Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TPG Departemen Agama RI mendapat kucuran 6 milyar rupiah dari TAF  Sosialisasi CLD-KHI versi DEPAG 4 Okt 2004 - Pelarangan Poligami - Melegalkan Nikah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TPG Departemen Agama RI mendapat kucuran 6 milyar rupiah dari TAF  Sosialisasi CLD-KHI versi DEPAG 4 Okt 2004 - Pelarangan Poligami - Melegalkan Nikah."— Transcript presentasi:

1 TPG Departemen Agama RI mendapat kucuran 6 milyar rupiah dari TAF  Sosialisasi CLD-KHI versi DEPAG 4 Okt Pelarangan Poligami - Melegalkan Nikah Mut’ah - Mensahkan Pernikahan Beda Agama - Perubahan Hukum Waris - Penetapan masa ‘iddah bagi laki-laki - Membolehkan Pernikahan tanpa Wali  MUI meneliti ada 52 ketentuan CLD-KHI yang menyimpang dari Al-Qur’an dan Sunnah.

2  “Homoseksual dan homoseksualitas adalah alami dan diciptakan Tuhan, karena itu dihalalkan dalam Islam.” (Harian The Jakarta Post edisi Jum’at 28/03/08)  Karena kerja kerasnya dalam mengampanyekan kesetaraan gender dan pluralisme agama, Siti Musdah Mulia mendapat penghargaan the International Women Courage Award pada 7 Maret Award ini diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS ketika itu, Condoleeza Rice dalam sebuah upacara seremonial di Departeman Luar Negeri AS Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta

3 SIMBUL GAY YAHUDI

4

5 Prof.DR.Siti Musdah Mulia mendapatkan pujian dari Barat sebagai “Women of the Year 2009” di Saint- Vincent Italia

6 “Hanya orang primitif saja yang melihat perkawinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan berbahaya. Bagi kami, tiada alasan kuat bagi siapapun dengan dalih apapun, untuk melarang perkawinan sejenis. Sebab, Tuhan pun sudah maklum, bahwa proyeknya menciptakan manusia sudah berhasil bahkan kebablasan. Jika dulu Tuhan mengutus Luth untuk menumpas kaum homo karena mungkin bisa menggagalkan proyek Tuhan dalam penciptaan manusia (karena waktu itu manusia masih sedikit), maka sekarang Tuhan perlu mengutus “Nabi” untuk membolehkan kawin sejenis supaya mengurangi sedikit proyek Tuhan tersebut. Itu kalau Tuhan masih peduli dengan alam-Nya. Bagi kami, jalan terus kaum homoseks. Anda di jalan yang benar. (Redaksi Justisia). Ijin Terbit: Dekan Fakultas Syariah IAIN WalisongoSemarang. Alamat Redaksi: Gedung H.I Lantai I Kampus III IAIN Walisongo

7 Kenapa Tuhan di era Nabi Luth mengharamkan perkawinan homo? Boleh jadi (kalau memang kisah Luth ini sebagai sesuatu yang benar adanya dan bukannya sebagai mitos belaka) pelarangan tersebut adalah ada “narasi yang tak terbaca”. Betulkah Perilaku homo itu menyimpang? Tentu tidak. … Pengharaman nikah sejenis adalah bentuk Kebodohan umat Islam generasi sekarang Karena ia hanya memahami doktrin agamanya Secara given, taken for granted, tanpa ada pembacaan ulang secara kritis atas doktrin tersebut… Boleh jadi cerita kaum Luth itu (kalaupun benar adanya, jangan- jangan malah cuma mitos) terdapat kepentingan politik Luth terhadap seseorang yang kebetulan homoseks? (Agama Peduli Homoseksual; Membebaskan Kaum Homoseksual dari Penindasan Agama).

8 Ibnu Khaldun ( ): Pihak yang kalah senantiasa cenderung meniru penakluknya, baik dalam slogan, cara berpakaian, beragama dan seluruh gaya serta adat istiadatnya

9 Syekh Abul Hasan Ali an- Nadwi, ulama besar India: “… di saat sekarang ini selama beberapa waktu dunia Islam telah dihadapkan pada ancaman kemurtadan yang menyelimuti bayang-bayang di atasnya dari ujung ke ujung…Inilah kemurtadan yang telah melanda muslim Timur pada masa dominasi politik Barat, dan telah menimbulkan tantangan yang paling serius terhadap Islam sejak masa Rasulullah saw…”

10 IMPERIALISME GLOBAL AS MELALUI TOPENG : • DEMOKRASI • HAK ASASI MANUSIA • LIBERALISASI • PLURALISME •SEKULARISME • PRIVATISASI •TERORISME •DERADIKALISASI

11 OPERASI IMPREALISME AS DI INDONESIA Imprealisme asing terhadap negeri ini menggunakan beragam cara dan bermacam kedok. Diantara kedok yang mereka pakai adalah beroperasinya lembaga- lembaga swadaya masyarakat yang mengusung tema- tema: Demokrasi, Hak Asasi Manusia, kesetaraan gender, civil society, toleransi agama, anti kekerasan, dan lain sebagainya. Semua itu adalah kedok dari operasi mereka sesungguhnya untuk membangun hegemoni ideologi dan kekuasaan serta penyebaran paham-paham sesat seperti Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme

12 Program ke-Islaman AS di Indonesia (4 Mei 2007) Dalam usaha menjangkau masyarakat Muslim, Amerika Serikat mensponsori para pembicara dari lusinan pesantren, madrasah serta lembaga- lembaga pendidikan tinggi Islam, untuk bertukar pandangan tentang pluralisme, toleransi dan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia. Kedutaan mengirimkan sejumlah pemimpin dari 80 pesantren ke Amerika Serikat untuk mengikuti suatu program tiga minggu tentang pluralisme agama, pendidikan kewarganegaraan dan pembangunan pendidikan...

13  Dalam membantu jangkauan jangka panjang, lima American Corners dibuka di lembaga-lembaga pendidikan tinggi Muslim di seluruh Indonesia. Amerika Serikat juga mendanai The Asia Foundation untuk mendirikan suatu pusat internasional dalam memajukan hubungan regional dan internasional di antara para intelektual dan aktivis Muslim progresif dalam mengangkat suatu wacana tingkat internasional tentang penafsiran Islam progresif. Amerika Serikat juga memberikan pendanaan kepada berbagai organisasi Muslim dan pesantren untuk mengangkat persamaan jender dan anak perempuan dengan memperkuat pengertian tentang nilai-nilai tersebut di antara para pemimpin perempuan masyarakat dan membantu demokratisasi serta kesadaran jender di pesantren melalui pemberdayaan pemimpin pesantren laki-laki dan perempuan. Mengembangkan suatu lingkungan dimana orang Indonesia dapat secara bebas menggunakan hak-hak sipil dan politik mereka adalah kritis bagi tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam memelihara pluralisme dan toleransi untuk menghadapi ekstrimisme.” deplu-AS.html.

14 Moh. Shofan, peneliti di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina:  “Karena itu, organisasi-organisasi besar Islam sekarang ini harus digantikan dengan generasi muda yang liberal, sekuler, dan pluralis. Kehadirannya merupakan keniscayaan. Mereka harus bisa menggantikan, sebab kalau tidak, tentu organisasi-organisasi itu akan mandek dan menjadi benteng konservatisme. Dengan mengacu pada pemaparan di atas, sesungguhnya musuh utama kelompok progresif-liberal dalam memperjuangkan proyek pluralisme, liberalisme, dan sekularisme itu bukanlah Barat atau kelompok-kelompok di luar Islam, melainkan kelompok umat Islam sendiri.” (“Menakar Objektifikasi Pluralisme”, Media Indonesia, 22 Juni 2007).

15

16 FENOMENA YAYASAN LIBFORALL  Didirikan tahun 2003 oleh kelompok Liberalis Amerika bersama sekutunya yaitu kelompok liberalis Indonesia.  Gerakan LIBFORALL secara terus terang mengatakan sebagai gerakan untuk menghancurkan pemahaman Islam Kaffah (Islam Fundamentalis).  Gerakan LIBFORALL didukung penuh oleh kelompok Neo Konservatif Gedung Putih yang beraliran Zionis-Kristen dengan dana yang sangat besar.

17  Program yang digerakkan: - Beasiswa Pendidikan - Penerbitan berbagai Media - Pertemuan Internasional tokoh-tokoh Liberal - Promosi budaya Pop - Kunjungan ke Negara Zionis Israel - Melawan gerakan Wahabi

18

19

20

21  Smith Rachardson Foundation memiliki konsen pada dua isu penting yang sangat berpengaruh bagi kepentingan hegemoni AS, yaitu International Security (Keamanan Internasional) dan Foreign Policy (Kebijakan Luar Negeri). Karenanya, yayasan ini mensponsori penelitian tentang bagaimana menciptakan "Jaringan Muslim Moderat" di berbagai belahan dunia. Meski tak secara jelas tersirat, namun arah dari upaya membangun jaringan muslim moderat ini sangatlah jelas, yaitu meredam, meminimalisir, bahkan menghapuskan sama sekali kelompok-kelompok yang mereka cap sebagai "ekstremisme Islam" dan menjadi ancaman bagi hegemoni AS. Inilah arah dari program besar mereka.

22 Analisa kritis beberapa ilmuwan Barat terhadap kebijakan AS dan Eropa  Apa yang dinamakan “ancaman Islam”, ‘terorisme Islam’, ‘Islam fundamentalis’ atau ‘benturan peradaban’, sebenarnya hanyalah ketakutan AS dan Eropa yang berlebihan dan tidak berdasar. Semua ancaman yang mereka rasakan tersebut, hanyalah mitos yang timbul sebagai akibat dari dzalimnya kebijakan politik, ekonomi, militer dan ideologi mereka kepada Dunia Islam sehingga memunculkan maraknya kebangkitan Islam dan anti-Barat di Dunia Islam Prof. Noam Chomsky

23 KEBANGKITAN ISLAM  Penerapan Islam sebagai kekuatan politik menjadi sebuah ancaman yang semakin nyata bagi dunia barat, lebih hebat dari masa-masa sebelumnya  Kebangkitan Islam terjadi di seluruh belahan dunia Islam termasuk Indonesia. Kesadaran akan pentingnya politik Islam dan syari’ah dijadikan sebagai sistem pemerintahan yang menyeluruh dan satu-satunya rujukan untuk setiap keputusan, merupakan ancaman yang sangat besar bagi barat (AS)

24 Untuk melemahkan Islam Fundamentalis di Indonesia, AS gandeng kelompok Liberal, Tradisional dan Sufi

25  Rand menyebut satu contoh sosok liberal yang berasal dari kalangan tradisionalis, yaitu Ulil Abshar Abdalla, tokoh dan penggerak Jaringan Islam Liberal (JIL) yang kini berkiprah di Partai Demokrat  Kelompok moderat tradisionalis dan kalangan sufi. Didefinisikan oleh Rand Corporation sebagai kelompok yang menentang gerakan Salafi dan Wahabi, yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai tradisi dan keyakinan kelompok sufi

26 Ironisnya, saat ini menjamur berbagai majelis- majelis zikir dengan massa yang tumpah ruah ketika menyelenggarakan acara, konvoi di jalan- jalan, ratusan bahkan ribuan jamaahnya, namun jarang sekali menyatakan sikap tegas dan keras untuk menyuarakan perlawanan terhadap liberalisme, pluralisme, sekularisme, aliran-aliran sesat seperti Ahmadiyah, dan sebagainya. Bahkan, hanya terlihat seperti kerumunan (crowd) yang sekadar unjuk kekuatan jumlah massa, namun tak memperlihatkan aksi nyata dalam membela hak- hak umat Islam dan akidah Islam yang teraniaya

27 SBY : Sufisme bisa jaga kestabilan bernegara SBY berpendapat bahwa kaum tarikat menjalankan tradisi, pendekatan, dakwah, dan perilaku sufi dengan teduh, jernih, substantif, mendidik, dan tanpa kekerasan. Jalan seperti itu, kata Presiden, merupakan pilihan paling tepat dan mampu meningkatkan pembangunan bangsa menuju Indonesia yang makin maju, adil, dan sejahtera.

28

29 Di hadapan 128 perwakilan negara, SBY membahas berbagai isu, termasuk agama. Dengan berdiplomasi SBY mengungkapkan keanekaragaman budaya, agama, dan etnis, menjadi ciri bangsa ini. Namun sayangnya SBY kembali menegaskan pembelaannya terhadap Ahmadiyah, dimana pemerintah tidak pernah melarang bahkan mengakomodir kebebasan rakyat untuk beribadah sesuai dengan keyakinannya termasuk bagi rakyat Indonesia penganut Ahmadiyah. Lebih dari itu SBY menyatakan pemerintah berjanji akan memfasilitasinya. "Ahmadiyah, negara tidak melarang tetapi negara mengatur," ujar SBY di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (15/2/2012)

30 PROYEK PLURALISME & ALIRAN SESAT

31 Siapakah gerombolan JIL yang getol menginginkan FPI bubar? Dari pengamatan salah satu media Islam, Suara Islam Online, di lapangan diketahui gembong-gembong Liberal yang hadir dalam aksi yang dijaga oleh sekitar 100 polisi dengan sebagian anggotanya bersenjata lengkap dan diliput oleh puluhan media itu diantaranya Ulil Abshar Abdallah (JIL/Freedom Institute), Alissa Wahid (putri Gus Dur), Anis Hidayah (Migrant Care), Guntur Romli (JIL/Salihara), Hanung Bramantyo (sutradara liberal) dan Vivi Widyawati (LSM Perempuan Mahardika). Pesertanya sekitar 50 orang, laki-laki, perempuan dan bencong. Sulit untuk mengatakan bahwa kelompok ini adalah kumpulan orang-orang beriman dan beramal sholeh. Orang-orang yang ingin FPI bubar ini bila digambarkan secara global setidaknya terdiri dari kaum bencong, pria rambut gimbal bertato dan cewek perokok bertato. Ada pula seorang sineas muda yang rajin membuat film-film yang menusuk Islam dan umat Islam.

32  Para pengasong paham Sepilis tak lebih dari budak-budak kuffar yang ikut dalam gerbong imprealisme Barat untuk menaklukkan negeri-negeri Muslim. Keberadaannya tak hanya mengancam umat Islam, tapi juga bangsa ini secara keseluruhan

33 LSM-LSM KOMPRADOR ASING  Jaringan Islam Liberal (JIL) yang dimotori oleh Ulil Abshar Abdalla, Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) yang dimotori oleh Siti Musdah Mulia, Freedom Institute yang dimotori oleh Luthfi Asy-Syaukanie, the Wahid Institute yang dimotori oleh Yeni Abdurrahman Wahid, Setara Institute yang dimotori oleh Hendardi, International Center for Islam and Pluralism yang dimotori oleh M. Syafi'i Anwar, Komunitas Salihara yang dimotori oleh Goenawan Mohammad dan Guntur Romli, LibforAll Foundation yang dimotori oleh C. Holland Taylor (orang yang seringkali mengajak tokoh-tokoh sekular Indonesia ke Israel), dan masih banyak lagi LSM-LSM komprador yang bekerja sebagai "babu asing" dan menjalankan aksinya untuk merusak akidah dan keyakinan umat Islam. Inilah organisasi "tadah hujan" yang bekerja demi kucuran dollar, merusak dan melakukan subversi terhadap Islam.

34

35 Republika, Rabu 16 November 2011, hal 2 Republika, Selasa 15 November 2011, hal 3

36  Intelijen dalam praktek tidak berada dalam ruang hampa. Dia membawa misi ideologi dan kekuasaan. Celakanya setelah tumbangnya komunisme internasional, sebuah konspirasi global menetapkan Islam sebagai musuh dan ideologi yang harus dihancurkan. Dalam ruang itulah intelijen Indonesia bekerja dan menari mengikuti irama genderang perang yang ditabuh orang. Menyebalkan ! Kolonel (Purn) Herman Ibrahim, Pengamat Intelijen

37 KONSPIRASI PENGHANCURAN SISTEM PENDIDIKAN ISLAM di INDONESIA  Memo Donald Rumsfeld 16 Oktober 2003: AS perlu menciptakan lembaga donor untuk mengubah kurikulum Pendidikan Islam yang radikal menjadi moderat. Lembaga Pendidikan Islam bisa lebih cepat menumbuhkan teroris baru dibandingkan kemampuan AS untuk menangkap atau membunuh mereka (Republika, 3/12/2005)  David E Kaplan: Washington is plowing tens of millions of dollars into a campaign to influence not only Muslim societies but Islam itself … (David E. Kaplan, Heart, Minds, and Dollars, )  The Foundation now support over 30 Muslim non- Government Organization (NGO), in their efforts to promote the concept that Islamic values can the basic for a democratic political system, non-violence, and religious tolerance.” (www.asiafoundation.org)

38  The Asia Foundation (TAF) tercatat sebagai pengucur dana untuk reformasi kurikulum pendidikan kewarganegaraan di empat Universitas Islam yang membawahi 625 institusi dan kurang lebih pelajar. Sejak tahun 2000, TAF bekerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi Agama Islam di Indonesia mengubah kurikulum untuk memperkuat reformasi demokrasi dan liberalisasi. Di samping intervensi kurikulum pendidikan Islam di Indonesia, Barat pun berupaya mengintervensi kurikulum pondok- pondok pesantren

39  The Asia Foundation telah mendanai lebih dari 1000 pesantren untuk berpartisipasi dalam mempromosikan nilai-nilai pluralisme, toleransi dan masyarakat sipil dalam komunitas sekolah Islam di seluruh Indonesia. Tahun 2004, TAF memberikan pelatihan kepada lebih dari 564 dosen yang mengajarkan pelatihan tentang pendidikan kewarganegaraan yang kental dengan ide leberalis- sekular untuk lebih dari pelajar  Tahun 2003 AS dan Australia juga memberi donasi untuk mengembangkan pendidikan Indonesia. Pada tgl September 2002, Institut for Training and Development (ITD), sebuah lembaga Amerika, mengundang 13 pesantren “pilihan” di Indonesia (Jawa, Madura, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi) untuk berkunjung ke Amerika

40 TUJUAN :  Mengubah kurikulum pendidikan agama Islam di Indonesia sehingga semakin pro Liberal dan mendukung penuh kebijakan penjajahan Barat  Richard Holloway dalam bukunya: Menuju Kemandirian Keuangan (Yayasan Obor Indonesia, 2001), sudah mewanti-wanti LSM Indonesia untuk bersiap mandiri dan tidak bergantung terus pada dana asing. Diantarannya, dana asing membuat posisi LSM lemah secara politis  Counterpunch, sebuah newsletter portal Amerika, membeberkan bahwa sejumlah LSM di seluruh dunia yang didanai AS memang berfungsi sebagai instrumen untuk menyebarkan misi kebijakan AS di negara lain  Penulis Jacob Levich dalam artikelnya “When NGOs Attack” menunjukkan bagaimana LSM-LSM “ saat ini secara terbuka terintegrasi dalam keseluruhan strategi Washington untuk mengkonsolidasi supremasi global”. Levich membeberkan organisasi USAID sebagai link utama dalam pendanaan badan- badan pengembangan dan ratusan organisasi lain yang terlibat dalam kerja sosial. Di samping itu, terdapat sejumlah think tank yang didanai oleh asing

41  American Corners berfungsi sebagai pos-pos informasi yang menyerupai jasa perpustakaan umum, yang mengkhususkan diri pada referensi perpustakaan umum yang menyediakan akses pada informasi tentang Amerika dengan akses internet yang diawasi, produk-produk audio dan video, CD, CD-ROM, dan basis data EbscoHost serta menyajikan cerita dan kejadian nyata di Amerika kepada khalayak, dan berharap bahwa tayangan tentang kejadian- kejadian nyata tersebut akan menepis anggapan negatif tentang Amerika, membuka jalan untuk melakukan dialog terbuka dan terbangunya jembatan pengertian antar kedua negara  Menurut sumber diplomat Australia yang dikutip The Australian (4/10/2003), sumbangan AS dan Australia dimaksudkan untuk mengeliminasi “madrasah-madrasah” yang menghasilkan para “teroris” dan ulama yang membenci Barat  Joseph S Nye dalam Soft Power (2004), mengutip pernyataan mantan Menlu AS Collin Powel, menyatakan bahwa program beasiswa akan membuat para alumni AS menjadi diplomat AS kelak

42 DANA : 60 juta USD (2004) 78 juta USD (2005) 84 juta USD (2006) 96 juta USD (2007) 143 juta USD (2008) 184 juta USD (2009) 157 juta USD lewat Depag RI 250 juta USD, masing-masing pesantren 2000 USD

43 IMPLIKASI :  American Corners I dibuka 18 Maret 2004 di Ciputat, Jakarta. Diikuti 9 Perguruan Tinggi lainnya: UI, UGM, UMY, IAIN Walisongo Semarang, UMM, Unair Surabaya, IAIN Sumut Medan, USU Medan, dan Unhas Makasar

44 SOLUSI SYAR’I : QS.13:11 1.Siapkan Kekuatan (QS.8:60;47:7;8:10;30:47) (22:40-41)(QS.3:110,104) (HR.Ibnu Majah,Ahmad; HR.Muslim)-(QS.5:54-56) 2.Kembali kepada ad-Din al-Haq (HR.Abu Dawud) Program: Tashfiyah dan Tarbiyah (QS.3:79) 3.Satukan Ummat di atas Kalimah Tauhid (QS. 30:31-32; 3:103), (HR.Ahmad) 4.Kuatkan Kesabaran (QS.3:200,120) 5.Do’a JANJI ALLAH PASTI ----> QS.24:55

45 MENYIAPKAN GENERASI YANG SIAP MENGORBANKAN APA SAJA DEMI DA’WAH DAN AQIDAHNYA 1.Mereka harus siap menjadi Robbaniyyin (Orang-orang yang semua aktivitas dan pola berfikirnya bersumberkan Al-Qur’an dan Sunnah) --- QS. 3:79,146 2.Mereka harus berda’wah ikhlas karena Allah --- QS. 9: Mereka harus siap menjadi kader yang tangguh artinya senantiasa mementingkan kualitas bukan kuantitas --- QS. 2: Mereka bangun kekuatannya di Masjid dimana didalamnya terdapat sakinah, rahmat, do’a para Malaikat dan i’tikaf --- Al-Hadits 5.Mereka mendidik dirinya untuk bersabar atas rintangan dalam perjalanan da’wah dan pengorbanan demi aqidah serta loyalitas yang tidak tergoyahkan --- QS. 3: 120, 200


Download ppt "TPG Departemen Agama RI mendapat kucuran 6 milyar rupiah dari TAF  Sosialisasi CLD-KHI versi DEPAG 4 Okt 2004 - Pelarangan Poligami - Melegalkan Nikah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google