Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SOSIALISASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE UNTUK STAKEHOLDERS INTERNAL DAN EKSTERNAL PT KRAKATAU BANDAR SAMUDERA CILEGON, 15-17 APRIL 2014 Prepared by: Deni.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SOSIALISASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE UNTUK STAKEHOLDERS INTERNAL DAN EKSTERNAL PT KRAKATAU BANDAR SAMUDERA CILEGON, 15-17 APRIL 2014 Prepared by: Deni."— Transcript presentasi:

1 SOSIALISASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE UNTUK STAKEHOLDERS INTERNAL DAN EKSTERNAL PT KRAKATAU BANDAR SAMUDERA CILEGON, APRIL 2014 Prepared by: Deni Darmawati, SE, Ak, M.Si Mohamad Fajri M.P, SH, M.Kn Ismaya Aji, SE, M.Ec

2 Good People do not need laws to tell them to act responsibility while bad people will find away around the laws. PLATO GOOD PEOPLE VS BAD PEOPLE KONSEP 10:80:10 Dalam setiap institusi pasti dihuni 10 persen orang baik dan berintegritas tinggi, 80 persen menjadi follower atau pengikut, dan 10 persen penghuni adalah orang yang punya integritas rendah. Jika pimpinannya bisa memberi ketauladanan, maka yang 80 persen akan mengikutinya. Sementara yang 10 persen yang integritasnya rendah, dipilah-pilah. Yang masih diharapkan dapat diperbaiki dipertahankan dan dididik, tapi yang sudah tidak ada harapan untuk diperbaiki harus segera diamputasi. (Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN)

3  Hasil survei Global Corruption Report (GCR) yang dirilis Transparency International (TI) banyak kondisi yang memungkinkan terjadinya krisis terkait risiko korupsi di dunia bisnis. Kerugian akibat praktik korupsi di sektor swasta secara global, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, ditengarai mencapai nilai tak kurang dari 300 miliar US dolar (Sumber: ICW, 2009). JANGAN SAMPAI HAL INI TERJADI DI KBS

4 • Berdasar hasil temuan TI, terungkap sumber utama terjadinya praktik korupsi di sektor swasta adalah suap. Praktik tersebut terjadi ketika dunia bisnis bersinggungan dengan pejabat pemerintah, pegawai negeri, ataupun anggota partai politik. Akibat korupsi oleh kelompok bisnis ke pejabat publik, harga yang dibayar tidak sekadar uang. Praktik itu secara langsung telah merusak kinerja perusahaan. Imbasnya, terjadi korupsi pasar yang melemahkan persaingan sehat, harga yang adil, dan efisiensi. (Sumber: ICW, 2009). JANGAN SAMPAI HAL INI TERJADI DI KBS

5  Praktik bisnis yang kotor dalam sektor swasta memberi efek domino yang merugikan kepentingan publik secara langsung. Praktik spekulan bursa saham, penghindaran pajak, dan disinformasi oleh pebisnis swasta mengakibatkan kerugian besar yang dirasakan langsung masyarakat luas. JANGAN SAMPAI HAL INI TERJADI DI KBS

6 6 Dampak Korupsi  KORUPSI MENIMBULKAN EKONOMI BIAYA TINGGI, IN-EFFISIENSI, PRODUKTIFITAS YANG RENDAH, KETERLAMBATAN MEMENUHI DELIVERY TIME, DSB.  HAK DAN KEPENTINGAN RAKYAT TERUS TERGEROGOTI. MEREKA HARUS MEMBAYAR MAHAL DAMPAK KORUPSI DAN SUAP, BAIK SECARA EKONOMIS, POLITIS DAN ASPEK LAINNYA.  SEKADAR CONTOH TENGOKLAH JEMBATAN, SEKOLAHAN DAN FASILITAS PUBLIK YANG AMBRUK SEBELUM WAKTUNYA, MENINGGINYA HARGA-HARGA KEBUTUHAN POKOK SERTA PELAYANAN KESEHATAN MENJADI DERITA DAN BEBAN RAKYAT BERKEPANJANGAN. Program Memberantas Kemiskinan ! ! ! Tak Luput Dikorupsi

7  Corporate governance involves a set of relationships between a company’s management, its board, its shareholders and other stakeholders. Corporate governance also provides the structure through which the objectives of the company are set, and the means of attaining those objectives and monitoring performance are determined (OECD, 2004). THE CONTRIBUTION OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG)  The presence of an effective corporate governance system, within an individual company and across an economy as a whole, helps to provide a degree of confidence that is necessary for the proper functioning of a market economy. As a result, the cost of capital is lower and firms are encouraged to use resources more efficiently, thereby underpinning growth (OECD, 2004).

8 ASAS GCG - ”TARIF” PENGELOLAAN KORPORASI PENGELOLAAN KORPORASI PENGELOLAAN KORPORASI Penerapan GCG adalah inti dan jiwa dari sebuah korporasi. Setiap langkah perusahaan harus bernafaskan prinsip- prinsip GCG, barulah ia akan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi stakeholders. Siapkah anda tidur tenang jika perusahaan sudah ber-GCG? (Mohamad Fajri MP – Penulis berbagai buku GCG)

9  Untuk menjaga obyektivitas dalam menjalankan bisnis, perusahaan harus menyediakan informasi yang material dan relevan dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. Perusahaan harus mengambil inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya (KNKG, 2006). TRANSPARENCY IMPLEMENTASI PRINSIP TRANSPARANSI  Perusahaan harus menyediakan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan serta mudah diakses oleh pemangku kepentingan sesuai dengan haknya.  Prinsip keterbukaan yang dianut oleh perusahaan tidak mengurangi kewajiban untuk memenuhi ketentuan kerahasiaan perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, rahasia jabatan, dan hak-hak pribadi.

10  Perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. Untuk itu perusahaan harus dikelola secara benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan perusahaan dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lain. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan (KNKG, 2006). ACCOUNTABILITY IMPLEMENTASI PRINSIP AKUNTABILITAS  Perusahaan harus menetapkan rincian tugas dan tanggung jawab masing-masing organ perusahaan dan semua karyawan secara jelas dan selaras dengan visi, misi, nilai-nilai perusahaan (corporate values), dan strategi perusahaan.  Perusahaan harus meyakini bahwa semua organ perusahaan dan semua karyawan mempunyai kemampuan sesuai dengan tugas, tanggung jawab, dan perannya dalam pelaksanaan GCG.  Perusahaan harus memiliki ukuran kinerja untuk semua jajaran perusahaan yang konsisten dengan sasaran usaha perusahaan, serta memiliki sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment system).  Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, setiap organ perusahaan dan semua karyawan harus berpegang pada etika bisnis dan pedoman perilaku (code of conduct) yang telah disepakati.

11  Perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai good corporate citizen (KNKG, 2006). RESPONSIBILITY IMPLEMENTASI PRINSIP RESPONSIBILITY  Organ perusahaan harus berpegang pada prinsip kehati-hatian dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, anggaran dasar dan peraturan perusahaan (by-laws).  Perusahaan harus melaksanakan tanggung jawab sosial dengan antara lain peduli terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan terutama di sekitar perusahaan dengan membuat perencanaan dan pelaksanaan yang memadai.

12  Untuk melancarkan pelaksanaan asas GCG, perusahaan harus dikelola secara independen sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain (KNKG, 2006). INDEPENDENCY IMPLEMENTASI PRINSIP INDEPENDENSI  Masing-masing organ perusahaan harus menghindari terjadinya dominasi oleh pihak manapun, tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu, bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest) dan dari segala pengaruh atau tekanan, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara obyektif.  Masing-masing organ perusahaan harus melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan, tidak saling mendominasi dan atau melempar tanggung jawab antara satu denganyang lain.

13  Dalam melaksanakan kegiatannya, perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan (KNKG, 2006). FAIRNESS IMPLEMENTASI PRINSIP FAIRNESS  Perusahaan harus memberikan kesempatan kepada pemangku kepentingan untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan perusahaan serta membuka akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip transparansi dalam lingkup kedudukan masing-masing.  Perusahaan harus memberikan perlakuan yang setara dan wajar kepada pemangku kepentingan sesuai dengan manfaat dan kontribusi yang diberikan kepada perusahaan.  Perusahaan harus memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan karyawan, berkarir dan melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, gender, dan kondisi fisik.

14 Mengapa Good Corporate Governance diperlukan? Apabila Perusahaan Dikelola dengan Baik/Amanah •Efficient •Competitive •Sustainable Growth •High Return •Optimum Value Prinsip-prinsip GCG

15 Standar Pelaksanaan Monitoring Evaluasi Diri (Self Assessment) Evaluasi Eksternal Tindakan Koreksi Peningkatan Kualitas (termasuk benchmarking) CONTINUOUS GCG QUALITY IMPROVEMENT

16  Standar implementasi GCG dibutuhkan sebagai acuan dasar dalam rangka mewujudkan visi dan menjalankan misi perusahaan.  Acuan dasar tersebut meliputi kriteria yang akan dicapai dari berbagai aspek yang terkait dengan implementasi GCG  Standar juga dimaksudkan untuk memacu perusahaan untuk meningkatkan kualitas implementasi GCG  Standar dirumuskan berdasarkan peraturan terkait, masukan dari stakeholders, hasil assessment dan benchmarking PENETAPAN STANDAR KUALITAS IMPLEMENTASI GCG

17 Kementerian BUMN (SK-16/S.MBU/2012) Asean Corporate Governance Score Card (ACMF, 2009) Komitmen Terhadap Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Secara Berkelanjutan Right of Shareholders Pemegang Saham dan RUPS/Pemilik Modal Eqitable Treatment of Shareholders Dewan Komisaris/Dewan Pengawas Role of Stekeholders Direksi Disclosure and Transparency Pengungkapan Informasi dan Transparansi Responsibility of The Board Aspek Lain LINGKUP STANDAR

18  Pelaksanaan memerlukan pembentukan dan penguatan GCG infrastructure dan soft structure.  GCG Infrastructure dapat didefinisikan sebagai suatu cara bagaimana aktivitas organisasi dibagi, diorganisir dan dikoordinasikan. Melalui pembentukan dan penguatan GCG infrastructure, maka peran dan fungsi masing-masing organ akan menjadi jelas dan tegas.  GCG Softstructure adalah seperangkat aturan dan kebijakan yang dimiliki KBS dalam menjalankan aktivitas perusahaan  Untuk menjamin bahwa standar yang telah ditetapkan dilaksanakan, dipenuhi, dievaluasi, dan ditingkatkan maka diperlukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan. PELAKSANAAN DAN MONITORING IMPLEMENTASI GCG

19  Self assessment merupakan upaya sistematik untuk menghimpun dan mengolah data (fakta dan informasi) yang handal dan sahih sehingga dapat disimpulkan kenyataan yang dapat digunakan sebagai landasan tindakan manajemen agar pelaksanaan GCG dapat dilakukan secara efektif.  Self assessment menjadi bagian dari mekanisme check and balances. Dengan evaluasi maka capaian kegiatan dapat diketahui dengan pasti dan tindakan lebih lanjut untuk memperbaiki kinerja suatu kegiatan dapat ditetapkan. SELF ASSESSMENT

20  Kegiatan self assessment sebaiknya diikuti oleh kegiatan evaluasi eksternal oleh pihak yang independen.  Evaluasi ekternal dimaksudkan untuk mendapatkan second opinion terhadap kualitas implementasi GCG dalam rangka perbaikan kualitas implementasi GCG secara berkelanjutan EVALUASI EKSTERNAL

21  Hasil dari evaluasi internal maupun eksternal serta ditambah dengan masukan dari seluruh stakeholders digunakan sebagai pertimbangan di dalam melakukan peningkatan kualitas implementasi GCG.  Ada dua macam peningkatan kualitas yaitu peningkatan kualitas untuk mencapai standar kualitas yang ditetapkan dan peningkatan kualitas dalam konteks peningkatan standar kualitas yang telah dicapai melalui benchmarking. PENINGKATAN KUALITAS DAN BENCHMARKING

22 ASPEKBobotSkor % Capaian I. Komitmen Terhadap Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Secara Berkelanjutan 7,00 4,3261,77% II. Pemegang Saham dan RUPS/Pemilik Modal 9,00 8,6596,16% III. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas 35,00 24,5670,18% IV.Direksi35,0032,5092,85% V. Pengungkapan Informasi dan Trasparansi 9,004,8654,05% VI. Aspek Lainnya 5,00-0% SKOR KESELURUHAN ,90% PERINGKAT KUALITAS PENERAPAN GCGCUKUP BAIK HASIL GCG ASSESSMENT PT KBS TAHUN 2012

23  Melengkapi GCG Soft Structure, mulai dari Strategic Direction of the Boards, Management Policy, sampai dengan Standard Operating Procedure.  Peninjauan dan Pemutakhiran soft structure yang ada.  Melakukan sosialisasi GCG Soft Structure yang baru, baik bagi pihak internal maupun eksternal. WHAT’S NEXT? - KOMITMEN

24  Peningkatan efektivitas peran Pemegang Saham/RUPS  Peningkatan tata laksana peran Dewan Komisaris  Peningkatan peran SPI dalam implementasi GCG  Peningkatan efektifitas kebijakan Pengungkapan Informasi Perusahaan WHAT’S NEXT?-IMPLEMENTASI

25 TRANSFORMASI GCG MENJADI CORPORATE CULTURE-PROGRAM BUMN BERSIH Tujuan BUMN Bersih: 1.meningkatkan kualitas penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), baik secara administratif maupun substantif, 2.mewujudkan BUMN yang tangguh (profesional dan tahan goncangan/godaan), unggul (mengutamakan sistem, mutu, dan inovasi) serta bermartabat (bersih dari segala bentuk penyimpangan dan kecurangan termasuk korupsi).

26  Pelaksanaan survey persepsi stakeholders kepada karyawan, pelanggan, rekanan (pemasok dan kontraktor), serta kalangan masyarakat yang relevan.  Komitmen BUMN untuk komitmen tidak melakukan segala bentuk fraud/kecurangan, termasuk di dalamnya segala bentuk tindakan korupsi, menerima dan memberikan suap/gratifikasi  Melengkapi perangkat GCG antara lain:  Whistle Blowing System,  Code of Conduct  melengkapi laporan LHKPN TRANSFORMASI GCG MENJADI CORPORATE CULTURE-PROGRAM BUMN BERSIH

27 Budaya Kerja adalah konsep yang abstrak. Bagaimana membuatnya menjadi nyata? Nilai Dasar Perilaku Utama Panduan Perilaku Contoh Perilaku Adalah prinsip yang diyakini bersama oleh seluruh insan perusahaan dalam memandu perilaku- perilaku mana yang diharapkan dan yang tidak diharapkan Adalah Konsep yang menunjukkan kumpulan perilaku-perilaku sejenis yang mewakili nilai-nilai budaya kerja yang diyakini oleh seluruh Insan perusahaan Adalah rambu-rambu yang menjadi acuan untuk dijalankan oleh Insan perusahaan Adalah perilaku yang ditunjukkan oleh seseoran dalam lingkup pekerjaan dan tanggungjawabnya sebagai insan perusahaan yang teramati dan terukur secara langsung TRANSFORMASI GCG MENJADI CORPORATE CULTURE

28 28 Pembentukan Struktur Working Group/Pengelola Budaya Kerja (Culture Working Group) Working Group/Pengelola Budaya Kerja (Culture Working Group) Change Agents Change Target Change Leaders FASILITATOR,  Monitor & evaluasi tahapan transformasi budaya kerja  Sebagai fasilitator dan menjamin pelaksanaan program kerja implementasi budaya kerja  Monitor & evaluasi program implementatsi  Meklakukan koordinasi dengan Change Agents  Tokoh Panutan (Role Model) Change Target  Secara konsisten mempraktekkan nilai-nilai budaya kerja MOTOR PENGGERAK PERUBAHAN  Fasilitator bagi implementasi program perubahan budaya di unit kerjanya  Menjamin internalisasi nilai-nilai budaya di unit kerja  Sebagai panutan Seluruh jajaran pimpinan dan pegawai Direksi Kelompok Budaya Ker ja (Change Management Team) Kelompok Budaya Ker ja (Change Management Team)  Menjabarkan secara spesifik program kerja  Fasilitator atas program-program budaya kerja dengan program bank btn  Monitor & evaluasi program kerja di masing-masing unit kerja Seluruh jajaran pimpinan dan informal leader Seluruh jajaran Pimpinan & Pegawai Berperan Besar  Sukses LEAD  Menyelaraskan dan mengintegrasikan Nilai-nilai Budaya denga visi dan misi perusahaan  Secara langsung melakukan transformasi budaya  Memecahkan permasalahan yang bersifat strategis  Sebagai tokoh Panutan (role model) TRANSFORMASI GCG MENJADI CORPORATE CULTURE

29 KBS Ready to Implement GCG.... Your Support Counts......

30 Remember! GCG Implementation = Happy Stakeholders TERIMA KASIH

31 KEPADA Yth bapakku di rumah. Assalamualaikum wr. wb. Bapak, bagaimana kabarnya, semoga bapak baikbaik saja. Bapak, terima kasih atas uang yang telah dikirimkan. Tapi, semakin lama semakin saya dewasa dan mata saya terbuka bahwa kekayaan bapak melebihi gaji bapak. Mm… kalau saya boleh tahu Pak, apakah uang saku saya itu adalah uang korupsi…? “…Kalau memang benar, bertobatlah Pak, dan kembalilah ke jalan yang benar. Aku rela hidup sederhana dan mengukir prestasi tidak dengan hasil korupsi, karena banyak rakyat yang menderita sementara kita hidup foya-foya…” RENUNGAN.... Penggalan surat yang dibuat oleh Dermala Restu Anantyas. Siswi SD Pleburan 6, Jawa Tengah


Download ppt "SOSIALISASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE UNTUK STAKEHOLDERS INTERNAL DAN EKSTERNAL PT KRAKATAU BANDAR SAMUDERA CILEGON, 15-17 APRIL 2014 Prepared by: Deni."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google