Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kerangka Pikir Kajian Pengantar Sistem Ekonomi Perspektif Islam Dari Karya Besar: Taqyuddin An- Nabhani Oleh : Hidayatullah Muttaqin, SE Download Tsaqafah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kerangka Pikir Kajian Pengantar Sistem Ekonomi Perspektif Islam Dari Karya Besar: Taqyuddin An- Nabhani Oleh : Hidayatullah Muttaqin, SE Download Tsaqafah."— Transcript presentasi:

1

2 Kerangka Pikir Kajian Pengantar Sistem Ekonomi Perspektif Islam Dari Karya Besar: Taqyuddin An- Nabhani Oleh : Hidayatullah Muttaqin, SE Download Tsaqafah Kritik Sistem Ekonomi Kapitalis Kritik Sistem Ekonomi Sosialis Sistem Ekonomi VS Ilmu Ekonomi Asas Sistem Ekonomi Politik Ekonomi Islam Pandangan Islam Terhadap Ekonomi Kaidah Umum Perekonomian

3

4 Barang Jasa Menjadi Alat Pemuas Mempunyai Nilai Guna (Utility) Jumlahnya Terbatas (Scarcity) Kapitalisme: Kebutuhan (need) Tak Terbatas (no limited) Muncul Masalah Ekonomi Bagaimana Mengatasinya ? Perbanyak Jumlah Barang & Jasa Pemecahan Masalah Produksi: Quantitas, Qualitas, dan Sarananya

5 Masalah Ekonomi (real economic problem) Menurut Kapitalisme Kebutuhan Akan Barang & Jasa Bukan Untuk Memenuhi Kebutuhan Manusia Solusi Ekonomi Kapitalisme Karenanya Tidak ada Pemecahan Masalah Pemenuhan Kebutuhan Manusia Skala Mikro: Peningkatan Produksi Skala Makro: Pertumbuhan Ekonomi

6 Standar Nilai Barang Berkaitan dengan Kegunaannya bagi Individu (Nilai Guna/ Utility Value) Berkaitan dengan Barang Lain (Nilai Tukar/ Exchange Rate) Teori Kepuasan Akhir (Marginal Satisfaction Theory) Adanya Alat Tukar (Medium of Exchange) Syarat Pertukaran SempurnaUang Harga (Price) Urgensi Pembahasan Nilai Menurut Kapitalis Nilai: Obyek Penukaran Sifat yang Bisa Diukur Nilai: Standar Mengukur Barang & Jasa (Unit of Account) Membedakan Produktif dan Non Produktif

7 Perbedaan Nilai Tukar dg Harga Nilai Tukar: Penisbatan pertukaran Barang dg Barang-Barang Lain dg Mutlak Harga: Penisbatan Nilai Tukar Barang dg Uang Harga Sebagai Standar Nilai Barang Bernilai Guna (Utility) Tidak Berguna (Disutility) Peran Harga Dalam Kegiatan Ekonomi Menentukan Siapa yg Mampu Berproduksi & Siapa yg Harus Keluar dari Area Produksi Menentukan Siapa Konsumen yg Mampu Memenuhi Kebutuhan- nya & yg Tidak Mampu SupplyDemandDistribusi

8 Beban Produksi Kegunaan Barang Bagi Konsumen - Modal - Biaya Bahan Baku - Biaya Tenaga Kerja - Biaya Sewa - Pajak - Bunga, dll Faktor Utama Penentu Supply Faktor Utama Penentu Demand Diukur dg Harga D Naik ↑ D Turun ↓ S Turun ↓ S Naik ↑Harga Naik ↑ Harga Turun ↓ Struktur Harga Metode Paling Akurat Dalam Pendistribusian Barang & Jasa di Masyarakat bagi Kapitalis

9 Keseimbangan Ekonomi Secara Otomatis Dibangun dg Membiarkan Kebebasan Konsumen Membelanjakan Barang yg Dibutuhkan dan Disenanginya Menurut Kemampuan Keuangan Konsumen Tingkat Harga yg Berlaku Menentukan Barang yg Laku & Tidak Laku di Pasaran Barang yg LakuBarang yg Tidak Laku Produsen (Untung) : - Tingkat Produksi Tetap - Meningkatkan Produksi Produsen (Rugi) : - Menurunkan Produksi - Menghentikan Produksi Distribusi Barang: Batas Konsumsi Barang yg Dapat Dibeli Konsumen Laju Produksi Barang Apa yg Diproduksi?Berapa Banyak Diproduksi? Untuk Siapa Diproduks? Struktur Harga/ Mekanisme Harga

10 Struktur Harga Mendorong Laju Produksi Pendorong Utama Manusia Melakukan Usaha Produktif (Pengorbanan) Memperoleh Insentif Materi: Upah Berupa Uang Supply Barang di Pasaran Pemenuhan Kebutuhan & Keinginan Kapitalisme: Mengabaikan Pengorbanan Karena Dorongan Moral & Spritual Harga Penyeimbang: Produksi & Konsumsi Alat Penghubung : Produsen & Konsumen Tiang Penyangga Ekonomi Alat Pengendali Ekonomi Tiga Kerangka Sistem Ekonomi Kapitalis: Scarcity, Value, Price Disebut Politik Ekonomi Kapitalisme

11 Kritik Terhadap Kapitalisme Menyatukan Pembahasan Produksi Barang & Jasa dg Distribusi Barang Memandang Ekonomi dg Satu Pembahasan Antara: Barang- Barang Produksi Dg Cara Memperolehnya Mencampuradukan Antara: Kebutuhan dg Alat Pemuas Kebutuhan Karena itu Asas Pembentukan Ekonomi Ideologi Kapitalisme Salah

12 Kapitalisme Tidak Membedakan Pembahasan Ilmu Ekonomi dg Sistem Ekonomi Ilmu EkonomiSistem Ekonomi Produksi Barang, Qualitas, & Sarananya Berkaitan dg Pengadaan Barang & Jasa Sebagai Alat Pemuas Kebutuhan Distribusi Kekayaan, Kepemilikan, Cara Memperoleh Harta, Mengembangkannya, Membelanjakannya Seharusnya Dibedakan Sangat Dipengaruhi Oleh Pandangan Hidup/ Ideologi Bersifat Universal Karena Kemampuan Produksi Ditentukan oleh Penguasaan Sains & Teknologi Tidak Netral

13 Bertentangan dg Fakta Kebutuhan Itu Sendiri Kebutuhan Moral (Ma’nawiyah) Kebutuhan Spritual (Ruhiyah) Kebutuhan Materi Ketiganya Harus Dipenuhi Akibatnya Kapitalisme: Melihat Manusia Bersifat Materi Semata Yg Dikejar Keuntungan Materi Saja (Profit Oriented) - Tidak Menipu Jika Menguntungkan - Menipu Jika Menguntungkan Membantu Fakir Miskin, agar mereka tidak Mencuri Kekayaannya Jika Kekayaan Bertambah & Aman dg Membiarkan Fakir Miskin, Fakir Miskin tsb Tidak Akan Dibantu Orang yg Seperti ini Sangat Berbahaya Tuntutan Pemenuhan Kebutuhan dlm Kapitalisme Hanya Pada Materi

14 Tidak Memperhatikan Masalah- Masalah yg Seharusnya Menjadi Pijakan Masyarakat Memisahkan Barang Ekonomi dg Interaksi- Interaksi dlm Masyarakat Tidak mungkin: Karena Barang Produksi Digunakan Untuk Pertukaran, sehingga Terbentuklah Interaksi Interaksilah yg Membentuk Masyarakat Karena itu Barang Produksi Harus Dilihat Sebagai Masalah- Masalah yg Harus Dijadikan Pijakan dlm Masyarakat Tidak Boleh Mengklaim Suatu Barang Bermanfaat Karena Ada Orang yg Menginginkannya, Baik dg alasan Esensi Barang Tersebut: Membahayakan atau Tidak Mempengaruhi Interaksi atau Tidak Diharamkan/Tidak Menurut Keyakinan Orang Barang Harus Dianggap Bermanfaat Jika Esensinya Memang Bermanfaat Sehingga (Misalnya) Ganja, Khamar, Pelacuran, dll, Tidak Boleh Dianggap Barang Bermanfaat (Bahkan Dianggap Barang Produksi) Hanya Karena Ada Orang yg Menginginkannya Barang & Jasa Boleh Diproduksi Karena Ada Orang yg Menginginkannya Sehingga Tidak Aneh dlm Masyarakat Kapitalis Jika Ada Barang yg Diproduksi, Dipasarkan, & Dikonsumsi Meskipun Merusak Sosial Ekonomi Masyarakat Pemanfaatan Barang- Barang Produksi dlm Kapitalisme

15 Konsekwensi Pencampuradukan Pembahasan Pemuasan Kebutuhan dg Alat Pemuasnya Pandangan Alat-Alat Pemuas Hanya Sebatas Pemuas Kebutuhan Semata, Tidak Memperhatikan Faktor Lain Kapitalisme Lebih Berpijak Pada Produksi Kekayaan Daripada Distribusi Untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Satu-Satunya Arah Tujuan Ekonomi Kapitalis Meningkatkan Kekayaan Negara Secara Total Produksi Setinggi- Tingginya Pertambahan Pendapatan Nasional Inilah Cara Kapitalisme Meningkatkan Kemakmuran Anggota Masyarakat Dg Membiarkan Masyarakat Sebebas- Bebasnya Bekerja, Untuk Memproduksi & Mengumpulkan Kekayaan

16 Pembentukan Ekonomi dlm Kapitalisme Bukan dlm Rangka Memenuhi Kebutuhan-Kebutuhan Individu & Terpenuhinya Kebutuhan Masing- Masing Individu Secra Menyeluruh Terfokus Pada Barang- Barang yg Akan Memenuhi Kebutuhan Individu Kemakmuran Masyarakat: - Produksi Setingi-Tinginya - Pertambahan Pendapatan Nasional Pertumbuhan Ekonomi yg Tinggi / Setidaknya Perekonomian Tumbuh Pemenuhan Kebutuhan Secara Kolektif Distribusi Pendapatan? - Kebebasan Kepemilikan - Kebebasan Bekerja Inilah Politik Ekonomi Kapitalisme Keliru, Karena: Tidak Menyebabkan Naiknya Taraf Kehidupan Seluruh Individu Tidak Pernah Menghasilkan Kemakmuran Setiap Individu

17 Masalah Ekonomi Sebenarnya (Realitas) Bertumpu Pada Bagaimana Distribusi Barang & Jasa Di Tengah-Tengah Masyarakat Pemenuhan Kebutuhan-Kebutuhan Setiap Individu & Kebutuhan Individu Secara Menyeluruh Bukan Bertumpu Pada Kebutuhan- Kebutuhan Umat/ Bangsa Secara Total Memecahkan Masalah Kemiskinan yg Menimpa Individu Bukan Kemiskinan yg Menimpa Negara Membahas Sistem Ekonomi Membahas Tentang Bagaimana Kebutuhan-Kebutuhan Pokok Tiap Individu Bisa Dipenuhi Bukan Membahas Tentang Bagaimana Agar Barang-Barang Produksi Bisa Diproduksi Masuk ke dlm Pembahasan Ilmu Ekonomi Mendorong Individu & Rakyat Untuk Bekerja Meningkatkan Pendapatan Nasional Terpecahkannya Masalah Kemiskinan Individu & Terdistribusikannya Kekayaan Negara

18 Kritik Teori Kebutuhan Tidak Terbatas Ketersediaan Barang & JasaKebutuhan Manusia Kebutuhan Manusia yg Harus Dipenuhi Adalah Kebutuhan Pokok (Basic Needs) dlm Kapasitasnya Sebagai Manusia Bukan Seluruh Jenis Kebutuhan yg Harus Dipenuhi/ Kebutuhan Sekunder & Tersier tidak Harus Dipenuhi Sumber Daya Ekonomi (Resources) Cukup Tersedia Kebutuhan Sekunder & Tersier (Lux) Bisa Juga Dipenuhi Kebutuhan Pokok Terbatas Quantiasnya Kebutuhan Sekunder & Tersier Akan Terus Bertambah (Namun Bersifat Relatif) Perkembangan Sains & Teknologi (Kemajuan Peradaban) Terkait dg Bila Tidak Dipenuhi Tidak Menimbulkan Masalah Bila Tidak Dipenuhi Akan Menimbulkan Masalah Lebih Bersifat Keinginan (Want) Daripada Bersifat Kebutuhan (Need)

19 Pemecahan Kemiskinan Absolut & Struktural Pemecahan Kemiskinan Setiap Anggota Masyarakat Bukan Kemiskinan Suatu Negara Kemiskinan Seperti Ini Terpecahkan dg Sistem Distribusi Kekayaan yg Adil Tidak Dapat Dipecahkan dg Menambah Jumlah Produksi (Nasional) Menjamin Pemenuhan Kebutuhan Pokok Setiap Individu Secara Menyeluruh Membantu Pemenuhan Kebutuhan-Kebutuhan Sekunder dan Tersiernya

20 Nilai (Value) Menurut Kapitalisme Bersifat Nisbi (Relatif)Tidak Bersifat Hakiki Nilai Menurut Anggapan Nilai Suatu Barang Berdasarkan Batas Akhir Manfaat yg Bisa Diperoleh Nilai Barang Bisa Diukur dg Barang Lain Disebut Nilai Guna (Utility Value) Disebut Nilai Tukar (Exchange Value) Bila Dinisbatkan dengan Uang, Nilai Tukar Ini Disebut Harga (Price) Kritik Nilai Barang Apapun, Semata-Mata Ditentukan Oleh Manfaatnya (Utility), dg Memperhatikan Faktor Kelangkaan Nilai: Sebutan Tertentu yg Pasti (Hakiki) Bukan yg Bersifat Dugaan Sebab: Nilai Merupakan Sesuatu yg Memiliki Fakta & Dapat Dijangkau Bukan Sesuatu yg Nisbi

21 Nilai Batas (Marginal Value) Perkiraan Bagi Tingkat Produksi yg Disesuaikan dg Tingkat Kecenderungan yg Berhubungan dg Penjualan Barang-Barang Nilai Barang tsb Ditentukan Berdasarkan Batas Paling Rendah Kritik Nilai Batas Hakikatnya Bukan Nilai Barang Bahkan Tidak Ada Kaitannya dg Harga Barang Karena Nilai Barang Semata Ditentukan Oleh Perkiraan Guna Barang tsb dg Memperhatikan Faktor Kelangkaan Jika Harga Barang Turun Nilai Barang Tidak Turun Jika Harga Barang Naik Nilai Barang Tidak Naik Teori Batas (Marginal Theory) Hakikatnya Bukan Teori Tentang Nilai Tetapi Teori Tentang Harga Jadi Harga Berbeda dg Nilai Harga Ditentukan Oleh Tingkat Supply & Demand Nilai Barang Ditentukan Berdasarkan Manfaat dan Faktor Kelangkaan Nilai Barang Tidak Dipengaruhi Oleh Tingkat Supply & Demand Jika Kegunaan Dinilai dg Harga, Maka Bersifat Dugaan Sehingga Nilai Berubah- Ubah Mengikuti Pasar Realitas Nilai Seperti Ini Tidak Layak Disebut Nilai Realitas tsb di dlm-nya Sudah Terkandung Uang, Tidak Mengikuti Manfaat Barang

22 Kapitalisme: Manfaat Adalah Hasil Jerih Payah Manusia Jika Upah (Hasil Jerih Payah) Tidak Sebanding dg Kerjanya (Pengorbanan), Tingkat Produksi Akan Turun Kapitalis: Metode Paling Akurat dlm Pendistribusian Kekayaan Adalah dg Menjamin Tercapainya Tingkat Produksi Setingi-Tingginya Kritik Kekayaan yg Diciptakan Allah di Alam Merupakan Asas Manfaat Barang tsb Biaya yg Dikorbankan Untuk Menambah Manfaat Kekayaan tsb, Menjadikan Kekayaan yg Dihasilkan Memiliki Manfaat Tertentu Sehingga Keliru dg Mengatakan Manfaat Semata-Mata Dihasilkan Jerih Payah Manusia Merosotnya Tingkat Produksi Tidak Hanya Disebabkan Ketidakseimbangan Antara Upah dg Kerja Bisa Disebabkan Habisnya Kekayaan Negara (SDA) Bisa Jadi Akibat Perang Bisa Disebabkan Upah yg Tidak Memadai Sehingga Terjadi Pemogokan, dll Tercapainya Tingkat Produksi yg Tinggi Tidak Ada Kaitannya dg Distribusi Harta Kepada Individu

23 Kapitalisme: Harga Adalah Pendorong Laju Produksi Imbalan Materi: Mendorong Manusia Mencurahkan Tenaga Kritik Kapitalisme: Harga Satu-Satunya Metode Distribusi Kekayaan Imbalan Materi Bukanlah Satu-Satunya Faktor yg Mendorong Produksi Menjadikan Harga Semata Sebagai Pendorong Produksi Adalah Keliru Usaha Manusia Didasari: Kebutuhan Materil Kebutuhan Moral, dan Kebutuhan Sprituil Harga Mengendalikan Manusia Karena Tingkat Konsumsi Bergantung Pada Harga (Supply), & Tingkat Produksi Bergantung Pada Harga Pula (Demand), Akhirnya Membentuk Distribusi Metode Ini Tidak Berdasar- kan Standar Kebutuhan- Kebutuhan Primer Metode Ini Berdasarkan Nilai Jasa-Jasa yg Telah Diinvestasikan Untuk Menghasilkan Barang & Jasa Investasi Terjadi Jika Memiliki Tanah, Modal, Tenaga, Proyek yg Dilakukakan Kaidah Ini Mengukuhkan yg Berhak Hidup Adalah yg Mampu Memberikan Andil Menghasilkan Barang & Jasa Orang yg Tidak Mampu Menghasil-kan Barang & Jasa Karena Memiliki Kelemahan, Maka Tidak Layak Hidup Tidak Akan Terjadi Distribusi Kekayaan yg Adil

24 Cengkraman Kaum Borjuis (Pemilik Modal) di Negara yg Menganut Ekonomi Kapitalis Muncullah Sistem Tambal Sulam Untuk Menutupi Kejahatan Sistem Kapitalis & Kaum Borjuis Mereka (Produsen) Menguasai & Mengendalikan Mayoritas Konsumen, Termasuk Mengendalikan Harga Barang yg Dibutuhkan Masyarakat Mereka (Segelintir Orang) Menguasai Perseroan-Perseroan Raksasa Negara Campur Tangan dlm Perekonomian Menetapkan Harga dlm Kondisi Tertentu Membuat Proyek- Proyek Umum Ekonom Kapitalis Terutama Aliran Individualis (Pendukung Laissez Faire) Tidak Mendukung Campur Tangan Negara, Menurut Mereka Sturktur Harga Sudah Cukup Menjamin Akan Tetapi Distribusi Ekonomi yg Adil Tetap Tidak Dapat Terwujud

25 Dampak Struktur Harga Sebagai Pengendali Distribusi terhadap Konglomerasi Barat di Dunia Konglomerasi Barat Merambah ke Luar Negeri Pemusatan Kekayaan Dunia Ke Negara-Negara Maju Memperluas Pasar Mencari Bahan Baku Imperialisme Ekonomi dg Mengkotak-Kotakan Daerah Jajahan Pemusatan Kekayaan Dunia di Tangan Konglomerasi

26 Sosialisme Muncul Akibat Kezhaliman Kapitalisme thd Masyarakat (1) Mewujudkan Kesamaan (Equity) Secara Riil (2) Menghapuskan Kepemilikan Individu Keseluruhan atau Sebagian (3) Mengatur Produksi & Distribusi Secara Kolektif Kesamaan Hisabiyah: Pembagian Berdasarkan Manfaat yg Sama Kesamaan Syuyu’iah: Pembagian Kerja Menurut Kemampuan, Pembagian Hasilnya Menurut Kebutuhan Prinsip-Prinsip Aliran- Aliran Sosialisme Kesamaan dlm Masalah Faktor-Faktor Produksi Komunisme: Kepemilikan Individu Harus Dihapus Sosialis Kapitalis: Kepemilikan Individu Pada Barang-Barang Produktif Saja yg Dihapus, Barang Konsumtif Tidak Dihapus Sosialis Pertanian: Hanya Kepemilikan terhadap Tanah Pertanian yg Tidak Boleh Terkait dg Pelaksanaan Proyek Sosialisme Kapitalis: Pengaturan Produksi & Distribusi Diserahkan Kepada Negara Aliran Naqabiyah: Pengaturan Diserahkan Kepada Sekelompok Pekerja yg Terorganisir

27 Sarana Untuk Mencapai Tujuan-Tujuan Sosialisme Aliran Naqabiyah Tsauriyah Aliran Sosialis Marxis Aliran Sosialis Negara Kebebasan Para Pekerja & Usaha yang Bersifat Kerja Langsung Sampai Saat Mewujudkan Tujuan, Gerakan Ekonomi Terhenti, Akhirnya Kapitalisme Runtuh Hukum Evolusi Sosial (Termasuk Meyakini Hukum Ini Saja) Sudah Cukup Sistem Kapitalis & Menggantinya Menerapkan Pemikiran-Pemikiran Mereka Melalui Undang-Undang Sehingga Kemaslahatan Umum & Perbaikan Kondisi Pekerja Terjaga Teori-Teori Sosialisme yg Paling Masyur Adalah Karl Marx

28 Teori Karl Marx Tentang Nilai (Value) Teori Ini Diambil dari Kapitalisme, Kemudian Digunakan Karl Marx Untuk Menyerangnya Sumber Satu-Satunya Nilai Adalah Usaha yg Dikorbankan Untuk Menghasilkan Barang Kapitalisme Tidak Memberikan Upah Tidak Lebih Supaya Pekerja Tetap Dapat Bertahan Hidup Untuk Bekerja Para Pekerja Menghasilkan Barang-Barang yg Nilainya Jauh Melebihi Tingkat Upah yg Didapatkannya Dari Pemilik Modal Perbedaan Nilai yg Dihasilkan Pekerja dg Tingkat Upah Disebut Nilai Lebih Tenaga Kerja (Surplus Labor and Value) Apa yg Dirampas Para Pemilik Modal Terhadap Hak-Hak Pekerrja Ini Disebut Pendapatan, Laba, Manfaat Modal Adam Smith: Nilai Tergantung Pada Usaha yg Dicurahkan David Ricardo: Nilai Suatu Barang Bergantung Pada Biaya Produksinya

29 Filsafat Materialisme Historis Bangunan Aliran Pemikiran Karl Marx Disebut Teori Dialektika Dikenal Juga dg Nama Teori Economic Determinism Tenaga-Tenaga yg Dominan dlm Kehidupan Sosial & Perubahan Sosial Adalah Kepentingan Ekonomi (yg Berhubungan dg Produksi & Distribusi Kekayaan) Evolusi Sosial Merupakan Hasil Kekuatan Ekonomi Tegaknya Sistem Baru Akan Sempurna Jika Diterapkan Undang- Undang Perekonomian Sesuai dg Hukum Dialektika Tanpa Adanya Intervensi dari Pihak Pembuat Hukum Sosialisme Karl Marx Disebut Sosialisme Ilmiah Sistem Masyarakat Pada Masa Kapanpun Merupakan Akibat Kondisi Ekonomi Perubahan yg Terjadi dlm Sistem Masyarakat Disebabkan Oleh Perjuangan Kelas (class Struggle) dlm Rangka Memperbaiki Kondisi Ekonominya Sejarah Membuktikan Perjuangan Dimenangkan Oleh Kelas yg Lebih Dominan Jumlahnya & Lebih Buruk Kondisinya atas Kelas Orang Kaya yg Jumlahnya Lebih Sedikit Inilah yg Disebut Hukum Evolusi Sosial Menurut Karl Marx Hukum yg Terjadi Pada Masa Lalu Ini Berlaku Juga Untuk Masa Mendatang

30 Pada Masa Lalu Perjuangan Ini Terjadi Antara Kelas Orang-Orang Merdeka dg Kelas Para Budak Antara Kelas Orang-Orang Terpandang dengan Kelas Orang-Orang yg Awam Antara Kelas Orang-Orang Terpandang dg Kelas Petani Antara Kelas Para Pemimpin Formal dg Kelas Pemimpin Non-Formal Perjuangan Ini Dimenangkan Kelas Orang-Orang yg Terzalimi yg Jumlahnya Lebih Dominan Setelah Kemenangan Tercapai Kelas Orang Terzalimi Ini Menjelma Menjadi Kelas Orang Zalim Baru Sejak Revolusi Perancis Perjuangan Terjadi Antara Kelas Menengah (Borjuis) dg Kelas Pekerja (Proletar) Yg Unggul Menjadi Pengendali Proyek Perekonomian & Menjadi Pemilik Modal Sistem Kepemilikan Tetap Produksi Berubah Menjadi Bersifat Kolektif (Masing-masing Individu Pekerja Harus Saling Bekerja Sama) Akibatnya Kelas Pekerja Tidak Bisa Ikut Memiliki Modal Para Pemilik Modal Tetap Mengeksploi- tasi Para Pekerja dg Upah yg Pas-Pasan

31 Perjuangan Kelas Pekerja Akan Terus Berlangsung Sampai Sistem Kepemilikan & Sistem Produksi Seimbang Sistem Kepemilikan Menjadi Pemilikan Kolektif Menurut Hukum Evolusi Sosial Kemenangan Akan Dicapai Kelas Pekerja Sehingga Sistem Ekonomi yg Ada Saat Ini, Mencakup Juga Bennih-Benih komunitas yg Akan datang Pada Masa Lalu Kelas Menengah (Borjuis) Menang Atas Kelas Orang Terpandang Akan Tetapi Otoritas Kelas Borjuis Itu Kini Berakhir Diambil Alih Kelas Pekerja (Proletar) Sehingga Kelas Borjuislah yg Memainkan Peranan dlm Perekonomian & Menguasai Modal

32 Hukum Akumulasi Modal (Law of Capital Accumulation) Jumlah Pemilik Modal Berkurang & Jumlah Pekerja Terus Bertambah Sebagaimana Persaingan Bebas, yg Menyebabkan Melimpahnya Produk (Konsumtif) Secara Berlebihan Sehingga Jumlah Produk Melebihi Kemampuan Daya Beli Konsumen dari Kelas Pekerja Akibat Upah yg Pas-Pasan Keadaan Ini Menyebabkan Terjadinya Resesi Ekonomi Orang Kaya Jatuh & Kemudian Masuk Ke Kelas Pekerja Makin Lama Sistem Kapitalis Bertahan Makin Bertambah Pula Krisis-Krisis Ekonomi Nantinya Hingga Muncul Krisis yg Sangat Dasyat yg Merobohkan Sendi-Sendi Kapitalisme & Berdirilah Sistem Sosialis Sistem Sosialis Merupakan Babak Akhir Evolusi Historis

33 Asal-Muasal Law of Capital Accumulation Hukum ini Berasal Dari Ajaran Sistem Ekonomi Kapitalis Terjadi Suatu Gerakan Merubah (Menggabungkan) Kerja & Modal Dari Sebagian Proyek yg Satu Kepada Sebagian Proyek yg Lain Sehingga Terjadi Sentralisasi Proyek atau Produksi Ke Tangan Kaum Borjuis & Tempat Tertentu Jumlah Proyek (Pabrik) Berkurang Tetapi Tingkat Produksi Bertambah Besar Persaingan Bebas Membiarkan Setiap Orang Berproduksi Sesuai Keinginan & Sesukanya

34 Yg Dimaksud Krisis Ekonomi Menurut Karl Marx Setiap Gejolak yg Muncul Secara Tiba-Tiba yg Mempengaruhi Keseimbangan Ekonomi (Economic Equilibrium) Krisis yg Terjadi Secara Periodik (Fase Kemakmuran, Fase Resesi) yg Bisa muncul dlm Bentuk Gejolak yang Dasyat yg Menggoncang Sendi-Sendi Perekonomian Secara Keseluruhan Krisis-Krisis Umum yg Terjadi Secara Periodik (1) Bersifat Umum Krisis Menimpa Semua Atau Sebagian Aspek Kegiatan Ekonomi Krisis Ini Terjadi di Suatu Negara Menjalar ke Negara- Negara Lainnya (2) Bersifat Periodik (3) Melimpahnya Produksi Fase Krisis dg Fase Krisis Selanjutnya Dipisahkan antara 7-11 Tahun Krisis Terjadi Tidak Pada Waktu-Waktu yg Tetap, Tetapi Secara Periodik Tingkat Supply melebihi Tingkat Demand sehingga Terjadi Krisis

35 Semua Aliran Sosialisme (Termasuk Komunisme) Berusaha Mewujudkan Kesamaan Secara Riil Kritik Keinginan tsb Mengada-Ada Karena Kesamaan Secara riil Tidak mungkin Terjadi Karakter Fitrah Manusia Menyebabkan Berbeda Tingkat Kekuatan Tubuh & Akalnya Jika Diterapkan Hukum Besi oligarki Untuk Memaksa Terjadinya Kesamaan Berbeda Tingkat Pemenuhan KebutuhannyaTetap Tidak mungkin Sama dlm Mempergunakan Kekayaannya Untuk Berproduksi dan Pemanfaatannya Perbedaan Ini Bersifat Alami Setiap Usaha Ini Akan Mengalami Kegagalan Sebaliknya Menciptakan Ketidakadilan Masyarakat

36 Kritik Terhadap Penghapusan Pemilikan Pribadi (Private Proverty) dlm Sosialisme Bertentangan dg Fitrah Manusia Kepemilikan atau Perolehan Merupakan Wujud Naluri Mem- pertahankan Diri (Survival Instink) Sehingga Tidak Mungkin Menghapus Pemilikan Individu Setiap Usaha Ini Hanya Akan Menghancurkan Manusia Tentang Penghapusan Secara Parsial, Harus Dilihat Dulu: Pembatasan Kadar Pemilikan dg Ukuran Tertentu Ini Cara Pemberangusan yg Membatasi Aktivitas & Pemanfaatan Hasil Jerih Payah Manusia Pembatasan Kadar Pemilikan dg Cara Mekanisme Tertentu Diperbolehkan Karena Tidak Membatasi Aktivitas Manusia Pembatasan Kekayaan Tertentu Sehingga Orang tidak Boleh Memilikinya, di mana Kekayaan Tersebut Memiliki Karakter Untuk Dimiliki Oleh Individu, Sama dg Pemberangusan Pembatasan Kekayaan Tertentu yg Memiliki Karakter Tidak bisa Dimiliki Oleh Satu Orang Saja Karena Dapat Merusak Masyarakat, Maka Diperbolehkan Cara Sosialis Memabatasi Kepemilikan: Pemberangusan

37 Kritik Pengaturan Produksi & Distribusi Secara Kolektif dlm Sosialisme Tidak Bisa Dilakukan dg Menciptakan Gejolak& Goncangan di Tengah-Tengah Manusia Tidak Bisa Juga dg Menciptakan Dendam & Permusuhan Antar Manusia Cara Seperti Ini Merupakan Cara Mewujudkan Gejolak Bukan Cara Mengatur Bisa Saja Para Pemilik Modal Sangat lihai Memenuhi Kebutuhan Para Pekerjanya Sehingga Mereka Tidak Merasakan Kezaliman Sehingga Tidak Terjadi Dialektika (Perubahan) yg Mengatur Produksi & Konsumsi Mengatur Produksi & Distribusi Harus Dilakukan dg: Undang- Undang & Pemecahan yg Benar Asas yg BenarSesuai dg Kondisi (Realitas) Masalahnya

38 KritikTerhadap Sosialisme Karl Marx (1) Pandangan Tentang Teori Nilai Bertentangan dg Fakta (2) Sistem Sosial (Kemasyarakatan) yg Ada Akibat Kondisi Perekonomian dimana Perubahan yg Terjadi Disebabkan Pertarungan Kelas-Kelas Sosial Untuk Memperbaiki Kondisi Materi Mereka (3) Hukum Evolusi Sosial atau Economic Determinism & Law of Capital Accumulation Usaha yg Dikorbankan Hanyalah Salah Satu Sumber Nilai Barang Materi yg Digunakan Untuk Melakukan Usaha, Serta Kebutuhan Tertentu Terhadap Jasa Barang Tersebut Juga Mempunyai Peranan dalam dlm Menentukan Nilai barang Pendapat Ini Keliru Karena Bertentangan dg Fakta & Dibangun di Atas Sebuah Hipotesa Teori yg Bersifat Asumtif Sovyet Menjadi Negara Sosialis Bukan karena Dialektika Materialisme Tetapi Akibat Perebutan Kekuasaan dg Revolusi Berdarah Juga di RRC, Jernman Timur & Negara-Negara Eropa Timur Menjadi Negara Sosialis Karena Cengkraman Sovyet Bukan Karena Dialektika Negara yg Mengalami Proses Dialektika Seperti AS, Inggris, Jerman (Negara Barat Lainnya) yg Jumlah Pekerjanya Dominan, Tidak Mengalami Perubahan Sistem Sosialis Sentralisasi Produksi: Teori Absurd, Ada Batas yg Menyebabkan Sentralisasi Produksi Berhenti Sentralisasi Produksi Tidak Pernah Terjadi Secara Mutlak

39 Kontradiksi Kedua Sistem Ekonomi Tersebut dg Islam Metode Operasional (Thariqah) Islam dlm Memecahkan Masalah Ekonomi Juga Metode yg Sama Digunakan dlm Memecahkan Seluruh Masalah Kehidupan Manusia Memahami FaktaMenggali Nash-Nash Syara yg Terkait Istinbath Hukum: Solusi (Solving) Islam Mengambil hukum-hukum Syara (Hukum Allah) Sebagai Pemecahan Masalah Ekonomi Kapitalisme Hukum Kufur Sosialisme/ Komunisme Hukum kufur Metodologi Kapitalisme Adalah Menggalinya dari Realitas Masalah, Sehingga Pemecahan Tergantung Pada Perkembangan Realitas Masalah Metodologi Sosialisme Berdasarkan Hipotesa yg Bersifat Teoritis yg Diasumsikan Terjadi Pada Realitas Masalah

40 “Ekonomi”Dari Bahasa Yunani: “Mengatur Urusan Rumah Tangga” Ekonomi Membahas Kegiatan Urusan Mengatur Kekayaan Urusan Ilmu EkonomiUrusan Sistem Ekonomi Mengatur Distribusi Kekayaan Mengatur Pengadaan Harta Kekayaan Pembahasan yg Berkaitan dg Faktor Produksi Pembahasan yg Berkaitan dg Pemikiran Tertentu Diusahakan Oleh Sains Murni yg Universal Pemikiran yg Mempenga- ruhi & Terpengaruh Oleh Pandangan Hidup Mengatur Perolehan Manusia Atas Alat-Alat Pemuas Kebutuhan Inilah Masalah Utama Ekonomi yg Harus Dipecahkan Jadi Masalah Ini Muncul Dari Persoalan Perolehan Kegunaan (Utility) Bukan Muncul Dari Masalah Memproduksi Alat-Alat Pemuas yg Memberikan Kegunaan Sehingga Pembahasan Sistem Ekonomi Merupakan Pembahasan yg Paling Penting

41 Kegunaan (Utility) (1) Batas Kesenangan yg Bisa Dirasakan Manusia Ketika Memperoleh Barang Tertentu (2) Keistimewaan yg Terkandung Pada Zat Barang Itu Terdiri DariBisa Dilahirkan Dari Tenaga ManusiaHarta KekayaanKedua-Duanya -Tenaga Pikiran -Tenaga Fisik -Pemanfaatan dg Dikonsumsi, Zatnya Habis -Pemanfaatan Zatnya, Zatnya Tetap utuh Asas Kegunaan Harta KekayaanSegala Sesuatu yg Dapat Memuaskan Kebutuhan-Kebutuhan Manusia Tenaga Manusia Hanyalah Alat Atau Sarana Untuk Mendapatkan & Menghasilkan Harta Kekayaan Akumulasi dari Kekayaan Itu Sendiri dg Tenaga Manusia

42 Perolehan Kekayaan Diperoleh Dari Orang Lain Diperoleh Langsung Dari Alam Perolehan Harta Untuk Dikonsumsi Zatnya Untuk Dimanfaatkan Zatnya Untuk Mengambil Manfaat Dari Tenaga Manusia Dg Jalan Pertukaran: Dg Cara Membeli Dg Cara Mengontrak Kekayaan & Pekerja Dg jalan Tanpa Pertukaran: Hibbah Waris Pinjaman Sehingga Masalah Ekonomi Hakikatnya Terletak Pada Perolehan Kekayaan Masalah Perolehan Kekayaan Ini Berasal Dari Pandangan Kepemilikan, Transaksi dlm Masalah Kepemilikan, dan Distribusi Kekayaan Pemecahan Masalah Inilah yg Menjadi Asas Ekonomi Asas yg Digunakan Untuk Membangun Sistem Ekonomi Kepemilikan (Proverty)Pengelolaan (Tasharruf) Kepemilikan Distribusi Kekayaan Di Tengah-Tengah Manusia

43 Pandangan Islam Terhadap Kekayaan Sarana-Sarana yg Memberikan Kegunaan Perolehan Kegunaan Pandangan Terhadap Pemanfaatan Kekayaan Pandangan terhadap Kekayaan Membedakan Kekayaan & Tenaga Manusia: Merupakan Sarana yg Memberikan Kegunaan Pemanfaatan & Tata Cara Perolehan Kegunaannya Islam Campur Tangan dlm Permasalahan Ini Diserahkan Kepada Kemampuan Akal Manusia

44 Campur Tangan Islam dlm Masalah Perekonomian Mengharamkan Pemanfaatan & Jula Beli Beberapa Bentuk Harta Kekayaan, Seperti: Khamar & Bangkai Mengharamkan Pemanfaatan & Menyewa Beberapa Tenaga Manusia: Dansa & Pelacuran Tata Cara Perolehan Kekayaan: Hukum-Hukum Berburu Menghidupkan Tanah Mati Hukum-Hukum Kontrak Jasa Industri Hukum-hukum Waris, Hibbah, & Wasiat Mendorong & Memacu Manusia Melakukan Produksi Tetapi Tidak Campur Tangan dlm Tata Cara Meningkatkan Produksi Masalah Bagaimana Memproduksi Kekayaan Diserahkan Kepada Manusia Karena Allah SWT Tidak Ikut Campur dlm Masalah Ini Lihat: QS. Al Baqarah:2, QS. Al Jatsiyat: 12-13, QS. Abasa:24-32, QS. Al Anbiya’: 80, QS. Al Hadid: 25. Nabi SAW Pernah Bersabda dlm Masalah Penyerbukan Kurma: “Kalianlah yg Lebih Tahu (Tentang) Urusan Dunia Kalian”. Riwayat Tetang Nabi SAW yg Mengutus Dua Orang Kaum Muslimin ke Pandai Besi Yaman Untuk Mempelajari Industri Persenjataan Allah SWT Menjelaskan Bahwa Dia-lah yg Menciptakan Harta Kekayaan & Tenaga Manusia Agar Bisa Dimanfatkan Manusia

45 Politik Ekonomi IslamPolitik Ekonomi: Tujuan yg Ingin Dicapai Oleh Hukum- Hukum yg Dipergunakan Untuk Memecahkan Mekanisme Mengatur Urusan Manusia Jaminan Tercapainya Pemenuhan Semua Kebutuhan Primer (Basic Needs) Setiap Orang Secara Menyeluruh Membantu & Mendorong Tiap Orang Untuk Memenuhi Kebutuhan- Kebutuhan Sekunder dan Tersiernya, Sesuai Kadar Kemampuannya Islam Memandang Manusia Secara Individu (Bukan Secara Kolektif) Sebagai Komunitas yg Hidup dlm Sebuah Negara Islam Memandang Manusia Terikat Dg Sesamanya dlm Interaksi Tertentu, Melalui Mekanisme Tertentu, Dg Gaya Hidup Tertentu Pula Mekanisme dlm Menjamin Pemenuhan Kebutuhan Pokok Setiap Individu Menurut Hukum Syara’ Kewajiban Bekerja Bagi Laki- Laki yg Mampu Bekerja Kewajiban Anak-Anak & Ahli Warisnya Untuk Menafkahi Dirinya & Keluarga yg Menjadi Tanggungannya Kewajiban Baitul Mal Jika Tidak Terpenuhi

46 Pembatasan Perolehan Kekayaan Untuk Memenuhi Kebutuhan Pokok, Sekunder & Tersier Melalui Mekanisme yg Khas (Menurut Syara’) Mengharamkan Produksi & Konsumsi Barang yg Hukumnya Haram, Seperti Minuman Keras Mengharamkan Riba & Segala Bentuk Transaksi yg Terkait Riba Contohnya Sebagai Seorang Muslim, Barang-Barang tsb Bukanlah Barang Ekonomi Islam Tidak Menganggap Riba Sebagai Barang Ekonomi, Baik Bagi Muslim Maupun Non-Muslim

47 Asas (Dasar Pijakan) dlm Memenuhi Berbagai Kebutuhan Tuntutan Masyarakat dlm Memenuhi Berbagai Kebutuhannya dg Memanfaatkan Harta Kekayaan Islam Menjadikan Pemenuhan Berbagai Kebutuhan (Primer, Sekunder & Tersier) dg Apa yg Dituntut Masyarakat Sebagai Dua Hal yg Beriringan & Tidak Terpisah Islam Tidak Memisahkan Jaminan Pemenuhan Kebutuhan Primer dg Masalah Mungkin-Tidaknya Pemenuhan Kebutuhan Sekunder & Tersier Islam Tidak Memisahkan Antara Manusia dg Eksistensinya Sebagai Manusia Tidak Memisahkan Eksestensinya Sebagai Manusia dg Pribadinya

48 BekerjaInilah Cara Agar Manusia Dapat Memperoleh Berbagai Kebutuhannya Baik Kebutuhan Primer, Sekunder, Maupun Tersier Mendorong Manusia Agar Bekerja, Berusaha & Mencari Rezki Hukum Wajiban Bekerja Bagi Laki-Laki yg Mampu Oleh Karena Itu, Seorang Muslim Harus Gesit Mencari Harta Kekayaan (Meskipun Banyak Rintangan) – dg Disertai Kehausan Agar Usahanya Benar-Benar Bersih & Halal Islam Membiarkan Manusia Bekerja Selama Masih Halal Di Sisi Lain, Islam Memberikan Kebebasan Kepada Manusia Untuk Membuat Uslub & Sarana-Sarana yg Dipergunakan dlm Produksi Kaidah-Kaidah Hukum Syara’ Tentang Sebab-Sebab Kepemilikan & Transaksi-Transaksinya Menyebabkan Semua Persoalan Terkait Bisa Diselesaikan, Sehingga Sangat Mempermudah Manusia dlm Memperoleh, Memanfaatkan & Mengembangkan Harta

49 Kewajiban Baitul MalIslam Menganggap Mekanisme Bekerja & Kewajiban Ahli Waris Adalah Belum Cukup dlm Menjamin Pemenuhan Kebutuhan Pokok, Membantu Pemenuhan Kebutuhan Sekunder & Tersier Adalah Kewajiban Negara Melayani Kepentingan Umat HR Bukhari, Nabi SAW Bersabda: “Imam yg Menjadi Pemimpin Manusia, Adalah (Laksana) Pengembala. Dan Hanya Dialah yg Bertanggungjawab Terhadap (Urusan) Rakyatnya.” Syara’ Memberikan Kekuasaan Kepada Negara Untuk Memungut Harta Kekayaan Tertentu Secara Tetap (Seperti Jizyah & Kharaj) Syara’ Juga Menjadikan Harta Zakat Bagian Dari Harta Baitul Mal Syara’ Juga Memberikan Wewenang Kepada Negara Untuk Memungut Harta yg Diwajibkan Kepada Seluruh Kaum Muslimin Syara’ Juga Menjadikan Kepemilikan Umum Sebagai Otoritas Negara yg Harus Dimenej Negara Wewenang yg Diberikan Syara’ Tersebut Digunakan Untuk Melayani Umat dg Menjamin Kebutuhan Pokok, Mendorong & Membantu Mereka Memenuhi Kebutuhan Sekunder & Tersier Menurut Kadar Kemampuan Mereka, Serta Membiayai Berbagai Kewajiban Negara Lainnya

50 Kaidah Umum Perekonomian Distribusi Kekayaan di Tengah-Tengah Manusia Pengelolan KepemilikanKepemilikan (Proverty) Hukum-Hukum yg Menyangkut Masalah Ekonomi Dibangun Berdasarkan Tiga Kaidah Harta Hakikatnya Adalah Milik Allah SWT Allah Menyerahkan Hak Kepemilikan Untuk Manusia Kepemilikan Individu (Private Proverty) Kepemilikan Negara (State Proverty) Kepemilikan Umum (Collective Proverty) Mengikuti Sebab- Sebab Kepemilikan & Transaksi Secara Wajar Setiap Individu Memiliki Perbedaan Kemampuan Peranan Negara Mengatur Distribusi Ekonomi Melalui Baitul Mal (Kebijakan Fiskal) Mencegah Perputaran Harta Hanya Pada Segilintir Orang Saja Melarang Penimbunan Emas & Perak (Sebagai Mata Uang) Meskipun Telah Dikeluarkan Zakatnya Terkait dg Hukum-Hukum Bermuamalah Terkait dg Hukum-Hukum Baitul Mal Secara Khusus Terkait dg Hukum-Hukum Baitul Mal & Muamalah


Download ppt "Kerangka Pikir Kajian Pengantar Sistem Ekonomi Perspektif Islam Dari Karya Besar: Taqyuddin An- Nabhani Oleh : Hidayatullah Muttaqin, SE Download Tsaqafah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google