, dengan demikian sinar menembus lapisan atmosfer yang panjang, dan mengakibatkan lebih banyak cahaya yang direfleksikan oleh lapisan awan dan pencemar di atmosfer. Intensitas cahaya atau kandungan energi, sangat bervariasi baik dalam ruang/ spasial maupun dalam waktu/temporal. Intensitas cahaya terbesar terjadi di daerah tropika, terutama daerah kering (zona arid), sedikit cahaya yang direfleksikan oleh awan. ekologi agribisnis

7 Kutub utara siang hari Rjukan merupakan sebuah desa kecil di Norwegia dekat wilayah kutub Artik. Setiap enam bulan setiap tahun, kota ini biasanya selalu bermandikan kegelapan ekologi agribisnis

8 Kepentingan Intensitas Cahaya
Kanopi daun akan menentukan jumlah cahaya/ energi yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Cahaya yang kuat sekali dapat merusak enzim akibat foto-oksidasi, ini menganggu metabolisme organisme terutama kemampuan di dalam mensisntesis protein. Titik Kompensasi Intensitas cahaya dengan laju fotosintesis (pembentukan karbohidrat), yang dapat mengimbangi kehilangan karbohidrat akibat respirasi dikenal sebagai titik kompensasi. Harga titik kompensasi ini akan berlainan untuk setiap jenis tumbuhan. ekologi agribisnis

9 Titik kompensasi cahaya ini adalah intensitas cahaya bila jumlah CO2 terambil dalam fotosintesis digunakanuntuk membentukkarbohidrat, jumlahnya sama dengan jumlah yang dikeluarkan oleh respirasi pada saat itu.  Titik kompensasi cahaya diartikan sebagai titik dimana mulai intensitas cahaya tidak lagi dapat meningkatkan laju fotosintesis karena tanaman telah jenuh cahaya. Apabila titik kompensasi cahaya dicapai menyebabkan karbondioksida yang diikat dalam fotosintesis sama berdasar dengan jumlah karbondioksida yang dilepas dalam proses respirasi. ekologi agribisnis

10 Kebutuhan minimum cahaya untuk proses pertumbuhan terpenuhi bila cahaya melebihi titik kompensasinya. Dedaunan yang mendapat cahaya dengan intensitas yang tinggi, kloroplasnya berbentuk cakram (tylakoid), posisinya khas sehingga cahaya yang diterima hanya oleh dinding vertikalnya (grana). Antosianin berperan sebagai pemantul cahaya sehingga menghambat atau mengurangi penembusan cahaya ke jaringan yang lebih dalam. ekologi agribisnis

11 Heliofita dan Siofita Tumbuhan yang teradaptasi untuk hidup
pada tempat –tempat dengan intensitas cahaya yang tinggi disebut tumbuhan heliofita. Tumbuhan yang hidup baik dalam situasi jumlah cahaya yang rendah, dengan titik kompensasi yang rendah pula disebut tumbuhan yang senang teduh (tumbuhan siofita), metabolisme dan respirasinya lambat. Salah satu yang membedakan tumbuhan heliofita dengan siofita adalah tumbuhan heliofita memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk klorofil. ekologi agribisnis

12 3. Lama Penyinaran Lama penyinaran relatif antara siang dan malam dalam 24 jam akan mempengaruhi fisiologis dari tumbuhan. Fotoperiodisme adalah respon dari suatu organisme terhadap lamanya penyinaran sinar matahari. Contoh fotoperiodisme: pembungaan, jatuhnya daun, dan dormansi. Di daerah khatulistiwa lamanya siang hari atau fotoperiodisme akan konstan sepanjang tahun, sekitar 12 jam. Di daerah temperat/bermusim, panjang hari lebih dari 12 jam pada musim panas, tetapi akan kurang dari 12 jam pada musim dingin. ekologi agribisnis

13 Di daerah khatulistiwa, tingkah laku tumbuhan sehubungan dengan fotoperiodisme ini tidaklah menunjukkan adanya pengaruh yang mencolok. Tumbuhan akan tetap aktif dan berbunga sepanjang tahun asalkan faktor- faktor lainnya dalam hal ini suhu, air, dan nutrisi tidak merupakan faktor pembatas. Apabila tumbuhan hidup pada kondisi fotoperiodisme yang tidak optimal, maka pertumbuhannya akan bergeser ke pertumbuhan vegetatif. ekologi agribisnis

14 Berdasarkan respon thd periode siang dan malam, tumbuhan berbunga dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:
a. Tumbuhan hari panjang (long-day plants) Tumbuhan yang memerlukan lamanya siang hari lebih dari 12 jam untuk terjadinya proses perbungaan, seperti gandum, bayam, letuce, dll c. Tumbuhan berhari netral (day- neutral plants) Tumbuhan yang tidak memerlukan periode panjang hari tertentu untuk proses perbungaannya, misalnya tomat, bunga matahari, mawar, anyelir, dll. b. Tumbuhan hari pendek (shor-tday plants) Tumbuhan yang memerlukan lamanya siang lebih pendek dari 12 jam untuk terjadinya proses perbungaan, seperti strobery, bunga krisan, aster ekologi agribisnis

15 ekologi agribisnis 2015-2016 EFEK CAHAYA Kenaikan suhu FOTOTERMAL
Perubahan gen Reaksi kimia FOTOKIMIA ekologi agribisnis

16 2. SUHU Suhu berperan langsung pada fungsi tumbuhan yaitu mengontrol laju proses-proses kimia dalam tumbuhan , sedangkan peran tidak langsung yaitu mempengaruhi faktor-faktor lainnya terutama suplai air, laju evaporasi, keefektifan hujan juga laju kehilangan air dari organisme. ekologi agribisnis

17 Variasi suhu Sangat sedikit tempat- tempat di permukaan bumi secara terus- menerus berada dalam kondisi terlalu panas atau terlalu dingin untuk sistem kehidupan, suhu biasanya mempunyai variasi baik secara ruang maupun secara waktu. Variasi suhu ini berkaitan dengan garis lintang, dan sejalan dengan ini juga terjadi variasi lokal berdasarkan topografi dan jarak dari laut. ekologi agribisnis

18 Begitu matahari terbit , permukaan bumi mulai panas maka suhu akan naik dengan cepat, setelah lewat petang mulailah terjadi penurunan suhu. Pada malam hari terjadi penurunan suhu muka bumi , panas yang diterima melalui radiasi dari matahari tidak ada, sedangkan radiasi berjalan terus, akibatnya ada kemungkinan suhu permukaan bumi lebih rendah dari suhu udara disekitarnya. Proses ini akan menimbulkan fluktuasi suhu harian, dan fluktuasi suhu yang paling tinggi akan terjadi di daerah antara ombak di tepi pantai. ekologi agribisnis

19 K O N D U K S I T A N A H KESEIMBANGAN ENERGI SIANG DAN MALAM
Gel. Panjang yg datang Gel. Panjang yg datang Gel. Pendek yg datang Gel. Panjang yg hilang Hilang sbg. Gel. panjang refleksi evaporasi konveksi kondensasi konveksi K O N D U K S I T A N A H SIANG HARI MALAM HARI KESEIMBANGAN ENERGI SIANG DAN MALAM PADA SUATU PERMUKAAN YANG DITUMBUHI VEGETASI ekologi agribisnis

20 ekologi agribisnis

21 Berbagai penyebab variasi suhu :
Komposisi dan warna tanah, makin terang warna tanah makin banyak panas yang dipantulkan, makin gelap warna tanah makin banyak panas yang diserap. Kegemburan dan kadar air tanah, tanah yang gembur lebih cepat memberikan respon pada pancaran panas daripada tanah yang padat, terutama erat kaitannya dengan penembusan dan kadar air tanah, makin basah tanah makin lambat suhu berubah. ekologi agribisnis

22 c.Kerimbunan Tumbuhan, Pada malam hari panas yang dipancaran kembali oleh tanah akan tertahan oleh lapisan kanopi, dengan demikian fluktuasi suhu dalam hutan sering jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan fluktuasi di tempat terbuka atau tidak bervegetasi. Iklim mikro perkotaan, Asap dan gas yang terdapat di udara kota sering mereduksi radiasi. Partikel- partikel debu yang melayang di udara merupakan inti dari uap air dalam proses kondensasinya uap air inilah yang bersifat aktif dalam mengurangi pengaruh radiasi matahari tadi. Kemiringan lereng dan garis lintang, kemiringan lereng sebesar 50 dapat mereduksi suhu sebanding dengan 450 km perjalanan arah ke kutub. ekologi agribisnis

23 Suhu dan Tumbuhan Kehidupan di bumi berada dalam kisaran suhu antara 00 C sampai dengan 500 C, dalam kisaran suhu ini individu tumbuhan mempunyai suhu minimum, maksimum dan optimum yang diperlukan untuk aktifitas metabolismenya. Suhu- suhu tersebut dikenal dengan suhu kardinal. Kisaran toleransi suhu bagi tumbuhan sangat bevariasi, untuk tanaman di tropika, semangka, tidak dapat mentoleransi suhu di bawah 150 – 180 C, sedangkan untuk biji- bijian tidak bisa hidup dengan suhu di bawah minus 20 C – minus 50 C. Sebaliknya konifer di daerah temperate (iklim sedang) masih bisa mentoleransi suhu sampai minus 300 C. Tumbuhan air umumnya mempunyai kisaran toleransi suhu yang lebih sempit jika dibandingkan dengan tumbuhan di daratan. ekologi agribisnis

24 3. AIR Air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting. Tanpa air seluruh organisme tidak dapat hidup. Bagi tumbuhan, air mempunyai peranan yang penting karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan. Air menutupi sekitar 70% permukaan bumi, dengan jumlah sekitar juta km3. Terdapat dalam bentuk uap air, es, cairan dan salju. Air tawar terutama terdapat di danau, sungai, air tanah (ground water) dan gunung es (glacier). ekologi agribisnis

25 Sifat air 1. Berbentuk cair pada suhu ruang. Semakin besar ukuran molekul suatu senyawa maka pada suhu ruang senyawa tersebut akan cenderung berbentuk cair. Sebaliknya jika ukurannya kecil maka akan cenderung berbentuk gas.` 2. Sebagai penyimpan panas yang baik. Sifat ini memungkinkan air tidak menjadi panas ataupun dingin dalam seketika. 3. Panas laten vaporisasi dan fusi yang tinggi. Panas laten vaporisasi adalah energi yang dibutuhkan untuk menguapkan 1 gr pada suhu 20oC, dan besarnya energi panas laten vaporisasi adalah 586 cal, sedangkan Panas laten fusi adalah energi yang dibutuhkan untuk mencairkan 1 gr es pada suhu 0oC dan besarnya energi untuk panas laten fusi adalah 80 cal. ekologi agribisnis

26 Viskositas (hambatan untuk pengaliran) rendah
Viskositas (hambatan untuk pengaliran) rendah. Viskositas air yang rendah ini menyebabkan air menjadi pelarut yang baik, sifat ini memungkinkan unsur hara terlarut dapat diangkut ke seluruh jaringan tubuh makhluk hidup dan mampu mengangkut bahan-bahan toksik yang masuk dan mengeluarkannya ke luar tubuh. 5. Adanya gaya adhesi dan kohesi. Air bersifat polar sehingga gaya tarik menarik antara molekul air dengan molekul lainnya (misalnya dengan protein dan polisakarida penyusun dinding sel) akan mudah terjadi. Adhesi merupakan daya tarik menarik antara molekul air yang berbeda. Kohesi adalah daya tarik menarik antara molekul yang sama. Adanya kohesi dan adhesi ini menyebabkan air dapat diangkut ke seluruh tubuh tumbuhan melalui jaringan xilem. ekologi agribisnis

27 Jenis – jenis air Air tanah (ground water), air yang terdapat di bawah permukaan tanah. Pergerakan air tanah sangat lambat, kecepatan arus berkisar antara m/detik sehingga waktu tinggal air (residence time) berlangsung lama. Air tanah ada dua jenis: a. Air tanah preatis adalah air tanah yang letaknya tidak jauh dari permukaan tanah serta berada di atas lapisan kedap air/impermeable. b. Air tanah artesis merupakan air tanah yang letaknya sangat jauh di dalam tanah serta berada di antara dua lapisan kedap air. ekologi agribisnis

28 Air preatis ekologi agribisnis

29 2. Air permukaan (surface water), adalah air yang terdapat di atas permukaan bumi dan tidak terinfiltrasi ke dalam bumi. Contoh laut, sungai, danau, kali, rawa, empang, Dua jenis air permukaan yaitu perairan tergenang (lentik) dan perairan mengalir (lotik). Pada umumnya perairan lentik ini dicirikan dengan arus yang lambat (0,001-0,01 m/detik) sehingga waktu tinggal air (residence time) dapat berlangsung lama. Sumber air Beberapa sumber air yang dapat kita gunakan secara langsung atau melalui pengolahan sederhana terlebih dahulu yaitu antara lain : 1. Air dari PDAM. 2. Air hujan ekologi agribisnis

30 Mata air Air “mata air” berasal dari air hujan yang masuk meresap kedalam tanah dan muncul keluar tanah kembali karena kondisi batuan geologis didalam tanah. Kondisi geologis mempengaruhi kualitas air mata air. Air tanah berasal dari air hujan yang meresap dan tertahan di dalam bumi. Air tanah dapat dibagi menjadi air tanah dangkal dan air tanah dalam. Air permukaan sifatnya sangat mudah terkotori dan tercemar oleh bahan pengotor dan pencemar yang mengapung, melayang, mengendap dan melarut di air permukaan. ekologi agribisnis

31 Siklus air (water cycle)
Air terdapat di atmosfer dalam tiga bentuk yaitu dalam bentuk uap, butir cairan dan hablur es. Kedua bentuk yang terakhir merupakan curahan yang kelihatan, yakni hujan, hujan es, dan salju. Siklus air adalah mekanisme transformasi yang biasanya disertai dengan perubahan wujud, sifat dan mutu ataupun air tetap dalam kondisi awal. Secara garis besar transformasi itu dapat berupa evaporasi, transpirasi, kondensasi, presipitasi dan perkolasi. ekologi agribisnis

32 > Siklus air ini digerakkan oleh matahari
> Siklus air ini digerakkan oleh matahari. Panas matahari akan membuat air laut, air permukaan dan daratan menguap, bahkan air dari makhluk hidup pun ikut mengalaminya (evaporasi dan transpirasi). Ketika uap air mendingin dan menjadi mampat terbentuklah awan yang kemudian digerakkan oleh angin. > Angin akan membawa gumpalan awan ke daerah yang memiliki tekanan temperatur yang rendah. > Jika awan yang dibawa oleh angin ini melalui daerah pegunungan, maka gerakannya akan terhalang dan didorong untuk naik lebih tinggi lagi. > Karena temperatur akan semakin rendah apabila semakin tinggi dari permukaan laut, maka awan yang mengandung uap air tadi mencapai titik embunnya dan terbentuklah butiran-butiran air yang kemudian jatuh kembali ke bumi sebagai air hujan (presipitasi). ekologi agribisnis

33 Daur air Awan hujan evaporasi evapotranspirasi presipitasi evaporasi
infiltrasi Run-off perkolasi Air laut batuan ekologi agribisnis

34 Peranan Air bagi Tumbuhan
Struktur Tumbuhan. Air merupakan bagian terbesar pembentukan jaringan dari semua makhluk hidup. Antara 40% sampai 60% dari berat segar pohon tersusun atas air. 2. Sebagai Penunjang jaringan-jaringan yang tidak berkayu. Bila sel-sel jaringan cukup air, maka akan kokoh. Air sel tumbuhan tersebut akan menghasilkan tekanan yang disebut tekanan turgor. ekologi agribisnis

35 5. Pelarut dan medium reaksi biokimia.
3. Alat Angkut materi dan nutrisi, dan menyalurkannya ke bagian tumbuhan lainnya sebagai substansi yang terlarut dalam air. 4. Pendinginan, hilangnya sebagian air dari tumbuhan akan mendinginkan tubuh tumbuhan tersebut dan menjaga tumbuhan dari pemanasan yang berlebihan sehingga suhu tanaman menjadi konstan. 5. Pelarut dan medium reaksi biokimia. 6. Memberikan turgor bagi sel (penting untuk pembelahan sel dan pembesaran sel). 7. Bahan baku fotosintesis. ekologi agribisnis

36 Adaptasi tumbuhan terhadap kondisi ekstrim
Pengelompokan tumbuhan berdasarkan toleransinya terhadap air : 1. Hidrofita, merupakan kelompok tumbuhan yang hidup dalam air atau pada tanah yang tergenang secara permanen. 2. Halofita, merupakan kelompok tumbuhan yang tumbuh pada lingkungan berkadar garam tinggi. 3. Xerofita, kelompok tumbuhan yang teradaptasi untuk hidup di daerah kering. 4. Mesofita, kelompok tumbuhan yang bertoleransi pada kondisi air tanah yang tidak terlalu ekstrim. ekologi agribisnis

37 Ekosistem Air Tawar Ciri-ciri antara lain:
variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dipengaruhi iklim dan cuaca Tumbuhan : alga biru dan alga hijau, teratai (Nymphaea gigantea) Hewan: plankton,nekton, benthos. ekologi agribisnis

38 Penggolongan organisme dalam air :
Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi: *) autotrof (tumbuhan), dan *) fagotrof (makrokonsumen), yaitu karnivora predator, parasit, dan *) saprotrof atau organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme. 2. Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut a. Plankton b. Nekton c. Neuston d. Perifiton e. Benthos ekologi agribisnis

39 b. Nekton; hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
a. Plankton; terdiri alas fitoplankton dan zooplankton; biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air. b. Nekton; hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan. c. Neuston; organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air. d. Perifiton; merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong. e. Bentos; hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan remis. ekologi agribisnis

40 organisme dalam air ekologi agribisnis

41 Danau Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi. Pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari. a. Fotik zone b. Afotik zone Berdasarkan kedalaman danau dibagi menjadi 4 daerah: a. Daerah litoral b. Daerah limnetik c. Daerah profundal d. Daerah bentik ekologi agribisnis

42 Daerah litoral merupakan daerah dangkal, cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang hangat berdekatan dengan tepi. Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air. Keragaman organisme : jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di danau. ekologi agribisnis

43 b. Daerah limnetik Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri, zooplankton seperti Rotifera dan udang- udangan kecil c. Daerah profundal Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau. Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba. d. Daerah bentik Merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati. ekologi agribisnis

44 danau dibagi menjadi 4 daerah:
ekologi agribisnis

45 Macam Danau berdasarkan produksi materi organik-nya, yaitu :
a. Danau Oligotropik Oligotropik merupakan danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciri-cirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun. b. Danau Eutropik Eutropik merupakan danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme, dan oksigen terdapat di daerah profundal. ekologi agribisnis

46 Danau oligotrofik dapat berkembang menjadi danau eutrofik akibat adanya materi-materi organik yang masuk dan endapan, misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan sampah kota yang memperkaya danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor. Pengkayaan danau seperti ini disebut "eutrofikasi". Eutrofikasi membuat air tidak dapat digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau. ekologi agribisnis

47 Selama musim panas, suhu air pada lapisan atas menjadi lebih tinggi dari pada lapisan bawah sehingga hanya air lapisan atas yang mengalami sirkulasi dan tidak bercampur dengan lapisan di bawahnya, sehingga terdapat lapisan dengan gradient temperatur yang tajam yang di sebut dengan Thermocline. Air hangat yang mengalami sirkulasi pada bagian atas disebut Epilimnion yang terjadi pada permukaan atas danau. Air dingin pada bagian bawah yang tidak mengalami sirkulasi di sebut dengan Hypolimnion ekologi agribisnis

48 Cenote Angelica, Yucatan, Mexico.
ekologi agribisnis

49 Qur’an: 55: Surat ArRahman (19-22)
19. Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu 20. antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing 21. maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 22. dari keduanya keluar mutiara dan marjan 23. maka nikmat Tuhan kamu yang manakan yang kamu dustakan? ekologi agribisnis

50 Tetapi air laut dari Laut Tengah menuju Samudera Atlantik tidak bercampur seperti ada sekat yang memisahkan kedua laut ini. Bahkan batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap. ekologi agribisnis

51 ekologi agribisnis

52 Sungai Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang. Air sungai yang mengalir deras tidak mendukung komunitas plankton untuk berdiam diri, karena akan terbawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tanaman berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan. ekologi agribisnis

53 Ekosistem akuatik dibedakan menjadi dua, yaitu: 1
Ekosistem akuatik dibedakan menjadi dua, yaitu: 1. Ekosistem air tawar 2. Ekosistem air laut Ekosistem air tawar dibedakan menjadi dua, yaitu: 1. Ekosistem air tenang (lentik) misalnya: danau, rawa. 2. Ekosistem air mengalir (lotik) misalnya: sungai, air terjun. Ciri-ciri ekosistem air tawar: a. Kadar garam/salinitasnya sangat rendah. b. Variasi suhu sangat rendah. c. Penetrasi cahaya matahari kurang. d. Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. ekologi agribisnis

54 Fagotrof dan Saprotrof :
Pengelompokkan Organisme berdasarkan cara memperoleh makanan atau energi, dibagi menjadi 2 kelompok: Organisme autotrof : organisme yang dapat mensintesis makanannya sendiri (tumbuhan hijau), peranannya sebagai produsen dalam ekosistem air tawar. Fagotrof dan Saprotrof : merupakan konsumen dalam ekosistem air tawar. Fogotrof adalah pemakan organisme lain, sedang Saprotrof adalah pemakan sampah atau sisa organisme lain. ekologi agribisnis


Download ppt "CAHAYA, SUHU,dan AIR."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google