Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan 3 – Human Factor Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer www.erwinchristiant.my1.ru.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan 3 – Human Factor Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer www.erwinchristiant.my1.ru."— Transcript presentasi:

1 Pertemuan 3 – Human Factor Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer

2 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer Manusia merasakan dunia nyata menggunakansensor yang dikenal dengan panca indera – mata (penglihatan), telinga (pendengaran), hidung (penciuman), lidah (perasa) dan kulit (peraba).

3 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer Ada beberapa aspek yang mempengaruhi penglihatan manusia yaitu luminans, kontras, kecerahan, sudut dan ketajaman penglihatan, medan penglihatan, warna, psikologi warna dan persepsi.

4 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer Luminans (luminance) adalah banyaknya cahaya yang dipantulkan oleh permukaan objek. Kontras adalah hubungan antara cahaya yang dikeluarkan oleh suatu objek dengan cahaya dari latar belakang objek tersebut. Kontras didefinisikan sebagai perbandingan antara selisih antara luminan objek dengan latar belakangnya dan luminan latar belakangnya.

5 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer Kecerahan adalah tanggapan subjektif pada cahaya. Luminans yang tinggi berimplikasi pada kecerahan yang tinggi juga. Kita akan melihat batas kecerahan tinggi ke rendah dengan melihat kisi-kisi Hermann.

6 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer  Sudut dan ketajaman penglihatan, Sudut penglihatan didefinisikan sebagai sudut yang berhadapan oleh objek pada mata. Ketajaman penglihatan (visual acuity) adalah sudut penglihatan yang minimum ketika mata masih dapat melihat sebuah objek dengan jelas. Besarnya sudut penglihatan dinyatakan dengan

7 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer  Medan pengihatan adalah sudut terkecil yang dibentuk ketika mata bergerak kekiri terjauh dan kekanan terjauh. Dibagi menjadi 4 daerah : a. penglihatan binokuler : tempat kedua mata bisa melihat sebuah objek dalam keadaan yang sama. b. penglihatan monokuler kiri : tempat terjauh yang dapat dilihat oleh mata kiri ketika mata kiri bergerak ke sudut paling kiri. c. Penglihatan monokuler kanan : tempat terjauh yang dapat dilihat oleh mata kanan ketika mata kanan bergerak ke sudut paling kanan. d. Daerah buta : daerah yang sama sekali tidak dapat dilihat oleh kedua mata.

8 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer  Warna, mata manusia sensitif terhadap cahaya tampak. Panjang gelombang cahaya tampak berkisar antara nm dan berada pada daerah ultraungu sampai inframerah. Sesorang yang mempunyai mata normal mampu membedakan sekitar 128 warna. Mata dapat membedakan warna secara akurat ketika posisi objek membentuk sudut ± 60 derajat terhadap warna.  Psikologi warna, Warna merupakan suatu sensasi yang dihubungkan dengan sistem syaraf kita seperti halnya bau dan rasa. Lensa mata manusia tidak mempunyai kemampuan untuk mengoreksi warna. Hal ini menimbulkan efek kromostereopsis, yaitu efek yang menyebabkan warna- warna murni pada jarak yang sama terlihat memiliki jarak yang berbeda. Warna merah cenderung memberikan kesan paling dekat sementara warna biru memberikan kesanpaling jauh.

9 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer  Persepsi adalah suatu proses pengalaman seeorang dalam menggunakan indera. Kombinasi warna yang lazim dipakai.  Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian warna yaitu : a.Hindari penempatan warna merah dan hijau secara sembarangan. b. Hindari penggunaan biru murni untuk teks, garis tipis dan bentuk yang kecil karena mata tidak diset untuk rangsangan yang terinci. c. Hindari penggunaan warna yang berlebihan d. Kelompokkan elemen-elemen yang saling berkaitan dengan latar belakang yang sama e. Urutkan warna sesuai dengan posisi spektralnya

10 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer

11  Pendengaran manusia dapat merespon frekuensi dengan rentang Hz. Suara manusia sensitif pada rentang Hz. Selain frekuensi, pendengaran manusia dipengaruhi juga oleh kebisingan (loudness). Kebisingan dinyatakan dengan desibel (dB). Percakapan mempunyai tingkat kebisingan dB. Kerusakan telinga dapat terjadi jika mendengar kebisingan lebih dari 140 dB adn kurang sensitif dengan tingkat kebisingan kurang dari 20 dB.

12 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer  Sentuhan (peraba) jarang dipakai pada desain interaksi manusia dengan system. Sensitifitas sentuhan lebih dikaitkan dengan aspek ergonomis dalam sebuah sistem. Sebagai contoh, manusia lebih menyukai penggunaan keyboard yang lunak dan pas dengan bentuk tangan.

13 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer  Pada dasaranya, baik manusia maupun komputer memiliki piranti input, sistem pengolah dan output. Informasi yang diterima dan tanggapannya dikirimkan melalui beberapa media input dan output, yaitu: › Visual channel › Auditory channel › Haptic channel › Movement  Sistem pengolahan manusia terdiri dari dua bagian yaitu pengolahan sadar (conscious processing) dan otomatis. Pengolahan sadar terjadi ketika rangsangan datang kemudian dibawa ke bagian intellektual dan memerlukan beberapa waktu untuk menghasilkan tanggapan. Pengolahan otomatis terjadi secara reflek dan memerlukan waktu tanggapan yang pendek.

14 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer

15  Model persepsi, kognisi dan memori manusi dapat dilihat pada gambar  Pengolahan perseptual dapat dipandang sebagai kumpulan register penyangga temporer.  Register sensori manusia mempunyai persistensi (kemenetapan) sebesar 0,2 detik sementara pendengaran sekitar 2 detik, biasanya dipakai untuk iklan.  Memory-memory tersebut selalu di overwrite tiap kali ada informasi baru yangditerima. Informasi yang diterima oleh sensory memory akan dikirim dan disimpan kememory yang permanen (Long Term Memory / LTM) atau di overwrite dan hilang.  Memori jangka pendek (Short-term memory) dan jangka penjang (Long-term memory ) memiliki aktivitas kognitif yang berbeda.

16 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer  Short-term memory (STM) / working memory, Miller (1956) membuktikan bahwa STM manusia memiliki kapasitas untuk menyimpan 7+/-2 ‘chunks’ informasi. Coba ingat :  Long-term memory (LTM), LTM berfungsi sebagai tempat menyimpan informasi secara permanen, misalnyapengalaman kita, aturan dan kebiasaan kita, dan segala sesuatu yang kita ketahui. Sampai sekarang belum diketahui berapa kapasitas maksimum LTM manusia.

17 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer Informasi yang diterima manusia di proses dan diaplikasikan untuk:  Pengambilan kesimpulan / Reasoning 1. Reasoning terdiri dari tiga jenis: deductive, inductive dan abductive. Deductive reasoning dipakai untuk mendapatkan kesimpulan logika dari premise (fakta) yang diketahui. misalnya: jika hari ini hujan, saya tidak pergi kuliah hari ini hujan. jadi hari ini saya tida pergi kuliah 2. Inductive reasoning meng-generalisasi-kan kasus-kasus yang kita lihat untuk mendapatkan informasi yang belum kita ketahui. 3. Abduction dipakai untuk mendapatkan sebab dari suatu kejadian.  Memecahkan masalah / Problem-solving, Jika reasoning adalah bagaimana cara mendapatkan informasi baru dari informasi yang sudah diketahui, problem-solving adalah proses untuk mencari solusi dari suatu task yang belum pernah dikenal sebelumnya, dengan menggunakan pengetahuan yang kita miliki.  Akuisisi keahlian / Skill acquisition, Masalah-masalah yang kita pecahkan biasanya tidak seluruhnya merupakan masalah baru. Sebaliknya, secara tidak sadar, kemampuan (skill) kita pada suatu domain bertambah. Bagaimana cara kita meningkatkan skill yang kita miliki? Salah satu model dari skill acquisition adalah dari Anderson, yang dikenal dengan nama ACT model (Dix, pp ). Pada ACT, skill dibagi menjadi tiga level dasar: 1. The learner uses general-purpose rules which interpret facts about a problem. This is slow and demanding on Memory access 2. The learner develops rules specific to the task. 3. The rules are tuned to speed up performance.

18 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer Any Questions?

19 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer  Komputer memiliki bagian input yang berfungsi untuk memasukkan data ke dalam memori komputer. Bagian input dapat di klasifikasikan menjadi: a. text entry: keyboard, speech, hand-writing b. pointing: mouse, trackball c. Scanner  Selain bagian input komputer juga memiliki bagian output yang berfungsi untuk menghasilkan keluaran supaya dapat di mengerti pengguna. Bagian output dapat diklasifikasikan menjadi : a. screen b. audio c. Printer  Dalam komputer, informasi yang berupa data disimpan dalam bagian yang disebut memori. Memori dapat di klasifikasikan berdasarkan sifat penyimpanannya menjadi : a. memori jangka pendek : RAM b. memori jangka panjang : magnetic and optical disks  Pemrosesan data dalam komputer dilakukan oleh Central Processing Unit (CPU). Didalam prosesor terdapat Control unit dan Arithmatic Logic Unit (ALU). Control unit berfungsi untuk mengendalikan semua perangkat yang terpasang pada komputer. ALUberfungsi untuk mengolah data aritmatic serta data yang lainnya.

20 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer  Model-model interaksi dipakai sebagai alat bantu untuk mengerti proses interaction antara user dan sistem. Mereka dipakai untuk menjembatani keinginan user dan hasil sesungguhnya dari sistem. Dalam Ergonomics dibahas karakteristik fisik dari interaksi dan efeknya terhadap efektivitas. Dialog antara user dan sistem dipengaruhi oleh style dari interface. Imteraksi berpartisipasi dalam konteks sosial dan organisasi yang mempengaruhi user dan sistem.

21 Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer


Download ppt "Pertemuan 3 – Human Factor Erwien Christiant S.Kom - Interaksi Manusia dan Komputer www.erwinchristiant.my1.ru."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google