Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Olah Raga Arus Deras (ORAD) Oleh : MG Harris Sipahutar.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Olah Raga Arus Deras (ORAD) Oleh : MG Harris Sipahutar."— Transcript presentasi:

1 Olah Raga Arus Deras (ORAD) Oleh : MG Harris Sipahutar

2 ORAD  Merupakan salah satu Kegiatan Alam Terbuka yang beresiko cukup tinggi. Resiko itu dapat kita kurangi bila sebelum pengarungan dilakukan persiapan yg baik. Persiapan yg baik adalah belajar dan berlatih dengan baik, secara teknis, ketrampilan, maupun pengetahuan.  Merupakan kegiatan rekreasi yg cukup menyenangkan

3 Berbicara mengenai ORAD tidak terlepas dari :  Air  Perahu  Keselamatan

4 (A) AIR  Mempelajari bagaimana air mengalir dari hulu ke hilir sungai, merupakan hal yg penting diketahui sebelum kita berolah raga arus deras. Dimana karakteristik sungai di daerah hulu sangat berbeda dengan daerah hilir. Hal ini disebabkan oleh gradien (kecuraman), bentuk dasar sungai & volume air yg mengalir (debit air).

5

6 (A).1.Pembagian Daerah Aliran Sungai (DAS) a). Sungai di daerah Hulu. - dangkal, sempit, & cukup sering dijumpai air terjun. - tingkat kecuramannya tinggi & tidak dapat diarung. b). Sungai di daerah Peralihan. - cukup dalam & lebar - banyak dijumpai riam & ideal untuk ORAD. c). Sungai di daerah Hilir. - aliran airnya tenang, lebar & dalam. - bukan daerah yg baik untuk ORAD.

7 (A).2. Debit Air Sungai, Q.  Debit Air Sungai atau Volume Air Sungai adalah jumlah air yg mengalir melewati sungai, biasanya dinyatakan dalam satuan (m3/det).  Semakin besar Debit air sungai, maka semakin deras aliran airnya.  Besar kecilnya sungai & layak tidaknya sungai diarungi, dapat dilihat dari debit airnya.

8 Skala Debit Sungai :  Q =< 25 m3/det (kecil)  Q = m3/det......(besar)  Q >= 300 m3/det (sangat besar)  Debit yang baik untuk diarungi perahu karet adalah 25 – 300 m3/det.

9 Tinggi Muka Air (TMA) :  TMA < Nol (minus), artinya air surut  TMA = Nol, artinya air normal.  TMA > Nol, artinya muka air tinggi.

10 A.3. RIAM  Riam adalah aliran air yg deras di sungai (hampir seperti air terjun, tetapi rendah sekali). Faktor utama yg mempengaruhi bentuk-bentuk riam suatu sungai adalah bentuk dari permukaan dasar sungai tsb.

11 Terjadinya Riam serta tingkat kesulitannya dipengaruhi oleh :  a) Gradien / Kecuraman Sungai; - Adalah beda tinggi dari panjang elemen/ bagian sungai yg dimaksud (beda tinggi per satuan panjang, m/km). - Ini dapat dihitung dengan bantuan garis kontur yg memotong sungai pada peta Topografi. Gradien sungai dapat diketahui dari peta wilayah DAS.

12 Gradien sungai digolongkan atas : - Tenang = m/km. - Beriam = m/km (ideal) - Berbahaya = m/km - Sangat berbahaya = m/km -Tdk dpt diarungi > 20 m/km. Gradien yg baik untuk diarungi perahu karet adalah : m/km.

13  b.Batuan dasar atau bongkahan di sungai  c.Penyempitan

14 A.3.1. Bentuk-Bentuk Arus Sungai (Riam) Sungai berarus deras, memiliki berbagai macam bentuk dan kecepatan aliran sungai, baik dari permukaan hingga dasar sungai. Arus tercepat adalah ketika mendekati permukaan. Sedangkan untuk lintasan dan pada belokan yg lurus, arus tercepat ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.

15 A.3.1. Bentuk-Bentuk Arus Sungai (Riam) a.Aliran Utama. Arus sungai yg paling cepat seperti tersebut di atas, disebut aliran utama. Aliran utama merupakan bagian dari lintasan sungai yg paling baik untuk diarungi, karena merupakan daerah paling dalam dan paling cepat arusnya, selain itu juga paling aman dan menyenangkan.

16 b.Riam Riam merupakan bagian sungai yg mengalami percepatan arus dan turbulensi. Barisan riam pada umumnya diselingi lubuk sungai, yaitu bagian dari sungai yg dalam dan mengalir tenang.

17 Riam terdiri dari beberapa jenis arus dalam satu lintasan sungai, yaitu : b.1.Gelombang Tegak.  Terjadi karena penurunan dasar sungai, kemudian relatif mendatar kembali dan tanpa tonjolan batuan yg menyembul ke permukaan. Gelombang pertama merupakan gelombang terbesar, selanjutnya lebih kecil, dan akhirnya menjadi datar kembali. Barisan gelombang ini membentuk setengah lidah.

18 . b.2.Lidah Air.  Terbentuk diantara dua buah rintangan berupa batu atau hole dikarenakan percepatan. Bentuknya menyerupai huruf “V”. Umumnya merupakan lintasan yg terbaik untuk diarungi. b.3.Gelombang Balik.  Merupakan arus yg berputar dari bawah ke atas dan membalik ke arah hulu, disebabkan penurunan dasar sungai secara ekstrem. Ada tiga jenis gelombang balik, yaitu : hole, hidrolik & gelombang pecah.

19 . b.4.Arus Balik Arus balik adalah tempat dimana arus sungai seakan-akan berhenti, atau mengalir balik ke arah hulu dan seperti pusaran.

20 Kesimpulan Jadi ada empat faktor yg menentukan dalam menaksir Tingkat Kesulitan Sungai (riam) 1. Gradien (kemiringan) 2. Debit Air 3. Bentuk dasar 4. Rintangan-rintangan.

21

22 Peralatan Yang Digunakan Dalam ORAD 1. Perahu Karet 2. Dayung. 3. Pelampung 4. Helm. 5. Tali & Carabiner 6. Peluit 7. P3K 8. Pompa (Manual)

23 Peralatan Yang Digunakan Dalam ORAD 1.Perahu Karet 2.Dayung. 3.Pelampung 4.Helm 5.Tali & Carabiner 6.Peluit 7.P3K 8.Pompa (Manual)

24 1.Perahu Karet Perahu, digunakan dalam berarung jeram (ORAD), bukan hanya sekedar yg bisa mengembang tapi juga dapat mengeluarkan air secara otomatis, dapat melakukan manuver dengan cepat, kokoh, dan mempunyai 4 tabung udara yg akan saling mendukung (bila salah satu tabung bocor)

25 2.Dayung  Dayung, Ringan kuat sebaiknya berwarna cerah karena jika terlempar ke air akan mudah terlihat.Ukuran dayung tergantung dari ukuran diameter dayung yang digunakan. Dalam setiap pengarungan sebaiknya kita membawa dayung cadangan karena alat ini paling sering hilang atau patah.

26 3.Pelampung  Pelampung,Guna dari pelampung adalah untuk mengangkat tubuh ke atas permukaan air yang bergolak.Pelampung harus nyaman dan enak di pakai, pas dibadan tidak melorot ke atas waktu di air.Daya apung pelampung harus sesuai dengan berat badan.Jika daya apung terlalu tinggi badan kita akan mudah tertahan arus balik.

27 4.Helm  Helm, Harus tertutup sampai bagian telinga, ringan mempunyai sirip yang kokoh. Pada bagian dalam terdapat busa yang padat yang dapat dengan cepat mengeluarkan air dari dalam helm. Dianjurkan untuk mengunakan helm yg berwarna cerah.karena pada waktu berenang di jeram yang muncul keluar adalah bagian kepala.

28 . 5.Tali 6.Carabiner, Berguna untuk menggantungkan barang- barang,berguna untuk alat rescue dan banyak lagi lainnya. 7.Peluit, Melakukan komunikasi di jeram sangat sulit, suara jeram sangat keras.Untuk mengatasinya diperlukan peluit dibantu aba-aba dengan tangan atau dayung. 8.P3K

29

30 Skipper/Kapten Aba-aba & Scouting

31 Kapten/Skipper Seorang Kapten harus menguasai Teknik & berpengalaman dalam ORAD. Adapun tugas penting dari seorang kapten adalah :  mencari dan menentukan arah lintasan pada sungai, yg akan dilalui oleh perahu.  memberikan aba-aba yg singkat dan jelas.  bertanggung jawab atas keselamatan seluruh awak perahu dan peralatan dalam perjalanan.  mengambil keputusan, apakah perjalanan perlu diteruskan atau tidak.

32 Bentuk Aba-Aba -Maju : semuanya mendayung ke depan. -Mundur : semuanya mendayung ke belakang (dayung balik). -Kanan balik : arah perahu dibalik ke kanan. Yang berada di sebelah kanan mendayung balik, dan yg ada di sebelah kiri mendayung ke depan.. -Kiri balik : arah perahu dibalik ke kiri. Yang berada di sebelah kanan mendayung ke depan, dan yg ada di sebelah kiri mendayung ke belakang. -Geser kanan : perahu digeser ke kanan dengan arah yg tetap, tidak berubah. -Geser kiri : perahu digeser ke kiri dengan arah yg tetap, tidak berubah.

33 Bentuk Aba-Aba -Stop : seluruh awak berhenti mendayung, hanya dua orang di belakang yg menjadi kemudi, supaya arah perahu tetap lurus. -Pindah kanan ; agar perahu berat kanan -Pindah kiri ; agar perahu berat kiri -Goyang ; mencegah perahu tersangkut. -Boom : instruksi apabila melewati rintangan (batang pohon) atau jeram berbahaya.

34

35

36 Scouting. Sebelum mengarungi Riam, terlebih dulu kita harus melakukan pengamatan terhadap Medan atau sering disebut dgn Scouting Ada dua petunjuk yg mengharuskan kita melakukan Scouting : 1.Adanya penurunan muka sungai, sehingga riam yg akan terlalui tidak terlihat. 2.Suara Gemuruh. Gemuruh yg besar tanda adanya riam.

37 Langkah-langkah untuk melakukan Scouting. 1. Menepilah pada sisi dimana medannya memungkinkan untuk berjalan ke hilir. Tambatkanlah perahu dengan baik agar tidak terbawa arus. 2. Jalanlah ke arah hilir sampai ujung riam di sebelah hilir. 3. Setelah sampai ke hilir riam, amati bentuk riam, terutama pada aliran utamanya. Cari dan rencanakanlah jalur terbaik yg akan di arungi. Pikirkan juga faktor keamanan jika ada awak yg jatuh. 4. Bisa atau tidak? Putuskan!! Saat ini keputusan anda sangat menentukan sekali. 5. Jika keputusan akan diarungi, maka sambil kembali ke arah hulu, ingat2 kembali letak batuan, ombak sebagai patokan pada saat mengarungi. 6. Jika keputusannya tidak dapat diarungi, maka tuntunlah perahu lewat sungai, atau diangkat dekat pinggir sungai.

38

39

40

41


Download ppt "Olah Raga Arus Deras (ORAD) Oleh : MG Harris Sipahutar."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google