Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Teknik Pengeringan dan Penyimpanan

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Teknik Pengeringan dan Penyimpanan"— Transcript presentasi:

1 Teknik Pengeringan dan Penyimpanan

2 Biji yang kering dapat berupa kering kebun/kering sawah dan kering karena dijemur (dikeringkan). Dalam keadaan kering kebun, biji umumnya masih mengandung kadar air yang cukup tinggi sehingga keadaannya masih tergolong lembab. Sebelum disimpan, kadar air ini harus diturunkan lagi sampai tingkat rendah. Untuk melakukan uji secara sederhana, cukup menggigit biji kering. Jika mudah retak atau pecah berarti tingkat kekeringan bahan tercukupi.

3

4 Biji yang berukuran cukup besar dan kulit luarnya cukup keras, untuk dapat mencapai kadar air dibawah 10-11% cukup sulit. Misalnya gabah, beras, kopi dan kacang-kacangan. Biji yang berukuran kecil dengan kulit permukaan relatif lunak, umumnya dapat/ mudah mencapai kadar air yang rendah di bawah 10%, misalnya biji dari tanaman sayuran (cabai dan tomat). Biji-biji yang belum cukup umur (belum masak fisiologi) umumnya dapat mecapai kadar air yang cukup rendah tetapi bentuk biji menjadi keriput.

5

6 GABAH (Bulir Padi) Gabah disimpan kering dengan kadar air 13,5-14%, bersih dari segala macam kotoran, dan bagian bulir yang pecah/hancur. Gabah dapat disimpan dalam bentuk onggokan atau dikemas dengan menggunakan karung beras atau karung goni. Dalam jumlah yang besar gabah yang belum dipisahkan dari jeraminya juga dapat disimpan dengan cara menempatkan di atas perapian. menyimpan gabah sebaiknya dilakukan secara terpisah antara kemasan yang baru dengan kemasan yang lama.

7 JAGUNG Jagung dapat disimpan dalam bentuk jagung pipilan atau tongkol
Jagung yang disimpan dalam bentuk tongkol biasanya jumlah atau volumenya terbatas karena memakan tempat yang cukup luas. Jagung pipilan dapat disimpan dalam kemasan. Kemasan yang dapat dipakai sama dengan kemasan gabah

8 Kadar air jagung pipilan sebaiknya 12-13%.
Dalam bentuk jagung tongkol, kadar air bahan masih cukup tinggi terutama bagian yang berdekatan dengan tongkol. Jagung tongkol kering sawah umumnya belum cukup tingkat kekeringannya sehingga perlu dijemur untuk mengurangi kadar airnya. Jagung tongkol ini dapat disimpan di parapara diatas perapian dapur. Dengan demikian asap dapur juga mampu mengeringkan tongkol dan bulir jagung.

9 BERAS Beras giling atau beras tumbuk yang dikemas mempunyai kadar air 13%. Kemasan yang dipergunakan tergantung pada tujuan penyimpanan. Jika penyimpanan untuk persediaan konsumsi, beras dapat disimpan dengan menggunakan wadah (kemasan) berupa kotak kayu, kaleng, gentong. Jika untuk kepentingan perdagangan maka beras harus dikemas dengan menggunakan karung.

10 GANDUM Di Indonesia, tanaman gandum hanya dapat ditanam di daerah dataran tinggi dan pegunungan Kadar air maksimal untuk penyimpanan gandum sebesar 13% Gandum yang disimpan hanya beberapa minggu sebelum digiling dapat disimpan pada kadar air yang agak tinggi (di atas 13%) dengan suhu penyimpanan yang agak tinggi pula. Kelembaban gudang di bawah 15% dapat menekan penyerangan hama.

11 Metode-metode pengeringan

12 Metode pengeringan dengan sinar matahari
Merupakan metode pengawetan pangan tertua yang masih tetap dilakukan tanpa perubahan sejak dahulu kala, dengan cara penjemuran Penjemuran adalah usaha pembuangan atau penurunan kadar air suatu bahan untuk memperoleh tingkat kadar air yang seimbang dengan kelembaban nisbi udara atmosfir

13 Masih dipergunakan di Australia untuk mengeringkan buah anggur dan di negara-negara berkembang untuk pengeringan serealia, kacang-kacangan, ikan, daging, dan bahan pangan lainnya. Cara ini memerlukan sinar matahari yang terik, kelembaban rendah, dan suhu sekitar 100oF.

14 Kelemahan metode ini: Makanan harus dilindungi dari serangga dan ditutup pada malam hari. Metode ini tidak sehigienis metode yang lain. Lama pengeringan tergantung cuaca.

15 Rumah Pengering Surya

16 Atap seluas 100 m2 dan berfungsi juga sebagai kolektor matahari
Atap seluas 100 m2 dan berfungsi juga sebagai kolektor matahari. Udara masuk ke kolektor sehingga menjadi panas. Dengan menggunakan kipas angin (blower), udara panas tersebut kemudian "ditarik" dan dihembus ke tempat pengering. Pemasangan atap dibuat dengan kemiringan 10° pada arah utara-selatan. Unit ini mampu berfungsi dengan efektif. Satu siklus pengolahan berlangsung selama 5 hari. Dengan pengoperasian tungku pada malam hari, waktu pengeringan lebih singkat yaitu sekitar jam.

17 Pengeringan dengan Pengering Makanan (Food Dryer)
Pengering makanan komersial atau buatan rumah tangga atau oven konveksi dapat secara otomatis mengontrol panas dan ventilasi Pengering ini lebih hemat listrik dibandingkan oven listrik. Namun, suhunya lebih rendah (sekitar 50oC) sehingga pengeringan berjalan lebih lama dibandingkan oven

18 Pengeringan dengan Oven

19 Pengeringan oven merupakan cara yang paling sederhana untuk mengeringkan makanan karena tidak memerlukan peralatan khusus Metode ini juga lebih cepat daripada metode pengeringan dengan sinar matahari (penjemuran) ataupun dengan menggunakan pengering makanan (food dryer) Kelemahannya adalah metode oven hanya dapat digunakan untuk skala kecil. Oven dapur biasa hanya dapat menampung 4 – 6 pounds (1 pounds = 453,6 gram) makanan untuk sekali pemakaian

20 Alat Pengering Biji-bijian
Box : tempat masuknya bahan ke dalam mesin penggiling Lantai jemur : berfungsi untuk menjemur biji-bijian. Tempat bahan bakar : tempat penyimpanan bahan bakar untuk pengoperasian mesin. Kipas : fungsinya untuk membersihkan biji dari sisa-sisa kulit  halus yang terbawa pada saat penggilingan. Mesin penggerak : untuk menggerakkan semua komponen-komponen yang terdapat pada mesin penggiling sehingga memperlancar pengoperasian.

21

22

23


Download ppt "Teknik Pengeringan dan Penyimpanan"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google