Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN NASIONAL Dalam Kaitannya Dengan Penataan Ruang Nasional dan Daerah Oleh: Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN NASIONAL Dalam Kaitannya Dengan Penataan Ruang Nasional dan Daerah Oleh: Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS."— Transcript presentasi:

1 KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN NASIONAL Dalam Kaitannya Dengan Penataan Ruang Nasional dan Daerah Oleh: Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS Menteri Kelautan dan Perikanan Disampaikan dalam rangka RAKERDA BKTRN Pekanbaru, 8 Maret 2004 DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN

2 HAL-HAL MENDASAR & MENDESAK YG HARUS DIKERJAKAN INDONESIA  Membangkitkan berbagai sektor (kegiatan) ekonomi yang mampu menyediakan lapangan kerja besar dan memberikan kemakmuran  Menciptakan “Competitive advantages” atas dasar “Comparative advantages” (Sumberdaya alam) yang dimiliki bangsa Indonesia melalui penerapan IPTEK dan Manajemen Profesional  Kebijakan ekonomi makro agar kondusif bagi tumbuh- kembangnya kegiatan ekonomi riil dan terciptanya social equity secara proporsional BIDANG EKONOMI :

3 DIBIDANG POLKAM & KESRA  Menciptakan stabilitas politik, disiplin sosial dan kepastian hukum serta keamanan berusaha  Memperbanyak orang-orang yang baik, berkemampuan (profesional), ber-etos kerja tinggi,dan berakhlak mulia; serta secara simultan meminimalkan orang-orang jahat (moral hazard) (Lanjutan…)

4 Resource-based industries Resource-based industries berbasis IPTEK dan manajemen profesional yang berdaya saing, berkeadilan, dan berwawasan lingkungan : 1.Kelautan dan Perikanan 2.Pariwisata 3.Pertanian, perkebunan, hortikultura, dan peternakan 4.Kehutanan 5.Energi dan sumberdaya mineral COMPETITIVE ADVANTAGES BANGSA INDONESIA

5 ALASAN UTAMA SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN SEBAGAI PRIME MOVER PEMBANGUNAN NASIONAL 1.Secara fisik laut merupakan faktor dominan dengan potensi ekonomi yang sangat besar dan beragam  ¾ wilayah Indonesia berupa laut (5,8 juta km 2 )  > pulau (negara kepulauan terbesar)  km garis pantai tropis terpanjang atau terpanjang ke dua (setelah Kanada) di dunia  Bentang wilayah Indonesia •Ujung Barat (Sabang) – Timur (Merauke) = London – Bagdad •Ujung Utara (Kep. Satal) – Selatan (P. Rote) = Jerman – Aljazair.

6

7 = 2,3 juta km 2 = 0,8 juta km 2 = 2,7 juta km 2

8 ALASAN UTAMA 2.Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dunia dan kesadaran tentang gizi ikan yang lebih sehat, mencerdaskan, dan menguatkan, maka permintaan akan produk kelautan dan perikanan terus meningkat. 3.Industri kelautan menciptakan “backward and forward – linkage industries” yang tinggi 4.Sumber kelautan sebagian besar “renewable resources”  basis pembangunan ekonomi secara berkelanjutan 5.Sebagian besar kegiatan ekonomi kelautan dan perikanan terdapat di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil, sehingga membantu problem urbanisasi dan “brain drain “. (Lanjutan…)

9 ALASAN UTAMA 6.Dengan penguasaan dan penegakkan kedaulatan di laut  hankam dan kedaulatan wilayah terjamin 7.Secara sosial-kultural, kembali fokus ke laut berarti “reinventions” kejayaan Indonesia masa lalu. 8.“Bench marking” dengan negara-negara lain. (Lanjutan…)

10 1.ISLANDIA  GNP/Kapita = US$  GNP/Kapita USA = US$  GNP/Kapita Indonesia = US$ 400  70% barang dan jasa ekspor berupa produk perikanan  65% GDP berasal dari sektor perikanan. 2.NORWEGIA  GNP/Kapita = US$ /tahun  Kontribusi sektor perikanan terhadap GDP = 25%  Kontribusi Sektor Migas terhadap GDP = 40%  Ekspor ikan Salmon = US$ 2 Milyar/tahun BEBERAPA NEGARA/ BANGSA YANG MAJU DAN MAKMUR KARENA SEKTOR PERIKANAN DAN KELAUTANNYA :

11 3. CINA  Luas Perairan 503 ribu km 2 atau 8,8 % dari luas perairan Indonesia  Total produksi perikanan 41 juta ton  Hasil penangkapan ikan laut 15 juta ton  Hasil budidaya laut 11 juta ton  Hasil budidaya air tawar 15 juta ton  Porsi budidaya baik darat maupun laut mencapai 60% dari total produksi  Nilai produksi perikanan mencapai US $ 34 milliar Lanjutan…

12 4. THAILAND  Panjang Garis pantai = km  Luas tambak udang = ha  Produksi udang th = ton vs. Indonesia ( ton)  Nilai ekspor perikanan = US $ 4,2 milyar vs Indonesia (US $ 1,76 milyar) (1998) 5. PHILIPINA  Jumlah pulau =  Nilai ekspor rumput laut th = US $ 700 juta vs. Indonesia (US $ 45 juta)  60% raw materials rumput laut diimpor dari Indonesia (Trubus, Desember 1999) Lanjutan…

13 Perbandingan kontribusi ekonomi kelautan dari berbagai negara Sumber : Dutton dan Hotta (1996) dan Xin (1999)

14 POTENSI PEMBANGUNAN EKONOMI KELAUTAN (DI KAWASAN PESISIR DAN LAUTAN) BERDASARKAN JENIS SUMBERDAYA ALAM A.SUMBERDAYA DAPAT PULIH (RENEWABLE RESOURCES) - Ikan dan biota lainnya- Terumbu karang - Hutan Mangrove- Pulau-pulau kecil - Dll. B.SUMBERDAYA TAK DAPAT PULIH (NON-RENEWABLE RESOURCES) - Minyak dan gas bumi - Bahan tambang dan mineral lainnya. C.ENERGI KELAUTAN - Gelombang- Pasang surut - OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion)- Angin D. JASA-JASA LINGKUNGAN (ENVIRONMENTAL SERVICES) - Media teransportasi dan komunikasi- Pengaturan iklim - Keindahan alam- Penyerapan Limbah

15 1.Perikanan tangkap ~ 6,4 juta ton/th potensi lestari (maximum sustainable yield) 2.Perikanan budidaya  Budidaya laut (mariculture) ~ 24 juta ha ~ 47 juta ton/th  Budidaya pantai (tambak) ~ 1 juta ha 3.Industri bioteknologi kelautan ~ US $ 14 milyar/th  Ekstrasi “bioactive substances” (Omega-3, squalence, biopigmen, polysakarida, dll) untuk industri farmasi, kosmetik, dan makanan-minuman  Genetic engineering  Bioremediasi lingkungan

16 NoPropinsiPotensi Areal (ha) NAD Sumatera Utara Sumatera Barat Bengkulu Sumatera Selatan Riau Jambi Lampung DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D.I. Yogyakarta Jawa Timur Bali No PropinsiPotensi Areal (ha) Nusatenggara Barat Nusatenggara Timur Sulewesi Utara Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Kalimantan Barat Kalimantan Timur Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Maluku Papua TOTAL Tabel. Potensi Luas Perairan Budidaya Laut Sumber: Ditjen Perikanan Budidaya, DKP (2002)

17 BUDIDAYA LAUT (MARICULTURE) •Garis Pantai = km •Banyak perairan teluk dan pulau kecil relatif tenang dan bersih (jernih) •Memiliki hamparan terumbu karang ( km2) terluas di dunia. •Potensi komoditas budidaya laut :  Kakap  Kerapu  Tiram dan Kerang darah  Teripang  Tiram Mutiara dan Abalone  Rumput Laut  Kuda laut •Dari potensi areal budidaya laut itu, potensi produksinya  46,73 juta ton/th (Puslitbangkan, 1998) •Sampai th 2000 Realisasi Produksinya = 0.5 juta ton (sangat rendah!!!)

18 BUDIDAYA TAMBAK (PERAIRAN PAYAU) Tabel. Luas Lahan Budidaya Perikanan (Tambak) di Indonesia menurut Propinsi

19 POTENSI EKONOMI USAHA TAMBAK UDANG  Jika ha dapat diusahakan, dengan produktifitas rata-rata sebesar 2 ton/ha/th  Maka produksi udang nasional = ton/th  Nilai ekspor udang nasional = ton/th x US $ 8/kg = US $ 8 Milyar/th. Catatan : 1.Thailand, dengan garis pantai km, produksi udang tambak = ton/th 2.Total produksi udang tambak Indonesia = ton (th 2000)

20 Tabel Perkiraan Umum Nilai Ekonomi Potensi Sumberdaya perikanan

21 4.Pertambangan dan energi 5.Pariwisata bahari  Negara bagian Queensland (2100 km coastline) ~ US $ 2,5 milyar 6.Perhubungan laut  Devisa untuk pelayaran asing ~ US $ 10 milyar/th  Multiplier effects ekonomi lainnya 7.Industri maritim: perkapalan, offshore engineering and structures, fishing gears, dan deep sea water.

22 Sumberdaya kelautan dan perikanan sebagai sumber kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia secara adil dan berkelanjutan VISI PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

23 1.Peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan, pembudidaya ikan dan masyarakat kelautan lainnya (social equity) 2.Peningkatan peran sektor perikanan dan kelautan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi (economic growth) 3.Pemeliharaan dan peningkatan daya dukung serta kualitas lingkungan perairan tawar, pesisir, pulau-pulau kecil dan lautan (environmental sustainability) 4.Peningkatan kecerdasan dan kesehatan bangsa melalui peningkatan konsumsi ikan 5.Peningkatan peran laut sebagai pemersatu bangsa dan peningkatan budaya bahari bangsa Indonesia MISI PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

24 1.Penegakan Hukum dan Kedaulatan Nyata di Laut 2.Aplikasi Prinsip-prinsip Pembangunan Berkelanjutan dalam Pengelolaan Pembangunan Kelautan, 3.Penataan Ruang dan Prioritas Pembangunan di Wilayah Pesisir dan Lautan, 4.Kebijakan Pembangunan Sektor-sektor Kelautan (Perikanan, Pariwisata, Pertambangan, Perhubungan, dan Industri Maritim ) 5.Pengembangan Sumberdaya Kelautan Non- konvensional, dan 6.Pengembangan SDM, IPTEK dan Kelembagaan Kelautan. KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KELAUTAN

25 1.Zonasi makro pembangunan wilayah pesisir dan lautan Indonesia menjadi 5 tipologi zona pembangunan 2.Pada Zona-I (butir-1) ditetapkan kawasan preservasi (20%), kawasan konservasi (20%), dan kawasan pemanfaatan (60%). 3.Penetapan sektor prioritas (driver sectors) dan sektor pendukung (supporting sectors) sesuai kondisi biofisik dan sosekbud Zona-I. 4.Penyerasian penataan ruang kawasan laut dan pesisir dengan kawasan low land dan up land, khususnya pada setiap sistem DAS (Daerah Aliran Sungai) 5.Penyerasian penataan ruang kawasan laut dan pesisir antar propinsi dan antar kabupaten yang berdampingan (sejajar garis pantai) 6.Pengendalian pencemaran kegiatan-kegiatan manusia di darat (land-based pollution) maupun di laut (marine-based pollution). KOMPONEN KEBIJAKAN PENATAAN RUANG WILAYAH PESISIR DAN LAUTAN

26 II III IV IV I VV V V II Zona I : lahan pesisir  laut 12 mil Zona II : 12 mil  laut Nusantara Zona III : 12 mil  ZEEI Zona IV : batas terluar ZEEI  Laut bebas Zona V : gugusan kepulauan PETA ZONA PEMBANGUNAN KELAUTAN I III

27 MANGROVE DAERAH BERBUKIT RUMPUT LAUT PANTAI PASIR PUTIH PULAU PENGHALANG TELUK DALAM A. KONDISI KAWASAN PESISIR HIPOTETIK LAUT

28 B. ALTERNATIF PENATAAN RUANG (ZONASI) KAWASAN PESISIR INDUSTRI KOTA PADAT PENDUDUK ZONA PRESERVASI PEMUKIMAN DENGAN PENDUDUK JARANG ZONA KONSERVASI MANGROVE PULAU PENGHALANG DAERAH BERBUKIT TELUK DALAM PANTAI PASIR PUTIH LAUT REKREASI

29 Berbagai Kegiatan Pembangunan Di Wilayah Pesisir Dan Lautan

30 A B C D E Keterangan : A = Hutan konservasi B = Industri agro C = Persawahan D =Pemukiman E =Kawasan Pelabuhan & Industri ramah lingkungan F = Tambak G = Mangrove H = Perikanan tangkap I = Pulau Wisata F G H I TATA RUANG PESISIR DAN LAUT IDEAL

31 26 KAWASAN EKONOMI UNGGULAN BERBASIS KELAUTAN DAN PERIKANAN

32 Sabang, Padang, Bengkulu, Bandar LampungPusat Pengembangan Meulaboh, Sinabang, Sibolga, Nias, Padang Pariaman, Painan, Muara Siberut, Kep. Mentawai, Arga Makmur, Liwa, Tapak Tuan, Air Bangis NAD, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Lampung Sub Pusat Pengembangan Lingkup Wilayah KAWASAN PEMANFAATAN RUANG LAUT SUMATERA BAGIAN BARAT Pembentukan keterkaitan antar pusat-pusat kegiatan (perkotaan) dan atau pasar Pembentukan keterkaitan antar atraksi wisata Pembentukan keterkaitan hulu hilir produk perikanan Pembentukan Badan Usaha Bersama POLA KERJASAMA 1.Internasional 2.Nasional 1.Wisata Petualangan Laut (Diving, Snorkling) 2.Wisata Suaka Alam Laut 3.Wisata Pantai 4.Wisata Alam 1.Budidaya Ikan, 2.Budidaya Rumput Laut 1.Ikan Pelagis Besar, 2.Ikan Pelagis Kecil KOMODITI/ PRODUK 1.Kepulauan Nias 2.Kepulauan Mentawai 3.Muara Siberut 4.Pulau Enggano 5.Krakatau Pengembangan Atraksi Wisata Bahari 1.Sinabang 2.Sibolga 3.Air Bangis 4.Pd. Pariaman 5.Kep. Mentawai 6.Painan 7.Argamakmur 8.Liwa 9.Bd. Lampung Pengembangan Pembudidayaan Ikan 1.Teluk Bayur 2.Panjang 1.Sibolga 2.Padang 3.Sabang 4.Nias 5.Pd. Pariaman PUSAT KEGIATAN Pengembangan Penangkapan Ikan Pengembangan Industri Pelayaran dan Pengangkutan INDIKASI KEGIATAN INDIKASI KEGIATAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KERJASAMA ANTAR KAWASAN

33 Pontianak, Batam, Pangkal PinangPusat Pengembangan Pemangkat, Mempawah, Singkawang, Ketapang, Natuna, Tarempa, Tanjung Pinang, Tj. Balai Karimun, Tembilahan, Kuala Tungkal, Muara Sabak, Palembang, Sungai Liat, Tj. Pandan Kalbar, Kep. Riau, Bangka - Belitung Sub Pusat Pengembangan Lingkup Wilayah KAWASAN PEMANFAATAN RUANG LAUT SELAT KARIMATA – LAUT CINA SELATAN Pembentukan keterkaitan antar pusat-pusat kegiatan (perkotaan) dan atau pasar Pembentukan keterkaitan antar atraksi wisata Pembentukan keterkaitan hulu hilir produk perikanan Pembentukan Badan Usaha Bersama POLA KERJASAMA 1.Internasional 2.Nasional 3.Regional 1.Wisata Petualangan Laut (Diving, Snorkling) 2.Wisata Suaka Alam Laut 3.Wisata Pantai 1.Budidaya Ikan, 2.Budidaya Kerang, 3.Budidaya Rumput Laut 1.Ikan Pelagis Besar, 2.Ikan Pelagis Kecil 3.Ikan Demersal KOMODITI/ PRODUK 1.Pontianak 2.Batam 3.Pangkal Pinang 4.Tj. Pandan 5.Natuna Pengembangan Atraksi Wisata Bahari 1.Pangkal Pinang 2.Tj. Pandan 3.Sungai Liat 4.Tj. Pinang 5.Muara Sabak 6.Kuala Tungkal 7.Tembilahan Pengembangan Pembudidayaan Ikan 1.Pontianak 2.Batam 3.Palembang 1.Pemangkat 2.Tj. Pandan 3.Ketapang 4.Tarempa 5.Teluk Batang 6.Sungai Liat PUSAT KEGIATAN Pengembangan Penangkapan Ikan Pengembangan Industri Pelayaran dan Pengangkutan INDIKASI KEGIATAN INDIKASI KEGIATAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KERJASAMA ANTAR KAWASAN

34 Balikpapan, MakassarPusat Pengembangan Tarakan, Tj. Redeb, Bontang, Samarinda, Muara Jawa, Batulicin, Kotabaru, Banjarmasin, Barru, Pare-Pare, Mamuju, Palu, Toli-Toli, Buol Kaltim, Kalsel, Sulut, Sulteng, Sulsel Sub Pusat Pengembangan Lingkup Wilayah KAWASAN PEMANFAATAN RUANG LAUT SELAT MAKASSAR – LAUT SULAWESI Pembentukan keterkaitan antar pusat-pusat kegiatan (perkotaan) dan atau pasar Pembentukan keterkaitan antar atraksi wisata Pembentukan keterkaitan hulu hilir produk perikanan Pembentukan Badan Usaha Bersama POLA KERJASAMA 1.Internasional 2.Nasional 3.Regional 1.Wisata Petualangan Laut (Diving, Snorkling) 2.Wisata Suaka Alam Laut 3.Wisata Cagar Alam 4.Wisata Pantai 1.Budidaya Ikan, 2.Budidaya Rumput Laut 1.Ikan Pelagis Besar, 2.Ikan Pelagis Kecil 3.Ikan Demersal 4.Ikan Lainnya KOMODITI/ PRODUK 1.Pulau Derawan (Tj. Redeb) 2.Balikpapan 3.Kep. Kapoposang 4.Pare-Pare Pengembangan Atraksi Wisata Bahari 1.Kotabaru 2.Muarajawa 3.Bontang 4.Makassar 5.Barru 6.Pare-Pare 7.Toli-Toli 8.Mamuju Pengembangan Pembudidayaan Ikan 1.Makassar 2.Balikpapan 3.Banjarmasin 4.Samarinda 1.Banjarmasin 2.Tarakan PUSAT KEGIATAN Pengembangan Penangkapan Ikan Pengembangan Industri Pelayaran dan Pengangkutan INDIKASI KEGIATAN INDIKASI KEGIATAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KERJASAMA ANTAR KAWASAN

35 Pembentukan keterkaitan antar pusat-pusat kegiatan (perkotaan) dan atau pasar Pembentukan keterkaitan antar atraksi wisata Pembentukan keterkaitan hulu hilir produk perikanan Pembentukan Badan Usaha Bersama POLA KERJASAMA 1.Internasional 2.Nasional 3.Regional 1.Wisata Petualangan Laut (Diving, Snorkling) 2.Wisata Suaka Alam Laut 3.Wisata Pantai 1.Budidaya Ikan, 2.Budidaya Kerang, 3.Budidaya Mutiara 1.Ikan Pelagis Besar, 2.Ikan Pelagis Kecil 3.Ikan Demersal 4.Ikan Lainnya KOMODITI/ PRODUK 1.Menado (Bunaken) 2.Bitung 3.Togean 4.Kep. Banggai Pengembangan Atraksi Wisata Bahari 1.Banggai 2.Palu 3.Poso 4.Tilamuta 5.Togean 6.Gorontalo 7.Kotamobagu 8.Bitung Pengembangan Pembudidayaan Ikan 1.Bitung 2.Gorontalo 3.Menado 4.Luwuk 1.Gorontalo 2.Poso PUSAT KEGIATAN Pengembangan Penangkapan Ikan Pengembangan Industri Pelayaran dan Pengangkutan INDIKASI KEGIATAN INDIKASI KEGIATAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KERJASAMA ANTAR KAWASAN Menado, GorontaloPusat Pengembangan Bitung, Kotamobagu, Tilamuta, Palu, Poso, Togean, Luwuk, Banggai Sulut, Sulteng, Sultra, Gorontalo Sub Pusat Pengembangan Lingkup Wilayah KAWASAN PEMANFAATAN RUANG LAUT T E L U K T O M I N I

36

37 KOMPONEN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN 1.Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi Usaha Perikanan Tangkap sesuai Potensi Lestari Stok Ikan di Setiap Wilayah 2.Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya di Laut (mariculture), Perairan Payau (Tambak), dan Perairan Tawar 3.Pengembangan Industri Penanganan, Pengolahan, dan Pengemasan Hasil Perikanan. 4.Pengembangan Industri Penunjang Perikanan (Galangan Kapal, Mesin Kapal, fishing gears, Kincir Air Tambak, Mesin Pendingin, dll). 5.Pengembangan Industri Bioteknologi Kelautan (farmasi, kosmetik, makanan dan minuman). 6.Pembangunan Pulau-Pulau Kecil secara Lestari Berbasis Masyarakat. 7.Pendayagunaan BMKT (Benda-Benda Berharga Muatan Kapal Tenggelam)

38 SIBOLGA OCEANIC Outer Fishing Port BIAK TUAL BITUNG BAROMBONG PENGAMBENGAN JAKARTA PEMANGKAT BELAWAN SABANG Penyebaran Outer Ring Fishing Port CILACAP BUNGUS KENDARI MERAUKE BRONDONG KUPANG TERNATE AMBON NUNUKAN TL.AWANG Outer Fishing Port

39 Lokasi Kapal Tenggelam Periode 1400 ~ 1900 Jumlah titik lokasi kapal tenggelam : sekitar 3200 titik

40 PEMANFAATAN SUMBERDAYA KELAUTAN NON-KONVENSIONAL 1.Pengembangan perairan laut dalam (deep sea) dan laut lepas (high sea). 2.Pengembangan sumberdaya mineral baik di wilayah pesisir, laut nusantara, laut teritorial, ZEE maupun di laut lepas; 3.Pengembangan sumberdaya energi yang berasal dari dinamika kelautan dan OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) 4.Pengembangan sistem informasi kelautan untuk menghasilkan informasi yang akurat dan terbaru

41 RUMPUT LAUT AGAROFIT Gracilaria, Gelidium KARAGINOFIT Eucheuma, Hypnea ALGINOFIT Turbinaria, Sargassum Petani, pengolah/ masyarakat T E K N O L O G I TERAPANTERAPAN T E K N O L O G I MADYAMADYA UKM AGAR KERTAS ATC ATA AGAR, KARAGINAN, ALGINAT INDUSTRIAL GRADE, FOOD GRADE Pupuk organik

42 Dairy products: coklat, keju, milk shake, puding, ice cream, permen, sosis, boble tea dll Farmasi: tablet, salep, suspensi, pasta gigi, Industri: cat, tekstil, perekat, karet, film dll Kosmetik : pelembab, shampo, wet look, lotion Refined karaginan, agar, agarosa, media bakteri T E K N O L O G I T I N G I INDUSTRI T E K N O L O G I FORMULASIFORMULASI INDUSTRI END PRODUCTS

43  Spesies Dunaliella (misal Dunaliella salina) dapat menjadi sumber  -karoten (5 – 10 %-b tubuh). Bandingkan : 1000 ppm dalam wortel kering, 500 – 1000 ppm dalam minyak sawit mentah (CPO).  sudah diterapkan dalam produksi komersial.  Botryococcus braunii paling berpotensi untuk menjadi sumber hidrokarbon rantai panjang (C 22 –C 33 )  pengganti terbarukan (renewable substitute) bagi minyak bumi.  Alga mikro juga sedang dikembangkan untuk menjadi sumber bioetanol (bahan bakar motor bensin) dan biodiesel di masa depan (  2025). Lanjutan….

44 Sumber Bioetanol dan Biodiesel Masa Depan

45

46

47

48

49

50

51

52 GERBANG MINA BAHARI (GERAKAN NASIONAL PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN) 1 Tema : “Percepatan pembangunan kelautan dan perikanan secara lestari untuk kesejahteraan bangsa” 2 Tujuan : 1.Meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan dan masyarakat pesisir lainnya 2.Meningkatkan penerimaan devisa negara dan kontribusi terhadap PDB 3.Menyediakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha 4.Meningkatkan konsumsi ikan dan penyediaan bahan baku industri di dalam negeri 5.Memelihara kelestarian sumberdaya hayati perairan beserta ekosistemnya.

53 1.Produksi Perikanan:8 juta ton 2.Devisa Perikanan :US $ 3 milyar 3. Sumbangan thd PDB Nasional :5 % 4.Penyerapan tenaga kerja :6,6 juta orang 5.Peningkatan konsumsi ikan perkapita :25 kg/kap./thn 6.Perhubungan Laut menghabiskan devisa :US $ 10 milyar 7.Devisa pariwisata bahari:US $ 1,5 milyar SKENARIO TANPA GERAKAN (BUSINESS AS USUAL) 2006 SASARAN

54 1.Produksi Perikanan: 9,5 juta ton 2.Devisa Perikanan : US $ 5 milyar 3. Sumbangan thd PDB Nasional : 10 % 4.Penyerapan tenaga kerja : 7,4 juta orang 5.Peningkatan konsumsi ikan perkapita : 30 kg/kapita/thn 6.Perhubungan Laut menghasilkan devisa :US $ 10 milyar 7.Devisa pariwisata bahari:US $ 5 milyar SKENARIO DENGAN GERAKAN (2006) SASARAN Lanjutan……

55 KONDISI SAAT INI & TARGET PEMBANGUNAN KELAUTAN-PERIKANAN PRODUKSI DEVISA NEGARA PDB PNBP NASIONAL 6,6 JUTA TON US $ 3 Milyar 5% PDB NASIONAL RP 300 MILYAR 9,5 JUTA TON US $ 5 Milyar 10% PDB NASIONAL RP 600 MILYAR LAPANGAN KERJA 4,4 JUTA TENAGA KERJA 7,4 JUTA TENAGA KERJA KONDISI SAAT INI TARGET GMB 2006

56 SKEMA GERAKAN NASIONAL PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN Produksi Primer Pasca Panen Pemasaran Strategi Prinsip-prinsip LSM & Perguruan tinggi Nelayan & pembudidaya ikan Swasta Peranan pemerintah Otonomi Daerah & Globalisasi Program POTENSI & PELUANG PENCAPAIAN HASIL KENDALA & PERMASALAHAN TUJUAN  Pertumbuhan ekonomi  Pemerataan kesejahteraan  Peningkatan gizi masyarakat  Kelestarian ekosistem  Persatuan dan kesatuan + industri pendukung + dukungan iptek dan pendampingan

57 1.Kebijakan makro yang kondusif bagi usaha kelautan dan perikanan (perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan, pariwisata bahari, dan perhubungan laut) : (1) kredit lunak, (2) keamanan dan kepastian hukum, (3) tata ruang, (4) pengendalian pencemaran, dan (5) infrastruktur pembangunan 2.Dukungan lintas sektor dan sinergi pusat, provinsi, kab/kota, swasta, masyarakat, LSM, Perguruan Tinggi, dan stakeholders lainnya 3.Dukungan APBN secara signifikan ESENSI GERBANG MINA BAHARI

58 PRASYARAT UTAMA AGAR NEGARA BERKEMBANG MENJADI NEGARA MAJU Dari “soft state” menjadi “hard state” (Gunar Myrdal, 1968)

59 Terima Kasih


Download ppt "KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN NASIONAL Dalam Kaitannya Dengan Penataan Ruang Nasional dan Daerah Oleh: Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google