Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sekolah Pascasarjana IPB Senin, 28 Juli 2009 UJIAN TESIS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sekolah Pascasarjana IPB Senin, 28 Juli 2009 UJIAN TESIS."— Transcript presentasi:

1

2 Sekolah Pascasarjana IPB Senin, 28 Juli 2009 UJIAN TESIS

3 STRATEGI PENINGKATAN MUTU DAN KEAMANAN PRODUK OLAHAN MARKISA DI PT. PINTU BESAR SELATAN, SUMATERA UTARA DUMASARI SIREGAR F SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 DOSEN PEMBIMBING : PROF.DR.IR. ENDANG GUMBIRA SA’ID, MA.DEV IR. FAQIH UDIN, MSc

4 Latar Belakang Strategi Peningkatan Mutu

5 Keamanan Pangan • International Conference on Nutrition (1992) Deklarasi Roma : mendapatkan pangan yang aman, bermutu dan bergizi hak setiap orang. • UU No.8 Tahun 1999 (Perlindungan Konsumen) : menjamin hak-hak konsumen untuk mendapatkan produk yang aman dan bermutu. • UU No.7 Tahun 1996 (Pangan) : mewajibkan setiap orang yang terlibat dalam penyediaan pangan untuk menjamin keamanan pangan yang diproduksi atau diedarkannya.

6 Tujuan Penelitian S trategi peningkatan mutu produk olahan buah markisa berdasarkan sistem manajemen mutu (SMM) dan sistem manajemen keamanan pangan (SMKP), yang diharapkan dapat meningkatkan dan menjamin mutu produk olahan buah markisa yang aman dan sesuai dengan keinginan dan harapan konsumen, khususnya produk olahan buah markisa di Brastagi dan Medan.

7 Ruang Lingkup  Proses produksi markisa sampai dengan pembotolan, pengemasan dan pelabelan.  Survei konsumen terhadap mutu produk.  Penerapan sistem manajemen keamanan pangan (SMKP) HACCP.  Faktor-faktor internal dan eksternal Perusahaan yang mempengaruhi mutu produk.  Strategi peningkatan mutu.

8 Kegunaan Penelitian 1.Sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan mutu bagi industri olahan markisa di Brastagi dan Medan. 2.Sebagai alat bantu bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menetapkan sistem jaminan dan keamanan mutu sari buah dan konsentrat markisa serta program strategi dalam pengembangan industri olahan markisa. 3.Memberikan kontribusi pemikiran dalam peningkatan mutu, pengendalian mutu dan kebijakan perusahaan mengenai Sistem Manajemen Mutu (SMM), Sistem Manajemen Keamanan Pangan (SMKP), dan strategi peningkatan mutu sari buah markisa dan konsentrat.

9 Penelitian Terdahulu Muliana (1998), meneliti mengenai manajemen mutu pada perusahaan agribisnis susu di PT. Fajar Taurus dengan menggunakan sistem PHA (Proses Hirarki Analitik). Nirang (1997), meneliti tentang manajemen mutu pada produk susu sapi perah di KPBS penggalengan dengan metode PHA. Girsang (2007), meneliti tentang formulasi strategi pengendalian mutu dan keamanan pangan produk CPO di PTPN III dan minyak goreng di PT. Astra Agro Lestari, Tbk. Rizki (2007), mengkaji manajemen kualitas perspektif six sigma pada perusahaan Elsari Brownies & Bakery, Bogor. Sudibyo (2008), mengkaji mengenai penyiapan kelayakan persyaratan dasar dan penyusunan rencana HACCP untuk produksi mi kering di PT. Kuala Pangan, Citeureup, Bogor

10 Diagram Alir Penelitian Penentuan posisi perusahaan Perumusan alternatif strategi Identifikasi Faktor mutu sari buah dan konsentrat markisa Mulai QFD (Quality Function Deployment Penilaian faktor-faktor lingkungan Matriks IFE Matriks EFE Analisis SWOT Matriks TOWS Rekomendasi Strategi Selesai Penentuan faktor-faktor Internal dan eksternal PT Pintu Besar Selatan dan Industri Rumah Tangga “Noerlen”

11 Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan (September – Desember 2008) di :  Pyramid Unta, PT. Pintu Besar Selatan  Noerlen, Industri Rumah Tangga “Markisa Asli Famili”

12 Tata Cara Pengumpulan Data  Pengumpulan data primer wawancara dengan responden konsumen dan pakar serta mengadakan pengamatan langsung ke PT. Pintu Besar Selatan dan Industri Rumah Tangga “Markisa Asli Famili”  Pengumpulan data sekunder - penelusuran buku-buku, hasil penelitian, majalah, jurnal. - Data dari PT. Pintu Besar Selatan

13 Pemilihan Responden 1.Responden konsumen : 50 orang menilai atribut mutu sari buah dan konsentrat markisa yang diinginkan konsumen yang berjumlah 50 orang. 2.Responden pakar : 7 pakar - menentukan atribut mutu buah, sari buah dan konsentrat markisa, - menilai penerapan SMM ISO 9001:2000, - menilai penerapan SMKP HACCP, - menentukan faktor internal dan eksternal.

14 Analisis Data Metode Pembobotan AHP Metode Quality Function Deployment (QFD) Metode Analisis SWOT

15 Analisis QFD (Quality Function Deployment) HOUSE OF QUALITY (HOQ) E. Hubungan Teknis C. Tanggapan Teknis D. Hubungan Keterkaitan (tanggapan atas kebutuhan konsumen) F. Matriks Teknis (prioritas tanggapan teknis, target teknis, benchmarking) A Kebutuhan Konsumen B. Matriks Rencana (riset pasar dan perencanaan strategik)

16 Metode Analisis SWOT •Tahapan SWOT : A. Tahap Pengumpulan Data - Faktor Lingkungan Internal - Faktor Lingkungan Eksternal B. Tahap Analisis Data dan Penentuan posisi perusahaan - Analisis Matriks IE (Internal-Eksternal). C. Tahap Pengambilan Keputusan - membuat alternatif strategi dengan Matriks TOWS.

17 HASIL DAN PEMBAHASAN House Of Quality (HOQ) PT. Pintu Besar Selatan Mutu Berdasarkan Harapan Konsumen

18 Hubungan antar persyaratan pelanggan dengan persyaratan teknik: 10 =  = kuat 5 =  = sedang 1 = Δ = lemah ( ) = tidak ada hubungan Hubungan akitivitas proses terkait dengan aktivitas proses lainnya : + + = hubungan kuat positif + = dipengaruhi - = hubungan negatif -- = hubungan kuat negatif Atribut Kualitas Produk Bobot Konversi Pengadaan Bahan Baku Penanganan Bahan Baku Sortasi Buah Pencucian Buah Penyimpanan Sari Buah Penambahan BTM Pasteurisasi Pengisian konsentrat kedalam botol Pemasangan label kemasan Pengemasan kedalam dus Penyimpanan produk Distribusi pemasaran Perusahaan PBS Perusahaan MJP Perusahaan TJP Target Rasio Perbaikan Keamanan Pangan 7Δ  ΔΔ  Kekentalan6  Δ Nilai Gizi5  ΔΔ  Aroma4ΔΔΔ  Δ Rasa3  ΔΔΔΔ Warna2  ΔΔ  ΔΔΔ Kemasan1  Perusahaan PBS Perusahaan MJP Perusahaan TJP Tingkat Kepentingan Nilai Relatif ,

19 PENILAIAN SMKP HACCP 1. Kebijakan mutu 2. Organisasi (tim HACCP, personil, pelatihan) 3. Deskripsi produk 4. persyaratan dasar operasi (GMP dan SSOP) 5. Bagan alir proses 6. Prinsip HACCP 7. Sistem penyimpanan catatan 8. Prosedur verifikasi 9. Prosedur pengaduan konsumen 10.Prosedur recall 11.Perubahan Dokumen/Revisi/Amandemen

20 Proses produksi di PT. Pintu Besar Selatan

21 Proses produksi (Lanjutan)

22 PROSES PRODUKSI

23 PROSES PRODUKSI (Lanjutan)

24 PENILAIAN SMKP HACCP 1. PT PINTU BESAR SELATAN a. Unsur yang dipenuhi sebahagian : - kebijakan mutu - personil - GMP dan SSOP b. Unsur yang tidak dipenuhi : - Tim HACCP

25 STRATEGI PENINGKATAN MUTU 1. Faktor-Faktor Lingkungan Internal 2. Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal 3. Analisis Matriks IFE dan EFE 4. Perumusan Alternatif Strategi Peningkatan Mutu Sari buah dan konsentrat markisa

26 Faktor-Faktor Lingkungan Internal PT Pintu Besar Selatan NoFaktor Lingkungan InternalBobot A.Kekuatan 1Alat angkut pemasaran milik sendiri Lokasi usaha yang strategis Pengiriman produk tepat waktu Kegiatan promosi produk melalui pameran Sistem operasi dan produksi yang baku Terjaminnya ketersediaan bahan baku Penanganan bahan baku yang baik Harga bersaing B.Kelemahan 1Merek produk yang belum dikenal Teknologi produksi masih sederhana Tenaga penjual yang terbatas Kualitas produk yang belum memuaskan Keterbatasan dalam pendanaan Sistem sanitasi yang belum berjalan dengan baik0.3644

27 Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal NoFaktor Lingkungan EksternalBobot A.Peluang 1Ketersediaan kredit bagi IKM Kesadaran akan pola hidup sehat Kebijakan tentang pengembangan IKM Perkembangan teknologi Jumlah penduduk Indonesia yang besar Peningkatan tingkat pendidikan Tersedianya pemasok bahan baku di berbagai lokasi B.Ancaman 1Kondisi perekonomian Indonesia Kebijakan tentang perdagangan Loyalitas konsumen terhadap merek tertentu Keberadaan industri yang sejenis Adanya produk substitusi Tuntutan konsumen terhadap mutu yang semakin tinggi0.1209

28 Posisi Matriks IFE dan EFE BERBAGAI PELUANG KELEMAHAN INTERNAL III (mendukung strategi turn-around) W – O Posisi Perusahaan I (Mendukung strategi agresif) S – O IV (mendukung strategi defensif) W – T II (mendukung strategi diversifikasi ) S - T Strategi : mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif BERBAGAI ANCAMAN KEKUATAN INTERNAL

29 Perumusan Strategi Alternatif  Peningkatan komitmen dan budaya kerja yang baik terkait peningkatan mutu dan keamanan produk yang dihasilkan.  Peningkatan kualitas produk dengan memberi jaminan mutu berupa sertifikasi ISO dan HACCP  Peningkatan teknologi produksi dengan perubahan mesin dan peralatan yang lebih maju.  Membangun hubungan yang baik dengan pemasok.  Penerapan GMP dan HACCP.  Pelatihan SDM proses pengolahan.

30 SIMPULAN  PT. PBS perlu meningkatkan mutu sari buah dan konsentratnya khususnya pada atribut warna dan kemasan.  PT. PBS belum mendapatkan sertifikat ISO 9001 : 2000 maupun sertifikat HACCP.  Peningkatan teknologi produksi dengan perubahan mesin dan peralatan yang lebih maju.

31 SARAN 1. PBS Cap Pyramid Unta sebaiknya membuat kemasan dalam botol plastik berukuran 350 ml untuk lebih praktis dan ekonomis. 2. Diperlukan penelitian lanjutan pada produk sari buah lainnya khususnya dari segi sistem manajemen keamanan pangan. 3. PBS Cap Pyramid Unta perlu menerapkan sistem HACCP untuk menjamin produk yang dihasilkan aman untuk diolah sebagai produk pangan. Unsur yang perlu dilengkapi dan diperbaiki dalam penerapan sistem HACCP adalah : Kebijakan mutu, Pembentukan Tim HACCP, Personil dan Pelatihan, GMP, SSOP, Analisa bahaya potensial, serta Penetapan CCP.

32 SARAN 4. PBS Cap Pyramid Unta perlu memperbaiki teknologi produksi dan meningkatkan mutu khususnya pada atribut pembotolan dan pengepakan, pelabelan, keamanan pangan, kemasan serta merek. 5. Disperindag Medan dan instansi terkait lainnya sebaiknya lebih menyebarluaskan informasi mengenai pelatihan, pameran dan pendanaan yang tersedia agar setiap perusahaan dapat bersaing dengan produk sejenisnya maupun produk substitusi.

33

34 Buah Markisa Diblansir C selama 2 menit Dibelah Dikeruk Pulp Markisa Pulper Sari Markisa Kulit Biji Sari Markisa Tahap Pencampuran Disaring Dihomogenizer Botol Dipasteurisasi suhu 80 0 C selama 15 menit Sari buah markisa Na-karbonat Gula Air

35 Analisis Ekonomi 1 ton markisa 1 kg = Rp Rp kg 100 kg biji ( 100 kg buah 40 kg jus buah + biji 30 kg jus buah) Sari buah 300 kg gula pasir 600 kg (Rp ) 900 kg sirup Natrium Benzoat (100ppm) ppm (mg/liter) 30 gr Botol = Rp 2000 x 900 kg = Rp Label = Rp 200 x 900 kg= Rp Karton = Rp 500 x 900 kg= Rp Rp Listrik + Air= Rp Rp Tenaga Kerja= Rp Rp liter sirup = Rp

36 Syarat mutu minuman sari buah menurut SNI NoKriteria UjiSatuanPersyaratan 1 Keadaan 1.Aroma 2.Rasa ---- Normal 2Bilangan formol ml N NaOH 100 ml Min 15 3 Bahan tambahan makanan 3.1. Pemanis buatan 3.2. Pewarna tambahan 3.3. Pengawet Sesuai dengan SNI Tidak boleh ada Sesuai dengan SNI Cemaran logam 4.1. Timbal (Pb) 4.2. Tembaga (Cu) 4.3. Seng (Zn) 4.4. Timah (Sn) 4.5. Raksa (Hg) mg/kg Maks 0,3 Maks 5,0 Maks 40/250,0 * Maks 0,03 5Cemaran arsen (As)mg/kgMaks 0,2 6Cemaran mikroba 6.1. Angka lempeng total 6.2. Bakteri coliorm 6.3. E. Coli 6.4. Salmonella 6.5. S. Aureus 6.6. Vibrio. sp 6.7. Kapang 6.8. Khamir Koloni/gram APM/ml Koloni/25 ml Koloni/ml Maks 2 x 10 2 Maks 20 < 3 Negatif 0 Negatif Maks 50

37 Syarat mutu sirup (SNI ) NoKriteria UjiSatuanPersyaratan 1 Keadaan  Aroma  Rasa ---- Normal 2Gula jumlah(dihitung sebagai sakarosa)% (b/b)Min 65 3 Bahan tambahan makanan :  Pemanis buatan  Pewarna buatan  Pengawet Tidak boleh ada Sesuai SNI Sesuai SNI Cemaran logam  Timah (Pb)  Tembaga (Cu)  Seng (Zn) mg/kg Maks. 1,0 Maks. 10 Maks 25 5Cemaran Arsen (As)mg/kgMaks. 0,5 6Cairan mikroba  Angka lempeng total  Coliform  E. Coli  Salmonella  A. Aureus  Vibrio cholera  Kapang  Khamir Koloni/ml APM/ml Koloni/25 n Koloni/ml Maks 5 x 10 2 Maks 20 < 3 Negatif 0 Negatif Maks 50

38 Prosedur pengaduan konsumen Informasi keluhan dari konsumen Diterima oleh bag.pemasaran dalam bentuk complaint report Disampaikan ke bagian QC Identifikasi produk yang dikeluhkan oleh QC : • Nama produk • Jenis kemasan • No. Batch produksi • Tgl penerimaan • Jmlh & masalah yang dikeluhkan Evaluasi terhadap hal-hal yang dikeluhkan oleh QC berdasar rekaman produksi dan pemeriksaan contoh referensi yang disimpan Bagian QC dan Manager produksi berdiskusi untuk penentuan tindakan perbaikan & tanggapan atas keluhan tersebut Pemutusan tindakan penyelesaian akhir oleh Direktur berdasarkan laporan Manager QC dan Manager produksi Pemberian tanggapan penyelesaian atas pengaduan trsbt kepada konsumen oleh bagian pemasaran Bila penyelesaian diterima konsumen, maka kasus dinyatakan selesai

39 Menetapkan prosedur recall Tahapan penarikan produk (recall) dilakukan oleh perusahaan : 1.Bagian QC mengidentifikasi produk yang dikeluhkan berdasarkan nama produk, jenis kemasan, no.batch produksi, tgl penerimaan, jumlah dan masalah yang dikeluhkan; 2.Bagian QC mengevaluasi hal-hal yang dikeluhkan berdasarkan penelusuran rekaman produksi dan menginspeksi sampel reference yang ada di bagian QC; 3.Manajer QC dan manajer produksi harus mendiskusikan pengaduan tersebut guna penanganan selanjutnya; 4.Manajer QC memberikan jawaban kepada bagian pemasaran untuk berkoordinasi dengan konsumen guna mengirimkan kembali semua produk yang dikeluhkan atau meminta kepada konsumen untuk memusnahkan sendiri produk yang dikeluhkan; 5.Manajer QC memisahkan produk yang dikirim kembali tersebut dan menempatkan pada area dengan garis merah dan bertanda “Produk Reject” hingga waktu yang ditentukan.

40 Limbah kulit dan biji Limbah Kulit Limbah Biji

41 Produksi Buah Markisa di Indonesia Keterangan : * = Departemen Pertanian Republik Indonesia, ** = Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, 2007.

42 Perkembangan luas panen, produktivitas, dan produksi panen Sumber : Dinas Pertanian Propinsi Sumatera Utara 2008.

43 Definisi Sari Buah Sari buah adalah cairan yang dihasilkan dari pemerasan atau penghancuran buah segar yang telah masak. Pada prinsipnya dikenal dua macam sari buah, yaitu : • Sari buah encer (dpt lgsg diminum), yaitu cairan buah yang diperoleh dari pengepresan sari buah/daging buah, dilanjutkan dengan penambahan air dan gula pasir • Sari buah pekat (sirup), yaitu cairan yang dihasilkan dari pengepresan daging buah dan dilanjutkan dengan proses pemekatan, baik dengan cara pendidihan biasa maupun dengan cara lain seperti penguapan dengan hampa udara, dll. Sirup tidak dapat langsung diminum, tetapi harus diencerkan dulu dengan air.

44 Tinjauan Pustaka Mutu (Goetsch dan Davis, 1997) : mencakup hal mencapai/melebihi harapan pelanggan; berlaku untuk produk, jasa, proses dan lingkungan; dan suatu keadaan yang selalu berubah. Pengendalian mutu (Juran, 1995) : proses yang digunakan untuk membantu pencapaian produk dan proses sesuai dengan tujuan. Jaminan mutu : jaminan dari suatu produk sehingga produk tersebut dibeli oleh konsumen dengan penuh keyakinan dan kepercayaan dan digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama dengan tingkat kepuasaan yang tinggi.

45 Tinjauan Pustaka HACCP (Dewanti, 2000) : suatu sistem manajemen untuk menjamin mutu dan keamanan pangan berdasarkan konsep pendekatan yang rasional, sistematis, dan komprehensif dalam mengidentifikasi dan memonitor bahaya yang beresiko tinggi terhadap mutu dan keamanan pangan. Prinsip HACCP : analisis bahaya, penentuan titik kendali kritis, penetapan batas kritis, pemantauan titik kendali kritis, tindakan koreksi, pencatatan dan verifikasi.

46 Tinjauan Pustaka GMP (Thaheer, 2005) merupakan suatu pedoman cara memproduksi makanan yang baik dengan tujuan agar produsen memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan untuk menghasilkan makanan yang bermutu sesuai dengan tuntutan konsumen. SSOP adalah prosedur tertulis dimana proses pembuatan pangan harus diproduksi dalam kondisi dan cara yang saniter. QFD (Gasperz, 2001) : suatu proses/mekanisme terstruktur untuk menentukan kebutuhan pelanggan dan menerjemahkan kebutuhan-kebutuhan itu kedalam kebutuhan teknis yang relevan, dimana masing-masing area fungsional dan level organisasi dapat mengerti dan bertindak.

47 Tinjauan Pustaka David (2002) mengemukan matriks SWOT merupakan alat pencocokan yang penting, yang membantu manajer mengembangkan empat tipe strategi, dimana matriks ini dapat mengembangkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya.

48 GMP (Good Manufacturing Practices)

49

50

51

52

53 Persentase industri pangan yang sudah memahami dan menerapkan aspek keamanan pangan Sumber : Sudibyo et al (2001)

54 Persentase industri kecil pangan yang mengimplementasi kan dan tidak mengimplementasikan higiene NoAspek Kegiatan Persentase Industri Kecil Pangan yang mengimplementasikan/tidak mengimplementasikan higiene YaTidak 1 Pelatihan terhadap karyawan yang menangani pangan 15,584,5 2 Pengendalian bahan baku dan bahan pembantu lain yang dipakai 25,574,5 3 Pengendalian penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) 30,070,0 4 Pengendalian kebersihan pribadi karyawan (higiene personil) 30,070,0 5 Pengendalian proses produksi dan peralatan produksi yang digunakan 40,060,0 6 Pengendalian dalam penanganan dan penyimpanan pangan untuk mencegah kontaminasi 45,555,5 7 Pengendalian alat-alat pembersih (sapu, alat pengepel, cairan deterjen, dan lain-lain) 40,060,0 8Pengendalian hama35,065,0 9Pengendalian catatan/dokumen20,080,0 Sumber : Sudibyo dan Sumarsi 2004.

55 Deskripsi produk konsentrat produksi PBS Nama ProdukUraian Konsentrat Deskripsi umumProduk minuman sari buah yang terbuat dari buah markisa dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan tambahan pangan (BTP) yang dizinkan, berbentuk sari buah (SNI ) dan sirup (SNI ). Komposisi bahan baku dan bahan tambahan pangan Buah markisa, gula, natrium benzoat, air serta CMC Karakteristik produk • Fisik : cair, warna kekuningan dengan rasa dan aroma normal • Kimia : kandungan cemaran logam berat Pb maks. 1,0 (mg/kg), Cu maks. 10,0 (mg/kg), Zn maks. 25 (mg/kg), As maks. 0,5 (mg/kg), tidak boleh ada pemanis buatan dan pengawet sesuai dengan SNI

56 deskripsi produk (Lanjutan) Nama ProdukUraian Konsentrat • Mikrobiologi : angka lempeng total maks. 5,0 x 10 2 koloni/ml, coliform maks. 20 (APM,ml), E. Coli < 3 (APM/ml), salmonella, S aureus, dan Vibrio cholera harus negatif, kapang dan khamir maks. 50 (koloni/ml) Metode pengemasanDilakukan secara masinal menggunakan mesin pengemas dan manual. Bahan pengemas primer terbuat dari PET dan botol kaca, sedang pengemas sekunder terbuat dari karton jenis CFB. PelabelanNama dan kode produk, nomor lot, bobot netto, komposisi, nama dan alamat perusahaan, tanggal kadaluarsa, tanggal produksi, kondisi penyimpanan dan petunjuk penggunaannya Umur simpanSatu tahun dalam suhu kamar/suhu ruang biasa

57 deskripsi produk (Lanjutan) Nama ProdukUraian Konsentrat Kondisi penyimpananSuhu ruang, tidak terkena cahaya matahari langsung, tempat kering & tidak lembab, dan tidak berbau Distribusi • Menggunakan truk boks tertutup rapat atau truk tertutup rapat (untuk transportasi darat) • Menggunakan container dan kapal (untuk transportasi laut) PenjualanDari industri ke distributor dan ekspor ke negara lain Target konsumenProduk dapat dikonsumsi oleh semua orang dan tidak ditujukan secara khusus untuk kelompok populasi tertentu Cara penggunaanMencampurkan dua sendok makan (40cc) sirup ke dalam satu gelas (± 250 cc) air panas/dingin.


Download ppt "Sekolah Pascasarjana IPB Senin, 28 Juli 2009 UJIAN TESIS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google