Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Strategi Pengembangan Jemaat (Pastoral Umat) Oleh: Lastiko Runtuwene Bahan pembinaan/pelatihan calon petugas/pelayan pastoral di Sekolah Tinggi Pastoral.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Strategi Pengembangan Jemaat (Pastoral Umat) Oleh: Lastiko Runtuwene Bahan pembinaan/pelatihan calon petugas/pelayan pastoral di Sekolah Tinggi Pastoral."— Transcript presentasi:

1 Strategi Pengembangan Jemaat (Pastoral Umat) Oleh: Lastiko Runtuwene Bahan pembinaan/pelatihan calon petugas/pelayan pastoral di Sekolah Tinggi Pastoral Don Bosco Tomohon

2 BAB I: PENGERTIAN PASTORAL UMAT 1.1. PASTORAL a. Etimologi Kata dasar (Bhs Latin): ‘pastor’ = gembala Pastoral (kata sifat) = hal-hal yang berhubungan dgn tugas seorang gembala. b. Definisi kerja - Tujuan pastoral “ Aku datang, agar mereka mendapat hidup dlm segala kelimpahannya” (Yoh 10:10): 1. Hidup yg berlimpah-limpah 2. Manusia seutuhnya 3. Manusia menurut aneka kebutuhannya 4. Manusia menurut aneka aspeknya 5. Manusia menurut aneka hidup rohaninya - Definisi : Usaha komunikatif utk menghadirkan kebaikan penggembalaan Tuhan agar dialami oleh umat/jemaat spy makin mampu & mau menanggapinya dgn menghayati, mengungkapkan, mengamalkan & memberi kesaksian iman & dgn demikian mendapat hidup yg berlimpah.

3 c. Pengertian Pastoral dari segi fungsional Gereja Pekerjaan Pastoral sebagai Kibernetik. Istilah kibernetik diperkenalkan oleh Norbert Wiener & Arturo Rosenblueth Kibernetik merupakan: - sub disiplin atau bagian dari teologi praktis yang mempelajari komunikasi religius sosial seperti terjadi dalam perantaraan iman dan pengembangan masyarakat Allah dalam pelbagai bentuk pengembangan komunita. - ilmu pengembangan komunita berdasar kan Injil. - perantaraan iman atau tindakan intensional (mempunyai maksud & tujuan) dalam iman Kristiani

4 Pengertian pekerjaan pastoral sebagai kibernetik menurut Dr. P. Janssen, CM: 1. Pekerjaan pastoral adalah pekerjaan untuk mengembangkan persekutuan menurut Injil. 2. Pekerjaan pastoral adalah usaha menerjemahkan dan mewujudkan Injil dalam susunan-susunan sosial yang sesuai dengan zaman dan daerah-daerah tertentu. 3. Pekerjaan pastoral adalah suatu proses untuk mempersatukan usaha hirarki dan pimpinan Gereja dengan keaktifan & inisiatif dari umat Kristen dgn mengembangkan partisipasi daya mental, sosial, & nudaya umat dlm karya Kristus, utk mengintegrasikan komunita Kristen dgn arus kehidupan umat manusia sehingga umat kristen mampu menyumbangkan sepenuhnya segala kekuatannya demi kemajuan umat manusia dlm perjalanannya ke Tuhan.

5 1.2 Umat (Gereja) KV II dlm Lumen Gentium : Gereja Umat Allah. Gereja = persekutuan (communio) kaum beriman yg percaya kepada Allah dlm Yesus Kristus yg dijiwai/dikuatkan oleh Roh Kudus. Umat : semua orang yg telah dibaptis (menjadi anggota Gereja). Dlm Lumen Gentium dibedakan tiga keanggotaan: umat berjabatan (kaum klerus), Umat Inti (biarawan/wati) & umat dasar (kaum awam).

6 1.3. Pengertian Pastoral Umat Usaha komunikatif yg teratur & sistematis utk memberdayakan umat baik secara individual & komunal dgn mengembangkan segala potensi yg ada agar menjadi umat (jemaat) yang aktif & dinamis dlm rangka menghadirkan karya kegembalaan Allah sehingga umat dpt mengalami hidup yg berlimpah- limpah.

7 1.4. Fungsi pastoral (umat) 1. Menyembuhkan: mengatasi kerusakan & memperbaiki (iman) 2. Mendukung: menolong umat beriman dlm situasi dan kondisinya agar tetap terarah pada Allah 3. Membimbing: membantu umat beriman yg berada dlm ‘kebingungan’ & mengambil tindakan 4. Memulihkan: membangun hubungan2 yg rusak (manusia & manusia, manusia & Allah) 5. Memelihara: menjaga kestabilan apa yg sudah berkembang dgn baik 6. Memberdayakan: mengembangkan potensi- potensi & kemampuan

8 1.5. Tiga Segi Pastoral Umat berdasarkan kenggotaan dalam Gereja a. Umat Dasar: semua umat beriman (Katolik) yg tdk termasuk dlm status tahbisan & bukan biarawan/wati. Tugas umat dasar: - Tugas sekulir-tugas Primer: mencari Kerajaan Allah dgn mengurus barang-barang yg fana & mengaturnya menurut kehendak Membangun keluarga Menghidupkan & melangsungkan Komunitas kristiani Mengembangkan karisma Melaksanakan pelayanan Membawa hidup krtistiani (injil) dlm profesinya. – Tugas Subsidier-sekunder: tugas mengembangkan & mengambil bagian dlm karya pelayanan Gereja.

9 b. Umat Inti: Biarawan/wati, hidup menurut 3 nasehat Injil (kemurnian, ketaatan, kemiskinan) Karya umat inti: - Komunita dasar: menghidupkan & menggerakkan komunita dasar. - Pelayanan: doa & karya. Tugas umat inti: 1) Acceptor, 2) Transmissor, 3) Stabilisator, 4) Katalisator c. Umat berjabatan: krn tahbisan-hirarki Gereja. Tugas umat berjabatan: 1) Pemimpin formal Gereja, 2) Penerimaan sakramen2, 3) Animator, 4) Penggali potensi umat, 5) Pembentuk, 6)Koordinator

10 BAB II : PERAN GURU AGAMA/KATEKIS DALAM PASTORAL UMAT 2.1. Peran fungsional a. Menjadi pemimpin formal: mengambil bagian dlm tanggung- jawab atas perkembangan gereja (umat). b. Penggali potensi & katalisator. c. Membentuk tenaga pelatih/pembina. d. Fungsionaris (di sekolah & umat) Tugas-tugas GAK/Katekis dlm Pastoral Umat a. Pembentukan persekutuan hidup: 1) Perkenalan 2) Inventarisasi/sensus 3) Bimbingan 4) Musyawarah 5) Perencanaan 6) Pengelolaan 7) Evaluasi

11 b. Tugas dlm karya khas Gereja 1) Pewartaan, 2) Pengudusan, 3) Pembinaan/penggembalaan c. Tugas dlm pembangunan masyarakat 1) Medis, 2) pelayanan sosial, 3) sosial ekonomi, 4) pengembangan komunita, 4) pendidikan, 5) kebudayaan, 6) ekumene, 7) politik & pemerintahan 2.3. Kategori Katekis a. Katekis Profesional (purna waktu) b. Katekis Lokal (paruh waktu) c. Guru Agama

12 Reff: Ya Yesus hamba sedia jadi karyawan setia, membaharui dunia, menuju bahagia. 1. Sabda Kristus pd kita: ladangKu menanti anda. Padinya kuning melambai dimana para penuai? Reff: 2. Betapa luas ladangku! Dunia bingung & ragu. Dengar jeritannya pilu, maukah anda membantu? Reff: 3. Roh Kristus tolonglah kami, menurut panggilan suci, ikut menuai padiMu, membangun dunia baru. Rff Ya Yesus Hamba Sedia

13 BAB III : MOTIVASI PASTORAL 3.1. Dunia di persimpangan jalan Para rasul adalah mereka yg tdk memiliki pendidikan & pelatihan khusus tapi mereka dipilih dgn segala kekurangan & kelebihannya serta latar belakang. Kita dipilih Allah dgn cara-Nya, cara yg baru: penggerak & pemimpin jemaat. Persimpangan jln: - Pola lama umat sbg ‘objek’/penonton atau mereka sbg subjek (berpartisipasi). - Katekis/GAK: menonton saja atau ikut berperan. - Sikap terhadap dunia: membiarkan & mengambil jarak dgn dunia atau ‘terjun’ & mengambil bagian dlm dunia & mengembangkannya menurut Injil.

14 3.2. Visi Kristiani tentang Gereja CHURCH YK umat Hirarkis/biarawan

15 3.3. Mencari & Menemukan bentuk kerja-sama a. Unsur Pokok dlm organisasi Keanggotaan, kepemimpinan, organisasi/susunan/stuktur, komunikasi & manajemen b. Tipe-tipe pengurus/pemimpin 1) Tipe Umum : Otokratis, konsultatif, demokratis, partisipatif, delegatif. 2) Tipe Khusus: Reformer : prinsipil, reratur, perfeksionis Helper: penuh perhatian, menguasai, memanipulasi Status seeker: yakin, narsistik, bersaing kuat Artist: kreatif, intuitif, perasa Thinker: perseptif, analitis, eksentrik Loyalist: menyenangkan, suka diberi tugas, tergantung, masokhis Generelist: serba sempurna, impulsif, maniak Leader: percaya diri, memaksa, kuat bersaing Peace maker: mampu meyakinkan orang, pasif, muda lupa.

16 c. Organisasi dlm praktek 1) Rapat pengambilan keputusan 2) Rapat kerja, koordinasi 3) Pertemuan rutin d. Komunikasi 1) Komunikai langsung (verbal-non verbal) 2) Komunikasi tdk langsung 3) Komunikasi publik e. Manajemen & Tata kerja 1) Planning, 2) organization, 3) actuating, 4) kontroling/evaluating f. Kerja pastoral : policy (arah), manajemen (tatakerja/kelolah), pendanaan, administrasi (kontinuitas kerja).

17 3.4. Pelayanan Kristiani a. Tipe kepemimpinan kristiani 1) Pelayanan (servant), 2) pemberdaya (empowering), 3) penuntun (leader) b. Pentingnya pelayanan dlm Gereja 1) Karena iman 2) Iman tanpa perbuatan mati 3) Kesetiaan 4) Karena pilihan utk berpartisipasi 5) Karena kerendahan hati 6) Berpartisipasi dlm keprihatinan Allah Mengikuti Yesus secara radikal  Mengikuti Yesus sampai ‘ke akar akarnya’ = menerima Kristus dgn segala konsekuensinya.  Membuat perubahan dgn visi kristiani  Pertobatan  Mengampuni

18 BAB IV: PEMBERDAYAAN UMAT Mencermati Perkembangan Iman umat Tahap-tahap Iman dan Tahan-tahap Pertumbuhan Jemaat “Hal Kerajaan itu (Allah/Surga) seumpama biji sesawi yg ditaburkan di tanah. Memang biji itu yg paling kecil daripada segala jenis benih yg ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh & menjadi lebih besar daripada segala sayuran yg lain & mengeluarkan cabang-cabang yg besar, sehingga burung-burung di udara dpt bersarang dalam naungannya.” (Markus 4:31-32)

19 Tujuan pemberdayaan jemaat: memberi iklim agar jemaat dpt tumbuh & berkembang. Dlm proses tersebut ada dinamika pertumbuhan jemaat yg memakan waktu, usaha, kesabaran & daya juang TAHAP PERKEM- BANGAN/ PERTUMBUHAN IMAN: Scott Peck dlm bukunya The Different Drum menyajikan 4 tahap pertumbuhan iman

20 TAHAP SATU: Penyebab huru-hara, antisosial, kekanak- kanakan, memanipulasi orang, aku sbg pusat (tahap iman yg tdk/belum berkembang). EGOIS ‘‘Berilah perintah supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak dlm kerajaan-Mu.” (Mat,20:21)

21 TAHAP KEDUA: Formal, institusional, ‘nyaman’ di bawah hukum, lebih menekankan yg lahiriah daripada yg batiniah, lebih menekankan eksistensi kehidupan beragama daripada esensinya. Pokoknya percaya & menjalankan semua yg diperintahkan & diajarkan. LEGALIS (TIS) ‘‘Semuanya itu telah kuturuti, apalagi yang masih kurang?” (Matius 19:20)

22 TAHAP KETIGA: Skeptis (tdk mudah percaya), individual, ateis, agnostik (tdk peduli), ilmiah. Semua (termasuk iman & agama serta keberadaan Tuhan) diukur dengan standar akalbudi, positifistik (menurut hukum-hukum ilmu pengetahuan). RASIONALIS (TIS) ‘‘Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazareth?” (Yoh, 1:46)

23 TAHAP KEEMPAT: Mistis, tahap communio. Mengalami kedalaman rasa akan misteri & saling keterkaitan antarpribadi. Berorientasi pada orang lain, gaya hidup global atau ‘satu dunia’. Inklusif (terbuka dgn dunia, mengakui kebenaran universal). Azas: teguh dlm prinsip luwes dlm pergaulan. KOMUNAL ‘‘Ibuku & saudara- saudarak-Ku ialah mereka yg mendengarkan firman Allah melakukannya.” (Luk, 8:21)

24 MENGUKUR PERTUMBUHAN IMAN 1 B Menurut saya hukum & aturan menjadi penting dalam mengarahkan hidup iman seseorang, supaya hidup beriman teratur A Setiap pribadi perlu menjadi perhatian, karena keselamatan memang diperuntukan untuk setiap pribadi orang beriman 2 C Saya mesti mempelajari hidup dan ajaran iman, supaya saya dapat memahami makna hidup beriman A Setiap pribadi perlu menjadi perhatian, karena keselamatan memang diperuntukan untuk setiap pribadi orang beriman 3 D Menurut saya, hidup beriman mengarahkan saya pada persatuan/kedalaman relasi dengan Tuhan dan sesama A Setiap pribadi perlu menjadi perhatian, karena keselamatan memang diperuntukan untuk setiap pribadi orang beriman 4 B Menurut saya hukum & aturan menjadi penting dalam mengarahkan hidup iman seseorang, supaya hidup beriman teratur C Saya mesti mempelajari hidup dan ajaran iman, supaya saya dapat memahami makna hidup beriman 5 D Menurut saya, hidup beriman mengarahkan saya pada persatuan/kedalaman relasi dengan Tuhan dan sesama B Menurut saya hukum & aturan menjadi penting dalam mengarahkan hidup iman seseorang, supaya hidup beriman teratur 6 C Saya mesti mempelajari hidup dan ajaran iman, supaya saya dapat memahami makna hidup beriman D Menurut saya, hidup beriman mengarahkan saya pada persatuan/kedalaman relasi dengan Tuhan dan sesama

25 INTERPRETASI ARTI NILAI A. IMAN YANG EGOISTIS B. IMAN YANG LEGALISTIS C. IMAN YANG RASIONALISTIS D. IMAN YANG KOMUNAL

26 TAHAP PERTUMBUHAN JEMAAT PERTUMBUHAN IMAN PERTUMBUHAN JEMAAT EGOISKOMUNITAS SEMU LEGALISKOMUNITAS LEGALIS RASIONALISKOMUNITAS RASIONALIS KOMUNALKOMUNITAS SEJATI

27 PERTUMBUHAN JEMAAT/KOMUNITAS

28 TAHAP SATU: Komunitas Superfisial (hanya dipermukaan, tdk berbobot, tdk akrab, terbagi-bagi); Komunitas palsu. Mengakui komunitas kristiani tapi tdk benar2 memahami apa artinya. Komunitas tdk memberi makna bagi jemaat. KOMUNITAS SEMU

29 TAHAP KEDUA: Nyaman di bawah lindungan hukum & legalistik. Jemaat berusaha mengikat anggota2nya sehingga mereka “tdk bisa bergerak’ lagi. Tdk ada usaha utk saling menerima sati dgn yg lain menurut keadaanya. Semua diseragamkan. KOMUNITAS LEGALIS

30 TAHAP KETIGA: Tahap mempertanyakan: suata ‘tahap kekosongan yg membahayakan’. Dalam kaintannya dgn komunitas ‘jemaat harus mempertanyakan diri mereka sendiri.’ Kita ini siapa? Untuk apa kita da? Apa yg mau kita cari? KOMUNITAS RASIONALIS

31 TAHAP KEEMPAT: Jemaat melihat diri mereka sendiri lebih dari sekadar ‘kumpulan orang kristeb’. Situasi ini mengatasi perbedaan kultur yg ada dlm jemaat & keanekaragaman nilai yg diyakini oleh anggota2 jemaat. Prinsip: ‘kami’, ‘kita, bukan dibedakan ‘kita’ dgn ‘mereka’. KOMUNITAS SEJATI

32 MENELITI PERTUMBUHAN IMAN JEMAAT NOPERTANYAANYATIDAK 1Ingin menjadi pengurus lingkungan 2Ingin menjadi ketua lingkungan 3Ingin menjadi tempat untuk doa lingkungan, doa Rosario, dll 4Pergi ke Gereja adalah untuk menghapus dosa orang lain 5Ingin menjadi tokoh umat dan menjadi tempat dimintai pertolongan 6Pergi ke gereja pd hari raya selain Hari Minggu seperti yg diwajibkan 5 perintah Gereja 7Pergi ke Gereja pada Hari Minggu 8Berpuasa dan berpantang pada masa prapaskah 9Mengaku dosa setahun sekali 10Pergi ke Gereja pada Hari Natal dan Paskah 11Pernah bertanya-tanya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan iman 12Pernah berpikir sebenarnya Gereja gagal mencapai tujuannya 13Pernah berpikir sebenarnya Gereja tidak ada gunanya 14Pernah berpikir sebenarnya Gereja hanya mencari uang 15Pernah berpikir sebenarnya Tuhan itu ada atau tidak 16Rutin mengikuti doa lingkungan, Rosario, dll 17Mengikuti kegiatan social Gereja, misalnya: Serikat Santu Vincetius (SSV), Credit Union (CU), Seksi sosial wilayah/paroki 18Mengikuti kegiatan kemasyarakatan, misalnya: pengurus RT/RW/LKMD, Karang Taruna, Dasa Wisama, PKK, dll 19Dapat menyebutkan 50 nama warga lingkungan 20Anda sreg kumpul-kumpul dengan jemaat/kelompok yang bertujuan baik tapi belum anda kenal

33 TABULASI PERTUMBUHAN IMAN JEMAAT NOMORKOTAK PERLIMAANJUMLAH% 1YA TIDAK 2YA TIDAK 3YA TIDAK 4YA TIDAK 5YA TIDAK 6YA TIDAK 7YA TIDAK 8YA TIDAK 9YA TIDAK 10YA TIDAK 11YA TIDAK 12YA TIDAK 13YA TIDAK 14YA TIDAK 15YA TIDAK 16YA TIDAK 17YA TIDAK 18YA TIDAK 19YA TIDAK 20YA TIDAK

34 INTERPRETASI ARTI NILAI A. 0 – 25: Tahap 1 : Egois B. 26 – 50: Tahap 2: Legalistis C. 51 – 75: Tahap 3: Rasionalis D. 76 – 100: Tahap 4: Komunal

35 1. PEMETAAN JEMAAT “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” (Matius 16:13) “Akulah Gembala yang baik dan Aku mengenal domba- domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku” (Yohanes, 10:14)

36 Pemetaan jemaat adalah usaha menggambarkan situasi nyata apa yang dipikirkan (sistem nilai) diperbincangkan (opini), dikerjakan (aktivitas) dalam kehidupan jemaat sehari-hari. Pengertian Pemetaan Jemaat

37 “Mencari tahu”: Seberapa jauh jemaat percaya kepada pemimpin mereka. “…asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh (Mrk, 5:28) Seberapa besar sumber daya yg dimiliki jemaat. “Berapa banyak roti yg ada padamu? Cobalah periksa!” (Mrk, 6:38). Seberap jauh daya tangkap jemaat akan misi mereka. “Siapakah Aku ini?” (Mrk, 8:29). Topik aktual/gosip yg ada di tengah jemaat. “Apa yg kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?” (Mrk, 9:33). Pemahaman akan tradisi, norma, sistem nilai. “Apa perintah Musa kepada kamu? (Mrk, 10:3). Aspirasi jemaat. “Apa yg kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” (Mrk, 10:51). Tujuan Pemetaan Jemaat

38 Sebelum memulai pemetaan: 1. Siap mempertanyakan lagi sasaran-sasaran yg sudah ada (target program yg sudah ada) 2. Siap membantah apa yg pernah diperkirakan sebagai ‘situasi’ jemaat 3. Siap bertanya & mencari jawaban yang tepat sasar Sikap dasar pemimpin jemaat

39 Eksternal: situasi keluarga di sekitar jemaat, RT/RW/lingk/jaga/kelurah an, situasi sosek, sosio- religius, budaya, politik, pendidikan, kesehatan, dsb. Internal jemaat/umat: kualitas & kuantitas, organisasi-struktur- budaya jemaat. Apa yang dipetakan? Pokok- pokok pemetaan

40 Survey: membuat peta lingkungan Data sekunder: membuat rekap kartu keluarga Home visit & interview: mengunjungi tokoh umat Angket: tahap perkembangan jemaat (lih. contoh sebelumnya) Musyawarah, simulasi, diskusi, dll Metode

41 CONTOH FORMAT PENDATAAN NONAMA ANGGOTA KELUARGATEMPAT, TGL LAHIR L/PSTATUS DLM KELUAR GA SAKRAMENORGANISASI /KELOMPOK GREJANI YG DIIKUTI PENDIDI KAN TERA KHIR PEKER JAAN PANGGILAN HIDUP KHUSUS (PASTOR, SUSTER, FRATER, BRUDER) TEMPAT TINGGGAL SEKRANG KET. BAPTISKOMUNI IKRISMANIKAHIMAMATMINYAK SUCI DATA KELUARGA Keuskupan: Paroki : Stasi/WilRoh: Nama Keluarga: , Pendata :

42 CONTOH FORMAT REKAPITULASI DATA UMAT NOURAIANJMLH%NOURAIANJMLH%NOURAIANJMLH% 1Keluarga6Baptis9Pekerjaan Laki-laki - Sudah - Tidak bekerja Perempuan - Belum tapi sudah layak - Ibu Rumah Tangga 2Menikah - Belum - Siswa BelumKomuni pertama - Mahasiswa CC - Sudah - Petani 3Menikah: Katolik-Katolik - Belum tapi sudah layak - Tukang Menikah: Katolik-Kristen - Belum - Guru Menikah: Katolik-Non KatolikKrisma - TNI Menikah: Non Katolik-Non Katolik - Sudah - Usahawan 4Balita (0-5 thn) - Belum tapi sudah layak - Karyawan Swasta Anak-anak (1-12 thn) - Belum - Hakim/jaksa Remaja (13-15 thn)Imamat - Dokter Pemuda/I (16 thn ke atas)Minyak suci - Bidan/perawat Dewasa pria - Pedangang Dewasa wanita7Uskup - Apoteker LansiaPastor - Pegawai BUMN (mis Pertamina, Telkom, PLN, Bank pemerintah, dll) 5SekamiDiakon - Perusahan asing Remaka/PPAFrater calon imam - Bank Swasta MudikaFrater tetap- KBKSuster- Kaum IbuBruder- Warakawuri Legio Maria8Tamatan Pendidikan ME - SD Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) - SMP KKMK (kelompok Karyawan Muda Katolik) - SMA Choice - PT PMKRIYang sementara WKRI - SD Pemuda Katolik - SMP ISKA (Ikatan Sarjana Katolik) - SMA ……. - PT PAROKI : STASI/WILAYAH ROHANI:

43 Peta/dena wilayah rohani/stasi/paroki Jalan utama, lorong, letak tempat-tempat ibadah, sekolah, rumah sakit, panti asuhan, ds, batas-batas wilayah rohani, letak rumah umat Katolik. Keadaan geografis Letak paroki,stasi,wilayah rohani (desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi); batas-batas wilayah; letak di pegunungan, pinggir laut, cuaca dingin, panas, dsb. Keadaan sosio-budaya Suku bangsa, adat dan kebiasaan, bahasa pengantar, bahasa daerah, tradisi, dsb Keadaan sosio-religiositas Agama/gereja/denominasi, jumlah Gedung ibadat, jumlah/prosentase umat Katolik, dsb. Keadaan sosio-ekonomi Tingkat ekonomi, pekerjaan. PEMETAAN LATAR BELAKANG SITUASI UMUM UMAT

44 2. ANALISIS SITUASI JEMAAT “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” (Matius 9:36)

45 Pengertian: mengkaji hasil pemetaan jemaat dengan tujuan mempelajari bagian-bagian yang ada dalam jemaat. Tujuan: - Mencegah pemimpin bertindak gegabah dlm menerapkan suatu konsep pengelolaan & pemberdayaan jemaat - Mencegah pemimpin menjadi peniru atau mempraktekkan apa yg pernah diperoleh - Mencegah/menolak penyeragaman Pengertian & Tujuan Analisis Jemaat

46 1. Mengenali dan mempelajari kebutuhan dan masalah di dalam jemaat. 2. Membuat skala prioritas penanganan kebutuhan & pemecahan masalah. Mana yg harus dilayani lebih dahulu. Kegiatan mana yg perlu didahulukan. 3. Mencar i jalan keluar untuk menjawab kebutuhan dan masalah Langkah- langkah analisis situasi jemaat

47 1. Bagaimana menganalisis kebutuhan jemaat? Jawab secara spesifik: Apa yg dibutuhkan jemaat dlm konteks berkeluarga, menggereja & memasyarakat dlm tahap sekarang agar mencapai tahap yg lebih tinggi? Berhubungan dgn mutu pelayanan, jumlah pelayanan, aktualisasi hidup iman. 2. Bagaimana menganalisis masalah? Bisa dgn langkah2 berikut: - temukan inti masalah - setujui inti masalah - cari sebab masalah - buat diagram masalah: kaitan antara sebab-masalah-dampak Pelaksanaan/ proses analisis jemaat

48 Berhubungan dengan kehidupan keluarga: - kursus/pembinaan perkawinan yg terprogram & berkelanjutan, pembinaan pasutri, pembinaan iman anak, pendampingan mudika, pelayanan orang lanjut usia, dsb Behubungan dengan kehidupan menggereja - pendalaman iman/katekese, hidup doa, pendalaman Kitab Suci, pelayanan sakramental, pendalaman hidup liturgi, pembinaan partisipasi umat Berhubungan dengan hidup memasyarakat: - penjelasan tetang KB, Aborsi/eutanasia, kerusakan lingkungan,kesehatan, kemiskinan, pemilu, peran orang katolik dalam politik, masalah pengangguran, dsb. Contoh kebutuhan jemaat

49 Perselisihan dalam keluarga, keluarga cc, banyak yg tidak ke gereja lagi, kawin campur, banyak anak Katolik yg putus sekolah, konflik antar pimpinan dan umat; umat dengan umat, tidak berjalannya struktur organisasi-kepemimpinan dlm jemaat, kurangnya partisipasi umat dlm hidup menggereja/hidup doa/ibadat dlm wilayah, banyak umat yg suka mabuk/judi, hidup sakramental (mis. komuni I, krisma, baptis) yg disertai dgn perilaku materialistis dan hedonistis, masih banyak umat yg miskin, salah pengelolaan/penyimpangan penggunaan dana gereja, dsb. Contoh masalah jemaat

50 3. MEMBENTUK VISI & MISI JEMAAT “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Yes, 61:1-2; Lukas, 4:18-19) “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.” (1 Korintus 9:16)

51 Visi= gambaran ideal di masa depan; hal-hal yg akan datang yg sudah dilihat ‘sekarang; hal-hal yg akan dialami pada masa yg akang datang; mimpi yang paling mungkin terjadi; keadaan yg lebih baik dari sekarang. Pentingnya membangun visi jemaat: Menjamin kesamaan arah yg dituju; Menjadi dasar: semua usaha dgn rupa-rupa cara, siapapun pemrakarsa & pelaksananya, objek & subjek (kelompok) sasaran perlu diarahkan pd arah gerak yg sama utk mewujudkan cita-cita bersama. Pengertian &Pentingnya Visi Jemaat

52 Misi= cara, upaya, strategi untuk mencapai visi. Kaitan Visi dan Misi untuk menghubungkan gambaran ideal, cita-cita di masa mendatang dengan masa sekarang perlu dibuat jembatan penghubung yg dinamakan misi. Isi misi: Siapa yg dilayani Pelayanan apa yg diberikan Dalam hal-hal apa pelayanan tersebut mendapat ‘pencobaan’/HTHG Metode kerja yg akan digunakan Falsafah apa yg digunakan utk bertahan Bagaimana pemahaman mengenai kekuatan & kemampuan diri Citra diri apa yg mau ditampilkan Sikap bagaimana yg mau diberikan Membangun Misi Jemaat

53 Langkah-langkah membuat VISI & MISI jemaat 1. Gambarkan situasi realistis yg dihidupi jemaat 2. Tentukan pokok-pokok kperihatinan jemaat 3. Apa cita-cita jemaat berdasarkan pokok-pokok keprihatinan tersebut 4. B agaimana jemaat akan mencapai cita-cita tersebut 5. Apa prioritas sasaran dari pokok-pokok tersebut yg akan ditangani lebih dahulu Membuat visi & misi

54 Situasi & Tantangan Kita Didasarkan akan penghayatan iman yg masih dangkal, kurangnya: solidaritas, komunikasi & strategi kerja-sama, rasa puas diri mempertahankan status quo & ketakutan berkorban Diteguhkan oleh kesadaran utk kembali percaya kepada kebaikan Allah, kehausan akan nilai-nilai rohani di antara umat, teladan umat perdana yg hidup sehati sejiwa (Kis, 2:41-47), peningkatan sumber dana & sumber daya manusia. REALITAS KEBUTUHAN JEMAAT Contoh VISI & MISI Jemaat

55 Ditantang oleh dampak negatif industrialisasi dan globalisasi, kebutuhan umat untuk meneguhkan jati diri kristiani di tengah kebangkitan rohani, dominasi kekuasaan kelompok- kelompok tertentu dlm masyarakat, kebutuhan akan informasi yg benar & cepat, jumlah kaum muda yg meningkat & bersemangat, tuntutan utk menjadi Gereja yg lebih melayani & memasyarakat. Maka utk menjawab kebutuhan & tantangan perlu adanya visi & misi. REALITAS MASALAH JEMAAT Contoh VISI & MISI Jemaat

56 Persekutuan umat Allah yang dinamis, profetis, misioner, berkualitas, akrab dalam persaudaraan, yg hidupnya berpusat pada Yesus Kristus, gembala baik, serta dibimbing oleh Roh Kudus, sebagai musafir yang peka melihat tanda-tanda jaman, punya kepedulian pada sesamanya, terutama yg kecil & menderita, berani memperjuangkan keadilan & kebenaran, membina persaudaraan sejati dengan semua orang VISI (CITA-CITA) JEMAAT Contoh VISI & MISI Jemaat

57 Untuk mencapai visi yg telah ditetapkan langkah konkret yang dilakukan: 1. Membuka diri dalam dialog kehidupan & karya dengan semua umat beragama yg ada, serta membina persaudaraan sejati dengan semua orang. 2. Membangun solidaritas proaktif bagi mereka yg lemah & menderita, membela kehidupa & martabat manusia sbg citra Allah. 3. Membangun komunitas persaudaraan kristiani yg kokoh imannya yg berakar pada Kitab Suci, tradisi, sakramen-sakramen serta kebudayaan setempat. 4. Membangun persaudaraan di antara umat, mulai dari keluarga, lingkungan, paroki melalui kepemimpinan partisipatif, komunitas basis gerejani. 5. Membentuk orang-orang kristiani yg tangguh, dpt dipercaya, setia, mempunyai dedikasi, yg berjiwa misioner, mampu menjadi garam & terang masyarakat, melalui pendidikan iman & kaderisasi. 6. Membina & mendampingi keluarga-keluarga agar dpt menjadi dasar atau basis dlm hidup menggereja & masyarakat. MISI JEMAAT Contoh VISI & MISI Jemaat

58 1. Pastoral kaum muda. Pembinaan generasi muda dari kanak-kanak hingga dewasa secara berkesinambungan dengan memperhatikan: peningkatan kegiatan rohani, keterlibatan dalam masyarakat & Gereja, kaderisasi. 2. Pastoral keluarga. Menanamkan pentingnya pembentukan nilai-nilai dalam keluarga, seperti: penghayatan iman bersama, keterbukaan dalam relasi & komunikasi, kesetiaan, menghormati kehidupan, pendidikan kristiani dalam kehidupan. 3. Katekese yang integratif dan kontekstual. Katekese tidak hanya untuk para calon baptisan & calon krisma tetapi juga untuk seluruh umat & berlangsung seumur hidup, dgn memperhatikan: perlunya pertobatan terus-menerus, solidaritas dgn sesama terutama yg miskin & lemah, keterlibatan dlm masyarakat sebagai aktualisasi iman. Bidang Prioritas Contoh VISI & MISI Jemaat

59 4. PERENCANAAN BERDASARKAN PRIORITAS VISI DAN MISI “ Mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat….” (Galatia, 2:7)

60 ALUR PE- RENCANA- AN VISI MISI SASARAN RENCANA KERJA PROGRAM & PROYEK

61 Penetapan sasaran adalah langkah yang paling kritis dalam proses pengelolaan (manajemen) jemaat. Tanpa sasaran yang dirumuskan dengan jelas dan harus dipatuhi oleh semua komponen jemaat, maka fungsi manajemen jemaat yang lain tidak akan mempunyai arti. Sasaran adalah manfaat untuk jemaat yg diharapkan dpt dicapai di kemudian hari. Manfaat penetapan sasaran: - Meningkatkan unjuk kerja (kinerja) - Menjelaskan harapan-harapan yang akan dicapai - Memotivasi pemimpin jemaat dan jemaatnya PENENTUAN SASARAN

62 TINGKATAN SASARAN 1. SASARAN STRATEGIS Sasaran untuk keseluruhan jemaat & dinyatakan secara umum yang dibuat oleh pengurus inti. 2. SASARAN TAKTIS Sasaran yang spesifik menurut bidang tugas agar dapat mencapai sasaran strategis yang dibuat oleh pengurus bidang. 3.SASARAN OPERASIONAL Sasaran konkret yang dapat diukur yang dikenakan pada jemaat yang dibuat oleh pengurus komisi, seksi atau wilayah rohani, lingkungan. SYARAT SASARAN - Menantang - Dapat dicapai - Spesifik & dapat diukur - Relevan (cocok dgn visi & misi) PENETUAN SASARAN

63 Rencana Kerja adalah cara yang digunakan untuk usaha mencapai sasaran. Rencana kerja bermanfaat untuk: - Melenyapkan ketidakpastian - Memusatkan perhatian pada tujuan yang sudah digariskan - Melaksanakan kegiatan secara ekonomis (efektif & efisien) - Menyediakan prediksi jemaat untuk beberapa masa ke depan RENCANA KERJA

64 Program adalah kumpulan proyek yang terpadu. Proyek adalah kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu dengan alokasi sumber daya terbatas dan dimaksudkan untuk melaksanakan suatu tugas yang sudah digariskan. Tugas tersebut dapat berupa pembangunan, perbaikan, ataupun pengembangan Timbulnya proyek dalam paroki (stasi)/jemaat dapat berasal dari: - Keuskupan - Usulan jemaat - Gagasan dewan paroki - Tuntutan zaman PROGRAM DAN PROYEK

65 PROGRAM DAN PROYEK SASARAN TUJUAN OUTPUT Kegiatan Terlaksananya Kegiatan-kegiatan OUTCOMES

66 SASARAN: manfaat yg diharapkan untuk kelompok sasaran (target) TUJUAN: respon yg diinginkan dari kelompok sasaran terhadap barang dan jasa yg disediakan proyek OUTPUT: barang dan jasa yang disediakan proyek KEGIATAN: kegiatan proyek yang dibuthkan untuk mencapai keluaran PROGRAM DAN PROYEK

67 Pelaksanaan penyusunan sasaran: Level strategis rencana kerja dewan paroki inti Level Taktis rencana kerja bidang Level operasional rencana kerja seksi/wiltoh/lingkungan PROGRAM DAN PROYEK

68 Langkah-langkah menentukan sasaran 1. Nyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai. Apa yg ingin dicapai oleh jemaat seperti yg tertulis dlm prioritas visi & misi. 2. Nyatakan bagaimana mengukur keberhasilan kerja. Dengan satuan fisik: orang, barang. Dengan satuan waktu: jam. Hari, minggu. Dengan satuan uang. 3. Apa tujuan yg ingin dicapai/ 4. Tentukan rentangan waktu yg diperlukan utk menyelesaikan sasaran. 5. Tentukan koordinasi yg dibutuhkan. Apakah memerlukan kerja-sama dgn kelompok lain? Identifikasi kelompok itu. Apa kegiatan mereka? Apa kepentingan mereka terhadap sasaran? Apa potensi (positif & negatif) mereka? PROGRAM DAN PROYEK

69 Bagaiman cara membuat rencana kerja? Level strategis dan taktis: 1. Tentukan bidang yg akan ditangani 2. Tentukan sasaran yg akan dicapai 3. Tentukan respon apa yg diharapkan dari umat (tujuan) 4. Uraikan proyek/kegiatn yg akan diadakan 5. Pastikan rentang waktunya 6. Tentukan di mana lokasinya 7. Siapakah penanggungjawabnya (nama orang) RENCANA KERJA

70 Level operasional: 1. Tentukan bidang yg akan ditangani 2. Tentukan sasaran yg akan dicapai 3. Tentukan respon apa yg diharapkan dari umat (tujuan) 4. Tentukan hasil yg diinginkan 5. Uraikan kegiatan yg akan diadakan 6. Siapa kelompok sasarannya 7. Pastikan tanggal pelaksanaan 8. Tentukan di mana tempat kegiatannya 9. Berapa biayanya 10. Siapa penanggung-jawab kegiatan- kegiatan itu (nama orang) RENCANA KERJA

71 CONTOH MATRIKS RENCANA KERJA DEWAN PASTORAL PAROKI INTI –PAROKI…………..THN 2012 BI- DANG SASARANTUJU -AN PROYEKWAKTULOKASIPENANG- GUNG- JAWAB Pas- toral Kaum Muda Untuk meningkat- kan iman kaum muda Kaum muda sema kin berta qwa 1.Penam- bahan pengeta- huan iman Januari- Juni 2012 Lingku ngan Gereja Bpk. Saburo Ibu. Marina 2.Penam- bahan pengala man iman Juli- Desember 2012 Ibu Marina

72 CONTOH MATRIKS RENCANA KERJA DEWAN PASTORAL PAROKI –PAROKI…………..BIDANG/KOMISI LITURGI THN 2012 BI- DANG SASARANTUJU -AN PROYEKWAKTULOKASIPENANG- GUNG- JAWAB Pas- toral Kaum Muda Untuk meningkat- kan kualitas penghayatan perayaan liturgis bagi iman kaum muda Kaum muda beri- badah lebih khu- syuk Pendalaman pengetah uan liturgi Januari- Juni 2012 Lingku ngan Gereja Bpk. Rogi

73 CONTOH MATRIKS RENCANA KERJA DEWAN PASTORAL PAROKI –PAROKI…………..BIDANG/KOMISI LITURGI SEKSI PERIBADATAN THN 2012 BI- DANG SASARANTUJU- AN TARGETKEGIATANKELOMPOK SASARAN WAKTUBIAYATEMPATPENANG- GUNG- JAWAB Pas- toral Kaum Muda Meningkat- kan kualitas partisipasi kaum muda dalam perayaan Hari Minggu Kaum muda meng alami penga laman ber- doa Tidak ada yg terlambat Tidak ada yg pulang duluan Tidak gaduh di gereja Pendalaman liturgi Penyebaran booklet liturgi Katekese lima menit Mudika lingkungan Mudika yg pergi ke gereja Mudika & umat yg ke gereja pd hari Minggu Januari- Juli 2012 Setiap misa hari Minggu Januari- Juli 2012 Rp. … Lingkun gan Depan Gereja Dalam Gereja Ibu Fransiska

74 CONTOH MATRIKS AGENDA KERJA WIL.ROH/LINGKUNGAN ST. DON BOSCO PAROKI………THN 2012 TANGGALKEGIATANKELOMPOK SASAN PENANGGUNG-JAWABTEMPAT 21 April 2012 Pendalaman LiturgiMudikaIbu Priska & Ibu Yusta Rumah Keluarga Bpk. Yeremias Marontoh Jln. Kemakmuran I

75 Level operasional: 1. Tentukan bidang yg akan ditangani 2. Tentukan sasaran yg akan dicapai 3. Tentukan respon apa yg diharapkan dari umat (tujuan) 4. Tentukan hasil yg diinginkan 5. Uraikan kegiatan yg akan diadakan 6. Siapa kelompok sasarannya 7. Pastikan tanggal pelaksanaan 8. Tentukan di mana tempat kegiatannya 9. Berapa biayanya 10. Siapa penanggung-jawab kegiatan- kegiatan itu (nama orang) RENCANA KERJA

76 5. AKSI PASTORAL “Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil…” (Lukas, 9:6)

77 Prinsip pemecahan masalah Empat pola dasar berpikir untuk bertahan hidup 1. Apa yang terjadi (penilaian situasi). 2. Mengapa ini terjadi (analisis persoalan). 3. Tindakan apa yang harus diambil (analisis keputusan). 4. Apa yang dihadapi setelah mengambil keputusan itu (analisis masalah potensial dan konsekuwnsi). PEMECAHAN MASALAH

78 Keputusan sebaiknya memuat pernyataan: 1. Alternatif yang ada untuk mendapatkan hasil yang terbaik. 2. Tindakan yang dikerjakan dan hasil yang akan dituju. 3. Sasaran keputusan yang berisi rincian yang harus dicapai. 4. Konsekuensi keputusan. Penyelesaian masalah dinilai efektif bila penyelesaian itu dapat berlaku untuk jangka waktu yang panjang. PEMECAHAN MASALAH

79 6. EVALUASI PASTORAL “Kemudian ketujuhpuluh murid itu kembali…” (Lukas, 10:17)

80 Kegiatan evaluasi diadakan untuk mengetahui: 1. Apa yg sudah dicapai (bukan apa yg seudah dikerjakan). 2. Kemajuan (menurut sasaran program) 3. Tingkat pengawasan (untuk pengelolaan yg lebih baik). 4. Kekuatan dan kelemahan jaringan kerja. 5. Dampak: apakah upaya yg dilakukan tepat (ada beda dgn sebelumnya atau tidak). 6. Untung atau rugi (biaya masuk akal atau tidak). 7. Informasi hal ihwal kegiatan (agar proyek berikutnya dapat dikelola dengan lebih baik TUJUAN EVALUASI

81 Mengadakan evaluasi proses dengan berpangkal pada tiga pertanyaan berikut: 1. Apakah kebutuhan dipenuhi dan masalah dipecahkan? Aspek manakah yang sudah dan aspek mana yang belum? 2. Aspek yang belum dipecahkan: mengapa belum (apakah ada hubungan dengan cara kerja?) 3. Kita bisa belajar apa dari proses ini demi pemenuhan kebutuhan dan pemecahan masalah lain. Hal manakah yang tidak boleh diulangi dan mana yang pantas diulangi? ISI EVALAUSI

82 BAB V : BIDANG-BIDANG MANAJERIAL PEMBERDAYAAN UMAT Di samping pemberdayaan umat secara terprogram, diperlukan upaya-upaya manajerial untuk memaksimalkan upaya pengembangan (pastoral) jemaat

83 a. Komunikasi dalam Jemaat Apa saja yg perlu dikomunikasikan? Tujuan-tujuan, misi, rencana & strategi, hasil yg dicapai dlm kegiatan jemaat, prediksi-prediksi kejadian yg akan terjadi, alasan2 diadakan kegiatan, bantuan yg disediakan oleh/bagi jemaat, keinginan-keinginan anda & jemaat. Bagaimana cara berkomunikasi? Sbanyak mungkin komunikasi tatap muka, memilih orng yg benar2 dpt diajak brbicara mengenai rencana pengembangan jemaat, mintalah pd jemaat dlm hal apa mereka ingin mendapat informasi lebih banyak ttng kebutuhan & masalah jemaat. Komunikator yg baik mlakukan: mlihat perspektif mnyeluruh tdk bgian2,rasional,mmakai bhasa sndiri,antusias, enerjik &yakin pd topik yg dibicarkan,mnggunkan anekdot,cerita&imajinasi,mnggunakan bhsa ssuai dgn pndengar,brhenti brbicara pd waktunya. Indikator komunikasi yg buruk/tdk berhasil:gelisah & tegang,tdk peduli & tdk prhatian, usaha smakin berkurang & mlemah,kras kpala & kurang krja-sama,bnyk mnuntut,sering absen & senang bertengkar.

84 b. Menangani konflik Anda harus mendiamkan bila: isu kecil dan tidak berarti, tidak ada kesempatan untuk menang, memenangkan masalah tapi membuat masalah baru, ada orang lain yg bisa menyelesaikan. Anda harus menyelesaikan dengan cara halus/sopan bila: anda yang bersalah dan perlu dipandang orang yang bertanggung- jawab, isu lebih penting bagi orang lain daripada anda, anda perlu orang lain untuk membahas kerja-sama. Anda berkompromi bila: anda memerlukan waktu untuk menyelesaikan masalah, anda memerlukan pemecahan dalam waktu yang sempit dan menekan, anda siap menghadapi lawan yang seimbang yang memiliki tujuan yang berlawanan. Posisi anda kuat tetapi tidak cukup kuat untuk bertindak tegas. Anda harus mendominasi bila: ada keadaan darurat, hal penting telah dilanggar, ada pertikaian dan anda dalam posisi yang benar. Anda harus bekerja sama, bila: kedudukan orang yang ada sangat penting untuk diajak kompromi, anda perlu belajar dari orang lain, untuk menyatukan titik pandang yang berlainan, memperoleh kesepakatan semua pihak, hubungan yg retak harus diperbaiki.

85 c. Mengatasi masalah jemaat Menghadapi anggota/jemaat yg suka bikin ribut & merusak hubungan baik, pemimpin perlu: memberikan contoh yg benar, menghentikan masalah pd permulaan jika masalah itu potensial menjadi masalah serius, mencoba sesuatu yg positif, menghindarkan bias-bias emosi pribadi, mendisiplinkan utk menghindarkan cemoohan & hilangnya rasa hormat, bertindak sgera trhadap keluhan, menjaga kpala tetap dingin. Bagaimana melakukan konseling pastoral (bimbingan pengembangan iman): tujuan bukan menyelesaikan masalah tapi memberi wawasan, tunjukkan bhwa anda serius mendengarkan &peduli, berusaha utk melihat sesuatu yg baik dlm diri anggota atau dlm jemaat, tanyakan kesan & pendapat anggota/jemaat atas tanggapan anda, yakinkan bhw anda menyimpan semua pembicaraan, katakan bhw anda tetap menghargai mereka. Temukan teks2 Kitab Suci/ajaran Gereja yg berhubungan dgn masalah jemaat.

86 d. Rapat (pertemuan) Sebelum rapat sebarkan tujuan & masukan yg dibutuhkan dari partisipan, tetapkan batas waktu lamanya rapat, mulai pd waktunya, batasi jumlah sasaran pd yg dpt dicapai dlm waktu yg tersedia, pakai alat bantu/sarana/media jika dibutuhkan, kendalikan diskusi dgn mencatat siapa yg harus berbicara & kapan. Buka rapat dengan menyebutkan sasaran-sasaran, bentuk dan harapan-harapan, tunjuk seseorang untuk mencatat titik-titik penting dan keputusan yang dicapai, beri kesempatana pengurus/pimpinan lain untuk memimpin, dorong partisipasi & yakinkan bahwa kontribusi tiap orang sangat penting, pastikan semua diskusi relevan pada sasaran, mintalah kepada orang yang banyak bicara untuk memperjelas maksud dan pendapat mereka langsung pada sasaran, mencatat masukan-masukan yg tepat sasaran dengan cepat & tepat. Ambil keputusan secara tepat dan tegas (tanpa ragu-ragu; salah satu cirri pemimpin mampu mengambil keputusan apapun resikonya), keputusan hendaknya dapat diterima oleh mayoritas.

87 e. Berbicara di depan umum Memperkuat kesan penyajian dilakukan dengan: buat ringkasan/garis besar, tekankan kata-kata penting, gunakan kata-kata sederhana, langsung dan positif, pakai lelucon, analogi (perbandingan) dan humor yang berkaitan, tetapkan waktu untuk berbicara, perhatikan kecepatan berbicara, jeda (antara) dan intonasi, pastikan pendengar tahu apa yang anda harapkan. Penyajian memerlukan pendahuluan yang kuat. Untuk masuk ke dalam permasalahan, perlu dimunculkan: masalah menarik, lelucon, anekdot, pertanyaan, pujian, sesuatu yang menimbulkan keingintahuan, fokus pada masalah, batasi pembicaraan/masalah, tujuan diungkapkan.

88 2. KEUTAMAAN PEMIMPIN JEMAAT a. Visi : melihat semuanya secara luas dan mendorong anggota tentang bagaimana mereka harus menyesuaikan diri dengan visi, berbagi dengan anggota tentang kemungkinman baru di masa mendatang, menyemangati & memotivasi yang lain dengan visi tentang apa yang akan diraih, mendorong anggota untuk memikirkan cara untuk sampai ke sana (visi). b. Realitas: Jangan terlalu muluk-muluk akan tetapi sederhana yang mudah dijangkau dan jemaat mampu, sesuai dengan situasi (kebutuhan dan masalah).

89 c. Orang (manusia):yang dihadapi adalah manusia sama dengan kita, sensitif, simpatik, empati, peduli dan menanggapi kebutuhan dan masalah jemaat, bangun rasa percaya & menghormati. d. Keberanian:Berinisiatif, mau bertanggung- jawab & mengambil resiko, tidak terbelenggu cara- cara lama atau ketakutan akan kesalahan masa lalu, berani berdiri seorang diri, bersedia menentang pendapat umum demi kemajuan bersama, tetap berusaha supaya tidak tercela, tidak puas dengan hasil yang belum memadai.

90 e. Spiritualitas: Panggilan (dipercayai & diberi tugas oleh Allah dan manusia), hidup rohani yang mendalam (doa, ibadat, permenungan); KASIH (1 Kor 13:4-8): sabar, murah hati, tidak cemburu/iri, tidak memegahkan diri/sombong, tak congkak, tak mementingkan diri, tak kasar, tak menuntut kemauan sendiri, tidak mudah marah/tersinggung, tak menaruh dendam, tidak memperhatikan kesalahan orang, tidak senang melihat kelaliman, bergembira bila kebenaran menang, setia betapapun besar pengorbanan, selalu mempercayai orang lain, selalu membela orang lain, kasih tdk berkesudahan. Selalu belajar dari Yesus: sbg pelayan, gembala & pengurus.

91 f. Membina pengikut/anggota menjadi pemimpin: langkah-langkah pengkaderan: 1) Pengikut melaksanakan petunjuk pemimpin; 2) Pengikut melaksanakan petunjuk dari pemimpin, tetapi pemimpin meminta masukan dari pengikut; 3) Pemimpin menugaskan pengikut utk merancang & melaksanakan sebuah proyek/kegiatan dgn masukan dari pemimpin. Pemimpin menugaskan orang lain utk dipimpin oleh pengikut; 4) Pengikut merancang &melaksanakan sebuah proyek/kegiatan tanpa masukan dari pemimpin. Pengikut menyarankan pd pemimpin yg hrs bekerja di bawah sang pengikut dlm proyek/kegiatan. Pemimpin memeriksa hasilnya bersama dgn pengikut; 5) Pengikut menyiapkan kelompok/regu/tim kerja sendiri dan bekerja bebas dari pemimpin, kecuali member masukan bila diperlukan dan pemeriksanaan.

92 TERIMA KASIH Bahan Mata Kuliah: PASTORAL UMAT Pada Sekolah Tinggi Pastoral Don Bosco Tomohon Disusun dan disajikan Oleh: Lastiko Runtuwene Tempora mutantur, et nos mutamur in illis ! (Jaman berubah dan kita pun berubah di dalamnya)

93 Jadilah Saksi Kristus (JSK) 1. Sesudah dirimu dislamatkan, JSK Cahaya hatimu jadi terang, JSK Tujuan hidupmu jadi nyata, JSK 2. Setelah dirimu kautinggalkan,JSK Kehidupan baru kau dapatkan, JSK Api cinta Kristus kau kobarkan, JSK 3.Di saat hatimu jadi hampa, JSK tiada hasratmu dalam karya, JSK Tiada Harapan ‘kan berjuang,JSK 4.Bagi yg ditimpa azab duka, JSK Bagi yg dilanda putusa asa, JSK Bagi yg didera kegagalan 5.Jika cela malu dihatimu, JSK Jika rasa cemas tak menentu, JSK Jika beban jiwa tak tertanggung, JSK 6.Di mana tiada perhatian, JSK Di mana tiada kejujuran, JSK Di mana sahabat bermusuhan, JSK 7.Dalam memaafkan kawan lawan, JSK Dalam menggagahkan persatuan, JSK Dalam meluaskan kerja-sama, JSK 8.Dlm membangunkan masyarakat, JSK Dlm meningkatkan nasib rakyat, JSK Dlm membagikan sluruh smngat J ADILAH SAKSI KRISTUS


Download ppt "Strategi Pengembangan Jemaat (Pastoral Umat) Oleh: Lastiko Runtuwene Bahan pembinaan/pelatihan calon petugas/pelayan pastoral di Sekolah Tinggi Pastoral."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google