Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BENGKEL MOBIL BERBASIS WEB (STUDI KASUS PT. SURYA KENCANA) Oleh : Firzaldy Hanaf ­­

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BENGKEL MOBIL BERBASIS WEB (STUDI KASUS PT. SURYA KENCANA) Oleh : Firzaldy Hanaf ­­"— Transcript presentasi:

1 RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BENGKEL MOBIL BERBASIS WEB (STUDI KASUS PT. SURYA KENCANA) Oleh : Firzaldy Hanaf ­­

2 Abstract PT. Surya Kencana is a company engaged in automobile repair service that is located in the area Dharmahusada. PT. Surya Kencana has been operating since In the process of serving the customers who came to fix their car or take, PT Surya Kencana experienced varios constraints in conducting a transaction. Among them are customer data collection and payment of a transaction that was carried out using these records in a book that may cause the transaction process os hampered. PT. Surya Kencana want any information required by the customer which can be accessed anywhere and anytime fast and accurately. It will therefore be an auto repair information system based on web at PT. Surya Kencana. With the existence of this system is expected to PT. Surya Kancana can solve these problems and to improve service to customers. From the results of implementation, showed that the use of information system applications web-based car garage has been successfully and in accordance with the needs of the business processes demanded by PT. Surya Kencana and needs of customers who want to get information quickly and accurately. Keywords : Automobile repair, Information Systems

3 PT.Surya Kencana adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa yaitu perbaikan mobil yang terletak di daerah Dharmahusada. PT Surya Kencana telah beroperasi sejak tahun Saat ini PT. Surya Kencana memiliki kurang lebih 20 karyawan tetap dan kurang lebih 40 karyawan tidak tetap. PT. Surya Kencana setiap harinya mempunyai cukup banyak pelanggan yang datang untuk memperbaiki mobilnya. Rata- rata mobil yang diperbaiki dibengkel tersebut kurang lebih 5-10 mobil perharinya. Mobil yang telah diperbaiki oleh bengkel tersebut berasal dari berbagai jenis mobil atau tipe mobil yang berbeda-beda. Perbaikan yang dilakukan oleh PT Surya Kencana adalah perbaikan body dan sassis, mesin, sistem elektrik, onderstel, pengecatan dan pengelasan mobil. Dalam proses melayani pelanggan yang datang untuk memperbaiki atau mengambil mobil mereka PT. Surya Kencana mengalami berbagai kendala dalam melakukan sebuah transaksi. Transaksi tersebut terkadang tidak berjalan sesuai rencana yang menyebabkan berbagai keluhan pelanggan. Diantaranya adalah pencatatan data pelanggan dan pembayaran sebuah transaksi yang masih dilakukan dengan menggunakan pencatatan-pencatatan didalam sebuah buku yang dapat menyebabkan proses transaksi tersebut terhambat. Didalam memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pelanggan, PT. Surya Kencana masih sangatlah kurang. Pemberian informasi tersebut hanya dapat diberikan jika terdapat pelanggan yang menanyakan melalui telepon ataupun secara langsung. Selain itu, pemberian informasi tersebut tidak dapat diberikan saat itu juga karena harus mencari satu persatu yang dapat menyebabkan keluhan pelanggan. Oleh karena itu, PT. Surya Kencana menginginkan suatu informasi yang dibutuhkan oleh pelanggan yang dapat di akses dimana saja dan kapan saja secara cepat dan tepat. Informasi-informasi yang dibutuhkan pelanggan tersebut seperti jadwal perawatan mobil, jadwal pengambilan, dan rincian pembayaran. Dari permasalahan yang telah dijabarkan sebelumnya, PT. Surya Kencana membutuhkan suatu sistem informasi sebagai alat bantu untuk memberikan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah tersebut. Oleh karena itu akan dibuat suatu sistem informasi bengkel mobil berbasis web pada PT. Surya Kencana. Dengan adanya sistem ini diharapkan PT. Surya Kencana dapat menyelesaikan masalah tersebut dan dapat meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan.

4 LANDASAN TEORI

5 Bengkel Pada kondisi tertentu, kendaraan bermotor memerlukan perawatan atau perbaikan. Perawatan dan perbaikan kendaraan harus dilakukan agar umur pakai kendaraan lebih panjang atau paling tidak sama dengan umur pakai yang telah diprediksikan dan dirancang oleh pabrik pembuat. Meskipun demikian, perawatan dan perbaikan kendaraan bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Hal tersebut memerlukan pengetahuan khusus. Untuk memperoleh pengetahuan tersebut, tentu saja dibutuhkan kemauan dan waktu. Namun sebagian besar pemilik kendaraan bermotor biasanya merasa dirinya tidak memiliki kedua hal tersebut. Berdasarkan hal tersebut,terbuka peluang bagi pihak lain yang memiliki kahlian dan peralatan kerja di bidang kendaraan bermotor (otomotif) untuk membuka usaha perbengkelan. Terjadilah transaksi antara orang yang membutuhkan perawatan atau perbaikan di bidang otomotif dan mereka yang memiliki keahlian serta peralatan di bidang tersebut. Hal ini dilakukan di bengkel otomotif. Bengkel mobil diklasifikasikan berdasarkan dua kriteria, yaitu fasilitas playanan dan skala usaha yang dijalankan (Meliputi jumlah tenaga kerja, modal, dan kapasits kerja).

6 Bengkel Berdasarkan fasilitas pelayanan, bengkel mobil dapat dibedakan menjadi empat, yaitu: 1. Bengkel Dealer Bengkel dealer merupakan bagian dari dealer otomotif yang memberikan pelayanan purnajual kepada konsumen. Bengkel jenis ini biasanya hanya melayani kendaraan dengan merek tertentu yang dijual di dealer tersebut. Pelayanan yang ditawarkan oleh bengkel dealer meliputi perawatan rutin hingga perbaikan yang memerlukan penggantian suku cadang. Bengkel jenis ini biasanya terdiri dari beberapa bagian khusus yang memberikan pelayanan perawatan atau perbaikan tertentu pada komponen mobil (mesin, balancing, body repair, dan sebagainya). Oleh karena itu, teknisi yang bekerja di bengkel ini juga memiliki spesialisasi tertentu dan dilengkapi peralatan yang mendukung pekerjaan.

7 Bengkel 2. Bengkel Pelayanan Umum Bengkel pelayanan umum merupakan bengkel independen yang mampu melakukan perawatan dan perbaikan beberapa komponen mobil. Bengkel Semacam in dapat dipandang sebagai beberapa bengkel khusus yang menggabungkan diri menjadi sebuah bengkel yang lebih besar. Berbeda dengan bengkel dealer, bengkel ini bukan merupakan bagian dari dealer otomotif. Oleh karena itu, pelayanan yang diberikan bengkel ini tidak ditujukan untuk pelayanan purnajual sebuah produk otomotif. Selain itu, bengkel pelayanan umum biasanya memberikan pelayanan perawatan dan perbaikan untuk berbagai merek kendaraan.

8 Bengkel 3. Bengkel Pelayanan Khusus Bengkel pelayanan khusus adalah bengkel otomotif yang memiliki spesialisasi dalam hal perawatan dan perbaikan salah satu elemen mobil. Sebagai contoh bengkel reparasi bodi, radiator, AC, spooring dan balancing, dan sebagainya. Spesialisasi yang dilakukan oleh bengkel tersebut menuntut peralatan khusus sesuai dengan jenis operasi yang akan dilakukan. Bagian terpenting dari bengkel pelayanan khusus adalah spesialisasi keahlian tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi pekerjaan yang akan dilakukan. 4. Bengkel Unit Keliling Bengkel unit keliling memberikan pelayana berupa perbaikan yang dilakukan di lokasi mobil konsumen. Bengkel jenis ini terdiri dari beberapa buah mobil van dan derek yang secara periodik berpatroli di daerah tertentu, atau kadang- kadan menerima panggilan untuk memberi pelayanan kepada konsumen.

9 Bengkel Berdasarkan skala usaha yang dijalankannya, bengkel mobil dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: 1. Bengkel Kecil Bengkel kecil adalah bengkel yang meliputi bengkel skala garasi rumah dengan satu sampai lima orang pekerja, hingga bengkel permanen dengan tenaga kerja hingga 19 orang (definisi Biro Pusat Statistik tentang Usaha Kecil). 2. Bengkel Besar Biro Pusat Statistik mengklasifikasikan usaha besar sebagai usaha yang mempekerjakan lebih dari 20 orang. Berdasarkan hal tersebut, sebuah bengkel dapat diklasifikasikan sebagai bengkel besar apabila memiliki pegawai lebih dari 20 orang. Bengkel besar dapat diklasifikasikan berdasarkan aset yang dimilikinya. Biasanya, orang-orang juga mengklasifikasikan bengkel besar apabila dilengkapi peralatan canggih sebagai peralatan kerjanya.

10 SISTEM Menurut Herlambang (2005:116), definisi sistem dapat dibagi menjadi dua pendekatan, yaitu pendekatan secara prosedur dan pendekatan secara komponen. Berdasarkan pendekatan prosedur, sistem didefinisikan sebagai kumpulan dari beberapa prosedur yang mempunyai tujuan tertentu. Sedangkan berdasarkan pendekatan komponen, sistem merupakan kumpulan dari komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam perkembangan sistem yang ada, sistem dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Sistem terbuka merupakan sistem yang dihubungkan dengan arus sumber daya luar dan tidak mempunyai elemen pengendali. Sedangkan sistem tertutup tidak mempunyai elemen pengontrol dan dihubungkan pada lingkungan sekitarnya.

11 SISTEM INFORMASI Menurut Hartono (1990;1), terdapat dua kelompok pendekatan di dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan suatu sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat- sifat yang tertentu, yaitu mempunyai komponen- komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah dan sasaran atau tujuan.

12 SISTEM INFORMASI Komponen sistem merupakan bagian-bagian dari sistem yang saling berhubungan dan menjadi satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau sub-sub sistem ini memiliki karakteristik tersendiri dan menjalankan suatu fungsi tersendiri. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut dengan supra system (Hartono:1990;4). Misalnya sekolah dapat disebut sebagai sistem dan pendidikan yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut sebagai supra system. Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

13 SISTEM INFORMASI Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem (Hartono:1990;4). Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari suatu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran dari suatu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem yang lainnya melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

14 SISTEM INFORMASI Masukkan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa sinyal atau berupa masukan perawatan. Masukan sinyal adalah energi yang dimasukkan yang nantinya akan diolah dan menghasilkan sesuatu. Sedangkan masukan perawatan adalah energi yang digunakan untuk melakukan suatu proses atau dengan kata lain energi yang menjamin suatu proses dapat berjalan. Keluaran sistem dapat dibedakan menjadi dua yaitu keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat dijadikan sebagai masukan dari subsistem yang lainnya. Pengolah sistem adalah bagian dari setiap sistem dan subsistem yang akan mengolah masukan sehingga menjadi keluaran, baik yang berguna maupun menjadi sisa.

15 SISTEM INFORMASI Suatu sistem pasti mempunyai tujuan ataupun sasaran yang ingin dicapai. Jika suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran sistem sangat menentukan masukan apa yang diperlukan serta keluaran apa yang harus dihasilkan. Suatu sistem dikatakan berhasil jika mengenai sasaran yang ingin dicapai. Karakteristik sistem dapat digambarkan seperti Gambar 1 : Gambar 1 Karakteristik Sistem (Hartono, Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur)

16 PERANCANGAN SISTEM Setelah dilakukan analisa terhadap sistem, langkah berikutnya perancangan sistem. Dimana dalam perancangan sistem ini dapat memberikan tentang gambaran sistem yang dibuat.

17 Blok Diagram Gambar 2 Blok Diagram Website Sistem Informasi Bengkel. Desain umum sistem menggambarkan bentuk rancang bangun website Sistem Informasi Bengkel. User(Bukan Member) dapat melihat informasi di dalam website Sistem Informasi Bengkel, kecuali informasi pelanggan. Karena informasi pelanggan hanya dapat diakses oleh pelanggan yang sudah terdaftar pada website Sistem Informasi Bengkel. Pelanggan yang telah terdaftar dapat melihat informasi mobil, mengubah password, melihat histori mobil yang telah dilakukan servis, melihat data mobil servis, dan melihat rincian pembayaran. Penerima Tamu bertindak sebagai maintenance berita, data pelanggan, data mobil,data kerusakan, pembuatan acuan kerja dan transaksi servis. Bagian Gudang dapat melakukan maintenance barang, supplier, membuat bukti pengeluaran barang, membuat daftar pemesanan barang, pencatatan pembelian barang. Bagian kasir dapat membuat faktur pembayaran servis. Sedangkan Pemilik, dapat melakukan daftar admin, mengubah status berita yang akan ditampilkan di website Sistem Informasi Bengkel, melihat laporan pembelian, laporan pendapatan, laporan stok barang, laporan histori barang, dan pertimbangan supplier seperti pada gambar 2.

18 Context Diagram Context Diagram adalah tinkatan tertinggi dalam diagram aliran data dan hanya memuat satu proses, menunjukkan sistem secara keseluruhan. Context diagram sistem informasi bengkel mobil berbasis web pada PT. Surya Kencana yang terdapat pada gambar 3 terdiri dari empat external entity, yaitu montir, supplier, pemilik dan pelanggan.

19 Context Diagram Gambar 3 Context Diagram Sistem Informasi Bengkel Mobil Berbasis Web Pada PT. Surya Kencana.

20 Data Flow Diagram Level 0 Gambar 4 DFD Level 0 Sistem Informasi Bengkel Mobil Berbasis Web Pada PT. Surya Kencana.

21 Data Flow Diagram Level 0 Pada gambar 4 terlihat bahwa DFD level 0 menjelaskan proses yang terdapat dalam sistem informasi bengkel mobil berbasis web pada PT.Surya Kencana. Proses tersebut terdiri dari tiga proses yaitu, proses mengelola data master, proses melakukan transaksi, dan proses membuat laporan.

22 HASIL DAN PEMBAHASAN

23 Tampilan Awal Tampilan awal akan tampil ketika pertama kali website dijalankan. Form ini menampilkan menu login, profil perusahaan, servis, berita, saran dan kritik, dan kontak. Menu-menu tersebut terletak di bagian atas website. Pada tampilan awal terdapat penjelasan sedikit tentang PT. Surya Kencana, dan terdapat berita-berita seputar otomotif dan promosi-promosi yang ada. Tampilan awal website sistem informasi bengkel mobil berbasis web pada PT.Surya Kencana tampak pada Gambar 5 sebagai berikut :

24 Tampilan Awal Gambar 5 Tampilan Awal.

25 Tampilan Awal Fungsi menu-menu yang ada pada halaman tampilan awal seperti yang terlihat pada Gambar 5 adalah sebagai berikut:  Halaman Utama : Menampilkan profil perusahaan, berita dan kontak.  Menu Login : Menampilkan menu login agar dapat masuk kedalam website sesuai dengan jabatan.  Menu Profil Perusahaan : Menampilkan form baru yang menjelaskan tentang profil perusahaan PT. Surya Kencana.  Menu Servis : Menampilkan form baru yang menjelaskan tentang servis apa saja yang dapat dilakukan oleh PT. Surya Kencana.  Menu Berita : Menampilkan form baru untuk dapat melihta berita- berita yang telah ada.  Menu Saran dan Kritik : Menampilkan form baru yang dapat di isi oleh pelanggan sebagai masukan untuk PT. Surya Kencana.  Menu Kontak : Menampilkan form yang menampilkan kontak PT. Surya Kencana.

26 Form Transaksi Keluhan Gambar 6 Form Transaksi Keluhan Servis Pelanggan. Gambar 6 merupakan form transaksi keluhan yang digunakan untuk menyimpan data transaksi keluhan pelanggan. Pada Form ini akan menghasilkan acuan kerja yang akan diberikan kepada pelanggan dan montir.

27 Form Transaksi Pengeluaran Barang Gambar 7 Form Transaksi Pengeluaran Barang. Gambar 7 merupakan form transaksi pengeluaran barang yang digunakan untuk menyimpan data pengeluaran barang yang akan digunakan untuk servis. Pada Form ini akan menghasilkan bukti pengeluaran barang yang akan diberikan kepada montir.

28 Form Transaksi Pencatatan Servis Gambar 8 Form Transaksi Servis. Gambar 8 merupakan form transaksi pencatatan servis yang digunakan untuk menyimpan data servis yang dilakukan pada mobil yang telah selesai diservis.

29 Form Pembayaran Servis Gambar 9 Form Transaksi Pembayaran Servis. Gambar 9 merupakan form pembayaran servis yang digunakan untuk mempermudah bagian kasir dalam melayani pelanggan yang akan membayar transaksi servis.

30 Form Pembuatan Daftar Pemesanan Barang Gambar 10 Form Daftar Pemesanan Barang. Gambar 10 merupakan form pembuatan daftar pemesanan barang yang digunakan untuk mempermudah bagian gudang dalam membuat daftar barang yang akan dipesan.

31 Form Pencatatan Transaksi Pembelian Gambar 11 Form Transaksi Pembelian Barang. Gambar 11 merupakan form transaksi pembelian yang digunakan untuk mencatat barang yang telah dibeli dan masuk kedalam gudang.

32 Kecepatan Menampilkan Informasi Tabel 1 Kecepatan Menampilkan Informasi. Kecepatan menampilkan informasi ini berguna untuk mengetahui kecepatan menampilkan informasi yang sesuai untuk pelanggan dengan menggunakan beberapa skenario koneksi internet yang telah di-hosting pada Sesuai dengan Tabel 1 didapatkan bahwa kecepetan rata-rata secara umum untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan oleh pelanggan adalah 2.99 detik.

33 Ketepatan Aplikasi Ketepatan aplikasi menggunakan uji validasi yang ditujukan kepada pengguna aplikasi, yaitu: 1. Pemilik Berdasarkan hasil angket untuk 7 pertanyaan yang diberikan kepada pemilik didapatkan pernyataan bahwa bagian pemilik menyetujui kesesuaian dari form laporan pendapatan perbulan dan pertahun, laporan pembelian perbulan dan pertahun, laporan stok barang, laporan histori barang perbulan, dan laporan pemesanan tidak sesuai. 2. Penerima Tamu Berdasarkan hasil angket untuk 12 pertanyaan yang diberikan kepada penerima tamu didapatkan pernyataan bahwa bagian penerima tamu menyetujui kesesuaian dari form data pelanggan, form data mobil, form data servis, form pembuatan acuan kerja, acuan kerja versi cetak, dan pencatatan servis.

34 Ketepatan Aplikasi Ketepatan aplikasi menggunakan uji validasi yang ditujukan kepada pengguna aplikasi, yaitu: 3. Bagian Gudang Berdasarkan hasil angket untuk 13 pertanyaan yang diberikan kepada bagian gudang didapatkan pernyataan bahwa bagian gudang menyetujui kesesuaian dari form data supplier, form data barang, form pengeluaran barang, bukti pengeluaran barang versi cetak, pembuatan daftar pemesanan barang, daftar pemesanan barang versi cetak, dan pencatatan pembelian barang. 4. Bagian Kasir Berdasarkan hasil angket untuk 2 pertanyaan yang diberikan kepada bagian kasir didapatkan pernyataan bahwa bagian kasir menyetujui kesesuaian dari form pembayaran servis.

35 Ketepatan Informasi Untuk Pelanggan Tabel 2 Uji Coba Ketepatan Informasi Untuk Pelanggan. Ketepatan informasi yang diberikan untuk pelanggan dengan menggunakan angket didapatkan bahwa informasi-informasi yang dibutuhkan oleh pelanggan telah sesuai. Berdasarkan Tabel 2 didapatkan bahwa uji validasi yang diberikan kepada 25 orang telah sesuai.

36 Analisa Hasil Uji Coba Sistem Analisa hasil uji coba dari keseluruhan uji yang dilakukan akan menentukan kelayakan dari fitur dasar sistem berdasarkan desain yang telah dibuat. Fitur-fitur dasar sistem disebut layak apabila keseluruhan hasil uji coba ini sesuai dengan output yang diharapkan. Pada uji coba yang telah dilakukan pada fitur-fitur dasar sistem seperti tampak pada uji coba 1 sampai dengan uji coba 152 dan uji coba berdasarkan angket yang telah disebarkan dapat disimpulkan bahwasannya fitur-fitur dasar tersebut telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan proses bisnis pada PT. Surya Kencana dan kebutuhan pelanggan yang ingin mendapatkan informasi secara cepat dan tepat.

37 KESIMPULAN

38 Setelah dilakukan uji coba dan evaluasi terhadap aplikasi Sistem Informasi Bengkel Mobil Berbasis Web pada PT. Surya Kencana ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1.Aplikasi yang dibuat telah sesuai dengan kebutuhan proses bisnis pada PT.Surya Kencana, antara lain : a.Bagian Penerima Tamu Aplikasi yang dibuat dapat mendukung bagian penerima tamu untuk mencatat keluhan, menghasilkan acuan kerja dan mencatat transaksi servis dengan baik dan sesuai. b.Bagian Gudang Aplikasi yang dibuat dapat mendukung bagian gudang untuk membuat bukti pengeluaran barang, membuat daftar pemesanan barang, dan mencatat transaksi pembelian barang dengan baik dan sesuai.

39 KESIMPULAN 2.Aplikasi yang dibuat telah dapat memberikan informasi secara cepat dengan kecepatan rata-rata 2.99 detik dan tingkat kesesuaian informasi- informasi yang diberikan dengan kebutuhan pelanggan didapatkan bahwa aplikasi tersebut telah sesuai. Dimana kesesuain tersebut didapatkan dari hasil angket yang telah diberikan kepada 25 orang yang menyatakan bahwa informasi-informasi yang didapatkan telah sesuai. c.Bagian Kasir Aplikasi yang dibuat dapat mendukung bagian kasir untuk membuat bukti transaksi servis dengan baik dan sesuai. d.Pemilik Aplikasi yang dibuat telah menghasilkan laporan-laporan dengan baik dan sesuai.

40 DAFTAR PUSTAKA  Darmayuda, Ketut, 2009, Pemrograman Aplikasi Database dengan Microsoft Visual Basic.Net 2008, Informatika, Bandung.  Hartono, Jogiyanto, 1990, Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur, Andi Offset, Yogyakarta.  Herlambang, Soendoro, dan Haryanto Tanuwijaya, 2005, Sistem Informasi: konsep, teknologi, dan manajemen, Graha Ilmu, Yogyakarta.  Kendall, dan Kendall, 2003, Analisis dan Perancangan Sistem Jilid 1, Prenhallindo, Jakarta.  Kendall, dan Kendall, 2003, Analisis dan Perancangan Sistem Jilid 2, Prenhallindo, Jakarta.  Marlinda, Linda, S.Kom, 2004, Sistem Basis Data, ANDI OFFSET, Yogyakarta.  NN, 2009, Shortcourse SQL Server 2008 Express, Andi Offset, Yogyakarta.  Tim KSS, 2007, Mengelola Bengkel Mobil, Dinamika Media, Jakarta.


Download ppt "RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BENGKEL MOBIL BERBASIS WEB (STUDI KASUS PT. SURYA KENCANA) Oleh : Firzaldy Hanaf ­­"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google