Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Market Brief : Penetrasi Pasar Essential Oils di Malaysia ATASE PERDAGANGAN KBRI KUALA LUMPUR 2012.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Market Brief : Penetrasi Pasar Essential Oils di Malaysia ATASE PERDAGANGAN KBRI KUALA LUMPUR 2012."— Transcript presentasi:

1 1 Market Brief : Penetrasi Pasar Essential Oils di Malaysia ATASE PERDAGANGAN KBRI KUALA LUMPUR 2012

2 2 Peta Malaysia

3 3 Daftar Isi : Peta Negara Malaysia Daftar Isi Kata Pengantar5 I.Pendahuluan7 II.Potensi Pasar Negara Malaysia a. Selera Konsumen9 b. Deskripsi Produk10 b. Industri Garmen di Malaysia11 c. Proyeksi Industri Tekstil dan Apparel Malaysia14 d. Ekspor Tekstil dan Apparel Malaysia15 e. Impor Tekstil dan Apparel Malaysia16 f. Impor Tekstil dan Apparel Malaysia dari Indonesia17 g. List of supplying markets for a product imported by Malaysia18 h. Negara Pesaing Impor TPT Malaysia 21 III.Peluang dan Strategi a. Fakta Perdagangan24 b. Kendala dalam Industri Garmen di Malaysia28 c. Isu-Isu dalam Industri Garmen diMalaysia30 d. Rekomendasi32 Halaman

4 4 Daftar Isi : IV.Informasi Penting a. Daftar Asosiasi Terkait35 b. Daftar Importir36 Halaman

5 5 Kata Pengantar Perkembangan industri tekstil dan pakaian Malaysia dimulai pada awal tahun 1970an ketika Malaysia memulai industrialisasi bertujuan ekspor. Dengan nilai ekspor sebesar RM 10.3 milyar, industri tekstil dan pakaian Malaysia merupakan kontributor terbesar kesembilan dalam total pendapatan dari ekspor sektor manufaktur pada tahun Terdapat sebanyak 637 perusahan terdaftar dengan total nilai investasi senilai Rm 7.9 milyar dan jumlah tenaga kerja sebanyak 67,000 pekerja. Kuala Lumpur, Mei 2011 Atase Perdagangan Kuala Lumpur

6 6 PENDAHULUAN

7 INDUSTRI GARMEN DI MALAYSIA Dalam tahun 1950an pemerintah Malaysia menyediakan kebijakan impor subtitusi bagi industri-industri berkembang dalam negeri untuk tujuan menurunkan nilai impor. Fasilitas spinning dan kitting dibangun di region selatan Malaysia dan woven textiles di daerah utara. Ketersediaan dari bahan buatan dalam negeri juga mendorong pengembangan industri manufaktur garmen. Pada era 60an dan 70an, dukungan pemerintah Malaysia kepada industri manufaktur mejelma dalam investasi sektor tekstil dan baju oleh investor asal Hong Kong, Taiwan dan Singapura. Region utara denderung menarik investasi asal Hong Kong sementara investor asal Singapura banyak memiliki perusahaan di region selatan dikarenakan region tersebut lebih dekat dengan kantor pusat di Singapura dan fasilitas- fasilitas pemasaran. Saat ini industri tekstil dan pakaian bertujuan ekspor berlokasi di Semenanjung Malaysia, industri cut and sew knit berada di region selatan dan industri woven apparel di region utara.. 7

8 8 POTENSI PASAR MALAYSIA

9 9 Selera Konsumen Konsumen di Malaysia memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi minyak pati yang berasal dari: •Geranium •Lengkuas •Melaleuca bracteata •Artemisia Annua •Pyrethrum •Backhousia Citriaodora •Persicaria Odoratum •Eucalyptus Citriodora •Cajuput Gelam •Tea Tree

10 10 Deskripsi Produk Produk Essential Oil merupakan salah satu produk ekspor utama Indonesia. Adapun produk yang diperdagangkan adalah produk dengan Kode HS:  61: Articles of apparel, accessories, knit or crochet  62: Articles of apparel, accessories, not knit or crochet  63: Other made textiles articles set, worn clothing etc

11 Geranium (pelargonium species) Potential High Value Boutique Crop Good for Hilly Terrain

12 Lengkuas (Alpinia galanga) UV Properties Flavour Ingredient Easy to cultivate Niche Oil –specialised market

13 Melaleuca bracteata Source of Aromatic Ethers that can Assist in Relieving Plant Stress Cultivates Well in Malaysia Rapidly Growing Market

14 Artemisia annua A source of artemisinin for treatment of malaria World Shortage Straight forward cultivation

15 Pyrethrum (Chrysanthemum cinerariifolium) Not Strictly Essential Oil Solvent Extraction Rapidly Growing Market for Pyrethrum as Organic Pesticide Excellent Crop for Highlands – Pahang, Terengganu,Kelantan, Sarawak, Sabah

16 Backhousia citriodora (Lemon Myrtle) High Investment to Expand Industry in Australia Strong Demand as an Ingredient for tea Good Crop to Grow in Most Parts of Malaysia

17 Persicaria odoratum (Kesum) New Material Good Highland Crop Small Scale High Value Pests Easily Controlled Doesn’t need Registration as an Aromatic Chemical

18 Eucalyptus citriodora Good Northern Crop Easy to Cultivate Oil is a bi-product Excellent & High Valued Hard Wood One year for oil 10 years for timber

19 Cajuput (Gelam) Melaleuca cajuputi Local Tree Number potential Markets Can Basically Set Price Easy to Cultivate

20 Tea Tree (Melaleuca alternifolia) No Stable Production Forecast Shortage Potential Downstream Suitable All Areas Few Pest & Disease Issues Small or Large Scale Production Established Market

21 Unrecommended Oil Source  Lemongrass Biaya produksi yang tinggi, segmentasi pasar yang terbatas  Citronella Biaya produkso yang tinggi, Suplai yang tidak tentu  Patchouli Tingginya biaya infrastruktur, Suplai yang tidak tentu  Rose Oil Padat tenaga kerja, memerlukan mata rantai yang panjang, biaya produksi yang tinggi  Jasmine Biaya produksi yang tinggi, memerlukan investasi yang besar, Padat tenaga kerja, memerlukan mata rantai yang panjang

22 22 Industri Garmen di Malaysia  Industri tekstil & pakaian jadi terdiri dari dua sektor utama yaitu: 1.Tekstil, yang meliputi tekstil primer, termasuk didalamnya aktifitas seperti polymerization, spinning, weaving, knitting and wet processing; dan 2.Pakaian jadi, yang termasuk didalamnya adalah garmen dan aksesoris pakaian jadi seperti paket label, kancing dan risleuting.  Ekspor produk bagi tekstil dan pakaian termasuk didalamnya jackets, overcoats, skirts, t-shirt, blouses, pants, undergarments, scarves, handkerchiefs, headgear such as caps and hats dan aksesoris tekstil seperti zippers, buttons, sewing thread, industrial thread, embroidery thread, drawstrings, labels, laces, embroidered articles, collars, cuffs, hooks and eyes, tape, polyester padding, interlining, Velcro tape, cotton tape dan narrow fabric.

23 23 Cont’d  Sektor tekstil dan pakaian jadi memiliki kontribusi sebesar 1.6% dari ekspor sektor manufaktur Malaysia, mengalami penurunan sebesar 14.9% dengan nilai ekspor pada tahun 2009 berjumlah total RM 8.93 milyar dari sebesar RM milyar pada tahun Ekspor produk tekstil memiliki 56.8% dalam total ekspor produk tekstil dan apparel senilai RM 5 milyar (pada tahun 2008 memiliki nilai sebesar RM 5.43 milyar). Sementara untuk ekspor produk apparel dan aksesoris pakaian jadi memiliki kontribusi senilai 43.2% memiliki nilai sebesar RM 3.86 milyar (pada tahun 2008 memiliki nilai sebesar RM 5.06 milyar)

24 24 Essential Materials  Industri manufaktur tekstil dan pakaian jadi Malaysia secara aktif terlibat dengan kontrak kepada perusahaan manufaktur global seperti: Adidas 1.Nike 2.BUM Equipment, 3.Calvin Klein dan 4.Yves St. Laurent (YSL)

25 25 Proyeksi Industri Tekstil dan Apparel Malaysia Sumber : Ministry of International Trade and Industry Malaysia RM (Billion) Average Annual Growth (%) Investment Investment per year n.a Exports (end period) ,8

26 26 EXPORT (RM’000) TEXTILE CHAPTER APPAREL CHAPTER CHAPTER 63 ie Bed linen, Curtain, Tent etc CHAPTER 65 ie Hat, Headgear CHAPTER 96 (ONLY 9606 & 9607) ie Buttons, Zips 20065,308, ,796, , , , ,784, ,815, , , , ,858, ,869, , , , ,573, ,619, , , , ,068, ,313, , , , Jan-Mar ,504, , , , , Ekspor Tekstil dan Apparel Malaysia

27 27 EXPORT (RM’000) TEXTILE CHAPTER APPAREL CHAPTER CHAPTER 63 ie Bed linen, Curtain, Tent etc CHAPTER 65 ie Hat, Headgear CHAPTER 96 (ONLY 9606 & 9607) ie Buttons, Zips 20064,107, ,146, , , , , ,256, , , , ,910, ,391, , , , ,480, , , , , ,073, , , , , Jan-Mar ,501, , , , , Impor Tekstil dan Apparel Malaysia

28 28 Impor Tekstil dan Apparel Malaysia dari Indonesia HS CODE n/a 12,566,10910,159,7368,579, n/a 1,632,8806,845,6155,287, n/a 2,812, n/a 950,0902,904,5812,706, n/a 1,809,1421,953,0721,792,408 TOTAL IMPOR52,219,69260,951,15366,126,46552,294,53556,069,417 Source: Department of Statistic Malaysia (RM)

29 29 Exporters Imported value in 2006 Imported value in 2007 Imported value in 2008 Imported value in 2009 Imported value in 2010 World120,326162,546180,910119,467135,362 China79,534113,287118,62063,11268,238 Thailand4,7056,1428,8418,71812,082 Hong Kong, China 13,51516,99216,05112,84111,358 Singapore2,5043,5875,2764,0105,197 Indonesia1,8372,4603,3784,0554,581 List of supplying markets for a product imported by Malaysia Product: 61 Articles of apparel, accessories, knit or crochet Source:

30 30 List of supplying markets for a product imported by Malaysia Product : 62 Articles of apparel, accessories, not knit or crochet Source: Exporters Imported value in 2006 Imported value in 2007 Imported value in 2008 Imported value in 2009 Imported value in 2010 World192,528203,313235,850153,978174,237 China119,266125,344143,89679,07389,784 Thailand3,1786,9577,50210,85918,248 Indonesia8,5279,58314,21610,49312,491 Hong Kong, China 19,96119,41319,33412,79711,660 India4,8434,8295,9794,4664,701

31 31 List of supplying markets for a product imported by Malaysia Product : 63 Other made textiles articles set, worn clothing etc Source: Exporters Imported value in 2006 Imported value in 2007 Imported value in 2008 Imported value in 2009 Imported value in 2010 World131,619148,397172,778161,822181,122 China18,77723,77128,60128,30744,679 Japan21,37926,83728,44042,10042,692 Democratic People's Republic of Korea ,742 Singapore2,4404,7437,10311,06213,405 United States of America 6,94910,26110,4919,3339,800 Australia1,7742,5125,3788,5087,406 Viet Nam4,2086,1016,0395,7105,407 Thailand1,4622,5283,9232,6494,007 Myanmar3,7322,9124,0884,8243,626 Indonesia4,7306,4805,3503,4043,608

32 32 NEGARA PESAING IMPOR TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL KE MALAYSIA CHINA Kekuatan  Sesuai dengan statistik dari China National Garment Association, industri kain memiliki total output sebanyak 57 milyar meter pada tahun 2009, peningkatan sebesar 8% dari total output pada tahun Total output rata-rata industri kain Cina adalah sebesar 48 milyar meter pertahun. Kelemahan  Kain buatan Cina tidak memiliki tingkat kompetitif tinggi dari segi kualitas, keragaman dan teknologi apabila dibandingkan dengan produk yang dibuat oleh negara seperti Jepang, Korea Selatan dan Itali.  Kurangnya inovasi dalam seluruh industri telah menyebabkan penurunan laju pertumbuhan, dan banyak kain high-end, kebanyakanya adalah kain wol harus diimpor dari negara-negara Eropa untuk memenuhi permintaan pasar. Selain itu kurangnya teknolohi dalam industry dalam memproduksi kain bermutu tinggi dengan berbagai variasi telah membuat peluang bagi perusahaan manufaktur asing untuk mengembangkan usahanya di Cina.

33 33 NEGARA PESAING IMPOR TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL KE MALAYSIA THAILAND Kekuatan  Industri tekstil dan produk tekstil Thailand memiliki kemampuan untuk selamat dari krisis ekonomi global dikarenakan pengembangan produk yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas sesuai dengan standard internasional. Selain kedua faktor tersebut diatas, Thailand juga memiliki sumber daya manusia khususnya desainer fashion yang mampu mengikuti tren fashion terkini. Kelemahan  Industri tekstil di Thailand memiliki kelemahan pada rendahnya tingkat produktivitas yang disebabkan pemakaian mesin produksi yang sudah usang, tingginya harga bahan baku dasar bagi ndustri ini yang mana bahan baku dasar ini tidak dapat diproduksi secara lokal.  Ekspansi industri ini tergantung kepada tingginya biaya tarif impor dan tingginya biaya fasilitas produksi seperti air dan listrik

34 34 Peluang & Strategi

35 35 Fakta Perdagangan :  Lima negara utama tujuan ekspor Malaysia dalam produk tekstil dan pakaian jadi adalah Amerika, Turki, Jepang, Singapura dan Meksiko: 1.Ekspor ke Amerika Serikat bernilai sebesar RM 1.79 milyar, mengalami penurunan sebesar 26.9% dan memiliki kontribusi sebesar 20.1% dari total ekspor Malaysia. 2.Ekspor ke Turki memiliki nilai sebesar RM juta dan memiliki kontribusi sebesar 4.5%. 3.Jepang memiliki nilai ekspor sebesar RM juta dan mengalami peningkatan sebesar 21.2%. 4.Singapura memiliki nilai ekspor senilai RM juta dan mengalami penurunan sebesar 16.7% dan 5.Nilai ekspor ke Meksiko bernilai sebesar RM juta dan mengalami penurunan sebesar 11.7%.

36 36 Cont’d  Ekspor produk garmen asal Indonesia ke Malaysia pada tahun 2010 adalah sebesar RM 56,069,417, suatu kenaikan sebesar 0.073% dari total ekspor produk garmen Indonesia pada tahun 2006 sebesar RM 52,219,692  Pasar yang mencatatkan peningkatan yang signifikan selama tahun 2009:- 1.Egypt (bernilai sebesar RM juta ; peningkatan sebesar 53.6%) 2.Brazil (bernilai sebesar RM juta ; peningkatan sebesar 36.1%) 3.Pakistan (bernilai sebesar RM juta ; peningkatan sebesar 40.2%)

37 37 Cont’d  Lima besar ekspor produk tekstil pada tahun 2009 adalah: 1.Textile Yarn mengalami peningkatan sebesar 8.9%, dengan nilai sebesar RM 2.4 milyar. 2.Special Yarns, bahan tekstil dan produk terkait lainnya (mengalami penurunan sebesar 5.8% sehingga bernilai sebesar RM juta) 3.Woven fabrics of man-made textile materials, (mengalami penurunan sebesar 22.6% sehingga bernilai sebesar RM juta) 4.Knitted and crocheted fabrics, (mengalami penurunan sebesar 24.5% sehingga bernilai sebesar RM478.1 juta) 5.Woven cotton fabrics, (mengalami penurunan sebesar 28.4% sehingga bernilai sebesar RM328.3 juta)

38 38 Cont’d  Lima produk utama ekspor produk apparel dan aksesori pakaian adalah: 1.Aparel tekstil memiliki nilai sebesar RM 1.26 milyar, mencatatkan penurunan sebesar 20.7% 2.Pakaian laki-laki, not knitted or crocheted (RM 643,5 juta, mengalami penurunan sebesar 26.6%) 3.Pakaian wanita, knitted dan crocheted (RM juta, mengalami penurunan sebesar 24%) 4.Aksesoris pakaian jadi dari bahan tekstil (RM 387 juta, mengalami penurunan sebesar 27.6%) 5.Pakaian laki-laki, knitted/crocheted (RM juta, mengalami penurunan sebesar 16.1%)

39 39 Kendala Dalam Industri Garmen di Malaysia  Rendahnya Biodiversity crop di Malaysia Adanya persaingan yang ketat dari negara-negara manufaktur dnegan biaya rendah seperti Cina, India, Kamboja, Indonesia dan Vietnam  Shortage of Local Design and Development Langkanya tenaga ahli dan kecilnya anggaran untuk membantu pertumbuhan industry sehingga menghalang usaha kecil dan menengah untuk mengikuti aktifitas desain dan pertumbuhan. Hal ini menyebabkan Malaysia memiliki rumah mode dan designer yang terbatas.

40 40 Cont’d  Lack of Skilled Personnel and Training Courses Malaysia tidak memiliki textile technocrats, textile machinery and maintenance technicians, colour specialists, fashion designers for textile and apparel, dan international textiles and apparel merchandisers and marketers.Hanya terdapat sejumlah institusi terbatas yang diperuntukkan guna memenuhi kebutuhan industri tekstil dan apparel Malaysia.  Keep Pace with the Advancement of Technologies Kurangnya keterlibatan industri kecil dan menengah untuk menguasai perkembangan teknologi, penggunaan dan pengadopsian mekanisme otomatisasi, informasi dan teknologi guna mengurangi biaya tenaga kerja dan produksi, proses produksi, peningkatan fasilitas produksi, meningkatkan produktifitas, meningkatkan kualitas produk, menciptakan desain baru, menurangkan waktu pengantaran sebagaimana juga update informasi pasar yang terbaru

41 41 Isu-Isu Dalam Industri Garmen di Malaysia  Isu batik Metode produksi batik asal Malaysia memiliki beberapa perbedaan dari cara produksi Batik asal Indonesia, dimana dalam produksi batik Malaysia, penggunaan canting amat jarang bahkan cenderung tidak digunakan karena dalam proses produksi batik ini lebih mengandalkan pada penggunaan metode pelukisan gambar dengan kuas guna memberikan warna pada kain. Selain itu batik asal Malaysia menggunakan warna yang cenderung terang dan vibrant serta lebih menyukai motif-motif dedaunan, bunga serta kupu-kupu, yang mana hal ini berbeda dengan warna dan cprak motif batik asal Indonesia.

42 42 Cont’d  Ketergantungan terhadap kontrak perusaha multinasional Walaupun para pelaku usaha dalam industry ini memiliki kemampuan untuk memproduksi apparel berstandar internasional, mereka memiliki ketergantungan besar terhadap kontrak manufaktur. Lebih dari 80% manufaktur apparel lokal memproduksi merek-merek internasional. Resiko yang mungkin terjadi adalah apabilia pemilik kontrak memutuskan untuk mengalihkan kontrak tersebut kepada perusahaan lain dinegara yang berbeda maha hal ini akan menyebabkan dampak sangat buruk terhadap industry ini. Dengan pengecualian terhadap beberapa perusahaan, tidak ada kebijakan yang diambil guna menciptakan dan mengembangkan merek lokal dan untuk memlakukan penetrasi pada pasar lokal dan internasional.

43 43 Rekomendasi :  Pemberian pelatihan sumber daya manusia dalam hal informasi dan teknologi, desain dan hal lainnya guna meningkatan kualitas garmen Indonesia  Penyerbarluasan informasi mengenai pasar garmen di Malaysia guna meningkatkan pengetahuan pasar para pengusaha garmen Indonesia. Hal ini didasarkan pada statistik impor produk garmen ke Malaysia, di mana dapat dilihat bahwa volume eskpor produk garmen asal Indonesia ke Malaysia. Masih dapat ditingkatkan

44 44 Rekomendasi :  Kebijakan Pemerintah yang mendukung perkembangan industri garmen di Indonesia. Biaya energi yang mahal merupakan permasalahan yang cukup mengganggu daya saing produk tekstil Indonesia selain biaya tenaga kerja, di mana Indonesia merupakan negara dengan upah yang tertinggi diantara negara produsen lainnya. Negara seperti Bangladesh dan Vietnam hanya membayar upah buruh sebesar US$ 0,35/ jam, Pakistan US$ 0,40/jam, India US$ 0,6/jam, maka Indonesia membayar lebih mahal yakni lebih dua kalinya Bangladesh dan Vietnam, yakni sebesar US$ 0,76/jam. Oleh karena itu dibutuhkan kebijakan pemerintah Indonesia guna menanggulangi hal tersebut guna meningkatkan tingkat kompetitifan tekstil dan produk tekstil asal Indonesia

45 45 Informasi Penting

46 46 Daftar Asosiasi Terkait:  Persatuan Pengusaha Gaharu Bumiputera Malaysia (PENGHARUM) No.26B,Jalan Cemur, OffJalanTunRazak, Kuala Lumpur Fax: Website:  Malaysian Timber Industry Board (MTIB) Level Menara PGRM, No. 8, Jalan Pudu Ulu, Cheras Kuala Lumpur) Tel: Fax:

47 47 Daftar Pameran Terkait:  International Beauty Expo May 2013, Kuala Lumpur Convention Centre Organizer: Elite Expo Sdn Bhd No.46 Jalan Layang-layang 3, Bandar Puchong Jaya, 47100, Selangor Malaysia Tel: Fax: +603 –  International Trade Malaysia November 2012, Menara MATRADE Organizer: MECC Level 2, Menara MATRADE Jalan Khidmat Usaha, Off Jalan Duta, Kuala Lumpur Tel: / 7184 Fax: Contact Person :Madam Anita Abdul Aziz (Project Coordinator)

48 48 Daftar Importir :  Essfa Sdn Bhd Lot No. D8, Kawasan Perindustrian MIEL, Fasa 1, Telok Kalong, Kemaman, Terengganu Darul Iman. Tel: Fax:  Tropical Bioessence Sdn. Bhd. No. St 519 Jalan Tunas Baru Seksyen ¼ Kawasan Perindustrian MIEL Masjid Tanah Melaka Tel: Fax:  Bintang Maya (M) Sdn.Bhd Jalan Taman Komersil Senawang 7 Taman Komersil Senawang Seremban, Negeri Sembilan Tel: – Fax: +606 –

49 49  Chemney Enterprise Chemney Enterprise No 17-1, Jalan Equine 9C, Seri Kembangan, Selangor, Malaysia Tel: Fax : Contact Person: Mr. Lee Ping TeohMr. Lee Ping Teoh  Bestino Natural Oils Sdn. Bhd. Bestino Natural Oils Sdn. Bhd. PT Persiaran Perindustrian Pengkalan 8, Kws. Perindustrian Pengkalan,, Ipoh, Perak, Malaysia Tel: Fax : Contact Person: Mr. Zion Ho  Indocine Natural Sdn Bhd 37 Lebuh Lembah Permai 1, Tanjung Bungah 11200, Pulau Pinang Tel: Fax: Contact Person: Mike Thair

50 50

51 51 T erima Kasih 233, Tun Razak Kuala Lumpur M A L A Y S I A Phone: Fax : Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Malaysia


Download ppt "1 Market Brief : Penetrasi Pasar Essential Oils di Malaysia ATASE PERDAGANGAN KBRI KUALA LUMPUR 2012."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google