Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Weber (1947) dalam kaitannya otoritad membaginya menjadi tiga:  Rasional legal authority  Suatu kewenangan untuk memaksakan kepatuhan atas dasar undang-undang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Weber (1947) dalam kaitannya otoritad membaginya menjadi tiga:  Rasional legal authority  Suatu kewenangan untuk memaksakan kepatuhan atas dasar undang-undang."— Transcript presentasi:

1

2 Weber (1947) dalam kaitannya otoritad membaginya menjadi tiga:  Rasional legal authority  Suatu kewenangan untuk memaksakan kepatuhan atas dasar undang-undang atau peraturan yg berlaku  Tradisional authority  Suatu kewenangan yang didasarkan atas pewarisan nilai-nilai tradisional pada seseorang.  Charismatic authority  Suatu kewenangan yang dimiliki seseorang karena ia mpesona orang banyak sehingga dipatuhi dan diikuti orang lain.

3 • Kepemimpinan karismatik mengacu pada seseorang yang memperoleh kemampuan mempengaruhi pengikut bukan berdasarkan pada wewenang tradisi atau otoritas formal tetapi lebih pada persepsi pengikut bahwa pemimpin di- berkati dengan bakat suprarnatural dan kekuatan yang luar biasa. • Pemimpin dipandang tidak hanya sekedar bos, tetapi sebagai model peran dan panutan hidup. • Pemimpin dipandang sebagai individu yang memberikan inspirasi kepada para pengikutnya melalui kata-kata, berbagai ide dan perilaku mereka.

4  Conger & Kanungo (1987) dalam Yukl,(2001:291) menya- takan teori kepemimpinan karismatik berdasarkan pada asumsi bahwa karisma merupakan sebuah fenomena yang berhubungan (atribusional).  Menurut teori itu, atribusi pengikut dari kualitas karismatik bagi seorang pemimpin, bersama-sama ditentukan oleh:  perilaku,  keterampilan pemimpinnya dan  aspek situasi.  Atribusi adalah memperkirakan apa yang menyebabkan orang lain itu berperilaku tertentu.

5 Robbins and Judge (2008:83) mengidentifikasi empat karkteristik pemimpin karismatik: 1. Mereka memiliki visi, dan mampu mengungkapkan visi secara gamblang. 2. Bersedia mengambil resiko pribadi untuk mewujudkan visi tersebut. 3. Sensitif terhadap kebutuhan pengikut/bawahan 4. Memiliki perilaku yang luar biasa, tidak konvensional (cenderung berlawanan dengan kebiasaan).

6 1. Sangat menghormati dan menghargai pemimpin 2. Loyal dan setia pada pemimpin 3. Mencintai pemimpin 4. Berpengharapan pada kinerja tinggi 5. Kepatuhan 6. Termotivasi oleh ketakutan mengecewakan pemimpin dan ditolak.

7  Menyatakan visi dan misi sang pemimpin. Visi adalah gambaran masa depan yang berisi rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan.  Mengkomunikasikan ekspektasi kinerja yang tinggi dan meyakini bahwa para bawahan bisa mencapainya.  Menyatakan seperangkat nilai yang baru, dan melalui perilakunya memberikan keteladanan.  Melibatkan dirinya secara emosional dan acapkali ber- perilaku yang tidak biasa untuk menunjukkan keberanian dan pendiriannya atas visi yang telah ditetapkan. (Robbins & Judge,2008)

8 Visi berbeda dari bentuk-bentuk penetapan arah dalam beberapa hal.  Sebuah visi memiliki gambaran yang jelas dan kuat yang menawarkan cara yang inovatif untuk perbaikan.  Visi menyentuh emosi dan menciptan antusiasme sebagaimana yang dimiliki orang yang menyaksikan pertandingan olah raga.  Visi mempunyai kemampuan inspirasional yang ter- pusat nilai, dapat direalisasikan, dengan gambaran dan artikulasi ang kuat.

9 Teori atribusi tentang karisma lebih menekankan kepada identifikasi pribadi sebagai proses utama mempengaruhi dan internalisasi sebagai proses sekunder.  Identifikasi Pribadi, yang pengaruhnya diperoleh dari keinginan seorang pengikut untuk menyenangkan atau menteladani pemimpinnya.  Internalisasi, dimana nilai-nilai dan keyakinan baru merupakan bagian yang terpisahkan bagi pengikut. 

10 Efektivitas kepemimpinan karismatik banyak tergantung pada faktor situasi.(Robbins & Judge,2008)  Pengikut termotivasi untuk bekerja dan berusaha lebih keras karena menyukai dan menghargai pemimpinnya dan memiliki kepuasan yang lebih tinggi.  Karisma cenderung lebih sukses jika tugas si pengikut memiliki komponen ideologis, atau jika melibatkan tingkat stres dan ketidakpastian yang tinggi.  Kepemimpinan karismatik lebih relevan untuk menjelaskan efektivitas pemimpin ekskutif dibandingkan manajer di bawahnya.  Kepemimpinan karismatik bisa mempengaruhi beberapa pengikutnya melebihi yang lain.

11  Adanya krisis  Membutuhkan perubahan  Peluang menyampaikan tujuan idelogis  Ketersediaan simbol-simbol dramatis  Kesempatan menjelaskan peran pengikut dalam menangani krisis

12 Bagaimana mereka muncul? 1.Karena kemampuan mengekspresikan suatu visi dan misi (visioner) 2.Karena adanya krisis Kebimbangan, kekacauan membutuhkan solusi Sesuatu yang baru, lebih menarik

13 Gambar 10.1: Tahap-tahap Dalam Kepemimpinan Karismatis. Pemimpin secara rutin menilai lingkungan, menyesuaikan dan merumuskan sebuah visi tentang apa yang harus dilakukan Pemimpin menyampaikan visi. Visi sebagai alternatif yang paling menarik untuk keluar dari status quo Mengemukan motivasi kepada pengikut utama Tahap 1 Tahap 2 Pemimpin membangun kepercayaan melalui keahlian teknis, pengambilan resiko pribadi pengorbanan diri dan perilaku yang tidak konvensional Pemimpin mendemontra- sikan cara untuk mencapai visi melalui pembuatan rancangan tugas pemberian kuasa dan taktik yang tidak konvensional Tahap 3 Tahap 4 Sumber: Dikutip dari Conger dan Kanungo, Behavioral Dimensions of Charismatic Leadership” dalam Gibson et.al. Organisasi, Perilaku, Struktur dan Proses. 1997:82

14 Tabel 10.1 Komponen perilaku dari pemimpin berkarisma dan tidak berkarisma Komponen Pemimpin Berkarisma Pemimpin Tidak berkarisma Hubungannya dengan status quo Berlawanan dg status quo dan berusaha merubahnya. Setuju & berusaha memper- tahankan status quo Sasaran masa yadVisi yg dianggap sempurna sangat berbeda dari status quo Sasaran tidak terlalu beda dari status quo KeahlianAhli menggunakan cara non convensional Ahli menggunakan alat dan cara yang ada Kepekaan lingkungan Tinggi untuk mengubah status quo Rendah untuk memperta- hankan status quo Dasar kekuasaanKekuasaan individu, rasa hormat dan kagum Kekusaan individu dan posisi, ArtikulasiKuat thd masa yad dan motivasi memimpin lemah

15 1. Keinginan penerimaan oleh pemimpin, menghambat kritik dari pengikut dan menciptakan pengikut ABS. 2. Pemujaan oleh pengikut menciptakan khayalan akan tidak dapat berbuat kesalahan 3. Keyakinan dan optimisme berlebihan membutakan pemimpin dari bahaya nyata. 4. Mereka sering mencampur adukan batas-batas kepentingan pribadi dengan kepentingan organisasi. 5. Perilaku impulsif yang tidak konvensional juga menciptakan musuh 6. Ketergantungan pada pemimpin akan menciptakan krisis kepemimpinan

16

17  Visi, adalah cara pandang ke depan yang berisi rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan  Misi, rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilakukan untuk mewujudkan visi  Strategi adalah cara untuk mewujudkan tujuan yang diwujudkan dalam kebijakan dan program  Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil untuk mencapai tujuan  Program adalah instrumrn kebijakan yang bersisi satu atau lebih kegiatan yang akan dilaksanakan  Kegiatan adalah, bagian dari program yang terdiri dari pengerahan sumber daya organisasi sebagai masukan untuk menghasilkan keluaran dalam bentuk barang/jasa

18 VISI Keadaan yang diinginkan MISI Kegiatan Program Strategi


Download ppt "Weber (1947) dalam kaitannya otoritad membaginya menjadi tiga:  Rasional legal authority  Suatu kewenangan untuk memaksakan kepatuhan atas dasar undang-undang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google