Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERAN LPMP DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI ACEH OLEH Makmun Ibrahim Disampaikan pada Rapat Koordinasi Kediklatan Kementerian Agama Provinsi Aceh.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERAN LPMP DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI ACEH OLEH Makmun Ibrahim Disampaikan pada Rapat Koordinasi Kediklatan Kementerian Agama Provinsi Aceh."— Transcript presentasi:

1 PERAN LPMP DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI ACEH OLEH Makmun Ibrahim Disampaikan pada Rapat Koordinasi Kediklatan Kementerian Agama Provinsi Aceh Di Hotel Oasis Banda Aceh Tanggal 24 April 2014

2 LATAR BELAKANG • Sistem pendidikan nasional (Sisdiknas) harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efesiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah dan berkesinambungan Kebijakan LPMP NAD2

3 DEFINISI PENDIDIKAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU Sisdiknas pasal 1 ayat 1) Kebijakan LPMP NAD3

4 FUNGSI PENDIDIKAN Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (UU Sisdiknas pasal 3) Kebijakan LPMP NAD4

5 Sukses pendidikan • Bertaqwa • Berkepribadian matang • Berilmu mutakhir dan berprestasi • Rasa Kebangsaan • Berwawasan global Kebijakan LPMP NAD5

6 Education for sustainable development (ESD) Kebijakan LPMP NAD6 Nilai KesejahteraanLingkungan ESD

7 Lembaga Pendidikan yang siap menghadapi Masa Depan • Analisis dan Evaluasi • Kemampuan untuk menerapkan konsep pada situasi yang luas • Pemecahan masalah • Kritis dan berani mengambil keputusan • Menyimpulkan • Kreatifitas Kebijakan LPMP NAD7

8 • Organisasi dan referensi • Komunikasi • Kemampuan komputer/teknologi • Kerjasama dan membuat jejaring • Hemat dan jujur di dalam keuangan dan mahir memanfaatkan • Realistis menghadapi masalah, dan dapat mengakui kekurangan Kebijakan LPMP NAD8

9 Tanda/ciri terjadinya perbaikan • Sikap yang tanggap dan dewasa • Tumbuh jati diri yang sehat • Selalu terjadi motivasi tinggi • Hubungan manusia yang kokoh dan sehat Kebijakan LPMP NAD9

10 Visi Kemendiknas : “Terselenggaranya layanan prima pendidikan nasional untuk membentuk insan Indonesia cerdas dan komprehensif” Misi (5K) : – Meningkatkan KETERSEDIAAN layanan pendidikan – Memperluas KETERJANGKAUAN layanan pendidikan – Meningkatkan KUALITIAS/MUTU dan REVEVANSI layanan pendidikan – Mewujudkan KESETARAAN dalam memperoleh layanan pendidikan – Menjamin KEPASTIAN memperoleh layanan pendidikan Kebijakan LPMP NAD10 RENSTRA KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

11 MISI K1 KETERSEDIAAN Meningkatkan KETERSEDIAAN layanan pendidikan. Sebagai upaya menyediakan sarana-prasarana dan infrastruktur satuan pendidikan (sekolah) dan penunjang lainnya. MISI K2 KETERJANGKAUAN Memperluas KETERJANGKAUAN layanan pendidikan. Mengupayakan kebutuhan biaya pendidikan yang terjangkau oleh masyarakat. MISI 5K (1) 11

12 MISI K3 KUALITAS Meningkatkan KUALITAS/MUTU dan relevansi layanan pendidikan. Sebagai upaya mencapai kualitas pendidikan yang berstandar nasional dalam rangka meningkatkan mutu dan daya saing bangsa. MISI K4 KESETARAAN Mewujudkan KESETARAAN dalam memperoleh layanan pendidikan. Tanpa membedakan layanan pendidikan antarwilayah, suku, agama, status sosial, negeri dan swasta, serta gender. MISI 5K (2) 12

13 MISI K5 KEPASTIAN Menjamin KEPASTIAN memperoleh layanan pendidikan. Adanya jaminan bagi lulusan sekolah untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya atau mendapatkan lapangan kerja sesuai kompetensi. MISI 5K (3) 13

14 PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan BAB XV PENJAMINAN MUTU Pasal 91 (1) Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. (2) Penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. (3) Penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. Kebijakan LPMP NAD14

15 Pasal 92 : (6) LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan. (7) Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi. (8) Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis, jenjang dan jalur pendidikan. Kebijakan LPMP NAD15

16 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (Permendiknas ) • Pendidikan nasional menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dan oleh karena itu penjaminan mutu pendidikan menjadi tanggung jawab bersama ketiga unsur tersebut • Penjaminan mutu pendidikan adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan, penyelenggara satuan atau program pendidikan, pemerintah daerah, Pemerintah, dan masyarakat untuk menaikkan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan Kebijakan LPMP NAD16

17 Tujuan Penjaminan Mutu Pendidikan (Pasal 2 ayat (1) • Tujuan akhir penjaminan mutu pendidikan adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Pembukaan UUD 1945 yang dicapai melalui penerapan SPMP. Kebijakan LPMP NAD17

18 Tujuan Penjaminan Mutu Pendidikan (Pasal 2 ayat (2) • terbangunnya budaya mutu pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal; • pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dan proporsional dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan/atau nonformal pada satuan atau program pendidikan, penyelenggara satuan atau program pendidikan, pemerintah kabupaten atau kota, pemerintah provinsi, dan Pemerintah; • ditetapkannya secara nasional acuan mutu dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan/atau nonformal; Kebijakan LPMP NAD18

19 Tujuan Penjaminan Mutu Pendidikan (Pasal 2 ayat (2) – lanjutan) • terpetakannya secara nasional mutu pendidikan formal dan nonformal yang dirinci menurut provinsi, kabupaten atau kota, dan satuan atau program pendidikan; • terbangunnya sistem informasi mutu pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal, terpadu, dan tersambung yang menghubungkan satuan atau program pendidikan, penyelenggara satuan atau program pendidikan, pemerintah kabupaten atau kota, pemerintah provinsi, dan Pemerintah. Kebijakan LPMP NAD19

20 Cakupan Penjaminan Mutu Pendidikan (Pasal 4) • Mutu keimanan, ketakwaan, akhlak, budi pekerti dan kepribadian • Kompetensi intelektual, estetik, psikomotor, kinestetik, vokasional, serta kompetensi kemanusiaan lainnya sesuai dengan bakat, potensi dan minat masing-masing • Muatan dan tingkat kecanggihan IPTEK & seni yang mewarnawi dan memfasilitasi kehidupan • Kreatifitas dan inovasi dalam menjalani kehidupan • Tingkat Kemandirian serta daya saing • Kemampuan untuk menjamin keberlanjutan diri dan lingkungannya. Kebijakan LPMP NAD20

21 PERUBAHAN PARADIGMA Pengendalian mutu Konsep utama adalah ujian, inspeksi, dan pengawasan eksternal Tujuan utama adalah laporan ekternal dan penerapan sanksi/hadiah Penjaminan dan peningkatan mutu Konsep utama adalah perencanaan, kajian internal, dan manajemen satuan kerja Tujuan utama adalah laporan internal dan pengambilan keputusan berbasis data BARU LAMA

22 Proses dilakukan oleh eksternal dan pengendalian dari atas ke bawah Kualitas menjadi tanggung jawab sebagian orang Budaya pemeriksaan eksternal Proses dilakukan oleh internal dan pengedalian dari bawah ke atas Kualitas menjadi tanggung jawab semua pihak Budaya peningkatan kualitas berkelanjutan BARU LAMA PERUBAHAN PARADIGMA

23 Substansi Penjaminan Mutu Pendidkan Berbasis Standar Nasional Pendidikan KOMPETENSI LULUSAN PROSES PTK SARPRAS PENGELOLAAN PEMBIAYAAN LIFE SKILL: • KARAKTER (SOFT SKILL) • ILMU & KETRAMPILAN (HARD SKILL) •STANDAR (SNP/ STANDAR INTERNASIONAL) •SPESIFIKASI DAN KEUNGGULAN OUTPUT PROSES INPUT ISI PENILAIAN

24 Satuan/Program Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Kabupaten/Kota Provinsi Nasional Tahapan Penjaminan Mutu Pendidikan

25 HAKIKAT PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

26 Siklus Penjaminan Mutu Pendidikan Perencanaan & Implementasi Program Verifikasi (internal & Eksternal) dan Analisis Data Identifikasi Pencapaian & Aspek Pengembangan Pengembangan/ Pemilihan Instrumen Rancangan Penjaminan Mutu & Monitoring Pengumpulan & Pencatatan Data (EDS) Pengembangan & Implementasi Program Peningkatan Mutu Laporan Temuan Monitor & Kajian Hasil Peningkatan Mutu

27 Sumber Data dalam Penjaminan Mutu Pendidikan

28 Perencanaan & Implementasi Program isiProses SKL PTK Sarpras Pengelolaan Biaya Penilaian RKS/SDP Kepala Sekolah Guru Komite Sekolah RKS : Rencana Kerja Sekolah SDP : School Development Plan

29 Pengumpulan dan Pencatatan Data isiProses SKL PTK Sarpras Pengelolaan Biaya Penilaian EDS Kepala Sekolah Guru Komite Sekolah

30 Verifikasi (Internal & Eksternal) & Analisis Data isiProses SKL PTK Sarpras Pengelolaan Biaya Penilaian EDS Kepala Sekolah Guru Komite Sekolah

31 Laporan Temuan isiProses SKL PTK Sarpras Pengelolaan Biaya Penilaian DATA Kepala Sekolah Guru Komite Sekolah Dinas

32 Identifikasi Pencapaian dan Aspek Pengembangan Standar Isi Capaian SPM/SNP isiProses SKL PTK Sarpras Pengelolaan Biaya Penilaian Kepala Sekolah Guru Komite Sekolah

33 Monitor dan Kajian Hasil Pelaksanaan Peningkatan Standar Isi Capaian SPM/SNP isiProses SKL PTK Sarpras Pengelolaan Biaya Penilaian Pengawas, LPMP, Dinas

34 Unit Utama: - Mandikdasmen - PMPTK - Pendidikan Islam -Nasional/Provinsi: - LPMP - P4TK - Dinas - Depag Kabupaten/Kota: - Dinas - Depag Satuan Pendidikan - Penyelenggara - Sekolah - Madrasah Keputusan: • Kategori Sekolah • Rekomendasi Keputusan: • Kategori Sekolah • Rekomendasi Develop programs Develop programs Implement programs Implement programs Assessment to 8NES SPM/ SNP SPM/ SNP BAN S/M LPMP BAN S/M LPMP Principal & Teacher School Commitee Principal & Teacher School Commitee EDS/S3E Annual School Assessment EDS/S3E Annual School Assessment 5-Tahun Akreditasi Sekolah 5-Tahun Akreditasi Sekolah AUDIT INTERNALAUDIT EKSTERNAL REPORT

35 35 Perencanaan dan Implementasi Program Rancangan Penjaminan Mutu & Monitoring Program Pengembangan atau pemilihan instrumen pengumpulan data Pengumpulan & pencatatan data Verifikasi (internal & eksternal) dan analisa data Laporan temuan Identifikasi pencapaian & aspek pengembangan Pengembangan dan implementasi program peningkatan mutu Monitor dan kajian hasil pelaksanaan program peningkatan mutu Siklus Penjaminan dan Peningkatan Mutu

36 SPM SNP Cita-cita tingkat minimal layanan pendidikan; Sesuai dengan PP 19/2005 KERANGKA WAKTU CAPAIAN SPM-SNP

37 Peningkatan akses, kualitas dan relevansi pendidikan menjadi sangat penting untuk menyiapkan Generasi 2045 yang Berkualitas Mendidik sejak dini (start earlier) Sekolah setinggi mungkin (stay longer) Menjangkau lebih luas (reach wider) 37

38 4 Isu Pokok Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan AKSES MUTU & RELEVANSI TATA KELOLA • Populasi yang besar • Disparitas sosial, ekonomi, geografis • Daya tampung terbatas • Pemerataan Layanan. • … • Peningkatan kelayakan Sarana-prasarana • Kualitas & distribusi guru • Pendidikan karakter • Keselarasan dengan dunia kerja • Kompetensi Lulusan • … • Penggunaan sumberdaya belum efisien • Kurang fokus pada tupoksi • Kurang transparan • Kurang akuntabel • … memastikan ketersediaan dan keterjangkauan meningkatkan mutu dan relevansi secara berkelanjutan memastikan sumberdaya dikelola efisien, efektif, transparan, akuntabel Arah Kebijakan Masalah & Tantangan PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN • Konservasi produk budaya masih terbatas • Diplomasi budaya belum dimanfaatkan secara efektif • Pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra masih terbatas •... menuntaskan konservasi, pengembangan, dan promosi budaya dan bahasa 38

39 AKSES = f ( ketersediaan + keterjangkauan ) • SD-SMP Satu Atap • Penambahan RKB • Pembangunan Sekolah dan PT Baru (termasuk Akademi Komunitas) yang lebih merata. • BOS • BOPTN • Bantuan Siswa Miskin • Beasiswa Bidik Misi …satuan pendidikan (tempat layanan pendidikan) yang tersedia dan merata di semua wilayah yang ada WNI....layanan pendidikan yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi status sosial- ekonomi… Supply Deman d Penambahan dan Pemerataan Daya Tampung Penyediaan Biaya Operasional Sekolah dan Bantuan Personal Siswa Miskin: kebijaka n 39

40 AKSES = f ( ketersediaan + keterjangkauan ) 1.Paudisasi 2.Wajar 9 Tahun 3.Pendidikan Menengah Universal 4.Pengembangan PT Baru dan Pembangunan Akademi Komunitas 5.Sekolah Indonesia di Luar Negeri dan CLC 6.BOS 7.BOPTN 8.Bantuan Siswa/ Mahasiswa Miskin 40 …satuan pendidikan (tempat layanan pendidikan) yang tersedia dan merata di semua wilayah yang ada WNI....layanan pendidikan yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi status sosial-ekonomi… Supply Demand Penambahan dan Pemerataan Daya Tampung Penyediaan Biaya Operasional Sekolah dan Bantuan Personal Siswa Miskin: kebijakan 40

41 Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Unit Cost:Rp. Siswa/Tahun a.SD b. SMP c. SMA/SMK ) Penyaluran: a. SDKab/KotaProvinsi b. SMPKab/KotaProvinsi c. SMA/SMK-Pusat Pusat 2) …meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan… 1)Mulai Semester 1 Tahun Ajaran 2013/

42 MUTU = f ( Pendidik + Kurikulum + Sarana ) 1.Sertifikasi Pendidik 2.Kualifikasi Pendidik 3.SM3T 4.PPG dan Pelatihan berkelanjutan 7.Rehabilitasi ruang kelas 8.Sekolah terkoneksi Internet 9.Laboratorium dan Perpustakaan 42 5.Kurikulum Ujian Nasional …Pendidik yang profesional dan merata di semua wilayah....jaminan sarana prasarana yang memenuhi standar nasional pendidikan … Peningkatan Kualitas dan Pemerataan Pendidik Penyediaan Sarana Prasarana Pendidikan sesuai SNP kebijakan Penerapan Kurikulum Tematik Terpadu...Implementasi Kurikulum 2013… kebijakan

43 Peningkatan Kualitas Guru Peningkatan Mutu 2,9 juta guru Pensiun Penyediaan Guru Baru Perbaikan Pendidikan Guru 33 ribu/tahun 1.UKA - UKG 2.Pengembangan Keberkelanjutan Pengukuran kinerja Perbaikan Pendidikan Guru (UU 14/2005 Pasal 23 Ayat (1)): • Seleksi Khusus • Berasrama (untuk memperkuat kompetensi kepribadian dan sosial) • Kemampuan mengampu mata pelajaran ganda (mayor-minor) • Beasiswa 43

44 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 57 : (1)evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. (2)Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik, lembaga dan program pendidikan pada jalur formal dan non formal untuk semua jenjang, satuan dan jenis pendidikan. Pasal 58: (1)Pendidik berperan mengevaluasi hasil belajar untuk memantau proses kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan (evaluasi internal) (2)Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri (*) secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. (evaluasi eksternal) Pasal 59 (3) Ketentuan mengenai evaluasi diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 57 : (1)evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. (2)Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik, lembaga dan program pendidikan pada jalur formal dan non formal untuk semua jenjang, satuan dan jenis pendidikan. Pasal 58: (1)Pendidik berperan mengevaluasi hasil belajar untuk memantau proses kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan (evaluasi internal) (2)Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri (*) secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. (evaluasi eksternal) Pasal 59 (3) Ketentuan mengenai evaluasi diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah Lynch (2001) PP 19 / 2005 tentang SNP  direvisi menjadi PP 32/2013 Pasal 63 ayat (1) Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a) penilaian hasil belajar oleh pendidik; b) penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan c) penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dilakukan dalam bentuk ujian nasional (UN) PP 19 / 2005 tentang SNP  direvisi menjadi PP 32/2013 Pasal 63 ayat (1) Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a) penilaian hasil belajar oleh pendidik; b) penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan c) penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dilakukan dalam bentuk ujian nasional (UN) Keterkaitan Landasan Teoritis dan Yuridis (*) = Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) LANDASAN TEORITIS LANDASAN YURIDIS 44

45 PP 19 / 2005 (jo, PP 32 / 2013) tentang SNP Pasal 68 Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a)pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan; b)dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; c)penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan; d)pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tujuan UN UN  satu kesatuan utuh untuk pemetaan, seleksi, kelulusan, dan pembinaan secara berkesinambungan, berkala, dan menyeluruh Tidak Perlu dipertentangkan antara: Pemetaan, Seleksi, Kelulusan dan Pembinaan 45

46 Meningkatkan Kualitas UN • Kualitas Instrumen (andal dan valid) • Dapat dijaga kerahasiaannya Materi SoalPelaksanaanOutput • Sistem Penggandaan dan distribusi naskah • Sistem Pengawasan • Sistem Pengolahan Nilai Dimanfaatkan untuk: • Pemetaan • Kelulusan • Seleksi • Pembinaan 46

47 Kompetensi yang Diukur: UN dan PISA Pada Ujian Nasional kompetensi Matematika meliputi: 1.Pemahaman : Siswa memiliki kemampuan untuk mengorganisasikan dan menyusun materi- materi yang telah diketahui. 2.Aplikasi : Siswa memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori dalam menyelesaikan masalah atau mengerjakan tugas 3.Analisis : Siswa mampu menganalisis informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yang rumit. Pada PISA kompetensi Matematika meliputi: 1.Reproduksi : Siswa harus mampu menggunakan konsep, prosedur, dan algoritma untuk menyelesaikan masalah rutin 2.Koneksi : Siswa harus dapat menghubungkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki untuk menyelesaikan masalah non rutin sederhana 3.Refleksi : Siswa harus dapat menganalisis, menafsirkan, dan mengembangkan sendiri solusi dari suatu masalah yang tidak terstruktur, membuat argumen dan generalisasi. Pada dasarnya kompetensi Matematika yang diukur dalam Ujian Nasional dan PISA (Programme for International Student Assessment) adalah sama 47

48 Pelaksanaa n UN Pelaks. UN Tingkat Pusat Pelaksana UN Tingkat Provinsi Pelaksana UN Tingkat Kabupaten/Kota BSNP Penyelenggara UN BSNP Penyelenggara UN Mendikbud Gubernur Bupati/Walikot a SK Tanggung jawab Pelaksana UN Tingkat Satuan Pendidikan Ka Dinas Pendidikan Tanggung jawab POS UN Acuan SK Majeli sRekto r PTN Pengawasan UN PTN Skema Pelaksanaan UN 48

49 PENDAPAT TERHADAP DAMPAK KURIKULUM 2013 TERHADAP GURU Kurikulum 2013 mendorong guru SD dan SMP untuk menjadi individu pembelajar tidak yakinkurang yakinyakinsangat yakin Catatan: 49

50 PENDAPAT TERHADAP DAMPAK KURIKULUM 2013 TERHADAP KEPALA SEKOLAH Penerapan kurikulum meningkatkan motivasi kepala sekolah SD dan SMP dalam melakukan perbaikan: kualitas, pembelajaran, dan manajemen sekolah. tidak yakinkurang yakinyakinsangat yakin Catatan: 50

51 KESAN ORANGTUA DAN KOMITE SEKOLAH Kurikulum 2013 menciptakan kemudahan belajar dan menyenangkan bagi siswa SD dan SMP. tidak yakinkurang yakinyakinsangat yakin Catatan: 51

52 KESAN ORANGTUA DAN KOMITE SEKOLAH Kurikulum 2013 mendapat respon positif dari komite sekolah dan orang tua: anak lebih aktif bertanya, mandiri, kreatif, serta memiliki daya nalar yang lebih baik. tidak yakinkurang yakinyakinsangat yakin Catatan: 52

53 Skema Implementasi Jan 2014Feb Ma r Apr MeiJun Jul Agu SepOktNop Des I Upload Buku *) Penyaluran BOS Buku IVIV Penggunaan buku Sem I di sekolah II Pengadaan dan Distribusi Buku Sem II oleh Pemda I Mulai Pembelian Buku Sem I oleh Sekolah I Jan 2015 Penggunaan buku Sem II di sekolah II Mulai Pelatihan Narasumber Nasional *) Mulai Pelatihan Instruktur Nasional *) I Mulai Pelatihan Guru, KS, PS *) IIIIII Pelatihan Manajemen KS dan PS II I *) dilakukan bertahap mulai kelas I dan IV 53

54 MEKANISME PENGADAAN BUKU KURIKULUM 2013 Tahun Penggandaan Buku Kurikulum 2013 Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 (Juli – Desember 2014)  Penggandaan buku dialokasikan melalui BOS + APBN Semester II Tahun Ajaran 2014/2015 (Januari – Juni 2015)  Penggandaan buku dialokasikan melalui DAK di daerah: 1.Kab./Kota penerima DAK 2014  DAK Kab./Kota bukan penerima DAK  APBD Kab./Kota

55 MEKANISME PENGADAAN BUKU MELALUI APBD (DAK & Non DAK) Kemdikbud mengajukan usulan e-katalog untuk berupa HET buku kurikulum 2013 berdasarkan Pendekatan Wilayah (Zona) kepada LKPP 1 2 Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota melakukan pengadaan langsung Buku Kurikulum 2013 kepada penyedia sesuai dengan E-Katalog yang sudah ditetapkan oleh LKPP dengan menggunakan dana APBD (DAK atau Non DAK) 3 Penyedia Buku kurikulum 2013 yang telah ditetapkan melakukan penggandaan dan mendisribusikan buku tersebut ke sekolah-sekolah yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota 45 Siswa dan Guru menerima Buku Kurikulum 2013 dan menggunakannya untuk pembelajaran di Sekolah. LKPP menetapkan dan melakukan : a.Informasi harga dan Spesifikasi Buku Kurikulum b.Kontrak Payung dengan penyedia Buku Kurikulum 2013 c.Penerbitan Katalog Buku Kurikulum 2013 d.Penyiapan mekanisme E-Purchasing Penyedia APenyedia BPenyedia C Berdasarkan Surat Edaran LKPP Nomor 1 Tahun 2013 perihal Pengadaan Barang atau Jasa dengan Sistem e-purchasing 55

56 ALUR PELATIHAN 56 Penyusunan Bahan Pelatihan Identifikasi Calon IN Identifikasi Calon NS Identifikasi GS, KSS, PSS Identifikasi Sekolah Inti Penggandaan Bahan Pelatihan Guru, KS, dan PS Sasaran Monev dan Penjaminan Mutu Pelatihan Pelatihan NS L TL Pelatihan IN L TL Kerjasama LPMP Dgn Provinsi/Kab/Kota Pelatihan GS, KSS, PSS Pendampingan dan Penguatan • Kerjasama Pembiayaan Pusat dan Daerah • Kerjasama Pelaksanaan dgn Asosiasi Profesi dan lembaga penyelenggaran pendidikan non pemerintah DATA POKOK PENDIDIKAN (Guru SD, SMP, SMA, SMK) SISTEM INFORMASI PELATIHAN [G : 2.233] [KS : 584] [PS : 454] [G :23.647] [KS : 9.434] [PS : 1.505] [G : ] [KS : ] [PS : ] A

57 PELAKSANAAN PENDAMPINGAN PELATIHAN PENDAMPING Proses Pendampingan Kurikulum PENENTUAN PENDAMPING PENYUSUNAN MATERI PENDAMPINGAN Pemahaman terhadap buku Pemahaman terhadap proses pembelajaran dan penilaian Penyusunan rencana pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan penilaian Interaksi dengan orang tua Hasil Pelatihan Guru/KS/PS Sasaran terpilih Dilaksanakan oleh pemerintah Dipandu instruktur nasional Menggunakan materi pendampingan yang telah disusun Model ‘on’ (di lokasi pembelajaran) dan ‘in’ (berkumpul berbagi pengalaman) Masing-masing dua kali

58 Integrasi Pelatihan dan Pendampingan 58 Calon Pendamping Calon Pendamping Kompeten Tidak Kompeten Sasaran Pendampingan Bimtek Pendampingan Kompeten Tidak Kompeten Tim Pendamping Sekolah Sasaran Pendampingan PELATIHAN Guru/KS/P S Model ‘on’ (di lokasi pembelajaran) dan ‘in’ (berkumpul berbagi pengalaman) Masing-masing dua kali

59 Struktur Kurikulum Pelatihan IN SD 59 NoMateri PelatihanIN 1.KONSEP KURIKULUM Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum SKL, KI, KD dan Strategi Implementasi Kurikulum Pendekatan Pembelajaran Tematik Terpadu, Saintifik, dan Penilaian Autentik pada Kurikulum ANALISIS BUKU Analisis Buku Guru dan Buku Siswa 18 3.PERANCANGAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Tematik Terpadu 4 3.2Perancangan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING Analisis Video Pembelajaran 4 4.2Penyusunan RPP 8 4.3Peer Teaching TES AWAL DAN TES AKHIR 2 5.1Tes Awal 1 5.2Tes Akhir 1 TOTAL72

60 Struktur Kurikulum Pelatihan Guru SD 60 NoMateri Pelatihan SD/MI (Kelas I, II, IV, V) 1.KONSEP KURIKULUM Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum SKL, KI, KD dan Strategi Implementasi Kurikulum Pendekatan Pembelajaran Tematik Terpadu, Saintifik, dan Penilaian Autentik pada Kurikulum ANALISIS BUKU Analisis Buku Guru dan Buku Siswa PERANCANGAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN14 3.1Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Tematik Terpadu3 3.2Perancangan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Tematik Terpadu9 3.3Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran2 4.4.PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING18 4.1Analisis Video Pembelajaran2 4.2Penyusunan RPP6 4.3Peer Teaching TES AWAL DAN TES AKHIR2 5.1Tes Awal1 5.2Tes Akhir1 TOTAL52

61 Hasil Kerja Peserta Selama Pelatihan • Setelah mengikuti pelatihan peserta mampu mewujudkan hasil kerja berupa hal-hal berikut. • Analisis buku guru dan buku siswa jenjang SD. • Rancangan model pembelajaran dan cara penilaiannya. • Contoh RPP SD. • Contoh laporan hasil penilaian pembelajaran untuk rapor.

62 Struktur Kurikulum Pelatihan IN SMP/SMA/SMK 62 NoMateri Pelatihan Alokasi Waktu 1.KONSEP KURIKULUM Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2 1.2SKL, KI, dan KD dan Strategi Implementasi Kurikulum Pendekatan Pembelajaran dan Penilaian pada Kurikulum ANALISIS BUKU Analisis Buku Guru Analisis Buku Siswa 8 3. PERANCANGAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran *) Model-model Pembelajaran dan Cara Penilaiannnya: Project Based Learning/ Problem Based Learning/ Discovery Learning/Inquiry Learning Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran dalam Rapor PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING Analisis Video Pembelajaran 4 4.2Penyusunan RPP 8 4.3Peer Teaching TES AWAL DAN TES AKHIR 2 5.1Tes Awal 1 5.2Tes Akhir 1 TOTAL 72 * ) Sudah memuat materi penggunaan materi ajar diluar buku teks

63 Struktur Kurikulum Pelatihan Guru SMP/SMA/SMK 63 NoMateri Pelatihan Alokasi Waktu 1.KONSEP KURIKULUM Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum1 1.2SKL, KI, dan KD dan Strategi Implementasi Kurikulum Pendekatan Pembelajaran dan Penilaian pada Kurikulum ANALISIS BUKU14 2.1Analisis Buku Guru8 2.2Analisis Buku Siswa6 3. PERANCANGAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN14 3.1Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran *)3 3.2 Model-model Pembelajaran dan Cara Penilaiannnya: Project Based Learning/ Problem Based Learning/ Discovery Learning/Inquiry Learning 9 3.3Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran dalam Rapor PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING18 4.1Analisis Video Pembelajaran2 4.2Penyusunan RPP6 4.3Peer Teaching TES AWAL DAN TES AKHIR2 5.1Tes Awal1 5.2Tes Akhir1 TOTAL52 * ) Sudah memuat materi penggunaan materi ajar diluar buku teks

64 STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN KURIKULUM 2013 BAGI KEPALA SEKOLAH TAHUN 2014 NoMateri Alokasi Waktu A.UMUM Kebijakan Kemdikbud dalam Imlplementasi Kurikulum B.POKOK 1 Pendekatan dan Strategi Pembelajaran (Permendikbud No. 81A) 8 2Penilaian dan Pelaporan8 3Pengelolaan Kurikulum dan Supervisi Akademik10 4Kepemimpinan dan Manajemen Sekolah7 5Kepramukaan5 C.PENUNJANG 1Tes Awal1 2Tes Akhir1 Total42 64 Struktur Kurikulum Pelatihan Kepala Sekolah

65 NoMateri Alokasi Waktu A.UMUM Kebijakan Kemdikbud dalam Imlplementasi Kurikulum B.POKOK 1Pendekatan dan Strategi Pembelajaran8 2Penilaian dan Pelaporan8 3 Pengelolaan Kurikulum, Supervisi Manajerial, dan Supervisi Akademik 10 4Strategi dan Manajemen Pengawasan7 5Kepramukaan5 C.PENUNJANG 1Tes Awal1 2Tes Akhir1 Total42 65 Struktur Kurikulum Pelatihan Pengawas Sekolah

66 Ruang Lingkup Pendampingan No Materi Pendampingan Komponen 1Buku teks pelajaran dan buku pedoman guru termasuk silabus Pemahaman materi yang tertuang pada buku; Keterkaitan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap; Pemahaman terhadap sumber-sumber belajar lainnya; Keterkaitan antara sumber-sumber belajar dan alat-alat yang dipergunakan; Penekanan pada high order thinking (contoh-contoh); materi pengayaan dan remedial. 2Proses pembelajaran dan penilaian Pembelajaran yang menekankan pada tiga ranah kompetensi (melalui pembelajaran pengetahuan untuk mengasah keterampilan dan membentuk sikap); Pembelajaran berbasis aktivitas; Pembelajaran untuk mengasah kreativitas; Penilaian proses; Penilaian kompetensi (secara utuh) 3Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran Identitas mata pelajaran/tema; Perumusan indikator; Perumusan tujuan pembelajaran; Pemilihan materi ajar; Pemilihan sumber belajar; Pemilihan media belajar; Pemilihan metode pembelajaran; Pemilihan strategi pembelajaran; Penilaian pembelajaran 4Pelaksanaan pembelajaran Pendekatan pembelajaran saintifik; Discovery/inquiry learning; Pembelajaran melalui projek; Pembelajaran nonklasikal terutama dengan ko/ekstra kurikuler 5Pelaksanaan penilaian Penilaian oleh guru: (Penilaian penguasaan pengetahuan; Penialian produk pembelajaran; Penilaian iklim pembelajaran; Penulisan buku rapor) Penilaian oleh siswa 6Pedoman Interaksi Interaksi antar guru-siswa-orang tua 66

67 BIMTEK Kunjungan Tim Ke Sekolah (ON-1) Workshop Satu Klaster (IN-1) Sekolah Melaksanakan Hasil ON-1 dan IN-1 Kunjungan Tim Ke Sekolah (ON-2) Workshop Satu Klaster (IN-2) Sekolah Melaksanakan Hasil ON-2 dan IN-2 Tim pendamping terdiri dari :  Guru sasaran dan instruktur nasional terpilih  Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah terpilih Alur Kegiatan Pendampingan 67

68 TUJUAN DAN MANFAAT MONEV KURIKULUM 2013 • Secara umum untuk memastikan bahwa semua proses implementasi kurikulum berjalan sesuai dengan rencana • Untuk mengetahui kendala-kendala yang terjadi yang membutuhkan penanganan segera • Untuk mengetahui hasil dari semua proses kurikulum meliputi, pengadaan buku, pelatihan, proses pembelajaran dan pendampingan • Untuk mengetahui dampak kurikulum baru terhadap siswa, guru dan pengelolaan sekolah 68 TUJUAN MANFAAT • Hasil monev merupakan data yang sangat penting untuk dijadikan sebagai dasar perbaikan proses implementasi kurikulum • Hasil monev digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan/ kebijakan berikutnya untuk menjamin kebersinambungan kurikulum 2013

69 RUANG LINGKUP MONEV Pelatihan guru dan Kepala sekolah Dari proses pembelajaran 69 Dari proses pelatihan guru dan Kepala sekolah Ketersediaan buku di sekolah INPUTPROSESOUTPUTDAMPAK Pelaksanaan pembelajaran Pengadaan buku Pemahaman guru/ kepala sekolah thd kurikulum 2013 Dampak terhadap Guru dan siswa Pelaksanaan pendampingan Semester II TA 2013/2014 Semester I TA 2014/2015 Perubahan manajemen sekolah Kesiapan guru/ kepala sekolah dan sekolah Dari proses pendampingan

70 PELAKSANA MONEV 70 Penyiapan naskah buku Penyediaan buku Pelaksanaan pembelajaran Pendampingan Pelatihan calon pendamping Pelatihan guru Kesiapan Guru/ sekolah Dampak terhadap siswa/guru Dinas kab/kota UIK Prov Dinas kab/kota UIK Prov UKMP3 LPTK UKMP3 LPTK DIKDAS/ DIKMENDIKTI DIKDAS/ DIKMEN UKMP3 LPTK UKMP3-LPTK DIKTI Dinas kab/kota UIK Prov UIK PUSAT Pelaksana

71 KEBERHASILAN PELATIHAN (KP): 71 KP = f (Instruktur, Bahan Plthn, Strategi, Peserta, Anggaran) NO VARIABELSUB VARIABEL APESERTA • REKRUITMEN • DISTRIBUSI • KESIAPAN BINSTRUKTUR • KRITERIA NS dan IN • REKRUITMEN • POLA SELEKSI • DISTRIBUSI CBAHAN PELATIHAN • JENIS BAHAN (Panduan/Sop Pelatihan, Buku Guru, Buku Siswa, Video) • PENYIAPAN (Tim Penulis, Tim Penelaah, Proof Reader) • PENGGANDAAN (Pola Penggandaan dan Penjadwalan) DSTRATEGI PELATIHAN • MODEL DAN PENDEKATAN • SISTEM EVALUASI • SISTEM PELAPORAN EANGGARAN • OPTIMALISASI • DANA SHARING (PROV, KAB/KOTA, BOS, CSR, YAYASAN, PIHAK SWASTA LAINNYA

72 Instruktur Nasional Promosi penerapan Kurikulum Nara Sumber Kurikulum (tidak hanya instruktur pelatihan) Masukan dan pengayaan materi dan metode pelatihan Pelatihan di daerah yang mengimplementasi kan mandiri (resource person) Help desk implementasi kurikulum Melatih Guru Inti dan Guru Sasaran (bila perlu) Peran Instruktur Nasional 72

73 Esensi Pelatihan Instruktur Nasional • Memahami pandangan dan pesan-pesan Kurikulum 2013 sebagai bagian dari kurikulum tidak tertulis (hidden curriculum) untuk melengkapi yang tertulis (written curriculum) sehingga dapat memperkaya kurikulum yang diajarkan (taught/delivered curriculum) • Memahami kebutuhan dan arah perubahan pola pikir PTK supaya Kurikulum 2013 dapat diimplemenkan dengan baik • Memahami filosofi, rasional, dan konsep Kurikulum 2013 dan perbedaannya dengan kurikulum sebelumnya 73

74 Lanjutan: Esensi Pelatihan Instruktur Nasional • Memahami standar-standar yang dipergunakan sebagai acuan dalam perumusan Kurikulum 2013 dan perbedaannya dengan standar-standar yang dipergunakan pada kurikulum sebelumnya • Memahami rumusan dan rincian kompetensi dasar dan struktur Kurikilum 2013 • Memahami proses pembelajaran dan proses penilaian menurut Kurikulum 2013 dan menuangkannya dalam rencana pelaksanaan pembelajaran 74

75 1. Kriteria / Persyaratan Instruktur Nasional Guru... 3) NoKomponenUraian 1SasaranTotal yang dibutuhkan orang 2Kriteria/ Persyaratan 1.Latar Belakang Pendidikan minimal S1 program studi yang relevan, khusus SD memiliki latar belakang pendidikan : PGSD, Psikologi, dan 5 (lima) mapel (matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan PPKn) 2.Guru Bersertifikat Pendidik sesuai dengan bidang studi. 3.Memiliki kemampuan melaksanakan pelatihan dengan pendekatan andragogy dibuktikan dengan surat keterangan/sertifikat pengalaman melakukan pelatihan guru 4.Memiliki kompetensi pedagogik dibuktikan dengan surat keterangan pengalaman sebagai Instruktur Pelatihan 5.Memiliki komitmen untuk melatih peserta selama 5 (lima) hari berturut- turut pada setiap angkatan tanpa absen dan minimal menjadi pelatih untuk 3 (tiga) angkatan serta bersedia ditugaskan dimana saja 6.Memperoleh ijin tertulis dan rekomendasi dari pimpinan unit kerja 7.Khusus guru : a.Guru Berprestasi b.Skor UKG tinggi c.Pelatih Nasional Binaan USAID, JICA, AUSAID d.Provincial District Core Team Bermutu, guru pemandu e.Guru yang menjadi Tim Pengembang Kurikulum Provinsi dan Kab 75

76 1. Kriteria / Persyaratan Instruktur Nasional Guru... 4) NoKomponenUraian 2Kriteria/ Persyaratan 6.Khusus Widya Iswara telah menguasai kurikulum 2013 sesuai bidang studi yang diampu. 7.Lulus pelatihan Instruktur Nasional 8.Nara sumber Nasional bersumber dari Sekolah Negeri/Swasta, LPMP, P4TK, LP2KS, Yayasan Perguruan atau lembaga swasta lainnya seperti Muhammadiyah, LP Ma’arif, MPK, Taman Siswa, Perguruan Kristen, Komunitas Sekolah Alam, BMPS, PGRI, Persit Kartika Candra Kirana, BPK Penabur, Tefflin, FSGI, IGI, dll 3Berkas Administrasi 1.Surat Pengantar dari pimpinan unit kerjanya 2.Daftar Riwayat Hidup 3.Rekomendasi Pimpinan 4.Fotokopi sertifikat pelatihan sebagai peserta dan sebagai pelatih yang pernah diikuti 5.Surat Pernyataan Kesanggupan 76

77 NoKomponenUraian 1.Mekanisme Pengusulan • Usulan IN untuk pelatihan guru dikoordinasi oleh LPMP yang berasal dari guru berprestasi, WI dan Dosen • Seluruh calon dihimpun oleh LPMP untuk selanjutnya di lakukan seleksi administrasi berdasarkan kelengkapan dokumen (latar pendidikan, track record, portfolio, pengalaman sebagai pelatih dan prestasi lainnya) • Calon yang lulus seleksi adminitrasi akan dilatih dan dipilih menjadi IN berdasarkan kelulusan pelatihan (pre dan posttest serta sikap dan perilaku selama pelatihan • IN untuk SD berbasis kelas, SMP, SMA dan SMK berbasis Mapel • IN diutamakan berasal dari masing-masing provinsi penyelenggara • Jumlah usulan calon IN dari masing-masing provinsi dan region sebaiknya lebih besar dari jumlah jumlah IN yang dibutuhkan. 2.Pola • Berbasis Web (dokumen diunggah ke jaringan) • Konvensional • Dieseleksi oleh Pansel 3.Alokasi Dana • Alokasi dana pada DIPA LPMP 77 2B. Rekruitmen IN Guru:

78 KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 78 NoNo Materi/Sub Materi pelatihan Kompetensi Peserta pelatihan IndikatorKegiatan pelatihan 1KONSEP KURIKULUM 2013 • RasionalMemahami secara utuh tentang konsep Kurikulum 2013 Kemampuan menjelaskan rasional Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan • Paparan • Diskusi dan tanya jawab • Kerja Kelompok dan individu • Menilai hasil kerja peserta lain • Elemen perubahan Kurikulum 2013 Kemampuan menjelaskan elemen perubahan Kurikulum serta hubungan antara elemen-elemen tersebut dengan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan • SKL, KI dan KDKemampuan menganalisis keterkaitan antara KD, KI, dan SKL serta tahapan dan aktifitas yang harus dilakui untuk memperoleh ketiga kompetensi tersebut • Strategi Implementasi Kurikulum 2013 Kemampuan menjelaskan elemen- elemen penting dari implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari standar nasional pendidikan

79 NoNo Materi/Sub Materi pelatihan Kompetensi Peserta pelatihanIndikatorKegiatan pelatihan 2ANALISIS MATERI AJAR • Analisis Buku Guru (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) 1.Memahami strategi menggunakan buku guru untuk kegiatan belajar mengajar. 2.Menganalisis keterkaitan SKL, KI, dan KD dengan isi buku guru. 3.Menguasai secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran. 4.Menguasai penerapan materi pelajaran pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. 1.Kemampuan membuat rancangan menggunakan buku sebagai sumber belajar 2.Kemampuan menganalisis kesesuaian buku guru dan buku siswa dengan kurikulum. 3.Kemampuan menganalisis kesesuaian proses, pendekatan belajar (tematik terintegrasi untuk SD) serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku. 4.Menguasai secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran. 5.Menguasai filosofi materi ajar serta penerapannya dalam ilmu lain dan kehidupan sehari-hari 6.Kemampuan menganalisis kesesuaian tema dengan kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa • Diskusi dan tanya jawab • Kerja mandiri dan kelompok • Telaah hasil kerja mandiri dan kelompok • Presentasi kelompok terbaik • Analisis Buku Siswa (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) 1.Menganalisis kesesuaian buku siswa dengan kurikulum 2.Menguasai secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran 3.Menguasai filosofi materi ajar serta penerapannya dalam ilmu lain dan kehidupan sehari-hari 4.Menganalisis kesesuaian tema dengan kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 79

80 NoNo Materi/Sub Materi pelatihan Kompetensi Peserta pelatihan IndikatorKegiatan pelatihan 3PERANCANGAN MODEL BELAJAR • Perancangan RPP (aktivitas belajar dengan pendekatan scientific) Menyusun rancangan pembelajaran yang berbasis pendekatan scientific, tematik dan terintegrasi sesuai model belajar yang relevan dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral,sosial, kultural, emosional, maupun intelektual 1.Kesesuaian RPP dengan SKL, KI, dan KD 2.Kesesuaian hasil RPP dengan kriteria RPP yang baik 3.Kesesuaian hasil RPP dengan pendekatan belajar scientific 4.Kesesuaian kompetensi dengan evaluasi yang digunakan 1.Diskusi rambu-rambu penyusunan RPP mengacu pada pendekatan scientific 2.Identifikasi dan diskusi SKL, KI, dan KD yang dibuat dalam silabus dan RPP 3.Aktifitas menyusun RPP sesuai pendekatan scientific sesuai KD yang dipilih secara berkelompok. 4.Mendiskusikan instrumen penilaian RPP. 5.Menilai RPP buatan guru secara berkelompok. • Perancangan Penilaian (Tes, Non Tes, dan Portofolio serta rancangan penerapan Authentic Asessment) Mengevaluasi dengan pendekatan authentic assessment dalam bentuk tes, non tes, dan portofolio pada domain proses dan hasil 1.Kualitas Tes, non tes, dan Portofolio 2.Kualitas rancangan penerapan Authentic Asessment 1.Diskusi tentang kaidah penyusunan tes, non tes, dan portofolio pada domain proses dan hasil belajar 2.Pengembangan tes, non tes, dan portofolio secara berkelompok 3.Menganalisis hasil penilaian secara berkelompok KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 80

81 NoNo Materi/Sub Materi pelatihan Kompetensi Peserta pelatihan IndikatorKegiatan pelatihan 4PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING • Simulasi (aktivitas siswa belajar dan guru) Melaksanakan pembelajaran berbasis pendekatan scientific (mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta), tematik dan terintegrasi dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral,sosial, kultural, emosional, maupun intelektual 1.Kualitas simulasi yang ditunjukkan oleh guru 2.Kualitas pelaksanaan peer teaching oleh guru (menggunakan Alat Penilaian Kegiatan Guru/APKG ) 1.Menganalisis tayangan video tentang pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan scientific. 2.Membuat perencanaan pembelajaran secara bersama 3.Pelaksanaan simulasi dan peer teaching 4.Observasi menggunakan APKG 5.Melakukan refleksi secara berkelompok • Peer Teaching 5EVALUASI • Pre-testKemampuan guru dalam empat bidang Hasil tes tertulis di empat bidang • Post-testHasil tes tertulis di empat bidang dengan melihat deltanya (kelayakan guru akan ditentukan kemudian) KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 81

82 Guru Inspiratif yang mampu melakukan pembelajaran kontekstual untuk mengembangka n siswa yang produktif, kreatif, inovatif, afektif (mampu menerapkan kurikulum 2013) Post Test Pre- Test Konsep Kurikulum (4 Jam Pel.) Rancangan Pembelajaran (8 Jam Pel.) Praktik Terbimbing (24 Jam Pel.) Tayangan Video: Perubahan Mind set tentang Kurikulum oleh Mendikbud Paparan Diskusi Kerja Kelompok  Rasional Pengembangan Kurikulum 2013  Elemen Perubahan  SKL, KI, dan KD  Strategi Implementasi Tayangan Video Pembelajaran (contoh dan bukan contoh pembelajaran kreatif Menganalisis dan diskusi tayangan Kerja Kelompok menganalisis buku, menyusun tes dan portfolio Presentasi Hasil  SKL, KI, dan KD  Buku Siswa  Buku Guru  Panduan Analisis  Lembar Kerja Analisis Buku Menilai RPP yang telah disusun guru sebelumnya Analisis dan Diskusi RPP untuk menemukan RPP terbaik Kerja Kelompok menyusun RPP Presentasi Hasil  Panduan telaah RPP  Panduan Penyusunan RPP  Konsep Scientific Aproach, Discovery Learning, Project Based Learning Paparan : 1. Pendekatan Scientific, Discovery Learning, Project Based Learning; 2. Evaluasi: tes dan portofolio; penilaian proses dan output Diskusi Simulasi: tematik terpadu, pendekatan scientific, Project Based Learning, dsb Analisis dan Diskusi hasil simulasi Peer Teaching; membiasakan guru untuk bertanya dan membangkitkan kemampuan siswa untuk bertanya Refleksi SKEMA KEGIATAN PELATIHAN GURU  RPP  Instrumen Penilaian Kinerja Guru  Panduan Peer Teaching Presentasi Hasil Konsep Kurikulum (2 Jam Pel.) Analisis Materi Ajar (14 Jam Pel.) Rancangan Pembelajaran (14 Jam Pel.) Praktik Terbimbing (20 Jam Pel.) 82

83 SEGMENTASI KEGIATAN PELATIHAN :.....menghindari ceramah, tetapi mengandalkan diskusi, bekerja, mengevaluasi dan simulasi MENILAI ATAU MENGEVALUASI HASIL YANG PERNAH DILAKUKAN SEBELUMNYA (termasuk menganalisis tayangan video dan materi ajar) BERDISKUSI ATAU MENGEMUKAKAN HASIL EVALUASI SERTA BEKERJA MENYUSUN YANG TERBAIK SESUAI HASIL DISKUSI SIMULASI ATAU MENYAJIKAN HASIL SESUAI HASIL DISKUSI Pemaparan PP oleh Instruktur diintegrasikan pada saat diksui sesuai konteks dan kebutuhan. Para Instruktur dan peserta secara voluntir dan atas penunjukan selalu berupaya melakukan simulasi tematik terintegrasi, pendekatan scientific, discovery learning, project based learning, dsb. (menunjukkan contoh dan bukan contoh) Setiap peserta diklat wajib membawa : • Guru membawa beberapa RPP yang pernah disusun dan digunakan di sekolah • Pengawas dan Kepala sekolah membawa hasil supervisi akademik dan manajerial yang dilakukan selama ini 83

84 STRATEGI PELATIHAN KS DAN PS : Fasiliator menciptakan lingkungan belajar kondusif, dan mengoptimalkan peran peserta dalam proses pelatihan, PRE TEST (bahan masukan untuk mengetahui learning need assesment peserta) • PENGELOLAAN KELAS/ • PENYAMPAIAN MATERI DAN BELAJAR TUNTAS • DISKUSI /TANYA JAWAB • SIMULASI/PENUGASAN/ • DISCOVERY LEARNING, dll POST TEST PENGOLAHAN HASIL Pemaparan materi oleh Fasilitator dan Pemodelan/contoh diintegrasikan pada saat diskusi sesuai konteks dan kebutuhan. Terukur dan Obyektif Setiap peserta pelatihan: membawa hasil supervisi akademik dan manajerial yang dilakukan selama ini 84

85 NOJENIS PELATIHANPOLASDSMPSMASMK 1 Narasumber Nasional 52 JP Di 6 Regional (Medan, Jakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, Makasar) 2 Instruktur Nasional 72 JPProvinsi Provinsi dan Regional Regional 3Guru Sasaran *52 JPSekolah Inti/Kabupaten (LPMP, P4TK, PNFI) 4Kepala sekolah42 JPRegional 5Pengawas Sekolah42 JPRegional LOKASI PELATIHAN Catatan: • Pelatihan di Sekolah Inti, apabila lokasi guru tidak berjauhan, guru tidak menginap, disediakan makan dan transport setiap hari • Kriteria Sekolah Inti, memiliki ruang dan perlengkapannya untuk 60 orang, LCD • Jika Sekolah Inti tidak memungkinkan dapat dipindahkan ke tempat lain yang tidak membutuhkan biaya sewa ruang sidang, misalnya kantor Kecamatan • Untuk daerah yang tidak memungkinkan untuk pulang pergi maka pesera akan diinapkan (hotel) atau dilaksanakan di LPMP/P4TK/P2PNFI dengan mempertimbangkan efisiensi. 85

86 • Penunjukan Sekolah penyelenggara dan sekolah anggota dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan LPMP dengan memperhatikan letak geografis dan fasilitas. • Sekolah inti harus memiliki fasilitas yang memadai misal seperti daya listrik minimal 2200 VA. (terkait penggunaan LCD Proyektor) • Penyediaan LCD Proyektor untuk pelatihan menggunakan LCD Proyektor di sekolah inti maupun anggotanya sebagai wujud peran serta sekolah dalam mensukseskan pelaksaaan pelatihan. (biaya sewa LCD proyektor tidak dianggarkan) • Untuk beberapa sekolah yang letaknya di satu komplek lokasi yang sama dapat dijadikan sebagai tempat pelatihan. • Setiap sekolah penyelenggara terdiri minimal 40 sekolah (termasuk sekolah inti), menyesuaikan jumlah kelas dan kondisi geografis. • Proses pentapan sekolah inti harus sudah diselesaikan pada akhir november PENETAPAN LOKASI SEKOLAH PENYELENGGARA BERBASIS LETAK GEOGRAFIS

87 Urutan Materi Penyegaran Kurikulum 2013: Rancangan Implementasi Struktur Kurikulum Struktur Kurikulum Perubahan Kurikulum Konsep Kurikulum Filosofi Rasional Standar SKL Standar Isi Standar Proses Standar Penilaian Struktur Kurikulum SD-MI Struktur Kurikulum SMP- MTs Struktur Kurikulum SMA- MA Struktur Kurikulum SMK- MAK Analisi s SKL, KD, KI Analisi Materi Ajar Model Pembelajaran Evaluasi pembelajaran RPP

88 Jadwal Pelatihan Guru FebruariMaret April MeiJuni Penuntasan Buku Pelatihan IN Juli 123 Pelatihan Guru Sasaran 4 Angkatan Penyegaran NS Maret Persiapan IN Untuk melatih GS Ujian Akhir Sekolah dan Pembagian Rapor Persiapan NS Untuk pelatihan IN 34 Awal Ramadhan Awal Tahun Ajaran 2014/2015

89 Jadwal Pelatihan KS dan PS : 4 FebruariMaret April MeiJuni Penuntasan Bahan materi KS dan PS Penggandaan Buku Guru/Siswa Pelatihan IN Juli 12 Pelatihan KS dan PS Sasaran, 1 s.d 2 minggu setelah KS dan PS mengikuti pelatihan guru sasaran Persiapan Pemberangkatan IN Ujian Akhir Sekolah dan Pembagian Rapor Penggandaan materi Pel. KS dan PS Pelatihan calon nara sumber KS dan PS 34 Pelatihan KS dan PS Sasaran, dapat dilaksanakan s.d Agustus. 34

90 PENYIAPAN NS DAN IN KS PS NARA SUMBER KS / PS NARA SUMBER KS / PS TIM INTI/PENGEMBANG KS SASARAN INSTRUKTUR NASIONAL PS Terseleksi administrasi & akademik (lulus pelatihan)  Penyusun Materi  Penulis Buku, dan  Penelaah Buku (Terpilih) INSTRUKTUR NASIONAL KS PS SASARAN

91 PUSBANGTENDIK NS 454 NS 454 P4TK LPMP IN 663 IN 663 IN 842 IN 842 SASARAN SASARAN SASARAN SASARAN DISTRIBUSI PESERTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 BAGI KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH NS 584 NS 584 P4TK/LPPKS LPMP IN IN IN IN SASARAN SASARAN SASARAN SASARAN

92 Kategori NilaiBobot Nilai Sikap (NS)30% Nilai Keterampilan (NK)40% Nilai Pengetahuan30% •Nilai Akhir Penentuan Nilai Akhir (NA) untuk menentukan kelulusan peserta pelatihan ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut. •Nilai kelulusan ditentukan oleh nilai sikap, nilai keterampilan dan nilai pengetahuan. •Pembobotan nilai dilakukan dengan cara sebagai berikut. •Nilai Akhir Kelulusan a.Batas kelulusan untuk peserta pelatihan instruktur nasional dan guru inti adalah 75. b.Guru, KS dan PS sasaran dikelompokkan berdasarkan jenjang perolehan kompetensi Penghitungan skor akhir kelulusan dilakukan dengan rumus sebagai berikut. NA = {(NS x 40%) + (NK x 60%)} x 70% + (TA x 30%) Keterangan: NA : Nilai Akhir NS :Rerata Nilai Sikap dari semua mata pelatihan NK :Rerata Nilai Keterampilan dari semua mata pelatihan TA :Nilai Tes Akhir (Tes Pengetahuan) REKAPITULASI NILAI AKHIR 92

93 Indikator Keberhasilan Pelatihan 93 No.KOMPONENINDIKATOR 1.Peserta pelatihan • Mampu menerapkan pembelajaran tematik terintegrasi dan kontekstual • Memahami pendekatan scientific • Mampu menerapkan kemampuan berfikir tingkat tinggi • Membangun kultur pembelajaran yang aktif, menantang, dan menyenangkan • Mampu menunjukkan keteladanan khususnya tentang kejujuran, disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab • Nilai yang diberikan oleh instruktur tentang sikap, keterampilan dan pengetahuan. • ∆ (X 2 – X 1 )> 0, signifikan; X 2 : Postest; X 1 : Pretest 2.Instruktur • Integritas, kesiapan dan kesungguhan Instruktur • Nilai atau indeks yang diberikan oleh peserta tentang : (1) kualitas penguasaan konsep, (2) kualitas pemaparan, (3) kualitas interaksi termasuk kemampuan membangkitkan suasana pelatihan yang kreatif. 3.Proses • Rancangan persiapan instruktur • Kesesuaian pendekatan, metode dan teknik dengan standar kompetensi • Kesesuaian aktivitas dengan produk-produk kegiatan 4.Penilaian • Ketaatan pelaksanaan penilaian dengan prinsip, azas dan prosedur. • Kecukupan dan kesesuaian pendekatan penilaian • Kualitas penerapan authentic assesment • Pemanfaatan penilaian terhadap perbaikan (feed back)

94 Standar Pelaksanaan Pelatihan 94 No.KOMPONENURAIAN 1.Pola Pelatihan • 72 JP Instruktru Nasional dan 52 JP Guru Sasaran • 7 hari dan 5 hari 2.Instruktur • 2 orang per kelas selama pelatihan • Lulus Pelatihan Instruktur Nasional 3.Peserta • Maksimal 40 orang per kelas untuk mata pelajaran yang sama • Wajib mengikuti semua proses dan mengikuti pre tes dan post tes 4.Bahan Pelatihan • Modul Pelatihan (per mapel) • Buku Guru • Buku Siswa • Silabus • Pedoman Penyusunan RPP • Pedoman Penilaian Proses dan Hasil Belajar • Pedoman Pengisian Rapor • Pendekatan Pembelajaran 5.Alat Pelatihan • LCD • Sound system yang memadai • Video Pembelajaran per mapel 6.Tempat Pelatihan • Sekolah Inti • LPMP/P4TK/PNFI Memiliki ruang yang cukup untuk interaksi, diskusi peserta selama proses pelatihan 7.Penilaian Peserta dan Instruktur • Penilaian Pengetahuan (untuk peserta melalui Pre Test dan Post Test) • Penilaian Sikap • Penilaian Keterampilan (melalui proses dan hasil pelatihan) 8.Panitia • 4 orang panitia per kelas berasal dari Dinas Pendidikan dan LPMP (berasal dari LPMP sebagai Penangungjawab Bidang Akademik/PJBA)

95 • Seluruh proses Pelaksanaan pelatihan kurikulum harus terdokumentasi dengan melakukan input pada Aplikasi Manajemen Pelatihan yang disediakan BPSDMPK-PMP. Proses Pelatihan yang didokumentasikan meliputi : 1. Identitas Lokasi Pelatihan 2. Identitas Instruktur dan Peserta Pelatihan 3. Nilai Pretest dan Postest, Sikap, pengetahuan dan keterampilan 4. Daftar Hadir Peserta untuk setiap sesi pelatihan. • Data-data proses pelatihan tersebut harus dipastikan dientri dan selanjutnya akan disatukan di database nasional Pelatihan Kurikulum yang dipergunakan untuk evaluasi. 95 SISTEM PELAPORAN DAN EVALUASI PELAKSAANAAN PELATIHAN

96 TEURIMENG GEUNASEH PAT RANUP YANG HANA MIRAH, PAT PEUNEURAH YANG HANA BAJOE, PAT NARIT YANG HANA SALAH, MEUNYO HANA BAK AWAI TUENTEI NA BAK DUDOE

97 KALAU ADA JARUM YANG PATAH JANGAN DISIMPAN DI DALAM PETI KALAU ADA KATA KAMI YANG SALAH JANGAN KAMI DIBAWA KE KANTOR POLISI


Download ppt "PERAN LPMP DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI ACEH OLEH Makmun Ibrahim Disampaikan pada Rapat Koordinasi Kediklatan Kementerian Agama Provinsi Aceh."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google