Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Konferensi Penjadwalan Kereta Api Indonesia (GAPEKA) Pengenalan Penjadwalan dan Pengaturan Perkeretaapian yang Melibatkan Multi Operator 31 Mei 2011.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Konferensi Penjadwalan Kereta Api Indonesia (GAPEKA) Pengenalan Penjadwalan dan Pengaturan Perkeretaapian yang Melibatkan Multi Operator 31 Mei 2011."— Transcript presentasi:

1 Konferensi Penjadwalan Kereta Api Indonesia (GAPEKA) Pengenalan Penjadwalan dan Pengaturan Perkeretaapian yang Melibatkan Multi Operator 31 Mei 2011

2 2 Pendahuluan • Profil Paul Jerman – Ringkasan 30 tahun terakhir  Memiliki pengalaman di bidang perkeretaapian sejak 1978  Manajemen Pengaturan Kereta Api  Pengendalian Proyek  Pengalaman ARTC  Perluasan layanan di luar negeri

3 3 Kereta Api Australia • Pengalaman di Negara lain – Pengalaman Perkeretaapian di Australia o ARTC (Federal) o Vic(3 below rail operations) o NSW(3 below rail operations) o QR(2 below rail operations) o SA(3 below rail operations) o WA(below rail operations)

4 4 Kereta Api Australia • Saat ini, semua negara bagian memiliki penyedia infrastruktur/track (below rail operations) dan memberikan akses yang sama untuk operator kereta api dan berbagi akses pada interface untuk menciptakan operasi kereta api yang menerus.

5 5 Penjadwalan Tahunan • Pengusahaan – Apakah “inti” dari kegiatan usaha? o Memberikan akses yang adil dan bijaksana pada jaringan bagi seluruh operator kereta api o Memelihara kapasitas jaringan o Berkompetisi dengan angkutan darat, udara dan laut o Manajemen Pemeliharaan Jalur Kereta Api o Manajemen Pengaturan Kereta Api o Perolehan pendapatan

6 6 Penjadwalan Tahunan • Sekilas tentang Tanggung Jawab Penyedia Layanan – Pengelolaan Pedoman/Aturan (Rule Book Management) – Sistem dan Standar untuk memenuhi kepatuhan terhadap Peraturan – Hak “Akses” – Manajemen Pengaturan Kereta Api – Pengelolaan Kondisi darurat

7 7 Penjadwalan Tahunan • Sekilas tentang Tanggung Jawab Pengguna – Kepatuhan terhadap Pedoman/Aturan – Kepatuhan terhadap Sistem dan Standar – Persetujuan terhadap peraturan untuk pengoperasian – Pemeliharaan jalur kereta api yang telah diberikan – Pengelolaan Kondisi Darurat

8 8 Penjadwalan Tahunan • Sekilas tentang Fase Penjadwalan – Rencana Jangka Panjang o 12 bulan hingga 2 minggu sebelum penerapan jadwal o Membentuk basis kapasitas jaringan dengan jalur yang terjamin – Rencana Jangka Pendek o 2 minggu hingga 24 jam sebelum penerapan jadwal o Kesepakatan atas kepemilikan, perubahan dan kepemilikan terakhir – Operasi Saat Ini o 24 jam untuk penerapan o Menjalankan rencana (kendali kereta api)

9 9 Penjadwalan Tahunan • Jenis Jalur Kereta Api – Premium o Biaya minimum (flag fall) dan biaya pengeluaran (fee) tinggi o Jalur kereta api dijamin ketersediannya o Kereta api akan diprioritaskan o Digunakan untuk Penumpang dan layanan barang yang prioritas – Reguler o Biaya minimum dan biaya pengeluaran sedang o Jalur kereta api dijamin ketersediaannya o Prioritas yang akan diberikan tidak berpengaruh pada jalur Premium o Digunakan untuk operasi layanan barang berkecepatan rendah – Ad-Hoc o Terendah untuk semua biaya o Jalur kereta api tidak dijiamin ketersediaannya o Seluruh layanan lain akan diprioritaskan o Secara normal diadakan selama fase jangka pendek penjadwalan

10 10 Penjadwalan Tahunan  Ketentuan awal dan pertukaran informasi  Persyaratan untuk Pengguna (user)  Harus sanggup melunasi kewajiban (solvent)  Harus memiliki persetujuan dari regulator untuk beroperasi sebagai jalur kereta api  Harus memiliki peralatan memadai yang dibutuhkan untuk pengoperasian di jalur kereta api  Harus memiliki sarana perkeretaapian (rolling stock) yang layak jalan untuk memenuhi persyaratan jaringan kereta api  Harus memiliki kapasitas untuk memenuhi jadwal yang telah diminta

11 11 Penjadwalan Tahunan  Ketentuan awal dan pertukaran informasi  Persyaratan bagi Penyedia (provider)  Harus dapat memberikan ketersediaan lintasan yang memadai  Harus memiliki kapasitas jaringan  Sebagian besar sistem mempunyai ketentuan koridor yang rinci seperti beban gandar dan kecepatan yang diijinkan  Harus memberikan karakteristik jalur dan jaringan  Harus dapat memberikan biaya yang indikatif (pendapatan penumpang ditambah tonase bruto per kilometer atau flag fall plus gross tonne per kilometre)

12 12 Penjadwalan Tahunan • Proses “Akses” – Memenuhi ketentuan awal dan pertukaran informasi – Penyampaian “Akses” terhadap Jaringan – Proposal “Akses” – Negosiasi untuk persetujuan “akses” (access agreement) – Prosedur sengketa (dispute)

13 13 Penjadwalan Tahunan  Mempersiapkan Proposal “Akses”  Poin Utama  Penjadwalan kereta api seharusnya hanya dapat dimodifikasi sekali atau dua kali dalam setahun  Kapasitas jaringan harus dipantau secara berkesinambungan  Sistem penjadwalan untuk mendukung pemodelan sistem dan pengembangan rencana harus digunakan Contoh: Rail//Sys Management System  Pengguna baru dapat memiliki jalur yang permanen tetapi tidak dapat diintegrasikan ke dalam penjadwalan sampai dengan review berikutnya.  Dampak terhadap pengguna lainnya membutuhkan negosiasi

14 14 Penjadwalan Tahunan • Melengkapi Persetujuan “Akses” (Access Agreement) – Operator kereta api akan mengoperasikan kereta api sesuai dengan perjanjian (agreement) dan kondisi penyedia layanan – Penyedia layanan akan memastikan bahwa kereta api yang beroperasi pada jalur kereta api akan disediakan akses yang adil dan bijaksana – Operasi kereta api dirinci dalam Manajemen Penjadwalan (Operasi Eksisting)

15 15 Penjadwalan Tahunan • Siklus Pemeliharaan – Tergantung pada jenis operasi kereta api yang dipengaruhinya akan menentukan tingkat perencanaan untuk gangguan – Siklus pemeliharaan utama yang mengakibatkan matinya jaringan, harus direncanakan sebagai bagian dari review penjadwalan dan termasuk dalam rencana perkeretaapian – Dampak terhadap operator kereta api perlu dinegosiasikan dengan baik untuk mendapatkan “hasil terbaik” bagi semua pihak

16 16 Penjadwalan Tahunan • Pemeliharaan Reguler dan Darurat – Bagian dari pengembangan Rencana Kereta Api Jangka Pendek – Dampak tersebut tetap memerlukan negosiasi dengan operator kereta api untuk memungkinkan perubahan penjadwalan – Sebaiknya dilakukan selama periode tidak sibuk yang praktis sesuai keadaan darurat

17 17 Penjadwalan Tahunan • Tantangan Lainnya – Persyaratan akses pada Pihak Ketiga o New private sidings o Sarana o Penyedia layanan interface o Pengelolaan perubahan jaringan

18 18 Penjadwalan Tahunan Pertanyaan

19 19 Operasi Saat Ini Penyampaian Penjadwalan

20 20 Operasi Saat Ini • Struktur – Pengelolaan kendali kereta api memerlukan personil penghubung “Operasi Saat Ini” yang dapat bernegosiasi dengan operator kereta api terkait dengan prioritas dan perubahan terhadap rencana kereta api. – Personil tersebut bertugas menyampaikan jadwal, misalnya pengelola pertukaran kendali kereta api (the train control shift manager). – Operasi eksisting adalah ’Cash Register' dari penyedia infrastruktur/track (below rail operations).

21 21 Operasi Saat Ini • Konflik – Pengelola yang telah ditugaskan akan memecahkan konflik jadwal kereta api yang akan dialami selama implementasi rencana kereta api – Perubahan harus dinegosiasikan dan disampaikan kepada pengguna untuk memastikan bahwa pengguna dapat membuat perubahan yang diperlukan untuk operasi kereta api pengguna – Keputusan terhadap perubahan jadwal dibuat sejalan dengan matriks perjalanan kereta api yang merupakan bagian dari aturan persetujuan akses (access agreement).

22 22 Operasi Saat Ini • Prioritisasi Kereta Api – Tujuan dari penyedia kendali kereta api adalah: o Jika kereta api memasuki jaringan lebih awal, penyedia memastikan kereta api keluar tepat pada waktunya o Bila kereta api keluar dari jaringan tepat waktu, maka perlu dipastikan bahwa kereta api tersebut keluar dari jaringan tepat pada waktunya o Bila kereta api terlambat memasuki jaringan, maka dapat dikategorikan sebagai 'tidak sehat' dan akan dioperasikan dengan memastikan kereta api tersebut tidak berdampak pada layanan tepat waktu, namun usaha keras harus dibuat untuk memastikan waktu keluar yang tepat waktu.

23 23 Operasi Saat Ini o Bila kereta api kehilangan waktu di perjalanan yang diakibatkan dari operator kereta, maka hal itu dapat digolongkan sebagai hal yang ‘tidak sehat’ dan akan dioperasikan dengan memastikan bahwa hal itu tidak berpengaruh dengan layanan yang tepat waktu, bagaimanapun juga usaha keras harus dibuat untuk waktu keluar kereta api yang tepat waktu. o Bila kereta api kehilangan waktu yang diakibatkan dari masalah Jaringan, pertimbangkan hal ketepatan waktu dan usaha keras yang harus dibuat untuk waktu keluar yang tepat waktu. o Sementara jadwal kereta api harus dijaga sesuai dengan rutenya, memanipulasi ketersediaannya dapat mencapai waktu keluar yang tepat waktu

24 24 Operasi Saat Ini • Pemantauan dan Pelaporan – Struktur pertemuan pelanggan – Indikator Kinerja Utama dapat dikembangkan pada: o Pelaksanaan tepat waktu o Pelaksanaan cadangan untuk penyedia dan pengguna o Kedatangan yang terlambat dan keluar yang tepat waktu o Kedatangan yang tepat waktu dan keluar yang terlambat o Keseluruhan kinerja kereta api Dan diukur terhadap kemampuan keseluruhan dari rencana kereta api.

25 25 Operasi Saat Ini • Sistem Penalti – Harapan masyarakat, menetapkan penyebab dan ‘meluluskannya’ – Dampak terhadap ‘Below Rail Operation’ – Tidak biasa untuk operasi layanan barang dengan tingkat tinggi – – Membentuk proses sebagai bagian dari negosiasi Persetujuan “Akses” (access agreement)

26 26 Operasi Saat Ini • Kecelakaan dan Asuransi – Operator kereta api harus menyediakan asuransi yang memadai yang memastikan bahwa semua biaya yang berhubungan dengan kecelakaan dapat diselesaikan – Investigasi kecelakaan dilakukan oleh penyedia dan pengguna jaringan. – Pengguna jaringan bertanggungjawab terhadap pembenahan jaringan untuk memungkinkan perbaikan di lahan right-of-way – Penyedia jaringan bertanggungjawab dalam pembenahan right- of-way

27 27 Operasi Saat Ini – Kedua belah pihak harus menyepakati rencana “Respon Kejadian” untuk mengatasi insiden tersebut. – Keputusan hasil investigasi akan menetapkan penyebab dan penanggung jawab terhadap biaya yang terjadi. Cukup sering di lokasi kejadian mendapati pengguna menginvestigasi kesalahan rel, dan penyedia jaringan mencari kesalahan gerbong!!!!

28 28 Operasi Saat Ini • Pengelolaan Kerusakan Kereta – Operator kereta api bertanggungjawab terhadap pengaturan pembebasan jaringan apabila kereta tidak beroperasi. – Terdapat aturan untuk pemulihan yang cepat, dan cukup lazim bagi pengguna dan operator kereta untuk mengupayakan operator kereta alternatif untuk membantu mengatasi insiden. – Penyedia bertanggungjawab untuk membuat perubahan jaringan yang diperlukan agar operasi berjalan normal.

29 29 Operasi Saat Ini • Mengelola “Akses” menuju Jaringan – Operator kereta tidak diperbolehkan mengakses jaringan kecuali o Ada persetujuan untuk mengoperasikan o Bahwa penyedia memiliki detail kereta api yang dibutuhkan dalam sistem pelaporan o Bahwa kereta api dalam keadaan sudah siap dijalankan dan akan beroperasi tanpa hambatan o Bahwa penyedia dapat mengizinkan kereta api untuk beroperasi secara efektif ke tujuannya o Bahwa pengoperasian kereta api dapat dimasukkan dalam sistem pencatatan penghasilan

30 30 Pengumpulan Pendapatan • Sistem pengumpulan pendapatan digunakan untuk mengambil semua hasil layanan kereta api yang beroperasi atas jaringan. • RAMS adalah sistem umum yang digunakan di Australia oleh sebagian besar operator kereta api dan memiliki banyak keunggulan. • Sistem terpilih dibutuhkan untuk memungkinkan pengguna kereta api untuk memasuki detail kereta api secara otomatis dan hal ini seharusnya bukan menjadi tugas dari penyedia • Pelaksanaan kereta api secara progresif dimasukkan ke dalam sistem pelaporan oleh pengendali kereta api. • Sistem juga meliputi penundaan kereta api dan penjadwalan kereta api yang merupakan bagian dari proses Pelaporan.

31 31 Operasi Saat Ini • Detail dari pelaksanaan kereta api kemudian disusun dalam sistem dan ditransfer ke sistem penghasilan masing-masing untuk proses penagihan terhadap operator kereta. • Biaya (Fee) sesuai biaya minimum (flag fall) dan tingkat “bruto dari tonase per kilometer”.

32 32 Tantangan Lainnya • Siapa yang sebenarnya menjalankan jaringan, penyedia atau operator kereta? • Saat kereta api ada di dalam jaringan, ini dimaksudkan untuk beroperasi • Kereta api harus masuk dan keluar tepat pada waktunya • Penggunaan dari Provider operated sidings (demurrage)

33 33 Operasi Saat Ini Pertanyaan


Download ppt "Konferensi Penjadwalan Kereta Api Indonesia (GAPEKA) Pengenalan Penjadwalan dan Pengaturan Perkeretaapian yang Melibatkan Multi Operator 31 Mei 2011."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google