Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MAINTENANCE PROCEDURES SHIPBOARD. SHIPBOARD MAINTENANCE PROCEDURES ISM CODE CODE 10 MAINTENANCE OF SHIP AND EQUIPMENT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MAINTENANCE PROCEDURES SHIPBOARD. SHIPBOARD MAINTENANCE PROCEDURES ISM CODE CODE 10 MAINTENANCE OF SHIP AND EQUIPMENT."— Transcript presentasi:

1 MAINTENANCE PROCEDURES SHIPBOARD

2 SHIPBOARD MAINTENANCE PROCEDURES ISM CODE CODE 10 MAINTENANCE OF SHIP AND EQUIPMENT

3 TUJUAN TRAINING  Peserta memahami isi prosedur pemeliharaan kapal  Peserta dapat menjelaskan mengenai prosedur pemeliharaan kapal dengan aman dan efisien sesuai dengan SMS dan peraturan internasional dan nasional serta badan klasifikasi berkaitan dengan : inspection, testing, measurement, responsibilities, recording maintenance job, how to do maintenance accordance with procedures i.e.: general maintenance, PMS, critical machinery, defect condition, material requisitioning, structure condition, and dry docking.  Peserta dapat melakukan pemeliharaan untuk hull, machinery, and equipment kapal termasuk sistem recording dan pelaporan sesuai dengan prosedur dan company form

4 Code 10 Pemeliharaan Kapal dan Perlengkapannya  10.1 Perusahaan harus menyusun prosedur untuk menjamin bahwa kapal dirawat sesuai dengan persyaratan dari Peraturan yang berlaku dan persyaratan tambahan yang ditetapkan oleh Perusahaan.  10.2 Dalam memenuhi persyaratan tsb diatas Perusahaan harus menjamin bahwa : 1. Pemeriksaan dilaksanakan pada kurun waktu yang tepat 2. Setiap ketidaksesuaian dilaporkan dengan disertai penyebabnya (bila diketahui) 3. Tindakan perbaikan yang sesuai dilaksanakan 4. Pencatatan tentang kegiatan-kegiatan tsb diatas terpelihara

5 Code 10 Pemeliharaan Kapal dan Perlengkapannya  10.3 Perusahaan harus menyusun prosedur dalam SMS untuk menhetahui perlengkapan dan sistem teknis dimana kemungkinan terjadi kerusakan operasional tiba-tiba sehingga dapat menyebabkan situasi berbahaya. SMS harus menyediakan tindakan khusus yang bertujuan untuk menunjukkan kehandalan perlengkapan atau sistem. Tindakan tsb mencakup uji coba periodik dari perlengkapan atau sistem teknis cadangan yang secara normal tidak dioperasikan secara terus menerus.  10.4 Pemeriksaan seperti tsb dalam 10.2 maupun tindakan2 seperti tsb pada 10.3 harus diintegrasikan dalam program perawatan operasional yang rutin dari kapal.

6 SPM Prosedur Pemeliharaan Kapal  Bagian 1 Prosedur Pemeliharaan Umum  Bagian 2 Prosedur Pemeliharaan Terencana  Bagian 3 Prosedur Pemeliharaan Permesinan yang Kritis  Bagian 4 Prosedur Pelaporan Kerusakan  Bagian 5 Prosedur Permintaan  Bagian 6 Monitoring dan Pelaporan Kondisi Struktural  Bagian 7 Prosedur Drydocking

7 Bagian 1 Prosedur Pemeliharaan Umum  1.01 Pendahuluan  1.02 Tanggung jawab  1.03 Sertifikat Kapal dan Pelaporan  1.04 Prosedur Survey  1.05 Kalibrasi Peralatan Pengukuran dan Test  1.06 Pelaporan Kondisi Kapal  1.07 Deck Greasing Plan  1.08 Pemeliharaan Perlengkapan Keselamatan dan Loadline  1.09 Inventaris

8 1.01 Pendahuluan  Buku ini menjelaskan prosedur yang harus dilakukan untuk menjamin keselamatan dan efisiensi operasi kapal dengan melaksanakan perawatan badan kapal, permesinan dan perlengkapan sesuai dengan SMS dan mematuhi persyaratan Peraturan Internasional dan Nasional dan Badan Klasifikasi.  Prosedur spesifik juga telah ditetapkan untuk :  pelaporan pelaksanaan perawatan  pelaporan kerusakan  permintaan spare part dan material

9 1.02 Tanggung jawab  Master bertanggung jawab untuk menjamin bahwa semua perawatan kapal dilakukan sesuai dengan persyaratan prosedur dan dengan standar setinggi mungkin.  C/E, C/O, R/O bertanggung jawab kepada MASTER untuk perencanaan dan pelaksanaan perawatan secara umum di departemennya, namun perencanaan perawatan semua permesinan di kapal adalah tanggung jawab C/E sendiri.

10 1.03 Sertifikat Kapal dan Pelaporan  MASTER harus mengontrol semua sertifikat kapal.  Bila Authority menerbitkan sertifikat atau laporan langsung kepada MASTER, atau sertifikat yang ada di kapal di-endorse di kapal, maka MASTER harus menjamin bahwa copynya telah dikirimkan kepada Perusahaan.  MASTER harus mengirimkan hasil Survey and Certificate Status kepada Perusahaan setiap bulan.

11 1.05 Kalibrasi Peralatan Pengukuran dan Test  Peralatan Pengukuran dan Test yang digunakan sebagai referensi harus dikalibrasi secara periodik di darat sesuai dengan persyaratan Klasifikasi atau Manufacture.  Bila memungkinkan pelaksanaan kalibrasi dilakukan pada saat drydocking.  C/E harus memelihara record semua peralatan pengukuran dan test ( Measuring Equipment Calibration Register).

12 1.06 Pelaporan Kondisi Kapal  MASTER dan C/E harus melaporkan kondisi kapal kepada Perusahaan (Vessel Condition Report) setiap akhir bulan Maret, Juni, September dan Desember.

13 1.07 Deck Greasing Plan  C/O harus membuat perencanaan pemberian gemuk pada semua permesinan dan perlengkapan di deck.  Perencanaan harus berisi :  daftar semua item permesinan dan perlengkapan a.l. (windlass, winch, tutup palka, peralatan angkat, ventilasi, lifeboat davit)  apa yang harus dilakukan  jadwal pemberian gemuk  jenis gemuk yang dipakai  Perencanaan juga menetapkan bahwa interval pemberian gemuk :  permesinan dan peralatan yang terbuka < 2 bulan  permesinan dan peralatan lainnya sesuai pengalaman,

14 1.07 Deck Greasing Plan namun harus dijamin bahwa semua permesinan dan peralatan dapat berfungsi/bergerak dengan bebas  Pelaksanaan pemberian gemuk ini juga dilaporkan kepada Perusahaan.

15 1.08 Pemeliharaan Perlengkapan Keselamatan dan Loadline  Safety Equipment and Loadline Maintenance Schedule yang diberikan kepada kapal merupakan record pelaksanaan perawatan item ini.  MASTER harus menjamin (dengan cara inspeksi bulanan ) bahwa semua perawatan telah dilaksanakan dan record yang dibutuhkan telah ditulis.  Sebagai tambahan terhadap Prosedur Keselamatan.

16 1.09 Inventaris  MASTER harus menjamin bahwa Kepala Departemen menyiapkan daftar inventaris spare part, peralatan perawatan dan material perawatan setiap akhir bulan Juni dan Desember dan melaporkan kepada Perusahaan.

17 Bagian 2 Prosedur Pemeliharaan Terencana (PMS)  2.01 Umum  2.02 Persiapan Pembuatan Skedul Pemeliharaan Terencana  2.03 Tanggung jawab  2.04 Pelaporan Pelaksanaan Pemeliharaan

18 2.01 Umum  Skedul Pemeliharaan Terencana (PMS) harus disiapkan dan dilaksanakan tepat waktu untuk setiap kapal yang dikelola oleh Perusahaan untuk menjamin keselamatan dan efisiensi operasi kapal.

19 2.02 Persiapan PMS  PMS harus disiapkan oleh Departemen Teknik Perusahaan dan harus mempertimbangkan hal-hal sbb :  Persyaratan Klasifikasi  Persyaratan Konvensi Internasional  Umur kapal  Sejarah kerusakan atau kegagalan sebelumnya  Hasil pemeliharaan sebelumnya

20 2.03 Tanggung jawab  C/E bertanggungjawab untuk menjamin bahwa :  PMS dilaksanakan  Record yang disyaratkan dibuat dan disimpan di kapal  Semua perawatan yang telah dilakukan sesuai skedul dilaporkan kepada Perusahaan  C/E bertanggungjawab untuk melaporkan kepada Perusahaan bila :  Terjadi kerusakan yang berulang  Pada saat open inspeksi pada permesinan ditemukan kondisi yang buruk yang menyebabkan pengurangan standar interval maintenance yang telah ditentukan.  C/E bertanggungjawab untuk memberikan advis kepada Perusahaan bila pelaksanaan PMS pada item permesinan sebaiknya dimajukan karena didasarkan pada data operasi atau ketidaknormalan.

21 2.04 Pelaporan Pelaksanaan Pemeliharaan  Perusahaan mensyaratkan bahwa semua pekerjaan perawatan dan perbaikan yang telah dilakukan baik itu di kamar mesin, instalasi kelistrikan, di dek, perlengkapan di stasiun radio dan navigasi harus dilaporkan kepada Perusahaan setiap bulan. Monthly Maintenance & Repair.  C/E harus menjamin bahwa semua pelaksanaan perawatan sesuai dengan PMS juga termasuk di dalam laporan di atas.

22 2.05 Pelaporan Penerimaan Penggunaan Material  Semua material yang diterima dan dipergunakan untuk perawatan harus dilaporkan kepada Perusahaan setiap bulan. Monthly Material Received & Used.  C/E bertanggungjawab membuat laporan.

23 Bagian 3 Prosedur Pemeliharaan Permesinan yang Kritis  3.01 Umum  3.02 Prosedur Pemeliharaan

24 3.01 Umum  Perusahaan telah menetapkan permesinan yang dianggap KRITIS yaitu :  Mesin Induk  Mesin Generator  Sistem Kemudi termasuk Auto Pilot dan Gyro Compass  Permesinan yang berkaitan dengan operasi muatan

25 3.02 Prosedur Pemeliharaan  Harus dilakukan sesuai PMS  Untuk mengetahui gejala kerusakan lebih awal pada Permesinan yang Kritis, maka telah dibuatkan checklist yang diisi setiap kapal akan berangkat, di perjalanan dan ketika akan tiba. Appendix I s/d IV.

26 Bagian 4 Prosedur Pelaporan Kerusakan/ Defect  4.01 Umum  4.02 Pelaporan Urgent Defect  4.03 Tanggung jawab  4.04 Laporan Kerusakan/Defect Report  4.05 Defect Index  4.06 Guarantee Claim  4.07 Insurance Incident Report  4.08 Pelaporan kepada Biro Klasifikasi

27 4.01 Umum  Semua kerusakan yang tidak dapat diperbaiki oleh crew kapal karena :  Tidak ada spare part atau material  Tidak mampu  Hanya bisa dilakukan oleh tenaga ahli  Harus dilaporkan kepada Perusahaan

28 4.02 Urgent Defect Report  Setiap kerusakan yang mempengaruhi keselamatan kapal, yang menyebabkan polusi laut atau berdampak serius terhadap efisiensi operasi kapal maka harus segera dilaporkan kepada Perusahaan dengan menggunakan peralatan komunikasi tercepat yang ada di kapal.  Semua kerusakan yang dilaporkan dengan menggunakan telex, fax atau telepon harus di-back up dengan laporan tertulis Defect Report dan diberi tanda “As Confirmastion Only”

29 4.03 Tanggung jawab  C/E bertanggungjawab untuk persiapan pembuatan Defect Report seluruh departemen kapal.  C/O dan R/O harus membantu C/E dalam membuat Defect Reprt untuk departemen deck dan radio.

30 4.04 Defect Report  Form Item Defects harus digunakan untuk pelaporan kerusakan/Defect.  Satu item harus berisi satu macam kerusakan.  Item Defect harus diberi nomor yang urut 001, 002, 003, diantara drydocking. Bila setelah drydocking masih terdapat Item Defect yang belum dibetulkan, maka item tsb ditulis ulang dan dikirimkan kepada Perusahaan dengan nomor urut yang baru.  Bila diperlukan spare part atau material untuk memperbaiki Defect, maka Permintaan Barang juga harus dilampirkan, dan nomor permintaan ditulis di Item Defect  Bila diperlukan maka Item Defect boleh dilampiri dengan gambar, sket atau foto.

31 4.05 Defect Index  C/E harus memelihara semua copy laporan Item Defect.  C/E harus mencatat tindakan perbaikan yang telah dilakukan di dalam Item Defect Index.  Copy Item Defect Index ini ditempatkan di bagian depan file Item Defect.  Updated Item Defect Index harus dikirimkan ke Perusahaan setiap bulan Maret, Juni, September dan Desember.

32 4.06 Guarantee Claim  Pada periode garansi untuk kapal baru, maka setiap terjadi kerusakan agar dilaporkan ke Perusahaan dengan menggunakan form Guarantee Claim.  Bila masa garansi sudah habis, maka defect/kerusakan yang belum diperbaiki harus dilaporkan kembali ke Perusahaan dengan menggunkan form Item Defect.

33 4.07 Insurance Incident Report  Sebagai tambahan terhadap prosedur pelaporan defect yang dijelaskan terdahulu, maka Master juga harus mengirimkan Insurance Incident Report (ID 201) dalam hal sbb :  Bila terjadi kerusakan yang berat terhadap kapal karena tubrukan, cuaca buruk atau sebab-sebab lain.  Bila terjadi atau ditemukan kerusakan berat.

34 4.08 Pelaporan Kepada Biro Klasifikasi  Klasifikasi mensyaratkan bahwa semua kerusakan yang dapat membuat klas invalid harus dilaporkan tanpa ditunda-tunda.  Semua defisiensi pada Badan Kapal, Item Permesinan yang terdapat dalam daftar klas yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap Kekedapan atau Integritas Struktural harus dilaporkan.  Semua defisiensi pada propulsi dan permesinan bantu yang penting, sistem kemudi, kelistrikan dan kontrol sistem yang berpengaruh pada keselamatan kapal harus dilaporkan.  Master dan C/E harus ingat bahwa bila tidak memenuhi persyaratan Klas ini akan dapat menyebabkan kapal “Out of Class”.

35 Bagian 5 Prosedur Permintaan  5.01 Umum  5.02 Tanggung jawab  5.03 Nomor Permintaan  5.04 Record Permintaan  5.05 Permintaan yang Urgent  5.06 Permintaan yang Rutin  5.07 Tanda Terima  5.08 Pengecekan Jumlah Delivery  5.09 Salah Pengiriman  5.10 Tanda Terima Delivery Supplier  5.11 Material yang Dikirim ke Darat

36 5.01 Umum  Bagian ini menjelaskan prosedur untuk permintaan suku cadang, material pemeliharaan dan persediaan perbekalan pada semua kapal yang dikelola Perusahaan.  Bila meminta spare part untuk permesinan atau perlengkapan maka harus dijelaskan secara detail tentang :  nomor model  nomor serial  nama dan alamat pembuat

37 5.02 Tanggung jawab  MASTER harus memastikan bahwa semua permintaan telah melalui prosedur yang telah ditetapkan.  C/E bertanggungjawab atas perminataan semua spare part permesinan, minyak pelumas, gas, material pengelasan dan chemical untuk perawatan.  C/E harus menjamin bahwa jumlah persediaan semua cat untuk pemeliharaan rutin kapal, dan harus berkonsultasi dengan Kepala Departemen lain dalam membuat permintaan ini.  Setiap Kepala Departemen bertanggungjawab atas permintaan suku cadang yang berada dalam pengawasannya.  Satu permintaan perbekalan (running store) harus dilakukan dengan interval yang teratur untuk memenuhi keperluan seluruh departemen kapal. Semua Kepala Dept. harus bekerjasama pada saat persiapan pembuatan permintaan ini agar tidak terjadi over supply.  Permintaan perbekalan (running store) harus terencana sehingga dapat disupply di pelabuhan dengan biaya yang efisien.

38 5.03 Penomoran Permintaan  Setiap permintaan harus diberi nomor urut 3 angka dan diikuti 2 angka tahun, contohnya 001/02, 002/02, 003/02. Satu sistem penomoran dipakai oleh semua departemen.  Satu nomor permintaan dipakai untuk satu jenis/kategori permintaan, misalnya : - mesin induk - mesin bantu - kompresor - gas - chemical - cat, dll

39 5.04 Record Permintaan  C/E harus memelihara sebuah buku yang mencatat semua permintaan yang dikirimkan kepada Perusahaan.  Buku tersebut harus mencatat : - Nomor permintaan - Tanggal permintaan - Nama dan barang yang diminta - Nomor PO atau Nomor Delivery bila ada - Pelabuhan dan tanggal penerimaan barang - Keterangan lainnya  Bila Kepala Departemen akan membuat permintaan, maka mereka minta nomor permintaan kepada C/E.

40 5.05 Permintaan yang Urgent  MASTER harus segera mengirimkan permintaan yang urgent karena untuk keselamatan, pencegahan polusi dan efisiensi operasi kapal dengan menggunakan alat komunikasi tercepat yang ada di kapal.  Permintaan yang urgent tsb diberi nomor seperti pada permintaan yang normal.  Permintaan Urgent ini kemudian harus di-back up dengan SP 01 Material Requisition dengan diberi keterangan “AS CONFIRMATION ONLY” dan dikirimkan kepada Perusahaan diakhir bulan.

41 5.06 Permintaan yang Rutin  Permintaan Rutin harus dikirimkan kepada Perusahaan setiap akhir bulan degan menggunakan SP 01 Material Requisition.  Kepala Departemen harus menyiapkan dan menandatangani SP 01 tersebut dan disetujui oleh MASTER.

42 5.07 Tanda Terima  Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode pengiriman barang yaitu :  Pengiriman langsung dari Supplier ke Kapal  Pengiriman dari Kantor Perusahaan.

43 5.08 Pengecekan Jumlah Delivery  Kepala Departemen harus mengecek dengan teliti semua item yang diterima terhadap PO atau Material Delivery. Bila ditemukan kekurangan maka harus mengubah jumlahnya yang tertera di dalam Delivery Order sesuai dengan jumlah yang sebenarnya diterima kapal.

44 5.09 Salah Supply  Bila terjadi salah supply atau tidak sesuai dengan kegunaan yang diminta, maka Kepala Departemen harus segera langsung melapor kepada MASTER. Setelah mendengar laporan tersebut MASTER harus segera melaporkan hal tersebut kepada Perusahaan.

45 5.10 Tanda Terima Delivery Supplier  Kepala Departemen dan MASTER harus menjamin, sebelum menandatangani Tanda Terima dai Supplier, bahwa :  item barang yang diterima adalah benar  jumlah item barang yang diterima adalah benar  Bila paket barang yang diterima dari Supplier tidak sempat dibuka dan di-check isinya maka di dalam Tanda Terima Delivery harus dituliskan “Received (number) package only, contents unknown”.

46 5.11 Material yang Dikirim ke Darat  Bilamana kapal mengirimkan barang ke darat untuk diperbaiki, direkondisi atau dikalibrasi maka harus disertai dengan Material Delivery.

47 Bagian 6 Monitoring dan Pelaporan Kondisi Struktural  6.01 Umum  6.02 Kapal General Cargo  6.03 Oil dan Chemical Tanker  6.04 Gas Carrier  6.05 Tangki Ballast, Cofferdam/Void Space  6.06 Tangki Air Tawar  6.07 Tangki Lainnya

48 6.01 Umum  Bagian ini menjelaskan inspeksi periodik yang harus dilakukan untuk memonitor kondisi struktur tangk, ruang muatan dan ruangan lainnya dan jenis laporan yang harus dilakukan.  Bila melakukan inspeksi harus mereferensi “Hull Structure Guideline” terbitan dari Perusahaan. Khusus untuk kapal pengangkut muatan cair dalam tangki maka juga harus mereferensi pada “Guideline Manual for the Inspection and Condition Assessment of Tanker Structure” terbitan dari ICS.  Bila ditemukan kerusakan yang berat, harus segera dilaporkan kepada Perusahaan dengan menggunakan form tertentu dan bilamana mungkin dilampiri dengan foto. Kerusakan tersebut harus dicatat juga di dalam Item Defect.  Setiap kapal harus memelihara record inspeksi kondisi struktur. Record ini harus memcatat semua tangki atau ruang muat, tangki ballast, tangki air tawar, confferdam dan void space dan juga mencatat kapan inspeksi terakhir dilakukan. MASTER harus mengirimkan record terakhir kepada Perusahaan

49 6.01 Umum setiap bulan Maret, Juni, September dan Desember. Untuk membagi beban kerja, maka inspeksi harus dijadwalkan sedemikian rupa sehingga seluruh persyaratan inspeksi dapat dipenuhi.  Dalam melakukan inspeksi, maka prosedur Enclosed Space Entry harus diikuti.  C/O bertanggungjawab untuk penjadwalan dan pelaksanaan inspeksi dan memelihara record-nya.

50 6.02 Kapal General Cargo  Kondisi struktur dalam ruang muat harus diinspeksi setiap 6 bulan sekali. Visual inspeksi ini harus dilakukan pada saat ballast passage atau ruang muat sedang kosong.  Setiap inspeksi harus termasuk kondisi cat, pipa, got, tangga dan semua perlengkapan di dalam ruang muat tersebut.  Pada Bulk Carrier, inspeksi harus dilakukan sesuai dengna rekomendasi dari publikasi LR “Bulk Carrier : Guidance to Operators on the Inspection of Cargo Holds” terutama keterangan pada item 1-4 (“Where to look - What to look for”). Sehubungan dengan Item 3, close up inpection harus dilakukan pada plat dan sambungan las pada frame lambung pada hopper side tank. Bila perlu, akumulasi kotoran dan karat harus dibersihkan terlebih dahulu.  Setiap inspeksi ini harus dicatat di Structural Condition - Cargo Hold.

51 6.03 Oil dan Chemical Tanker  Kondisi plat di dalam ruang muatan harus diinspeksi setahun sekali. Visual inspeksi ini harus dilakukan bila ruangan tersebut gas free pada saat pembersihan rutin.  Setiap inspeksi termasuk kondisi cat, pipa, tangga, tutup palka, dan perlengkapan lainnya di dalam ruangan tersebut.  Setiap inspeksi harus dicatat di form :  Structural Condition - Tanker Wing Tank  Structural Condition - Tanker Centre Tank

52 6.04 Gas Carrier  Kemungkinan tangki muatan diinspeksi akan tergantung persyaratan operasi dan mungkin Perusahaan akan memberikan petunjuk specific bila diperlukan. Secara umum, kondisi internal tangki harus diinspeksi bila tangki gas free untuk pekerjaan rutin. Biasanya inspeksi harus dilakukan pada saat drydocking dan repair.  Setiap inspeksi harus dicatat di dalam Structural Condition Report.

53 6.05 Tangki Ballast dan Cofferdam/Void Space  Semua tangki ballast dan cofferdam/void space harus diinspeksi sbb :  6 bulan untuk FPT, Top Side Tank, Wing Tank dan Cofferdam yang bisa diakses saat pelayaran bermuatan.  12 bulan untuk DBT dan Void Space lainnya yang tidak dapat diakses saat pelayaran bermuatan.  Setiap inspeksi harus mencakup kondisi cat, pipa, tangga, anoda, plat sounding, plat lambung dekat sounding dan perlengkapan lainnya.  Bila perlu tangki ballast harus dibersihkan dahulu sebelum dilakukan inspeksi.  Form yang digunakan untuk mencatat hasil inspeksi ini adalah :  Top Side Tank  Fore Peak tank  Aft Peak Tank  Cofferdam/Void Space

54 6.06 Tangki Air Tawar  Kondisi plat di dalam tangki air tawar harus diinspeksi setiap 6 bulan.  Setiap inspeksi harus mencakup kondisi cat, pipa dan perlengkapan lainnya di dalam tangki.  Tangki air tawar harus dijaga dalam kondisi yang bersih dan higienis. Bila perlu dilakukan pembersihan dan perbaikan pengecatan.  Setiap inspeksi harus dicatat.

55 6.07 Tangki Lainnya  Bila tangki lainnya seperti Deep Tank dan tangki service/settling siap diinspeksi rutin, maka harus dilakukan oleh C/E dan membuat catatan.

56 CHECK  Monthly Maintenance & Repair Report  Vessel Condition Report  Engineering Report  Measuring Calibration Equipment  Survey & Certificate Status  Inspection Book  Running Hours Report (Proposed)

57 DO ( Membuat laporang sbb: )  Inside Diameter of Cylinder Liner  Piston Ring data  M/E Performance Data  A/E Performance Data  Crankshaft Deflection  Battery Maintenance Standard  Item Defect/Defect Report  Material Requisition  Individual Maintenance Report (Proposed)


Download ppt "MAINTENANCE PROCEDURES SHIPBOARD. SHIPBOARD MAINTENANCE PROCEDURES ISM CODE CODE 10 MAINTENANCE OF SHIP AND EQUIPMENT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google