Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TEKNOLOGI PASCA PANEN GANDUM DIREKTORAT PENANGANAN PASCA PANEN DITJEN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN DEPARTEMEN PERTANIAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TEKNOLOGI PASCA PANEN GANDUM DIREKTORAT PENANGANAN PASCA PANEN DITJEN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN DEPARTEMEN PERTANIAN."— Transcript presentasi:

1 TEKNOLOGI PASCA PANEN GANDUM DIREKTORAT PENANGANAN PASCA PANEN DITJEN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN DEPARTEMEN PERTANIAN

2 PENDAHULUAN Gandum merupakan komoditas penting untuk mendukung pengembangan diversifikasi pangan. Permintaan gandum sebagai bahan pangan terus meningkat. Pengembangan produksi gandum telah cukup berhasil dilakukan di 8 propinsi. Keberhasilan pengembangan produksi gandum perlu diikuti dengan penanganan pasca panen yang baik agar dapat menghasilkan gandum yang berkualitas sesuai persyaratan mutu dan keamanan pangan Untuk mendorong dan memfasilitasi pengembangan pasca panen gandum mutlak diperlukan penerapan teknologi pasca panen gandum

3 TUJUAN PENANGANAN PASCA PANEN 1.Menekan tingkat kehilangan hasil karena susut, tercecer, rusak dan sebagainya 2.Menghasilkan gandum yang berkualitas sesuai persyaratan mutu dan keamanan pangan

4 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PENANGANAN PASCA PANEN Penanganan pasca panen gandum merupakan kegiatan sejak gandum dipanen sampai dengan menghasilkan produk antara (intermediate product) yang siap dipasarkan. Ruang lingkup penanganan pasca panen gandum mencakup : –Pemanenan –Perontokan –Pembersihan –Pengeringan –Penggilingan –Pengemasan –Penyimpanan

5 1. PEMANENAN Pemanenan merupakan proses pemotongan batang gandum. Pemanenan gandum dapat dilakukan dengan menggunakan sabit atau mesin pemanen gandum. Sabit merupakan alat terdiri dari gagang yang terbuat dari kayu bulat berdiameter 2 cm dan panjang 15 cm dan mata pisau yang terbuat dari baja keras.

6 2. PERONTOKAN Perontokan merupakan proses pemisahan gandum dari malainya Perontokan gandum dapat dilakukan dengan menggunakan alat perontok dengan tenaga manusia (pedal thresher) atau alat perontok dengan tenaga motor (power thresher). Pedal thresher merupakan alat yang terdiri dari silinder bergigi yang putarannya dihasilkan oleh tenaga manusia Power Thresher merupakan alat yang terdiri dari silinder bergigi yang putarannya dihasilkan oleh tenaga motor yang berkekuatan 1 – 3 HP.

7 3. PEMBERSIHAN Pembersihan merupakan proses pemisahan gandum dari kotoran atau benda asing lainnya. Pembersihan dapat dilakukan dengan cara : ditampi, diayak, blower manual dan alat pembersih dengan tenaga motor (cleaner).

8 4. PENGERINGAN Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air gandum sampai nilai tertentu sehingga siap diolah/digiling atau aman untuk disimpan dalam waktu yang lama Pengeringan gandum dapat dilakukan dengan penjemuran atau menggunakan mesin pengering (dryer) Keuntungan penggunaan mesin pengering yaitu : efisien, tidak tergantung cuaca, dan kualitas hasil pengeringan lebih baik

9 5. PENGGILINGAN Penggilingan merupakan proses pengecilan ukuran menjadi bagian yang lebih halus. Penggilingan gandum dapat dilakukan dengan alat penggiling yaitu : hammer mill, attrition mill dan roller mill. Hammer mill : mengecilkan ukuran dengan pukulan gigi penggiling. Attrition mill : mengecilkan ukuran dengan tekanan dan gesekan. Roller mill : mengecilkan ukuran dengan tekanan dan gesekan.

10 6. PENYIMPANAN Penyimpanan merupakan proses untuk mempertahankan bahan/hasil produksi agar tetap dalam keadaan baik dalam jangka waktu tertentu Penyimpanan gandum dapat dilakukan dengan sistem curah atau menggunakan kemasan/wadah seperti karung plastik, dan lain-lain.

11 ASPEK-ASPEK YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENANGANAN PASCA PANEN Lokasi bangunan tempat penanganan pasca panen harus memenuhi persyaratan : bebas dari cemaran, tidak di daerah yang saluran pembuangan airnya buruk, harus dekat dengan sentra produksi, tidak dekat dengan perumahan penduduk. Bangunan untuk penanganan pasca panen harus memenuhi persyaratan teknik dan kesehatan : dilengkapi dengan fasilitas sanitasi, saluran pembuangan dan sarana toilet. Alat dan mesin yang digunakan harus memenuhi persyaratan teknis, ekonomis, sosial, ergonomis dan kesehatan. Wadah dan pembungkus harus : dapat melindungi dan mempertahankan mutu isinya terhadap pengaruh dari luar, dibuat dari bahan yang tidak mengganggu kesehatan atau mempengaruhi mutu produk Tenaga kerja harus memenuhi persyaratan : berbadan sehat, trampil, dan sebagainya

12


Download ppt "TEKNOLOGI PASCA PANEN GANDUM DIREKTORAT PENANGANAN PASCA PANEN DITJEN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN DEPARTEMEN PERTANIAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google